MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 10 Juni 2018 10:29
Walhi: PBS Minim Kontribusi, Banyak Aturan tapi Tidak Digunakan
Ilustrasi. Buruh perkebunan kelapa sawit

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Banyaknya konflik antar masyarakat dengan Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Bumi Tambun Bungai, dinilai karena minimnya konstribusi bagi kesejahteraan rakyat. Hal ini pun mengundang reaksi berbagai pihak. PBS dituntut, agar segera bisa mengembalikan hak rakyat.

Dikatakan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalteng, Dimas N Hartono, 22 kasus konflik agraria yang terjadi medio 2015-2017 menjadi catatan buruk investasi di Kalteng. Konstribusi PBS yang dinilai minim baik bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta berimplikasi langsung bagi kesejahteraan rakyat juga menjadi catatan yang perlu diselesaikan. Dia menyarankan agar persoalan konflik ini bisa diselesaikan dengan cara mengembalikan hak dan keperluaan rakyat.

“Itu sudah solusi yang terbaik. Simple bagi kami, apa yang diperlukan rakyat? Itu juga harus dipenuhi pemerintah, misalnya sektor perkebunan melalui kemitraan (plasma,red),” ujarnya kepada Kalteng Pos, kemarin.

Menurut dia, jika berbicara PAD bagi Kalteng, tentu konstribusi PBS sawit akan minim. Pasalnya, pajak Bumi Bangunan akan langsung ke pusat, sehingga konstribusi lain mesti dilakukan. Hal yang paling nyata yakni melalui pola kemitraan perkebunan. Kewajiban plasma 20 persen sudah sepatutnya dilaksanakan.

“Plasma harus clear baik terkait mekanisme dan juga aturan mainnya,” kata dia.

Ditambahkannya, persoalan konflik ini patutnya jadi catatan semua pihak. Utamanya pemerintahan dengan cara menyetop eksvansi perkebunan sawit, menyetop pemberian izin, dan melakukan evaluasi bagi PBS sawit yang bermasalah.

“Sehingga, sistem penanganan persoalannya tidak tambal sulam. Selesai yang satu, yang lain muncul lagi. Evaluasi perlu dilakukan,” tambahnya.

Wacana Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran untuk membuat Pergub terkait plasma juga disorotinya. Diterangkannya, sejatinya aturan-aturan itu pernah digelorkan di Kalteng. Misalnya Perda Perkebunan Berkelanjutan, Pergub Penyesuaian Konflik, dan juga Perda Pengelolaan Kemitraan (Plasma,red).

“Seingat saya ini sudah pernah disahkan. Implementasinya bagaimana? Juga belum kelihatan. Saya juga tidak tahu apakah ini sudah dicabut atau tidak. Padahal, semua aspek detail dibahas diaturan-aturan ini,” terangnya.

Sehingga, lanjut dia, hal itu mesti juga jadi bahan kajian. Dirinya berharap, semangat yang dibawa pemerintah mampu betul-betul menyejahterakan rakyat.

“Jangan sampai ini banyak aturan tapi tidak digunakan juga. Yang terpenting sekarang ini bagaimana membuat menyusun perencanaan daerah untuk perkembangan sawit berdasarkan Perda Perkebunan Berkelanjutan kalau itu masih ada. Hasilnya, demi kesejahteraan rakyat Kalteng,” lanjut dia.

Mereka pun juga sedang menggodok Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang bersifat independen. Tujuannya, agar ke depan bila ada konflik, maka lembaga ini mampu menjadi jembatan untuk penyelesaiannya. Baik bagi pemerintah, investor dan rakyat.

“Dorongannya kami untuk membentuk LBH sebagai ruang peluang masyarakat yang dikriminalitas adanya investasi,” pungkasnya. (ami/abe/nto)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 11:05

Preman Pasar Ditembak

KASONGAN-Polres Katingan mengungkap kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya Rusmin. Pria 32 tahun…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:01

Karyawan Minimarket Jadi Korban Cabul

KUALA KAPUAS-Kisah pahit dialami perempuan berinisial DM. Remaja putri berusia 18 tahun itu, menjadi…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:42

Delapan Bulan, 27 Tewas di Jalan

PALANGKA RAYA-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) masih terus mengintai pengguna jalan. Dalam tempo…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:19

Palangka Raya Terancam Kabut Asap

KEBAKARAN lahan belum bisa dicegah oleh pihak terkait. Palangka Raya dikepung karhutla. Tiap hari sirene…

Senin, 20 Agustus 2018 15:26

SELAMAT ! Ketua Harian DAD Kalteng Jadi Rektor UPR

PALANGKA RAYA- Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya yang dilaksanakan Senin (20/8) telah mendapatkan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:19

Pemuda Beristri Perkosa Siswi

KUALA PEMBUANG- Bahtera rumah tangga yang baru dijalani dua bulan ternyata tidak memuaskan nafsu Nestor…

Senin, 20 Agustus 2018 10:11

Efek Miras Oplosan, Tusuk Teman dengan Pisau Belati

PULANG PISAU-Duel berdarah terjadi di Jalan Habungen, tak jauh dari Desa Tangkahen, Kecamatan Banama…

Senin, 20 Agustus 2018 10:08

Parpol Tidak Bisa Tambah Bacaleg Baru

PALANGKA RAYA-Masyarakat terus diingatkan untuk mengamati bakal calon legislatif (bacaleg) sesuai daftar…

Senin, 20 Agustus 2018 09:57

Pemadaman Karhutla di Kota Terkendala Akses Jalan Masuk Lokasi

PALANGKA RAYA-Dugaan pembakaran hutan dan lahan alias karhutla, kembali muncul di sejumlah sudut Kota…

Senin, 20 Agustus 2018 09:53

Disambar Minibus, Pengendara Tewas, Motor Hancur Berkeping-keping

PALANGKA RAYA-Masih teringat kecelakaan mengerikan yang menewaskan dua orang di Jalan Tjilik Riwut Km…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .