MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 25 Juli 2018 20:47
Mengenal Menu 10+1 ala Juru Masak RSUD dr Dorius Sylvanus
Dukung Kesembuhan Pasien Melalui Makanan
Plt Kepala Instalasi Gizi, Banuh Rohimah bersama para juru masak Ruangan Gizi RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (24/7). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Keberadaan juru masak di sebuah rumah sakit, ternyata memiliki peran penting untuk kesembuhan pasien. Ketelitian bekerja dalam suasana kegembiraan, dapat mendukung kerja medis.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

DENGAN jumlah personel hanya 9 orang, para juru masak di Ruang Instalasi Gizi, RSUD dr Doris Sylvanus, dapat bekerja maksimal. Mereka menyajikan makanan untuk seluruh pasien yang ada.

Kendati harus berada di dapur setiap harinya, bukan berarti tidak mengalami berbagai pengalaman menarik untuk dikenang, selama mengemban tugas yang cukup vital tersebut. Apalagi, peran mereka mendukung penyembuhan pasien melalui makanan, juga sama pentingnya dengan penanganan medis.

“Pengalaman saya pribadi, seperti menyalurkan hobi, khususnya memasak. Yang penting kita enjoy, maka pekerjaan yang berat akan terasa ringan,” kata Kepala Pemasak Ruangan Gizi, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Lisa Kristiyaningsih kepada Kalteng Pos, Selasa (24/7).

Untuk urusan memasak, ibu dua anak tersebut mengakui, dengan menggunakan peralatan masak yang besar seperti kompor, serta suhu yang panas di tempat kerja, dibutuhkan kesabaran dan suasana yang santai.

“Kadang ada masalah dari rumah yang bisa terbawa. Namun, walau terasa berat dan demi kesembuhan pasien, pekerjaan tetap dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Suasana kerja yang dialami selama ini, penuh kekeluargaan. Hal itu dirasakan sejak 2009, saat dirinya memulai pengabdian di rumah sakit tersebut. “Jadi saat kerja, kita bisa sambil bercerita,” lanjut warga Jalan Garuda tersebut.

Jenis makanan yang disajikan ada berbagai macam. Namun, wajib ada kandungan karbohidrat (nasi, bubur), yang disesuaikan dengan jenis diet para pasien. Lauk terdiri dari dua jenis, yaitu nabati dan hewani. Selain itu, ada sayur-sayuran, buah-buahan atau puding.

Dalam proses memasak, tidak pernah menggunakan pepsin. Sebab, menurutnya, itu tidak baik untuk kesehatan. Sebagai ganti, mereka menggunakan gula dan bumbu, seperti bawang merah dan putih.

Karena telah mempelajari ilmu tata boga, maka bukan hanya aktivitas di tempat kerja yang digelutinya. Selain menjalani pekerjaan tetap, mereka juga mencari penghasilan tambahan, seperti membuat kue lalu dipasarkan.

Dijelaskannya, dirinya tidak membedakan memasak di rumah maupun di rumah sakit. Hal itu dikarenakan dirinya sudah terbiasa, bekerja dengan hasil yang bagus hingga selesai.

“Di sini saya mengatur hal yang berkaitan dengan masak. Di rumah juga mengatur anak-anak sambil membuat kue dan kegiatan lainnya. Dan memang bidangku sudah di situ,” sambungnya.

Sementara, terkait dengan penyakit pasien, menurutnya, makanan atau jenis diet akan berbeda pula. Misalnya untuk diet lambung, maka masakannya lauknya harud direbus. Sedangkan sayur mesti yang tidak banyak santan.

Sementara, untuk pasien yang dirawat di ruangan ICU, kebanyakan menggunakan susu. Selain itu, bagi pasien yang diet jantung, maka tidak akan diberikan menu makanan mengandung kuning telur.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Instalasi Gizi, Banuh Rohimah SGz M Gizi menambahkan, untuk pengaturan makan, pihaknya mendapatkan order diet yang berasal dari ruangan masing-masing (ahli gizi ruangan).

Lalu orderan itu akan diteruskan ke dapur, sehingga memiliki pengaturan menu yang dikenal dengan menu 10 hari plus 1, dengan siklus yang berulang. Untuk siklus ke-11 khusus untuk menu ke-31.

“Dari pengaturan siklus tersebut, ada pengaturan berdasarkan dietnya. Misalnya ada makanan tertentu yang tidak gorengan, nanti pengaturannya dilakukan dengan cara direbus, kukus, panggang, atau dibakar,” katanya.

Selain itu, ada bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pasien, seperti makanan yang mengandung serat tinggi. Sehingga pihaknya memberikan sayur yang rendah serat.

Dirinya menegaskan, peran dari tenaga pemasak sangatlah penting. Selalu melakukan koordinasi dengan ahli gizi. Agar pasien dapat segera sembuh, maka makanannya juga harus bersih dan sehat.

“Oleh karena itu, kita juga berupaya untuk menjamin kebersihan makanan, kualitas gizi, termasuk  higensanitasi (pengaruh lingkungan terhadap kesehatan) para pemasak, di antaranya  menggunakan alat pelindung diri saat memasak. Hal tersebut agar tidak terjadinya kontaminasi dari penjamah makanan terhadap makanan tersebut,” tutupnya. (*/ce/nto)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .