MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:38
Walhi Ingin Illegal Logging Tak Berhenti di Penindakan, Ungkap Sampai Pemodal..!!
Ilustrasi Illegal Logging/ DOk JPNN

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Kasus illegal logging mengancam kawasan Taman Nasional Sebangau (TNS) menjadi perhatian publik. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng menilai, pembalakan liar ini, ada aktor di belakangnya. Bahkan, Direktur Walhi Kalteng Dimas N Hartono mengatakan, pengungkapan kasus illegal logging harus sampai ke pemilik modal.

“Penindakan penting dilakukan hingga ke si pemodal maupun orang-orang yang menjadi backing illegal Logging ini. Tidak berhenti pada penindakan saja,” ujar Dimas kepada Kalteng Pos, Jumat (11/5).

Dia menjelaskan, perlu dilihat juga apakah Balai TNS sudah melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Karena tanpa peran masyarakat, illegal logging akan terus terjadi. “Harus dilihat, apakah selama ini dalam perlindungan dan pengelolaan kawasan TN melibatkan masyarakat di sekitar TN atau tidak. Karena tanpa dilakukan kerja sama dengan masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan kawasan TN, maka illegal logging akan terus ada,” terang dia.

Dikatakannya, peran masyarakat menjadi penting untuk dilibatkan dalam kerja sama saling menguntungkan antara masyarakat dan balai TN.

“Karena yang melakukan illegal logging sebenarnya bukan masyarakat di sekitar TN. Karena masyarakat sekitar TN memahami pentingnya hutan. Tinggal perlu dilakukan pola kerja sama antara Balai TN dengan masyarakat sekitar, agar saling menjaga wilayah tersebut,” saran dia.

Menanggapi munculnya pembalakan liar tersebut, Pj Sekda Kalteng Fahrizal Fitri meminta seluruh instansi terkait termasuk kepolisian, agar dapat menyelamatkan kekayaan alam Bumi Tambun Bungai.

“Jangan sampai kawasan ini rusak oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya usai mengikuti sumpah jabatan PAW Anggota DPRD Kalteng, kemarin.

Menurut Fahrizal, luasnya hutan Kalteng yang mencapai 15,3 juta hektare (Ha) lengkap dengan sungai-sungainya, menjadi kendala pengawasan. Namun ia yakin, Operasi Wanalaga yang biasa dilakukan aparat kepolisian serta hadirnya Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC), dapat menyelamatkan hutan Kalteng.

“Kalau ada penebangan pohon di TNS, itu jelas illegal logging, pelanggaran. Saya pikir, TNS harus bertindak mengamankan wilayahnya. Melakukan patroli secara rutin. Untuk wilayah hutan Kalteng, saya yakin pasti ada pelaku secara kecil-kecilan juga. Harapannya, ini juga dapat ditindak,” beber pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng ini.

Persoalan lain, lanjut dia, ternyata adanya kanal-kanal di hutan gambut Kalteng disalahgunakan. Ia membuka kisah beberapa tahun lalu, ada kesalahan pembangunan kanal yang dilakukan pemerintah daerah. Sebab, selain membuat hutan gambut mengering, kanal itu juga diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

“Kanal-kanal itu, kemarin direncanakan ditutup. Karena pembukaan kanal itu oleh pihak kota (Pemko, red). Mereka sudah ada pertemuan dan rencananya kanal itu ditutup. Ada juga kekhawatiran, kanal itu jadi akses milir illegal logging,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menilai, ada kekeliruan dalam aturan yang ada di Kalteng. Gubernur menyayangkan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kalteng (RTRWP) Kalteng ditandatangani pemerintah provinsi terdahulu. Sebab, Perda yang awalnya Perda Nomor 3 Tahun 2008 itu, mengubah status kawasan yang sebelumnya 33 persen nonkawasan hutan dan 67 persen kawasan hutan Kalteng.

Namun, setelah ditandatangani dan direvisi, maka nonkawasan hutan itu menjadi 18 persen, dan kawasan hutan menjadi 82 persen.

“Bagaimana masyarakat mau menanam? Bagaimana berinvestasi, kalau semuanya kawasan hutan? Untung saja pengusaha kebun dan tambang ini tidak diperiksa. Kalau diperiksa satu per satu, lumpuh ekonomi,” sergahnya, baru-baru ini.

Hasil penelusuran Kalteng Pos di laman www.dishut.kalteng.go.id, berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang RTRWP, maka dari 15,3 juta wilayah Kalteng diperuntukkan bagi Kawasan Suaka Alam (KSA) seluas 604.957 Ha, Hutan Lindung seluas 391.604 Ha, Hutan Produksi Terbatas 335.571 Ha, Hutan Produksi 896.706 Ha, Hutan Produksi Konversi 258.274 Ha dan APL serta Perairan seluas 629.779 Ha.

Selain itu, juga ada Keputusan Menteri Kehutanan yang menyatakan kalau dari 15,3 juta Ha wilayah hutan Kalteng, 65,54 persen merupakan hutan tetap, dan 16,47 persen hutan produksi yang dapat dikonversi, serta 18,71 persen adalah nonkawasan hutan.

Menurut gubernur, apabila Perda Nomor 5 tahun 2015 betul-betul ditegakkan, maka ekonomi Kalteng bisa lumpuh. Sebab, kawasan yang dulunya hutan Hak Guna Usaha (HGU) akan masuk ke kawasan hutan lindung. “Karena kalau menurut Perda Nomor 5 Tahun 2015 itu, maka ada sekitar 1 juta hektare kawasan perusahaan yang ilegal,” bebernya. (uni/ami/ce/abe)


BACA JUGA

Senin, 14 Mei 2018 09:35

Inilah Para Hakim dan Pandawa yang Mengadili Wilmar Group

PALANGKA RAYA – Hari ini, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak,…

Senin, 14 Mei 2018 09:32

Pagi Ini, Wilmar Group Akan Disidang Adat

PALANGKA RAYA-Pagi ini (14/5), Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggelar Sidang Perdamaian Adat Dayak,…

Minggu, 13 Mei 2018 15:18

Pj Sekda Kalteng Ancam Sanksi Pejabat yang Belum Lakukan Ini

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi Kalteng memiliki komitmen tinggi terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…

Minggu, 13 Mei 2018 15:07

Wagub Kalteng: Pelaku Pemboman Gereja Orang Berhati Iblis

PALANGKA RAYA - Aksi pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) pagi, menuai keprihatinan…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:42

NU Batara Dukung Pilkada Damai

PALANGKA RAYA-Peredaran berita bohong atau hoax dan isu-isu berbau SARA, menjadi perhatian semua pihak.…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:30

Istri Yakin Suami Tidak Bersalah

BAGAI disayat sembilu, Nyta Bianyta Rezza tidak bisa menyembunyikan perasaan hati yang amat sedih, melihat…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:24

Penahanan Rojikinnor Sesuai Prosedur

PALANGKA RAYA- Sidang keempat gugatan praperadilan tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Palangka Raya…

Senin, 07 Mei 2018 01:04

Potensi Daerah Bisa Menjadi Sumber Kerawanan

PALANGKA RAYA-Luasnya wilayah dan sumber daya alam Provinsi Kalimantan Tengah, merupakan potensi sekaligus…

Sabtu, 21 April 2018 22:15

Tuntaskan Permasalahan Tata Ruang Wilayah

PALANGKA RAYA-Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA-SKMA) wilayah Kalimantan menggelar…

Selasa, 17 April 2018 10:10

WADOHH..!!! 242 Warga dan Kapolsek Keracunan

PULANG PISAU-Ratusan warga yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa harus dilarikan ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .