MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit
PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut
Kebakaran hebat terjadi di lahan PT KLM berbuntut panjang. Saat ini, kepolisian terus mengembangkan terkait sanksi atas dugaan pencemaran lingkungan. (DOK / KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi di Kecamatan Mantangai, Kapuas itu, terancam sanksi berat. Pasalnya, sejak awal sudah diingatkan, agar seluruh perusahaan besar swasta (PBS) menjaga kawasannya masing-masing.

GAZALI-SRI MARIATI, Palangka Raya

DUGAAN pembakaran hutan dan lahan alias karhutla di kawasan PT Kalimantan Lestari Mandiri (KLM), terus dikembangkan kepolisian. Polres Kapuas terus melengkapi alat bukti kasus tersebut. Bahkan, Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, melalui Kasatreskrim AKP Iqbal Sengaji mengatakan, pihaknya akan mendatangkan ahli untuk turun ke lokasi kejadian.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/8), Iqbal membeberkan bahwa kedua ahli yang dihadirkan itu merupakan ahli lingkungan hidup dan ahli pencemaran lingkungan. Bahkan dijadwalkan segera turun ke lokasi, guna mengambil sampel.

Ia mengakui, dalam perkara karhutla ini, dijerat pasal korporasi, yakni pasal 98 ayat 1 atau pasal 99 ayat 1 UU RI nomor 32 tahun 2009, tentang pengelolaan lingkungan hidup. Karena melihat dampak dari karhutla di lahan PT KLM terhadap lingkungan.

“Ancaman kurungan penjara minimal 1 tahun paling lama 3 tahun. Kemudian denda Rp1 miliar dan paling banyak Rp3 miliar,” tegasnya.

Dalam kasus karhutla beberapa waktu lalu, lahan PT KLM yang terbakar mencapai 511 hektare. Diduga dibakar dengan sengaja. Bisa juga akibat kelalaian perusahaan. Penyidik sudah memeriksa sembilan orang saksi, dan tinggal menunggu keterangan ahli.

Karhutla ini membuat heli water bombing turun tangan memadamkan api lewat jalur udara. Sedangkan petugas melalui jalur darat, berjibaku untuk meminimilisasi api, menggunakan peralatan seadanya.

Akibat karhutla itu, apabila terbukti bersalah dan sudah ada keputusan hukum tetap oleh pengadilan, otomatis PT KLM dapat dicabut izin usahanya.

“Sangat bisa dicabut izinnya, apabila ada putusan inkracht dari pengadilan terbukti bersalah. Kami tak dapat berbuat banyak dan masuk ke dalamnya. Hanya bisa memantau saja proses tersebut sampai akhir. Dan setelah ada putusan, baru bisa kami jalankan untuk proses pencabutan dan sebagainya,” ucap Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng Rawing Rambang, ketika berbincang-bincang dengan Kalteng Pos, kemarin.

Untuk izin lokasi, sambungnya, menjadi kewenangan kepala daerah setempat. Namun, apabila ada kasus atau permasalah melanggar aturan atau melakukan tindak pidana, sangat mungkin izin tersebut dicabut.

Rawing mengungkapkan, gubernur pun sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh perusahaan, agar dapat menjaga kawasaan lahannya. Sehingga karhutla dapat dihindari sejak awal.

“Saya rasa dari pihak perusahaan pun pasti menjaga lahannya supaya tidak terbakar. Karena akan sangat merugikan daerah konsesi mereka apabila hal itu terjadi, walaupun ada sebagian lahan yang belum operasional dan aktivitas menanam,” bebernya.

Tak dapat dipungkiri, karena faktor kesengajaan, bisa saja terjadi kebakaran lahan ketika musim kemarau tiba. Apalagi di lahan gambut yang mudah terbakar. Bisa saja dari aktivitas masyarakat sekitar area.

“Kan bisa jadi karena aktivitas masyarakat di sekitar kawasan itu, atau membuang putung rokok di area yang rentan kebakaran,” ujar Rawing.

Saat ditanyakan mengenai jumlah luasan izin dari PT KLM, Rawing tak mengetahi pasti, karena harus membuka data, khusunya bidang yang menanganinya.

“Nah kalau terkait itu, saya tidak hafal berapa luasannya. Karena datanya ada di kantor, sedangkan posisi saya di luar kantor saat ini,” tukas Rawing.

Pandangan berbeda diungkapkan pegiat lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng. Kebakaran di areal perusahaan menjadi tanggung jawab penuh perusahaan tersebut.

“Logis saja berpikir. Tidak mungkin masyarakan membuang puntung rokoknya, masih banyak di areal yang bergambut. Tapi yang harus menjadi perhatian adalah sengaja atau tidak. Karena terbakar di wilayahnya, maka perusahaan PT KLM ini bertanggung jawab untuk itu,” tegas Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Dimas N Hartono.

Dimas menegaskan, terkait hal ini, pemerintah harus tegas. Termasuk mengevaluasi kembali perizinan, mulai dari administrasi, fungsi, dan pelepasan kawasan. Termasuk melihat dari segi wilayah, apabila di lahan gambut yang cukup besar, idealnya, tidak ada perusahaan di kawasan tersebut.

“Itu yang saya katakan di awal tadi. Harusnya pemerintah itu dapat melihat secara keseluruhan, selain dilihat dari amdalnya, hak guna usaha (HGU), pelepasan kawasan, serta lainnya,” bebernya.

Pihaknya menilai, perusahan perkebunan di Kalteng berada di kawasan gambut. Apabila terjadi pembersihan lahan saat pembukaan lahan, sangat rentan terjadinya kebakaran.

“Itu membuat lahan gambut tadi mengering, dan berisiko terjadi kebakaran, karena gambut pada posisi kering. Yang seharusnya, gambut itu mesti tetap dalam kondisi basah. Dan ketika ada kanal-kanal itu, berpotensi gambut akan kering,” pungkas Dimas. (*/ce)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…

Rabu, 08 Agustus 2018 10:47
Susistiyono, Penginjil yang Buta setelah Kecelakaan

Kehilangan Pekerjaan dan Hidup Serba Keterbatasan

Susistiyono, seorang asisten pendeta harus kehilangan penglihatannya, usai kecelakaan tiga tahun silam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .