MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 10 Juni 2018 10:29
Walhi: PBS Minim Kontribusi, Banyak Aturan tapi Tidak Digunakan
Ilustrasi. Buruh perkebunan kelapa sawit

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Banyaknya konflik antar masyarakat dengan Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Bumi Tambun Bungai, dinilai karena minimnya konstribusi bagi kesejahteraan rakyat. Hal ini pun mengundang reaksi berbagai pihak. PBS dituntut, agar segera bisa mengembalikan hak rakyat.

Dikatakan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalteng, Dimas N Hartono, 22 kasus konflik agraria yang terjadi medio 2015-2017 menjadi catatan buruk investasi di Kalteng. Konstribusi PBS yang dinilai minim baik bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta berimplikasi langsung bagi kesejahteraan rakyat juga menjadi catatan yang perlu diselesaikan. Dia menyarankan agar persoalan konflik ini bisa diselesaikan dengan cara mengembalikan hak dan keperluaan rakyat.

“Itu sudah solusi yang terbaik. Simple bagi kami, apa yang diperlukan rakyat? Itu juga harus dipenuhi pemerintah, misalnya sektor perkebunan melalui kemitraan (plasma,red),” ujarnya kepada Kalteng Pos, kemarin.

Menurut dia, jika berbicara PAD bagi Kalteng, tentu konstribusi PBS sawit akan minim. Pasalnya, pajak Bumi Bangunan akan langsung ke pusat, sehingga konstribusi lain mesti dilakukan. Hal yang paling nyata yakni melalui pola kemitraan perkebunan. Kewajiban plasma 20 persen sudah sepatutnya dilaksanakan.

“Plasma harus clear baik terkait mekanisme dan juga aturan mainnya,” kata dia.

Ditambahkannya, persoalan konflik ini patutnya jadi catatan semua pihak. Utamanya pemerintahan dengan cara menyetop eksvansi perkebunan sawit, menyetop pemberian izin, dan melakukan evaluasi bagi PBS sawit yang bermasalah.

“Sehingga, sistem penanganan persoalannya tidak tambal sulam. Selesai yang satu, yang lain muncul lagi. Evaluasi perlu dilakukan,” tambahnya.

Wacana Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran untuk membuat Pergub terkait plasma juga disorotinya. Diterangkannya, sejatinya aturan-aturan itu pernah digelorkan di Kalteng. Misalnya Perda Perkebunan Berkelanjutan, Pergub Penyesuaian Konflik, dan juga Perda Pengelolaan Kemitraan (Plasma,red).

“Seingat saya ini sudah pernah disahkan. Implementasinya bagaimana? Juga belum kelihatan. Saya juga tidak tahu apakah ini sudah dicabut atau tidak. Padahal, semua aspek detail dibahas diaturan-aturan ini,” terangnya.

Sehingga, lanjut dia, hal itu mesti juga jadi bahan kajian. Dirinya berharap, semangat yang dibawa pemerintah mampu betul-betul menyejahterakan rakyat.

“Jangan sampai ini banyak aturan tapi tidak digunakan juga. Yang terpenting sekarang ini bagaimana membuat menyusun perencanaan daerah untuk perkembangan sawit berdasarkan Perda Perkebunan Berkelanjutan kalau itu masih ada. Hasilnya, demi kesejahteraan rakyat Kalteng,” lanjut dia.

Mereka pun juga sedang menggodok Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang bersifat independen. Tujuannya, agar ke depan bila ada konflik, maka lembaga ini mampu menjadi jembatan untuk penyelesaiannya. Baik bagi pemerintah, investor dan rakyat.

“Dorongannya kami untuk membentuk LBH sebagai ruang peluang masyarakat yang dikriminalitas adanya investasi,” pungkasnya. (ami/abe/nto)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45

Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan

PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:30

Bandar Narkoba Bersenjata Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA- Peredaran gelar narkotika di wilayah Kalteng, seakan tidak ada habisnya. Padahal pihak…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:18

Menteri PPPA Minta Awasi Mafia Perdagangan Manusia

PALANGKA RAYA-Masih terjadinya kasus tindak pidana perdagangan manusia, menjadi bukti selama ini belum…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:15

Aset Dikonversi, Istri Yantenglie Serahkan Mobil Fortuner

PALANGKA RAYA-Perkara mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie terus dikembangkan. Sudah banyak aset…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:15

Dua Cakades Kalahkan Kotak Kosong

NANGA BULIK -  Sejarah kembali terulang pada pemilihan kepala desa (pilkades)  di Kabupaten…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:12

Mayat Bersimbah Darah di PT Uni Primacom

SAMPIT - Warga sekitar perumahan karyawan Divisi H PT Uni Primacom di Desa Barunang Miri, Kecamatan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:08

Penjual Es Krim Meregang Nyawa

SAMPIT – Seorang penjual es krim, Siswanto meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan tunggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .