MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 14 Mei 2018 09:35
Inilah Para Hakim dan Pandawa yang Mengadili Wilmar Group
Ilustrasi

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Hari ini, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak, atas dugaan tindakan pelanggaran hukum adat Dayak yang dilakukan PT Mustika Sembuluh.

Sidang adat bagi anak perusahaan PT Wilmar Group ini, dilaksanakan di Betang Eka Tingang Nganderang, Kota Palangka Raya.

Untuk sidang adat ini, Ketua Panitia Sidang Adat DAD HM Wahyudie F Dirun, Senin (14/5) menjelaskan, DAD juga telah menunjuk 4 Pandawa (Penuntut) yakni Mambang I Tubil, Suriansyah Murhaini, Untung, dan Parada LDR, yang akan menyampaikan tuntutan kepada direksi PT Wilmar Group.

Selain itu, telah menunjuk Mantir Basara Hai (hakim) yang terdiri dari Damang Pahandut Marcos Tuwan sebagai Ketua Majelis Sidang Adat, Damang Sebangau Wawan Embang selaku anggota, dan tiga perwakilan damang dari wilayah Kabupaten Kotim, Hasbullah, Marsidi Adjil, dan Ahmad Taufik selaku anggota.

Sidang adat Dayak ini juga akan dihadiri tamu-tamu penting, mulai dari Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko, dan Danrem 102/Pjg Kol Arm M Naudi Nurdika, serta seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng.

Menurutnya, selain unsur Forkopimda, sidang ini juga akan disaksikan secara langsung oleh jajaran pengurus DAD Kalteng. Rencananya, seluruh ketua umum DAD se-Kalimantan juga akan menyaksikan sidang adat Dayak bagi PT Wilmar Group ini.

“Untuk para tokoh, sudah disediakan tempat duduk. Masyarakat yang ingin menyaksikan, juga disediakan layar monitor di luar ruang sidang. Mahasiswa dari Universitas Palangka Raya, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, IAIN Palangka Raya, UNKRIP juga akan hadir. Sidang ini bisa disaksikan oleh masyarakat,” bebernya.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan hari ini, sekitar pukul 09.00 WIB. Digelarnya sidang, dikarenakan adanya kerusakan situs budaya adat Dayak di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat sekuriti PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) mengejar pencuri sawit. (ami/ce/abe)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 14:25

Kepala Daerah Diawasi

PALANGKA RAYA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Tengah terus mengawasi…

Jumat, 14 Desember 2018 14:14

Berawal di Kalteng, Puncak PHI di Bukit Tinggi

PALANGKA RAYA-Kalimantan Tengah (Kalteng) diberi kepercayaan sebagai provinsi pertama yang…

Jumat, 14 Desember 2018 14:07

PARAH ! Oknum ASN Kurir Sabu

SUKAMARA-Kepolisian Resort (Polres) Sukamara kembali mengamankan dua orang pelaku penyalahgunaan…

Rabu, 12 Desember 2018 08:33

DIPA Kalteng Naik Rp900 M

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran menerima daftar…

Selasa, 11 Desember 2018 13:11

OALAH ! Ayah Dua Anak Ini Bawa Kabur Motor Ustaz

SAMPIT-Perbuatan Endiansyah tak patut ditiru. Pasalnya, bukannya ke masjid untuk…

Selasa, 11 Desember 2018 13:08

BEJAT ! Pemuda Ini Cabuli Bunga di Hadapan Pacarnya

SAMPIT-Entah apa yang ada dalam benak AR. Pemuda 21 tahun…

Selasa, 11 Desember 2018 13:02

160 ASN Kobar Tes Urine

PANGKALAN BUN-Dalam rangka memastikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah…

Senin, 10 Desember 2018 12:06

Dua Gadis dan Tiga Pria Terciduk di Kamar Hotel

DUA gadis yang masih berusia belasan tahun terjaring razia. Dua…

Senin, 10 Desember 2018 11:58

LUAR BIASA ! Kiper Asal Palangka Raya Ini Bawa Persib Juara

PALANGKA RAYA- Dunia olahraga, khususnya cabang olahraga sepakbola di Bumi…

Jumat, 07 Desember 2018 14:27

KKN-PPL Luar Negeri Berlanjut

PALANGKA RAYA-Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) terus berkomitmen mengukuhkan posisinya sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .