MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 Agustus 2018 10:14
Mendadak Berubah, Anak dan Istri Mengurung Diri
Detasemen Khusus Antiteror (Densus 88) bersenjata lengkap, dibantu Brimob Polda Kalteng saat mendatangai rumah pasutri l Lu dan Li di rumahnya, Selasa (14/8). (FOTO : DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sementara itu, istri terduga radikalisme, saat ini seperti dikucilkan di lingkunganya. Tampak sekali jika masyarakat hanya melintas sambil menatap sinis penghuni rumah tersebut.

Hingga saat ini, Kalteng Pos belum mengetahui persis kondisi istri dan ketiga anak Lu. Sebab, keempat orang tersebut belum keluar rumah untuk melakukan aktivitas. Sempat anggota Polres Palangka Raya kembali lagi ke rumah mereka. Bersenjata lengkap. Tapi, hanya untuk mengambil barang bukti yang diperlukan penyidik.

Anehnya, Ketua RT 02 Bukit Tunggal, Toni tak mau bertanggung jawab atas kondisi warganya tersebut. Alasannya, karena Lu dan keluarganya belum melapor menempati rumah tersebut.

Parahnya lagi, ketua RT juga tidak tahu di lingkungannya terjadi peristiwa yang menghebohkan tersebut. Alasannya lagi, karena ia tidak mendapat laporan dari kepolisian, soal adanya penangkapan terhadap warganya.

Akibatnya, ia belum melihat kondisi dan lokasi rumah warganya tersebut. “Saya tidak mau bertanggung jawab, karena mereka tidak melapor setelah menempati rumah tersebut,” ungkapnya.

Meski sejumlah tetangga mengenal Lu dan keluarganya membatasi pergaulan, namun hal itu baru saja terjadi. Awalnya, tidak. Lu dikenal ramah dan biasa saja. Sama seperti kebanyakan orang. Hanya saja, belakangan ini mendadak berubah.

Lu yang juga mantan pegawai Rutan Kelas IIA Palangka Raya itu, selama mengabdi, dikenal santun. Awalnya. Belakangan, berubah.

Kepala Rutan Akhmad Zainal Fikri, melalu Kepala Keamanan Oktrario mengatakan, hingga saat ini belum mengetahui, bahwa bekas rekan kerjanya itu pernah memberikan tausiah ke para tahanan.

“Secara resmi kami tidak pernah memberikan ruang untuk dia melakukan tausiah. Namun, kalau secara diam-diam melakukannya, mungkin saja. Karena dia salah satu penjaga di musala. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan itu terjadi,” ungkapnya.

Untuk saat ini, tahanan Rutan Kelas IIA Palangka Raya sudah banyak yang bebas. Oleh sebab itu, wartawan Kalteng Pos tidak bisa mengonfirmasi ke pihak tahanan. Karena tahanan yang ada saat ini, merupakan tahanan baru.

Lu merupakan salah satu alumnus SDN Pangkoh 9 Pandih Batu. Dikenal rekan kerjanya selengean alias humoris dan cenderung tidak bisa serius. Lu sering mendapatkan teguran, karena sering tak disiplin dalam bekerja, dan membuat model rambut yang aneh-aneh.

Lu juga alumnus SMP 6 Pangkoh. Kemudian, ia pergi ke Kabupaten Kebumen, masuk SMA I Pertanahan. Usai lulus SMA, ia memutuskan kembali ke Kalteng. Kuliah di Universitas Palangka Raya mengambil diploma 3 jurusan perikanan. Setelah lulus dari universitas  tahun 2000, ia masuk menjadi pegawai Kemenkumham dan bekerja di Rutan Palangka Raya.

Oktrario mengatakan, setahun terakhir, Lu masih aktif menjadi pegawai Rutan Kelas IIA Palangka Raya. Suka nonton video masalah agama di Youtube. “Namun saya tidak menaruh curiga, karena hanya melakukan aktivitas seperti biasanya. Memang berubah drastis satu tahun terakhir. Menjadi rajin beribadah. Padahal sebelumnya, untuk salat saja jarang-jarang,” jelasnya.

Sementara itu, Gunawan, salah satu teman seangkatan saat kuliah, yang juga satu angkatan sama-sama masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kemenkumham, mengaku tidak terlalu mengenal Lu.

“Dari dahulu orang tersebut memang pendiam, dan jarang berkomunikasi dengan pegawai lainnya. Memang pada saat jaga di musala, Lu sering menceramahi tahanan. Namun yang saya dengar hanya berupa ajakan agar para tahanan tidak meninggalkan salatnya. Untuk selebihnya, saya tidak tau,” jelasnya.

Gunawan mengatakan mendapatkan informasi dari rekannya, bahwa Lu sempat mengikuti pengajian di dua masjid yang berlokasi di Kota Palangka Raya, yakni Masjid Imam Syafi’I di Jalan Tingang dan Masjid Imam Nawawi di Jalan Tjilik Riwut Km 8.

 

Pantauan Kalteng Pos di rumah Lu dan Li, setelah penangkapan Senin (13/8), Li tidak lagi mengajar di SDN 6 Palangka. Begitu juga dengan anak mereka. Tak tampak mengikuti pelajaran di sekolah. Ketidakhadiran Li dan anaknya ini, juga dibenarkan Kepala Sekolah SDN 6 Palangka, Hj Norliana.

“Tadi malam beliau mengirim pesan melalui WA, memberitahukan dirinya tidak bisa masuk mengajar. Begitu juga dengan anak keduanya,” kata kepala sekolah yang sebentar lagi pindah ini.

Dia juga menceritakan, sempat menghubungi Li melalui telepon, untuk memastikan keadaan Li dan anaknya baik baik saja.

“Tadi saya telepon, katanya tak apa-apa. Beliau ada di rumah bersama tiga anaknya,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Palangka Raya mengaku siap melakukan pendampingan terhadap keluarga terduga teroris. Namun saat ini pihaknya belum bisa mendampingi, karena belum ada perintah dan mandat dari atasan.

“Kami belum menerima perintah untuk melakukan pendampingan. Karena kami juga tahu, saat ini yang bersangkutan sedang dalam masa penyelidikan. Namun apabila diminta, kami sudah siap,” ucap Kepala Dinas Sosial Fauliansyah melalui telepon.

Ia menegaskan, pihaknya dipastikan akan melakukan pendampingan pisikologis terhadap keluarga. Terutama untuk ketiga anaknya.

“Saat ini kita belum bisa melakukan pendampingan, karena belum ada perintah. Apabila sudah ada permintaan atau perintah, pasti akan kami lakukan pendampingan,” tutupnya. (iaud/awa/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:26

ASTAGAAA...!! Sopir Truk Itu Meninggal di Toilet

PALANGKA RAYA-Agus Budi Santosa ditemukan tergeletak di dalam toilet salah satu rumah makan, di Jalan…

Selasa, 25 September 2018 10:23

Soal Dukungan pada Pilpres, Koyem Tak Mendua Hati

PALANGKA RAYA-Sikap tegas ditunjukkan Nadalsyah dalam percaturan pilpres. Politikus dan birokrat senior…

Selasa, 25 September 2018 10:13

TO Polisi Terciduk saat Transaksi

KUALA PEMBUANG- Berakhir sudah sepak terjang Fadla (27) sebagai bandar narkoba. Tepatnya setelah aparat…

Selasa, 25 September 2018 10:10

Hamil Tua, Jual Sabu Demi Biaya Persalinan

SAMPIT-Usia kandungan yang sudah sembilan bulan rupanya tidak membuat Vony Windi Sasmita “cuti”…

Senin, 24 September 2018 10:39
Pusat Dukung Prabowo, Daerah Dukung Jokowi

Demokrat Berbelok

PALANGKA RAYA-Dinamika politik setelah penetapan dan pencabutan nomor urut capres-cawapres, diwarnai…

Senin, 24 September 2018 10:35

Lima Jari Putus, Tergiling Mesin

PALANGKA RAYA-Apes dialami Muhammad alias Amad. Pemuda berperawakan kurus itu kehilangan lima jari di…

Senin, 24 September 2018 10:32
Usung Kearifan Lokal, KPU Fokus Antihoax, Politik Uang, dan SARA

Pilihan Berbeda, Jangan Lupa Saudara

Bendera start kampanye telah berkibar. Penyelenggara pemilu khususnya KPU dan Bawaslu mulai dipacu.…

Senin, 24 September 2018 10:28

Kampanye Semaunya, Sanksinya Pidana Penjara

PALANGKA RAYA-Masa kampanye telah dimulai sejak 23 September 2018. Bagi tim pemenangan capres-cawapres,…

Senin, 24 September 2018 10:23

Wanita Hamil Tua Edarkan Sabu

SAMPIT-Tim gabungan dari Satresnarkoba Polres Kotim dan Polsek Baamang berhasil meringkus empat pelaku…

Senin, 24 September 2018 10:13

Sugianto Lantik 10 Bupati dan Wali Kota Se Kalteng

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, melantik 9 pasangan bupati/wakil bupati dan 1 wali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .