MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Minggu, 03 Juni 2018 14:45
Kembalikan Pluralisme Sebagai Kekuatan Bangsa Indonesia
Sosialisasi empat pilar kebangsaan oleh Anggota DPR/MPR RI, Hang Ali Saputra Syah Pahan di Kelurahan Mangkatip Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan, Minggu (3/6).

PROKAL.CO, BUNTOK - Kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan salah satu pendorong besar dan diseganinya bangsa ini. Kemajemukan itu terjaga berkat tingginya nilai-nilai toleransi dan solidaritas serta kebersamaan yang diwariskan sejak zaman nenek moyang.

Nilai-nilai itulah yang mendasari Bhineka Tunggal Ika atau berbeda-beda tapi tetap satu, sehingga menjadi landasan luhur kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan Anggota DPR/MPR RI asal Kalteng, Hang Ali Saputra Syah Pahan, ketika menggelar sosialisasi empat pilar MPR, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, di Kelurahan Mangkatip Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan, Minggu (3/6).

Diungkapkan Hang Ali, seiring perkembangan dan kemajuan zaman pula, kini muncul upaya-upaya untuk menggerus nilai-nilai luhur bangsa itu. Tujuan utamanya tentu untuk melemahkan persatuan dan kesatuan serta menghancurkan kebesaran bangsa dan NKRI.

"Kemajemukan yang dimiliki bangsa kita ini adalah sebuah kekuatan, kekayaan dan karunia besar. Nenek moyang bangsa Indonesia sudah mewariskan dari generasi ke generasi nilai-nilai toleransi, solidaritas dan kesetaraan. Jika nilai-nilai itu terus diperkuat dan dijadikan dasar etik tatanan kehidupan masyarakat, maka gerakan-gerakan radikal tidak akan bisa tumbuh dan berkembang di masyarakat kita," ujarnya di depan sekitar 300-an peserta yang berasal dari perwakilan pengurus dan jemaah rumah ibadah dan anggota pengajian yasinan ibu-ibu.

Maraknya radikalisasi akhir-akhir ini, sebut Hang Ali, di antaranya disebabkan oleh kegagalan memahami nilai-nilai yang menyertai kemajemukan bangsa dan kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal.

"Semakin rendahnya pemahan dan pengamalan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, akhirnya membuat semakin tergerusnya rasa persatuan, minimnya toleransi antara sesama anak bangsa, gesekan sosial di masyarakat semakin mudah terjadi," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal negatif tersebut, lanjut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, salah satu yang harus dilakukan adalah dengan menanamkan dan mengamalkan kembali secara utuh Pancasila. Karena menurut dia, di dalam Pancasila telah telah komplet untuk menjadi panduan serta petunjuk bagi bangsa Indonesia .

Kemajemukan atau pluralisme yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai sebuah kearifan lokal masyarakat inilah yang kemudian diintisarikan oleh para pendiri bangsa hingga diintisarikan menjadi Pancasila, UUD 1945 sebagai landasan ideologis sekaligus cita-cita luhur seluruh rakyat Indonesia yang harus diimplementasikan dalam setiap bidang kehidupan dari generasi ke generasi.

"Jika Pancasila ini kita terapkan dengan baik di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, maka saya yakin kekuatan dan keutuhan bangsa kita akan terus terjaga. Diperkuat lagi dengan nilai-nilai kearifan lokal. Kita harus bersama-sama kembali mengukuhkan agar pluralisme ini menjadi kekuatan bangsa kita," ujarnya.

Sosialisasi itu juga dihadiri Kapolsek Dusun Hilir, Danramil Dusun Hilir, Lurah Mangkatip dan tokoh Masyarakat Mangkatip. (nto)

 


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 11:05

Seni dan Budaya Kalteng ke Pentas Internasional

PALANGKA RAYA-Malay Heritage Centre merupakan salah satu lembaga budaya Melayu. Setiap tahun, menyelenggarakan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:51
Melihat Geliat Peternakan Sapi di Kobar

Dulu Inseminasi, Kini Pakai Transfer Embrio

Peternakan merupakan salah satu program unggulan atau prioritas pemerintahan Bupati Hj Nurhidayah dan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:57
Cegah Terorisme, Polres Katingan Sosialisasi Sampai ke Nelayan

Jangan Mudah Terpengaruh Paham Radikalisme

Untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme di Kabupaten Katingan, jajaran Satpolair Polres Katingan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:54

Dua Perwira Polres Kotim Diganti

SAMPIT- Dua perwira Polres Kotim bergeser. Pergantian itu ditandai dengan serah terima jabatan yang…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:52

Piton 5 Meter “Serang” Rumah Warga

PANGKALAN BUN – Kediaman Gusti Basri di RT 17, Jalan Pagunegara, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:49

Polres Lamandau Terus Menyelidiki Kasus SHU Koperasi Berkah Kujan

NANGA BULIK -  Hingga Jumat (5/10), Polres Lamandau terus menyelidiki kasus pembagian sisa hasil…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:48

Harga Turun, Petani Kelapa Banyak Gulung Tikar

KUALA PEMBUANG– Harga kelapa di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan turun.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:20

Salat Ghaib untuk Korban Gempa dan Tsunami

PALANGKA RAYA- Anggota Polda Kalteng menggelar salat ghaib yang ditujukan kepada seluruh korban gempa…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:49
Cara Polres Katingan Mengantisipasi Tindak Kriminal di Wilayahnya

Polisi dan Juga Satpam Harus Aktif Patroli

Untuk mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Katingan, polres setempat menerapkan…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:45

Ancam Lapor ke Polda Kalteng

NANGA BULIK – Sejak dilaporkan pada 12 September 2018, kasus dugaan penyimpangan dana sisa hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .