MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 08 Agustus 2018 11:19
BPOM Jamin Kandungan Vaksin Aman
Seorang bocah ditemani tim pendamping, tampak meringis menahan sakit saat imunisasi vaksin MR, di halaman kantor gubernur, Selasa (7/8). (NIZAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PEMPROV Kalteng melalui Dinas Kesehatan Kalten, terus melanjutkan imunisasi vaksin measles-rubella (MR), sejak 1 Agustus lalu. Hingga saat ini, penyelenggaraan imunisasi MR di Kalteng, tak terlalu terhambat akibat pro dan kontra belum adanya sertifikasi halal, yang kini sedang berproses untuk Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kami dari kesehatan, sangat menghargai itu. Sudah keluar surat dari Menkes, bahwa sikapnya tetap melayani anak-anak yang ingin mendapatkan pelayanan ini. Dan apabila ingin ditunda, kami sangat menghormati. Kami akan menjadwalkan ulang, jika sudah ada fatwa yang jelas tentang hal ini,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Yayu Indriaty, di halaman kantor gubenur, Selasa (7/8).

Dia mengungkapkan, progres keseluruhan real time sampai Senin (7/8) malam, dari 14 kabupaten/kota se-Kalteng, imunisasi sudah mencapai 10,5 persen, dari sekitar 691.362 anak lebih sasaran imunisasi. Terbanyak masih Katingan dan Kobar.

“Hari ini, yang imunisasi 130 anak (di kantor gubernur). Kami tidak intervensi jadwal. Jadwal itu memang sudah ada di puskesmas,” urainya.

Sementara itu, Dirjen Kesmas Kemenkes RI, Kirana Pritasari mengungkapkan, pemerintah ingin mengendalikan dan menurunkan prevalensi kejadian penyakit rubella di Indonesia. Penyakit rubella tidak banyak dikenal, tetapi banyak bayi lahir yang menderita kecacatan. Seperti ketulian, kelainan jantung, dan sebagainya, karena saat hamil ibunya menderita penyakit rubella.

“Vaksin baru ini, imunisasi rubella. Kalau campak sudah sering. Tetapi untuk rubella, baru dan perlu dimulai. Sebab, yang kami inginkan, di tahun 2020, penyakit rubella dan kejadian pada bayi yang lahir itu, menurun. Dimulai dari sekarang pada anak usai 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun,” kata dia.

Mengenai masalah fatwa halal, Pritasari mengungkapkan, berdasarkan surat dari Menteri Kesehatan, menghargai masukan dari MUI. Kemenkes mematuhi, akan mengajukan sertifikasi. Bagi masyarakat yang tidak keberatan dengan masalah halal, bisa imunisasi. Kalau ada yang ingin mendapat keyakinan, mereka bisa menunggu sampai fatwa MUI keluar.

“Walau belum ada sertifikasi halal, imunisasi tetap dilaksanakan,” jelas dia.

BPOM JAMIN VAKSIN MR AMAN

Polemik vaksin meales rubella (MR) yang dipermasalahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), membuat program pemerintah pusat ini terhambat penerapannya di lapangan. Terkait halal atau aman digunakan kandungan di dalam vaksin tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya mengungkapkan, dari sisi keamanan kandungan vaksin itu, tentu pemeritah sangat menjamin hal tersebut.

“Dalam hal ini, vaksin yang masuk ke Indonesia itu sudah dilakukan pengecekan dari kami (BPOM, red). Dan itu aman digunakan oleh masyarakat, terutama anak-anak,” tegas Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustika, melalui Kasi Pemeriksaan dan Penyelidikan Siti Dahlih Noor, saat dibincangi Kalteng Pos, Selasa (7/8).

Siti menjelaskan, untuk setiap yang mengandung enzim-enzim yang berasal dari hewani yang tak halal, seperti babi, tentunya akan tertulis dan tertera dalam vaksin tersebut. Namun untuk vaksin MR ini, tidak tertulis di labelnya.

“Jadi, dipastikan itu aman untuk digunakan oleh seluruh masyarakat kita. Namun, dari segi halal tidaknya, ada pada MUI. Ranah mereka di sana, untuk melakukan pengecekan, apabila ada keraguan kandungan apa dalam vaksin MR ini,” terangnya.

Ia menilai, kekhawatiran pihak MUI, dalam hal ini bisa jadi akibat negara penyuplai. Sehingga untuk memastikan halal tidaknya atau mengandung enzim-enzim yang dilarang dalam Islam, maka dicek kembali.

“Dan untuk tim di MUI itu, BPOM termasuk juga. Sehingga dipersilakan saja untuk menguji kehalalan dari vaksin itu, untuk meyakinkan kalau itu benar-benar halal,” jelas Siti.

Secara kesehatan, terutama pada anak-anak, lanjut dia, vaksin ini sebenarnya sangat baik untuk mencegah penyakit campak dan virus berbahaya lainnya. Hanya saja, dengan adanya fatwa MUI itu, tidak mewajibkan untuk dilakukan vaksinasi.

“Tujuannya, agar anak-anak kita tidak terkena campak, yang dapat mengakibatkan penyakit yang berbahaya saat pertumbuhan mereka, dan cacat bawaan lahir ketika sang ibu terserang virus itu,” pungkas Siti. (uni/ari/ce/abe)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45

Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan

PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:30

Bandar Narkoba Bersenjata Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA- Peredaran gelar narkotika di wilayah Kalteng, seakan tidak ada habisnya. Padahal pihak…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:18

Menteri PPPA Minta Awasi Mafia Perdagangan Manusia

PALANGKA RAYA-Masih terjadinya kasus tindak pidana perdagangan manusia, menjadi bukti selama ini belum…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:15

Aset Dikonversi, Istri Yantenglie Serahkan Mobil Fortuner

PALANGKA RAYA-Perkara mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie terus dikembangkan. Sudah banyak aset…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:15

Dua Cakades Kalahkan Kotak Kosong

NANGA BULIK -  Sejarah kembali terulang pada pemilihan kepala desa (pilkades)  di Kabupaten…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:12

Mayat Bersimbah Darah di PT Uni Primacom

SAMPIT - Warga sekitar perumahan karyawan Divisi H PT Uni Primacom di Desa Barunang Miri, Kecamatan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:08

Penjual Es Krim Meregang Nyawa

SAMPIT – Seorang penjual es krim, Siswanto meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan tunggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .