MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 Agustus 2018 10:19
Empat Napi Teroris Ada di Kalteng
ILUSTRASI/NET

PROKAL.CO, PENANGKAPAN terduga aksi radikalisme alias terorisme, Lu, mengingatkan pada sangat rentannya warga binaan di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan. Selain Lu, mantan pegawai negeri di Rutan Kelas IIA Palangka Raya itu, di Kalteng ada empat napi teroris titipan dari Mako Brimob.

“Saat ini ada empat napi teroris di Kalteng. Dua ditempatkan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya dan dua di Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, Yoseph kepada Kalteng Pos, Selasa (14/8).

Dia menjelaskan, informasi yang didapat dari kepala lapas masing-masing, empat orang napi tersebut ada yang sudah bisa diajak berkomunikasi dan mau diberi saran. Namun, ada juga yang masih tak mau mengikuti arahan dan pembinaan dari lapas.

“Yang di Palangka Raya, salah seorang mulai kooperatif atau bisa menerima masukan dan nasihat. Sementara, satu orang lagi tetap keras. Begitu juga yang di Pangkalan Bun. Satu kooperatif dan satu orang masih keras dengan pahamnya,” jelas dia.

Yoseph mengungkapkan, empat napi teroris itu dari Badan Nasional PencegahanTerorisme (BNPT) yang dititipkan kepada Kemenkumham. Penjagaan kepada napi ini disesuaikan dengan ketentuan yang ada di Kemenkumham dan BNPT.

“Kami bijaksana saja, karena miliknya BNPT, selama di dalam kami berikan perhatian khusus. Sehingga kesempatan untuk napi itu mengalirkan pahamnya, tidak akan bisa. Karena gerak-geriknya kami pantau,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, permintaan dari napi teroris pun diseleksi. Ada yang dibolehkan dan ada yang tidak. Seperti ke masjid. Jika hendak menjadi imam di masjid lingkungan lapas, tidak diberikan izin.

“Kalau mereka mau ke masjid, permintaannya satu, harus jadi imam, tetapi kami tidak berikan izin itu. Karena tidak diizinkan, dia pun tak ingin ke masjid,” jelas dia.

Sementara, terkait tahanan apakah bercampur dengan napi lain, dia belum bisa memberikan jawaban. Dia mengakui bahwa kondisi lapas sedang over kapasitas.

“Saya belum berani menjawab bagaimana mereka. Apakah berbaur dengan yang lain atau sendiri. Mungkin yang lebih tahu pasti adalah kepala divisi pemasyarakat,” tambahnya.

Namun, Yoseph memastikan bahwa gerak-gerik dan tingkah laku napi teroris di Lapas Palangka Raya dan Pangkalan Bun benar-benar dipantau. Tamu yang menjenguk pun tidak boleh sembarangan.

“Pergerakan mereka dipantau. Bahkan kalau ada yang bertamu, hanya keluarga kandung yang bisa mengunjungi. Seperti istri dan anaknya. Di luar itu, tidak dibolehkan,” kata dia.

Ketika dikonfirmasi kepada Kadiv Pas Kemenkumham Kalteng Anthonius M, belum merespons pertanyaan dari Kalteng Pos, mengenai apakah napi teroris ditempatkan satu sel dengan napi lain atau tidak.

TELUSURI JARINGAN TERDUGA TERORIS

Tertangkapnya terduga penyebar pemikiran radikalisme maupun terorisme, sudah seharusnya menjadi perhatian Pemprov Kalteng. Harus ada penyadaran deteksi dini potensi terorisme di Kalteng.

“Sehingga ini juga menjadi perhatian serius. Kesbangpol diminta untuk melakukan penyadaran deteksi dini potensi terorisme di Kalteng ini,” tegas Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri, kemarin.

Fahrizal mengatakan, pihaknya pun baru mendapatkan laporan terkait penangkapan yang diduga teroris tersebut dari Badan Intelijen Negara (BIN), yang saat ini masih ditangani pihak kepolisian daerah, Densus 88, dan Polresta Palangka Raya.

“Ya, kami sudah mendapatkan laporan dari mereka intelijen mengenai kasus tersebut. Kita serahkan semuanya kepada aparat hukum untuk prosesnya selanjutnya,” terangnya.

Terkait status Aparatur Sipil Negara (ASN), Fahrizal meminta, terkait Lu mesti ada kebijakan yang jelas dan tegas, seperti pemberhentian ataupun pemecatan apabila telah ada status hukum.

“Saya kurang tahu ya bagaimana mekanismenya. Kalaupun disersi, maka harus diberhentikan saja, sehingga dapat dilakukan penindakan hukumnya,” beber Fahrizal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng ini mengingatkan peran ketua RT/RW, untuk memerhatikan dan memantau warga di wilayah masing-masing, termasuk mengaktifkan kembali siskamling setiap permukiman.

“Sebetulnya menjadi tugas bersama untuk mencermati lingkungan kita. Terbukti terorisme ini ada di mana-mana. Perlu kewaspadaan dari kita semua. Belum tahu apakan ada target-target di Kalteng ini. Namun tetap harus berhati-hati. Apalagi saat ini menghadapi pileg dan pilpres mendatang,” pungkasnya.

Ditangkapnya Lu menjadi perhatian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng. “Perlu waspada terhadap radikalisme. Ternyata radikalisme ada di Palangka Raya. Itu pun seorang ASN. Tetapi jangan terpancing dan ketakuan. Tetap jaga kerukunan yang ada di Kalteng,” ujar Wakil Ketua FKUB Kalteng P Lantas Sinaga, Selasa (14/8).

Dirinya mengapresiasi kinerja kepolisian, yang sudah mengamankan sebelum adanya kejadian yang tak diinginkan di Palangka Raya atau Kalteng. Demi keselamatan masyarakat Kalteng.

“Kami berikan apresiasi kepada kepolisian. Itu tindakan cepat sebelum ada kejadian,” jelas anggota Komisi A DPRD Kalteng ini.

Dia meminta pihak kepolisan dan aparat terkait, agar mengungkap jaringan terorisme yang ada di Kateng. Sebab, ada potensi jaringan itu sudah berkembang di Kalteng. Padahal Kalteng selama ini sudah aman dan tenteram, walaupun masyarakatnya majemuk.

“Kiranya juga pihak kepolisian tetap mencari jaringan yang ada di Palangka Raya. Apalagi dia adalah seorang ASN. Tentu dikhawatirkan memengaruhi orang lain. Tetap ditelurusi hingga ke daerah-daerah,” jelas dia.

Dia sendiri menyayangkan seorang ASN terpapar paham radikalisme. Bahkan banyak ditemukan buku-buku berbau radikalisme di rumahnya, saat terjadi penggerebekan. Untuk itu, paham nasionalisme dan kebangasaan perlu terus digalakkan, khususnya kepada generasi muda Kalteng.

“Ke depan, pilar-pilar kebangsaan harus disampaikan ke generasi muda, agar jangan terpengaruh paham radikalisme,” kata dia. (uni/ari/ce/abe)


BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 08:29

Tekan Dampak Karhutla, Wali Kota Minta Didatangkan 2 Helikopter

PALANGKA RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi…

Kamis, 18 Juli 2019 08:24

MULAI TERASA..!! Kabut Asap Selimuti Palangkaraya, Ayo..Pakai Masker

PALANGKA RAYA-Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat.…

Rabu, 17 Juli 2019 11:04

Tahun Ini, Disnakertrans Catat 699 Kasus Laka Kerja

PANGKALAN BUN–Jenazah Fatkur Rohman (34), korban kecelakaan kerja yang tewas…

Rabu, 17 Juli 2019 11:03

Soal Ketua DPD PDIP, Menanti Keputusan Megawati

PALANGKA RAYA-Tiga hari lagi yakni 20 Juli merupakan batas akhir…

Selasa, 16 Juli 2019 11:34

Kasus Tewasnya Karyawan, Jika Ada Kelalaian, Perusahaan Bisa Dipidana

PALANGKA RAYA-Kecelakaan kerja mengerikan yang menimpa seorang karyawan PT Gunung…

Selasa, 16 Juli 2019 11:31

INGAT..!! Jangan Ada Plonco Saat MPLS

TAHUN ajaran baru dalam dunia pendidikan sudah dimulai Senin (15/7). Kini…

Selasa, 16 Juli 2019 10:28

Perkosa Bocah SD, Terancam Lama Dipenjara, Pria Ini Tetap Ditunggu Istrinya Hingga Bebas

SAMPIT - ABG (16) terancam hukuman 5 tahun penjara. Pria yang…

Senin, 15 Juli 2019 08:31

Soal Pembangunan Jalan, Bupati Minta Warga Sabar

PANGKALAN BUN-Hingga saat ini pembangunan jalan di wilayah Kotawaringin Lama…

Senin, 15 Juli 2019 08:29

Pertashop, Usaha Pertamina untuk Bantu Masyarakat Terluar, Terjauh dan Tertinggal

PALANGKA RAYA - Kesulitan masyarakat di wilayah pedalaman atau pelosok…

Senin, 15 Juli 2019 08:26

Ibu Kota di Bumi Borneo, Yang Kuat Doa yang Bakal Terpilih

PALANGKA RAYA - Anggota DPR RI Komisi VII Ikhwan Datu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*