MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 15 Agustus 2018 09:22
Cuaca Ekstrem, Pemerintah Beri Payung dan Kacamata untuk Jemaah
Ketua kloter, Muhidin menyerahkan kelengkapan jemaah untuk ibadah di Armina. (WAHYUDI / KALTENG POS)

PROKAL.CO, MAKKAH-Pemerintah Indonesia sepertinya sangat mewaspadai cuaca dan suhu ekstrem yang sekarang terjadi di Makkah. Apalagi, di Masjidil Haram saat sore menjelang magrib sekitar pukul 18.00 waktu Arab Saudi, tercatat cuaca mencapai angka 42 derajat celsius. Cukup panas. Padahal jemaah sudah berjejal hendak ke Masjidil Haram untuk salat Magrib dan Isa.

Biasanya, sebagian besar jemaah akan bertahan di masjid dari Magrib sampai Isa. Setelah itu, baru bergelombang pulang ke pemondokan masing-masing.

Saking panasnya cuaca saat ini, terasa sekali bila di bawah terik matahari. Wajah terasa panas dan menyengat.

Untuk menjaga ketahanan dan fisik jemaah, petugas tiada henti-hentinya mengingatkan, untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas sunah. Sementara melalui Kementerian Kesehatan, rencananya hari ini petugas dan panitia haji Indonesia, akan memberikan penyuluhan cara bertahan di tengah cuaca panas.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bekal satu tas untuk jemaah, di antaranya berisi payung dan kacamata hitam, selain kelengkapan lain selama wukuf di Mina dan Arafah pada 20 Agustus (bukan 22 Agustus seperti diberitakan sebelumnya).

“Saya diminta menyerahkan paket ini kepada jemaah. Isinya kacamata dan payung untuk menahan panas, serta kelengkapan lain seperti kecap, gula, dan lain-lain,” kata Ketua Kloter 14, Muhidin.

Sementara itu, petugas maktab Indonesia memperkirakan cuaca panas ini akan terus terjadi. Malah bisa tembus 50 derajat celsius.

Meski begitu, antusias jemaah untuk mengambil umrah tetap tinggi. Sebagian besar mereka memilih mengambil mikad di Tan'im, karena jaraknya tak terlalu jauh dari Masjidil Haram.

Dengan cuaca yang cukup panas menyengat, para jemaah dari berbagai negara itu berdesakan tawaf berputar mengelilingi kakbah.

Perhatian pemerintah terhadap jemaah kali ini begitu besar. Lantaran kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat.

Informasi dari Andi, seorang tenaga medis ketika berbincang-bicnang dengan Kalteng Pos di Grand Zamzam, diingatkan untuk jemaah tidak memaksa diri tawaf, apalagi berniat mencium Hajar Aswad.

Menurutnya, kemarin ada salah satu jemaah yang wafat, karena memaksakan diri mencium Hajar Aswad.

Ini terjadi setelah yang bersangkutan selesai mencium Hajar Aswad. Mendadak sakit dada. Rupanya yang bersangkutan menderita penyakit jantung, tapi memaksakan diri berdesak-desakan. (wah/ce/abe)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 09:03

Jangan Takut Laporkan Pembakar Hutan dan Lahan

PALANGKA RAYA-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah pusat dan…

Senin, 22 Juli 2019 08:14

Bahaya Nih..!! Api Karhutla Sudah Dekati Pemukiman

PULANG PISAU- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulang Pisau hingga…

Minggu, 21 Juli 2019 12:03

Kapal Bermuatan Karet dari Sampit Tenggelam, Bagaimana Nasib Awaknya..??

SAMPIT – Sebuah kapal layar motor (KLM) bermuatan karet yang berangkat…

Minggu, 21 Juli 2019 10:24

Met..Met..Ngapain Nyebur ke Sumur..?? Mau Ditolong Malah Nolak

PANGKALAN BUN – Slamet (57), membuat geger warga Desa Kumpai Batu Atas Kecamatan…

Minggu, 21 Juli 2019 10:15

Lahan Sengaja Dibakar, Belasan TKP Disegel Polisi

PALANGKA RAYA–Beberapa pekan terakhir kabut asap sudah menyelimuti Kota Palangka…

Sabtu, 20 Juli 2019 12:06

TENANG..., Karhutla Tak Pengaruhi Pemindahan Ibu Kota

PALANGKA RAYA-Hari pengumuman ibu kota negara pengganti DKI Jakarta semakin…

Sabtu, 20 Juli 2019 00:54

Dua Hal Penting yang Mesti Diperhatikan Jika Ibu Kota Pindah ke Kalteng

PALANGKA RAYA – Persiapan pemindahan ibukota negara (IKN) Republik Indonesia ke…

Sabtu, 20 Juli 2019 00:50

Yakin Jadi Ibu Kota Baru, Sugianto : Kalteng Telah Miliki Semua yang Disyaratkan

PALANGKA RAYA - Provinsi Kalimantan Tengah calon kuat lokasi Ibu…

Jumat, 19 Juli 2019 10:33

Yantenglie Menangis dalam Persidangan, Bukan Air Mata Penyesan

PALANGKA RAYA-Ruang sidang tipikor seketika hening. Bersamaan dengan itu, air…

Jumat, 19 Juli 2019 08:25

Ngaku Dapat Petunjuk Mistis, Anak Sekdes Dicabuli Pak Kades

MUARA TEWEH-Oknum Kepala Desa Narui, Puncak Mandala Putra (49) diadlili…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*