MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 14 Mei 2018 09:35
Inilah Para Hakim dan Pandawa yang Mengadili Wilmar Group
Ilustrasi

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA – Hari ini, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak, atas dugaan tindakan pelanggaran hukum adat Dayak yang dilakukan PT Mustika Sembuluh.

Sidang adat bagi anak perusahaan PT Wilmar Group ini, dilaksanakan di Betang Eka Tingang Nganderang, Kota Palangka Raya.

Untuk sidang adat ini, Ketua Panitia Sidang Adat DAD HM Wahyudie F Dirun, Senin (14/5) menjelaskan, DAD juga telah menunjuk 4 Pandawa (Penuntut) yakni Mambang I Tubil, Suriansyah Murhaini, Untung, dan Parada LDR, yang akan menyampaikan tuntutan kepada direksi PT Wilmar Group.

Selain itu, telah menunjuk Mantir Basara Hai (hakim) yang terdiri dari Damang Pahandut Marcos Tuwan sebagai Ketua Majelis Sidang Adat, Damang Sebangau Wawan Embang selaku anggota, dan tiga perwakilan damang dari wilayah Kabupaten Kotim, Hasbullah, Marsidi Adjil, dan Ahmad Taufik selaku anggota.

Sidang adat Dayak ini juga akan dihadiri tamu-tamu penting, mulai dari Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko, dan Danrem 102/Pjg Kol Arm M Naudi Nurdika, serta seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng.

Menurutnya, selain unsur Forkopimda, sidang ini juga akan disaksikan secara langsung oleh jajaran pengurus DAD Kalteng. Rencananya, seluruh ketua umum DAD se-Kalimantan juga akan menyaksikan sidang adat Dayak bagi PT Wilmar Group ini.

“Untuk para tokoh, sudah disediakan tempat duduk. Masyarakat yang ingin menyaksikan, juga disediakan layar monitor di luar ruang sidang. Mahasiswa dari Universitas Palangka Raya, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, IAIN Palangka Raya, UNKRIP juga akan hadir. Sidang ini bisa disaksikan oleh masyarakat,” bebernya.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan hari ini, sekitar pukul 09.00 WIB. Digelarnya sidang, dikarenakan adanya kerusakan situs budaya adat Dayak di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat sekuriti PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) mengejar pencuri sawit. (ami/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*