MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 Agustus 2018 10:19
Empat Napi Teroris Ada di Kalteng
ILUSTRASI/NET

PROKAL.CO, PENANGKAPAN terduga aksi radikalisme alias terorisme, Lu, mengingatkan pada sangat rentannya warga binaan di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan. Selain Lu, mantan pegawai negeri di Rutan Kelas IIA Palangka Raya itu, di Kalteng ada empat napi teroris titipan dari Mako Brimob.

“Saat ini ada empat napi teroris di Kalteng. Dua ditempatkan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya dan dua di Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Yoseph kepada Kalteng Pos, Selasa (14/8).

Dia menjelaskan, informasi yang didapat dari kepala lapas masing-masing, empat orang napi tersebut ada yang sudah bisa diajak berkomunikasi dan mau diberi saran. Namun, ada juga yang masih tak mau mengikuti arahan dan pembinaan dari lapas.

“Yang di Palangka Raya, salah seorang mulai kooperatif atau bisa menerima masukan dan nasihat. Sementara, satu orang lagi tetap keras. Begitu juga yang di Pangkalan Bun. Satu kooperatif dan satu orang masih keras dengan pahamnya,” jelas dia.

Yoseph mengungkapkan, empat napi teroris itu dari Badan Nasional PencegahanTerorisme (BNPT) yang dititipkan kepada Kemenkumham. Penjagaan kepada napi ini disesuaikan dengan ketentuan yang ada di Kemenkumham dan BNPT.

“Kami bijaksana saja, karena miliknya BNPT, selama di dalam kami berikan perhatian khusus. Sehingga kesempatan untuk napi itu mengalirkan pahamnya, tidak akan bisa. Karena gerak-geriknya kami pantau,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, permintaan dari napi teroris pun diseleksi. Ada yang dibolehkan dan ada yang tidak. Seperti ke masjid. Jika hendak menjadi imam di masjid lingkungan lapas, tidak diberikan izin.

“Kalau mereka mau ke masjid, permintaannya satu, harus jadi imam, tetapi kami tidak berikan izin itu. Karena tidak diizinkan, dia pun tak ingin ke masjid,” jelas dia.

Sementara, terkait tahanan apakah bercampur dengan napi lain, dia belum bisa memberikan jawaban. Dia mengakui bahwa kondisi lapas sedang over kapasitas.

“Saya belum berani menjawab bagaimana mereka. Apakah berbaur dengan yang lain atau sendiri. Mungkin yang lebih tahu pasti adalah kepala divisi pemasyarakat,” tambahnya.

Namun, Yoseph memastikan bahwa gerak-gerik dan tingkah laku napi teroris di Lapas Palangka Raya dan Pangkalan Bun benar-benar dipantau. Tamu yang menjenguk pun tidak boleh sembarangan.

“Pergerakan mereka dipantau. Bahkan kalau ada yang bertamu, hanya keluarga kandung yang bisa mengunjungi. Seperti istri dan anaknya. Di luar itu, tidak dibolehkan,” kata dia.

Ketika dikonfirmasi kepada Kadiv Pas Kemenkumham Kalteng Anthonius M, belum merespons pertanyaan dari Kalteng Pos, mengenai apakah napi teroris ditempatkan satu sel dengan napi lain atau tidak.

TELUSURI JARINGAN TERDUGA TERORIS

Tertangkapnya terduga penyebar pemikiran radikalisme maupun terorisme, sudah seharusnya menjadi perhatian Pemprov Kalteng. Harus ada penyadaran deteksi dini potensi terorisme di Kalteng.

“Sehingga ini juga menjadi perhatian serius. Kesbangpol diminta untuk melakukan penyadaran deteksi dini potensi terorisme di Kalteng ini,” tegas Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri, kemarin.

Fahrizal mengatakan, pihaknya pun baru mendapatkan laporan terkait penangkapan yang diduga teroris tersebut dari Badan Intelijen Negara (BIN), yang saat ini masih ditangani pihak kepolisian daerah, Densus 88, dan Polresta Palangka Raya.

“Ya, kami sudah mendapatkan laporan dari mereka intelijen mengenai kasus tersebut. Kita serahkan semuanya kepada aparat hukum untuk prosesnya selanjutnya,” terangnya.

Terkait status Aparatur Sipil Negara (ASN), Fahrizal meminta, terkait Lu mesti ada kebijakan yang jelas dan tegas, seperti pemberhentian ataupun pemecatan apabila telah ada status hukum.

“Saya kurang tahu ya bagaimana mekanismenya. Kalaupun disersi, maka harus diberhentikan saja, sehingga dapat dilakukan penindakan hukumnya,” beber Fahrizal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng ini mengingatkan peran ketua RT/RW, untuk memerhatikan dan memantau warga di wilayah masing-masing, termasuk mengaktifkan kembali siskamling setiap permukiman.

“Sebetulnya menjadi tugas bersama untuk mencermati lingkungan kita. Terbukti terorisme ini ada di mana-mana. Perlu kewaspadaan dari kita semua. Belum tahu apakan ada target-target di Kalteng ini. Namun tetap harus berhati-hati. Apalagi saat ini menghadapi pileg dan pilpres mendatang,” pungkasnya.

Ditangkapnya Lu menjadi perhatian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng. “Perlu waspada terhadap radikalisme. Ternyata radikalisme ada di Palangka Raya. Itu pun seorang ASN. Tetapi jangan terpancing dan ketakuan. Tetap jaga kerukunan yang ada di Kalteng,” ujar Wakil Ketua FKUB Kalteng P Lantas Sinaga, Selasa (14/8).

Dirinya mengapresiasi kinerja kepolisian, yang sudah mengamankan sebelum adanya kejadian yang tak diinginkan di Palangka Raya atau Kalteng. Demi keselamatan masyarakat Kalteng.

“Kami berikan apresiasi kepada kepolisian. Itu tindakan cepat sebelum ada kejadian,” jelas anggota Komisi A DPRD Kalteng ini.

Dia meminta pihak kepolisan dan aparat terkait, agar mengungkap jaringan terorisme yang ada di Kateng. Sebab, ada potensi jaringan itu sudah berkembang di Kalteng. Padahal Kalteng selama ini sudah aman dan tenteram, walaupun masyarakatnya majemuk.

“Kiranya juga pihak kepolisian tetap mencari jaringan yang ada di Palangka Raya. Apalagi dia adalah seorang ASN. Tentu dikhawatirkan memengaruhi orang lain. Tetap ditelurusi hingga ke daerah-daerah,” jelas dia.

Dia sendiri menyayangkan seorang ASN terpapar paham radikalisme. Bahkan banyak ditemukan buku-buku berbau radikalisme di rumahnya, saat terjadi penggerebekan. Untuk itu, paham nasionalisme dan kebangasaan perlu terus digalakkan, khususnya kepada generasi muda Kalteng.

“Ke depan, pilar-pilar kebangsaan harus disampaikan ke generasi muda, agar jangan terpengaruh paham radikalisme,” kata dia. (uni/ari/ce/abe)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 15:53

Kemenag dan Ormas se-Kotim Tolak LGBT

SAMPIT - Kementerian Agama dan organisasi masyarakat (ormas) se-Kotim menolak keberadaan kelompok lesbian,…

Sabtu, 17 November 2018 15:37

Terpeleset, Tukang Las Tewas di Sungai Mentaya

SAMPIT - Nahas dialami Dirin. Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai tukang las itu ditemukan tewas di…

Sabtu, 17 November 2018 15:33

Awas! KTP, KK dan Akta Palsu

SAMPIT – Hati-hati menggunakan jasa calo dalam urusan kartu tanda penduduk (KTP) maupun akta kelahiran,…

Sabtu, 17 November 2018 15:20
Rejeki Ultah ke-26 Bagi Bidan Diah Ayu Novitasari

Baru Dua Bulan di Lamandau, Lulus Tes SKD CPNS

Ada yang unik dari pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Jumat, 16 November 2018 16:05

Melarikan Diri, Dua Tersangka Dihadiahi Timah Panas

SAMPIT - Usai sudah pelarian Taufiqurrahman alias Upik dan Mudianto alias Mudi. Dua pria yang sempat…

Jumat, 16 November 2018 16:03

Tak Hadir, Otomatis Gugur

PANGKALAN BUN – Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Kamis, 15 November 2018 11:56

Selamat HUT ke 73 Brimob ! Semoga Semakin Dicintai Masyarakat

UPACARA peringatan HUT ke-73 Brimob Polri di Kalteng, diselenggarakan di Lapangan Mako Batalyon Raider…

Kamis, 15 November 2018 11:53
Melihat Cara Pemprov Kalteng Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Kesulitan Memasarkan, 1.000 UMKM Dikumpulkan

Angka pertumbuhan ekonomi Kalteng di atas rata-rata nasional. Bahkan se-Kalimantan, perekonomian Kalteng…

Kamis, 15 November 2018 11:51

Mobil Pelangsir Terbakar, SPBU Di-Police Line

PALANGKA RAYA-Dua pintu mobil Honda Civic terbuka secara bersamaan, dibarengi bunyi letusan kecil. Sesaat…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Kesadaran Menurun, Pelanggaran Meningkat

OPERASI Zebra Telabang 2018 telah berakhir kemarin (12/11). Hasilnya sudah bisa diprediksi. Banyak pengendara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .