MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya
Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera
Yoanes Budiyana menunjukkan budi daya lebah madu di halaman belakang rumahnya, beberapa waktu lalu. (HERMAWAN / KALTENG POS)

PROKAL.CO, Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah dipasarkan ke luar pulau. Seperti apa perjalanan usahanya? Berikut catatannya.

 

HERMAWAN DP, Palangka Raya

=========================

 

USAHA yang ditekuni Yoanes Budiyana ini mulai dirintis sejak lima tahun lalu. Meski berada di Kalamangan, Palangka Raya, usaha rumahannya itu diberi label cukup mendunia. Honey Borneo Mellifera.

Bisnis yang sudah dijual sampai ke luar Kalimantan itu, diawalinya sejak ia berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir truk di salah satu perusahaan swasta. Ia memulai usaha bertani dan menjual sayur dari Kelurahan Kalampangan ke pusat kota, dilakoninya malam sampai subuh.

Pria asal Semarang ini tertarik untuk membudi dayakan lebah madu, karena kegemarannya mengonsumsi madu. Ia sering mendapat madu campuran yang tidak sesuai keinginannya.

Mewujudkan niatnya untuk mengonsumsi madu murni, Budiyana mulai belajar. Karena melihat hasil budi daya lebah lokal di Tangkiling dan sekitar tempat tinggalnya gagal, dia pergi ke Jawa untuk belajar budi daya lebah yang baik.

“Saya ke Jawa tahun 2012 lalu. Belajar ternak di sana selama satu tahun, dan kembali ke Kalampangan pada 2013,” ungkap laki-laki kelahiran 17 Mei 1978 ini.

Awal mula budi daya tidak mudah. Dia harus menjual mobil pikap yang biasanya digunakan untuk mengangkut sayur sebagai modal awal berternak lebah. Budiyana datang dari Jawa membawa 10 kotak lebah mellifera.

Saat itu, dia masih belum bisa langsung memperoleh hasil lebahnya. Suami Nurjati Siti Fatimah ini menghabiskan waktu 2 tahun awal untuk memperbanyak koloni. Berawal dari 10 kotak, berkembang sampai 30 kotak sarang lebah .

Nahas, saat lebahnya sudah mulai banyak, bencana kabut asap 2015 terjadi. Mematikan hampir semua lebah dan hanya tersisa 6 kotak lebah. Berbekal kemampuannya, dia mengembangkan lagi koloni, hingga mencapai 50 kotak pada 2016.

Sejak 2016 inilah usahanya mulai berjalan dengan lancar. Pelan pelan mulai usahanya mulai dapat hasil mulai dengan Rp500 ribu setiap bulan, dengan produksi 7 botol madu. Bantuan pun mulai berdatangan dari pemerintah dan juga pihak swasta.

Mulai dari Dinas Kehutanan Kalteng, dengan Bantuan tahunan sebesar Rp15 juta untuk peningkatan produltifitas.Mengalir untuk pembuatan ekstraktor madu, sampai ke pembuatan kotak lebah. Pihak Telkom pun juga mulai masuk dengan bantuan internet gratisnya. Tahun inipun, Budiyana mendapatkan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup sebesar Rp25 juta untuk pembuatan balai pelatihan yang rencananya akan dibuat di halaman rumahnya.

Sedangkan untuk pemasaran produk, madu Honey Borneo Mellifera saat ini sudah dijual sampai ke keluar provinsi. Terutama ke wilayah Jakarta dan wilayah Jawa Barat, di Kota Sukabumi, Semarang, Bandung.

“Kami juga sudah melayani penjualan via online melalui buka lapak, belanja.com. Kami juga memasarkannya di swalayan,” ucapdia.

Selain produksi sendiri, Must Yoan Farm juga menampung madu dari petani-petani bianaannya dari Kelompok tani Sebangau, Simpur, Garong, Buntoi, Bukit Rawi dan  Puruk Cahu. Serta madu hasil dari pencari madu hutan.

Menurutnya, yang paling penting jika ingin membudidayakan madu adalah sumber pakan lebah. Yakni cukupnya bunga-bungaan di sekitar lokasi berternak. Menurutnya salah satu tumbuhan yang baik untuk budidaya adalah pohon Caliandra Merah. Pasalnya selain bunga sebagai pakan lebah, kayunya bisa dijual dan daunnya bisa digunakan untuk pakan ternak.

“Terkadang masalahnya ada saat musim hujan, yang secara tidak langsung akan mengurangi jumlah madu. Begitu juga dengan pestisida yang disemprotkan petani ke tanamannya. Lebah madu juga memiliki pedator alami  seperti Burung Raja Udang, Lebah Tabuan, dan Katak,” ucapnya.

Owner UKM yang pernah mendapat predikat terbaik dari OJK ini juga aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan budi daya lebah. Menghadiri undangan di kawasan Sebangau, Pulpis, Katingan, Tamiang Layang sampai Mungku Baru.

Saat Kalteng Pos berkunjung, pria berperawakan kurus ini menunjukkan proses pemanenan lebah madu. Mulai dari pengangkatan sarang yang sudah penuh madu, ditandai dengan lubang sarang yang tertutup. Sarang menempel bersama kotaknya ini dimasukkan ke spinner – sebuah alat khusus dengan lubang berbentuk mirip pengering mesin cuci dari stainless steel.

Spinner ini mampu mengeluarkan madu dari sarang lebah, tampa merusak sarang maupun menyakiti larva lebah. Madu yang terekstrak dari sarang akan mengalir ke tempat bagian bawah spinner, kemudian mengalir menuju ke keran dan dimasukan ke tempat penampungan. Setelah itu madu baru dimasukkan ke botol kemasan sesuai dengan jenis madu yang diproduksi si lebah.

Lebah di tempat budi daya ini juga nampak tidak agresif. Mereka tidak menyengat saat disentuh ataupun diangkat sarangnya.

Sempat mencicipi beberapa madu hasil peternakan. Ternyata madu tidak semuanya terasa manis, ada madu mellifera yang terasa sedikit pahit, madu yang harum, madu yang manis dan madu yang legit manisnya.

“Kalau madu yang di hasilkan ini tergantung dari pakan yang dihisap oleh lebah. Jika lebah menghisap bunga yang pahit nanti madu yang terkumpul juga akan pahit,” terang Budi sang empunya lebah Kalampangan. (*)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida Qolbu di Jalan Jaya Wijaya,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya yang menjadi inspektur upacara…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .