MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 Agustus 2018 10:14
Mendadak Berubah, Anak dan Istri Mengurung Diri
Detasemen Khusus Antiteror (Densus 88) bersenjata lengkap, dibantu Brimob Polda Kalteng saat mendatangai rumah pasutri l Lu dan Li di rumahnya, Selasa (14/8). (FOTO : DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Sementara itu, istri terduga radikalisme, saat ini seperti dikucilkan di lingkunganya. Tampak sekali jika masyarakat hanya melintas sambil menatap sinis penghuni rumah tersebut.

Hingga saat ini, Kalteng Pos belum mengetahui persis kondisi istri dan ketiga anak Lu. Sebab, keempat orang tersebut belum keluar rumah untuk melakukan aktivitas. Sempat anggota Polres Palangka Raya kembali lagi ke rumah mereka. Bersenjata lengkap. Tapi, hanya untuk mengambil barang bukti yang diperlukan penyidik.

Anehnya, Ketua RT 02 Bukit Tunggal, Toni tak mau bertanggung jawab atas kondisi warganya tersebut. Alasannya, karena Lu dan keluarganya belum melapor menempati rumah tersebut.

Parahnya lagi, ketua RT juga tidak tahu di lingkungannya terjadi peristiwa yang menghebohkan tersebut. Alasannya lagi, karena ia tidak mendapat laporan dari kepolisian, soal adanya penangkapan terhadap warganya.

Akibatnya, ia belum melihat kondisi dan lokasi rumah warganya tersebut. “Saya tidak mau bertanggung jawab, karena mereka tidak melapor setelah menempati rumah tersebut,” ungkapnya.

Meski sejumlah tetangga mengenal Lu dan keluarganya membatasi pergaulan, namun hal itu baru saja terjadi. Awalnya, tidak. Lu dikenal ramah dan biasa saja. Sama seperti kebanyakan orang. Hanya saja, belakangan ini mendadak berubah.

Lu yang juga mantan pegawai Rutan Kelas IIA Palangka Raya itu, selama mengabdi, dikenal santun. Awalnya. Belakangan, berubah.

Kepala Rutan Akhmad Zainal Fikri, melalu Kepala Keamanan Oktrario mengatakan, hingga saat ini belum mengetahui, bahwa bekas rekan kerjanya itu pernah memberikan tausiah ke para tahanan.

“Secara resmi kami tidak pernah memberikan ruang untuk dia melakukan tausiah. Namun, kalau secara diam-diam melakukannya, mungkin saja. Karena dia salah satu penjaga di musala. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan itu terjadi,” ungkapnya.

Untuk saat ini, tahanan Rutan Kelas IIA Palangka Raya sudah banyak yang bebas. Oleh sebab itu, wartawan Kalteng Pos tidak bisa mengonfirmasi ke pihak tahanan. Karena tahanan yang ada saat ini, merupakan tahanan baru.

Lu merupakan salah satu alumnus SDN Pangkoh 9 Pandih Batu. Dikenal rekan kerjanya selengean alias humoris dan cenderung tidak bisa serius. Lu sering mendapatkan teguran, karena sering tak disiplin dalam bekerja, dan membuat model rambut yang aneh-aneh.

Lu juga alumnus SMP 6 Pangkoh. Kemudian, ia pergi ke Kabupaten Kebumen, masuk SMA I Pertanahan. Usai lulus SMA, ia memutuskan kembali ke Kalteng. Kuliah di Universitas Palangka Raya mengambil diploma 3 jurusan perikanan. Setelah lulus dari universitas  tahun 2000, ia masuk menjadi pegawai Kemenkumham dan bekerja di Rutan Palangka Raya.

Oktrario mengatakan, setahun terakhir, Lu masih aktif menjadi pegawai Rutan Kelas IIA Palangka Raya. Suka nonton video masalah agama di Youtube. “Namun saya tidak menaruh curiga, karena hanya melakukan aktivitas seperti biasanya. Memang berubah drastis satu tahun terakhir. Menjadi rajin beribadah. Padahal sebelumnya, untuk salat saja jarang-jarang,” jelasnya.

Sementara itu, Gunawan, salah satu teman seangkatan saat kuliah, yang juga satu angkatan sama-sama masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kemenkumham, mengaku tidak terlalu mengenal Lu.

“Dari dahulu orang tersebut memang pendiam, dan jarang berkomunikasi dengan pegawai lainnya. Memang pada saat jaga di musala, Lu sering menceramahi tahanan. Namun yang saya dengar hanya berupa ajakan agar para tahanan tidak meninggalkan salatnya. Untuk selebihnya, saya tidak tau,” jelasnya.

Gunawan mengatakan mendapatkan informasi dari rekannya, bahwa Lu sempat mengikuti pengajian di dua masjid yang berlokasi di Kota Palangka Raya, yakni Masjid Imam Syafi’I di Jalan Tingang dan Masjid Imam Nawawi di Jalan Tjilik Riwut Km 8.

 

Pantauan Kalteng Pos di rumah Lu dan Li, setelah penangkapan Senin (13/8), Li tidak lagi mengajar di SDN 6 Palangka. Begitu juga dengan anak mereka. Tak tampak mengikuti pelajaran di sekolah. Ketidakhadiran Li dan anaknya ini, juga dibenarkan Kepala Sekolah SDN 6 Palangka, Hj Norliana.

“Tadi malam beliau mengirim pesan melalui WA, memberitahukan dirinya tidak bisa masuk mengajar. Begitu juga dengan anak keduanya,” kata kepala sekolah yang sebentar lagi pindah ini.

Dia juga menceritakan, sempat menghubungi Li melalui telepon, untuk memastikan keadaan Li dan anaknya baik baik saja.

“Tadi saya telepon, katanya tak apa-apa. Beliau ada di rumah bersama tiga anaknya,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Palangka Raya mengaku siap melakukan pendampingan terhadap keluarga terduga teroris. Namun saat ini pihaknya belum bisa mendampingi, karena belum ada perintah dan mandat dari atasan.

“Kami belum menerima perintah untuk melakukan pendampingan. Karena kami juga tahu, saat ini yang bersangkutan sedang dalam masa penyelidikan. Namun apabila diminta, kami sudah siap,” ucap Kepala Dinas Sosial Fauliansyah melalui telepon.

Ia menegaskan, pihaknya dipastikan akan melakukan pendampingan pisikologis terhadap keluarga. Terutama untuk ketiga anaknya.

“Saat ini kita belum bisa melakukan pendampingan, karena belum ada perintah. Apabila sudah ada permintaan atau perintah, pasti akan kami lakukan pendampingan,” tutupnya. (iaud/awa/ce/abe)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 15:53

Kemenag dan Ormas se-Kotim Tolak LGBT

SAMPIT - Kementerian Agama dan organisasi masyarakat (ormas) se-Kotim menolak keberadaan kelompok lesbian,…

Sabtu, 17 November 2018 15:37

Terpeleset, Tukang Las Tewas di Sungai Mentaya

SAMPIT - Nahas dialami Dirin. Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai tukang las itu ditemukan tewas di…

Sabtu, 17 November 2018 15:33

Awas! KTP, KK dan Akta Palsu

SAMPIT – Hati-hati menggunakan jasa calo dalam urusan kartu tanda penduduk (KTP) maupun akta kelahiran,…

Sabtu, 17 November 2018 15:20
Rejeki Ultah ke-26 Bagi Bidan Diah Ayu Novitasari

Baru Dua Bulan di Lamandau, Lulus Tes SKD CPNS

Ada yang unik dari pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Jumat, 16 November 2018 16:05

Melarikan Diri, Dua Tersangka Dihadiahi Timah Panas

SAMPIT - Usai sudah pelarian Taufiqurrahman alias Upik dan Mudianto alias Mudi. Dua pria yang sempat…

Jumat, 16 November 2018 16:03

Tak Hadir, Otomatis Gugur

PANGKALAN BUN – Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Kamis, 15 November 2018 11:56

Selamat HUT ke 73 Brimob ! Semoga Semakin Dicintai Masyarakat

UPACARA peringatan HUT ke-73 Brimob Polri di Kalteng, diselenggarakan di Lapangan Mako Batalyon Raider…

Kamis, 15 November 2018 11:53
Melihat Cara Pemprov Kalteng Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Kesulitan Memasarkan, 1.000 UMKM Dikumpulkan

Angka pertumbuhan ekonomi Kalteng di atas rata-rata nasional. Bahkan se-Kalimantan, perekonomian Kalteng…

Kamis, 15 November 2018 11:51

Mobil Pelangsir Terbakar, SPBU Di-Police Line

PALANGKA RAYA-Dua pintu mobil Honda Civic terbuka secara bersamaan, dibarengi bunyi letusan kecil. Sesaat…

Selasa, 13 November 2018 11:30

Kesadaran Menurun, Pelanggaran Meningkat

OPERASI Zebra Telabang 2018 telah berakhir kemarin (12/11). Hasilnya sudah bisa diprediksi. Banyak pengendara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .