MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 Agustus 2018 09:22
Cuaca Ekstrem, Pemerintah Beri Payung dan Kacamata untuk Jemaah
Ketua kloter, Muhidin menyerahkan kelengkapan jemaah untuk ibadah di Armina. (WAHYUDI / KALTENG POS)

PROKAL.CO, MAKKAH-Pemerintah Indonesia sepertinya sangat mewaspadai cuaca dan suhu ekstrem yang sekarang terjadi di Makkah. Apalagi, di Masjidil Haram saat sore menjelang magrib sekitar pukul 18.00 waktu Arab Saudi, tercatat cuaca mencapai angka 42 derajat celsius. Cukup panas. Padahal jemaah sudah berjejal hendak ke Masjidil Haram untuk salat Magrib dan Isa.

Biasanya, sebagian besar jemaah akan bertahan di masjid dari Magrib sampai Isa. Setelah itu, baru bergelombang pulang ke pemondokan masing-masing.

Saking panasnya cuaca saat ini, terasa sekali bila di bawah terik matahari. Wajah terasa panas dan menyengat.

Untuk menjaga ketahanan dan fisik jemaah, petugas tiada henti-hentinya mengingatkan, untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas sunah. Sementara melalui Kementerian Kesehatan, rencananya hari ini petugas dan panitia haji Indonesia, akan memberikan penyuluhan cara bertahan di tengah cuaca panas.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bekal satu tas untuk jemaah, di antaranya berisi payung dan kacamata hitam, selain kelengkapan lain selama wukuf di Mina dan Arafah pada 20 Agustus (bukan 22 Agustus seperti diberitakan sebelumnya).

“Saya diminta menyerahkan paket ini kepada jemaah. Isinya kacamata dan payung untuk menahan panas, serta kelengkapan lain seperti kecap, gula, dan lain-lain,” kata Ketua Kloter 14, Muhidin.

Sementara itu, petugas maktab Indonesia memperkirakan cuaca panas ini akan terus terjadi. Malah bisa tembus 50 derajat celsius.

Meski begitu, antusias jemaah untuk mengambil umrah tetap tinggi. Sebagian besar mereka memilih mengambil mikad di Tan'im, karena jaraknya tak terlalu jauh dari Masjidil Haram.

Dengan cuaca yang cukup panas menyengat, para jemaah dari berbagai negara itu berdesakan tawaf berputar mengelilingi kakbah.

Perhatian pemerintah terhadap jemaah kali ini begitu besar. Lantaran kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat.

Informasi dari Andi, seorang tenaga medis ketika berbincang-bicnang dengan Kalteng Pos di Grand Zamzam, diingatkan untuk jemaah tidak memaksa diri tawaf, apalagi berniat mencium Hajar Aswad.

Menurutnya, kemarin ada salah satu jemaah yang wafat, karena memaksakan diri mencium Hajar Aswad.

Ini terjadi setelah yang bersangkutan selesai mencium Hajar Aswad. Mendadak sakit dada. Rupanya yang bersangkutan menderita penyakit jantung, tapi memaksakan diri berdesak-desakan. (wah/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*