MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

HIBURAN

Kamis, 09 Agustus 2018 10:49
Akrab dengan Genre Horor
Laura Theux

PROKAL.CO, TAHUN ini, bioskop Indonesia banyak dihampiri film-film dalam negeri bergenre horor. Dalam sepekan bisa muncul dua judul film baru, yang menebar sensasi kengerian dan jerit ketakutan. Salah satu yang bakal tayang Agustus ini, adalah Sesat. Film tersebut menjadi karya horor pertama sutradara Sammaria Simanjuntak, yang sebelumnya menggarap film Demi Ucok.

Dua pemeran film Sesat, Laura Theux dan Endy Arfian, terbilang ’’akrab’’ dengan genre horor. Endy populer lewat perannya sebagai Tony dalam Pengabdi Setan. Yang sudah nonton film itu pasti ingat adegan Tony, ketika diminta menyisir rambut ibu, yang kemudian banyak jadi meme ngeri-ngeri kocak.

Sesat yang rilis 23 Agustus, diproduksi Rapi Films. Rumah produksi yang sama dengan Pengabdi Setan besutan Joko Anwar. Untuk Laura, film sebelumnya, Jaran Goyang, juga horor. “Tahun ini memang tahunnya horor ya. Tawaran yang datang horor terus,” ucap Laura, saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos di Jakarta, Senin (6/8).

Terlebih, lima film Endy horor semua. Cowok kelahiran Jakarta, 22 Mei 2001 tersebut menuturkan, bahwa syuting film horor menghabiskan banyak energi. Tidak hanya menguras fisik, tetapi juga mental. ’’Beughh, capek banget. Akting ngos-ngosan, ketakutan itu melelahkan lho,’’ paparnya. Di sisi lain, syuting film horor punya sisi yang menarik. ’’Jujur, saya lebih suka syuting yang aneh-aneh gitu. Adegan lari-larian, jatuh-jatuhan, seru,’’ lanjut Endy, yang mulai bermain sinetron sejak usianya baru 6 tahun.

Untuk film terbaru itu, Laura dan Endy dilibatkan dalam pembentukan karakter mereka. Laura memerankan Amara, atlet lari yang introvert dan punya bonding sangat kuat dengan sang ayah. Ketika ayahnya meninggal mendadak, Amara hancur. Mereka sekeluarga pindah ke Desa Beremanyan. Dia lantas bertemu dengan Rian (diperankan Endy), teman di sekolah barunya. Nama desa diambil dari penunggu sumur yang bernama serupa: Beremanyan.

’’Kata Kak Sammaria, karakter Amara sebagian diambil dari karakter asliku setelah ketemu. Di script awalnya beda,’’ tutur Laura yang blasteran Bali-Prancis itu. Sama halnya dengan karakter Rian, yang awalnya cute dan adorable. ’’Aku bikin jadi agak freak,’’ kata Endy. Saat didiskusikan dengan Sammaria selaku penulis dan sutradara, dia setuju. ’’Bagus loh bisa improvisasi dari karakter,’’ kata Endy yang menuturkan ucapan Sammaria.

Syutingnya mengambil lokasi di kawasan Puncak, Jawa Barat, selama 20 hari pada Juni. Syuting berjalan aman. Tidak ada kejadian yang mengganggu. ’’Yang serem justru pas ngelihat proses make-up Beremanyan,’’ ujar Laura. Perlu sekitar lima sampai enam jam untuk merias Davis, si pemeran Beremanyan. ’’Ngelihat perubahan wujud Dave (Davis) sampai jadi Beremanyan itu... sereeemmm,’’ lanjut pemeran komedi situasi The East tersebut. (nor/c15/ce/jan)


BACA JUGA

Minggu, 18 Maret 2018 11:19

Korban KDRT, Jangan Diam

  PALANGKA RAYA-Maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kalteng mendapatkan perhatian…

Sabtu, 24 Februari 2018 05:46

Coba Jadi Produser Musik

UNTUK pertama kalinya, penyanyi cantik Raisa Andriana mencoba menjadi produser. Bidang baru dalam perjalanan…

Rabu, 07 Februari 2018 15:53
INSIGHT

Awalnya Hobi, Akhirnya Belajar Mengolah Rasa

MENARI awalnya hanya dilakukan Kristi Afriani sebagai hobi untuk mengekspresikan diri. Namun, semakin…

Rabu, 07 Februari 2018 15:35

Sebut Anaknya Kumpul Kebo

PEDANGDUT Anisa Bahar punya alasan tersendiri mengapa dirinya berang pada Juwita Bahar dan…

Senin, 08 Januari 2018 17:29

Ingin Capai Kepuasan Saat Malam Pertama? Lakukan Langkah-langkah Ini

MENGHADAPI malam pertama setelah pernikahan kadang membuat gugup pasangan baru. Untuk mencapai kenikmatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .