MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 25 Juli 2018 20:47
Mengenal Menu 10+1 ala Juru Masak RSUD dr Dorius Sylvanus
Dukung Kesembuhan Pasien Melalui Makanan
Plt Kepala Instalasi Gizi, Banuh Rohimah bersama para juru masak Ruangan Gizi RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (24/7). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Keberadaan juru masak di sebuah rumah sakit, ternyata memiliki peran penting untuk kesembuhan pasien. Ketelitian bekerja dalam suasana kegembiraan, dapat mendukung kerja medis.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

DENGAN jumlah personel hanya 9 orang, para juru masak di Ruang Instalasi Gizi, RSUD dr Doris Sylvanus, dapat bekerja maksimal. Mereka menyajikan makanan untuk seluruh pasien yang ada.

Kendati harus berada di dapur setiap harinya, bukan berarti tidak mengalami berbagai pengalaman menarik untuk dikenang, selama mengemban tugas yang cukup vital tersebut. Apalagi, peran mereka mendukung penyembuhan pasien melalui makanan, juga sama pentingnya dengan penanganan medis.

“Pengalaman saya pribadi, seperti menyalurkan hobi, khususnya memasak. Yang penting kita enjoy, maka pekerjaan yang berat akan terasa ringan,” kata Kepala Pemasak Ruangan Gizi, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Lisa Kristiyaningsih kepada Kalteng Pos, Selasa (24/7).

Untuk urusan memasak, ibu dua anak tersebut mengakui, dengan menggunakan peralatan masak yang besar seperti kompor, serta suhu yang panas di tempat kerja, dibutuhkan kesabaran dan suasana yang santai.

“Kadang ada masalah dari rumah yang bisa terbawa. Namun, walau terasa berat dan demi kesembuhan pasien, pekerjaan tetap dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Suasana kerja yang dialami selama ini, penuh kekeluargaan. Hal itu dirasakan sejak 2009, saat dirinya memulai pengabdian di rumah sakit tersebut. “Jadi saat kerja, kita bisa sambil bercerita,” lanjut warga Jalan Garuda tersebut.

Jenis makanan yang disajikan ada berbagai macam. Namun, wajib ada kandungan karbohidrat (nasi, bubur), yang disesuaikan dengan jenis diet para pasien. Lauk terdiri dari dua jenis, yaitu nabati dan hewani. Selain itu, ada sayur-sayuran, buah-buahan atau puding.

Dalam proses memasak, tidak pernah menggunakan pepsin. Sebab, menurutnya, itu tidak baik untuk kesehatan. Sebagai ganti, mereka menggunakan gula dan bumbu, seperti bawang merah dan putih.

Karena telah mempelajari ilmu tata boga, maka bukan hanya aktivitas di tempat kerja yang digelutinya. Selain menjalani pekerjaan tetap, mereka juga mencari penghasilan tambahan, seperti membuat kue lalu dipasarkan.

Dijelaskannya, dirinya tidak membedakan memasak di rumah maupun di rumah sakit. Hal itu dikarenakan dirinya sudah terbiasa, bekerja dengan hasil yang bagus hingga selesai.

“Di sini saya mengatur hal yang berkaitan dengan masak. Di rumah juga mengatur anak-anak sambil membuat kue dan kegiatan lainnya. Dan memang bidangku sudah di situ,” sambungnya.

Sementara, terkait dengan penyakit pasien, menurutnya, makanan atau jenis diet akan berbeda pula. Misalnya untuk diet lambung, maka masakannya lauknya harud direbus. Sedangkan sayur mesti yang tidak banyak santan.

Sementara, untuk pasien yang dirawat di ruangan ICU, kebanyakan menggunakan susu. Selain itu, bagi pasien yang diet jantung, maka tidak akan diberikan menu makanan mengandung kuning telur.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Instalasi Gizi, Banuh Rohimah SGz M Gizi menambahkan, untuk pengaturan makan, pihaknya mendapatkan order diet yang berasal dari ruangan masing-masing (ahli gizi ruangan).

Lalu orderan itu akan diteruskan ke dapur, sehingga memiliki pengaturan menu yang dikenal dengan menu 10 hari plus 1, dengan siklus yang berulang. Untuk siklus ke-11 khusus untuk menu ke-31.

“Dari pengaturan siklus tersebut, ada pengaturan berdasarkan dietnya. Misalnya ada makanan tertentu yang tidak gorengan, nanti pengaturannya dilakukan dengan cara direbus, kukus, panggang, atau dibakar,” katanya.

Selain itu, ada bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pasien, seperti makanan yang mengandung serat tinggi. Sehingga pihaknya memberikan sayur yang rendah serat.

Dirinya menegaskan, peran dari tenaga pemasak sangatlah penting. Selalu melakukan koordinasi dengan ahli gizi. Agar pasien dapat segera sembuh, maka makanannya juga harus bersih dan sehat.

“Oleh karena itu, kita juga berupaya untuk menjamin kebersihan makanan, kualitas gizi, termasuk  higensanitasi (pengaruh lingkungan terhadap kesehatan) para pemasak, di antaranya  menggunakan alat pelindung diri saat memasak. Hal tersebut agar tidak terjadinya kontaminasi dari penjamah makanan terhadap makanan tersebut,” tutupnya. (*/ce/nto)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 12:13

Harus Menginspirasi Bagi Sesama Perempuan

Hari Kartini memang identik sebagai perayaan bagi kaum perempuan. Siapa…

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*