MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:38
Walhi Ingin Illegal Logging Tak Berhenti di Penindakan, Ungkap Sampai Pemodal..!!
Ilustrasi Illegal Logging/ DOk JPNN

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Kasus illegal logging mengancam kawasan Taman Nasional Sebangau (TNS) menjadi perhatian publik. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng menilai, pembalakan liar ini, ada aktor di belakangnya. Bahkan, Direktur Walhi Kalteng Dimas N Hartono mengatakan, pengungkapan kasus illegal logging harus sampai ke pemilik modal.

“Penindakan penting dilakukan hingga ke si pemodal maupun orang-orang yang menjadi backing illegal Logging ini. Tidak berhenti pada penindakan saja,” ujar Dimas kepada Kalteng Pos, Jumat (11/5).

Dia menjelaskan, perlu dilihat juga apakah Balai TNS sudah melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Karena tanpa peran masyarakat, illegal logging akan terus terjadi. “Harus dilihat, apakah selama ini dalam perlindungan dan pengelolaan kawasan TN melibatkan masyarakat di sekitar TN atau tidak. Karena tanpa dilakukan kerja sama dengan masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan kawasan TN, maka illegal logging akan terus ada,” terang dia.

Dikatakannya, peran masyarakat menjadi penting untuk dilibatkan dalam kerja sama saling menguntungkan antara masyarakat dan balai TN.

“Karena yang melakukan illegal logging sebenarnya bukan masyarakat di sekitar TN. Karena masyarakat sekitar TN memahami pentingnya hutan. Tinggal perlu dilakukan pola kerja sama antara Balai TN dengan masyarakat sekitar, agar saling menjaga wilayah tersebut,” saran dia.

Menanggapi munculnya pembalakan liar tersebut, Pj Sekda Kalteng Fahrizal Fitri meminta seluruh instansi terkait termasuk kepolisian, agar dapat menyelamatkan kekayaan alam Bumi Tambun Bungai.

“Jangan sampai kawasan ini rusak oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya usai mengikuti sumpah jabatan PAW Anggota DPRD Kalteng, kemarin.

Menurut Fahrizal, luasnya hutan Kalteng yang mencapai 15,3 juta hektare (Ha) lengkap dengan sungai-sungainya, menjadi kendala pengawasan. Namun ia yakin, Operasi Wanalaga yang biasa dilakukan aparat kepolisian serta hadirnya Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC), dapat menyelamatkan hutan Kalteng.

“Kalau ada penebangan pohon di TNS, itu jelas illegal logging, pelanggaran. Saya pikir, TNS harus bertindak mengamankan wilayahnya. Melakukan patroli secara rutin. Untuk wilayah hutan Kalteng, saya yakin pasti ada pelaku secara kecil-kecilan juga. Harapannya, ini juga dapat ditindak,” beber pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng ini.

Persoalan lain, lanjut dia, ternyata adanya kanal-kanal di hutan gambut Kalteng disalahgunakan. Ia membuka kisah beberapa tahun lalu, ada kesalahan pembangunan kanal yang dilakukan pemerintah daerah. Sebab, selain membuat hutan gambut mengering, kanal itu juga diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

“Kanal-kanal itu, kemarin direncanakan ditutup. Karena pembukaan kanal itu oleh pihak kota (Pemko, red). Mereka sudah ada pertemuan dan rencananya kanal itu ditutup. Ada juga kekhawatiran, kanal itu jadi akses milir illegal logging,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menilai, ada kekeliruan dalam aturan yang ada di Kalteng. Gubernur menyayangkan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kalteng (RTRWP) Kalteng ditandatangani pemerintah provinsi terdahulu. Sebab, Perda yang awalnya Perda Nomor 3 Tahun 2008 itu, mengubah status kawasan yang sebelumnya 33 persen nonkawasan hutan dan 67 persen kawasan hutan Kalteng.

Namun, setelah ditandatangani dan direvisi, maka nonkawasan hutan itu menjadi 18 persen, dan kawasan hutan menjadi 82 persen.

“Bagaimana masyarakat mau menanam? Bagaimana berinvestasi, kalau semuanya kawasan hutan? Untung saja pengusaha kebun dan tambang ini tidak diperiksa. Kalau diperiksa satu per satu, lumpuh ekonomi,” sergahnya, baru-baru ini.

Hasil penelusuran Kalteng Pos di laman www.dishut.kalteng.go.id, berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang RTRWP, maka dari 15,3 juta wilayah Kalteng diperuntukkan bagi Kawasan Suaka Alam (KSA) seluas 604.957 Ha, Hutan Lindung seluas 391.604 Ha, Hutan Produksi Terbatas 335.571 Ha, Hutan Produksi 896.706 Ha, Hutan Produksi Konversi 258.274 Ha dan APL serta Perairan seluas 629.779 Ha.

Selain itu, juga ada Keputusan Menteri Kehutanan yang menyatakan kalau dari 15,3 juta Ha wilayah hutan Kalteng, 65,54 persen merupakan hutan tetap, dan 16,47 persen hutan produksi yang dapat dikonversi, serta 18,71 persen adalah nonkawasan hutan.

Menurut gubernur, apabila Perda Nomor 5 tahun 2015 betul-betul ditegakkan, maka ekonomi Kalteng bisa lumpuh. Sebab, kawasan yang dulunya hutan Hak Guna Usaha (HGU) akan masuk ke kawasan hutan lindung. “Karena kalau menurut Perda Nomor 5 Tahun 2015 itu, maka ada sekitar 1 juta hektare kawasan perusahaan yang ilegal,” bebernya. (uni/ami/ce/abe)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:08

Pemuda Bertahan Hidup dari Narkoba

SAMPIT-Toniman alias Toni terpaksa menghabiskan sebagian besar masa muda dengan hidup di balik jeruji…

Rabu, 19 September 2018 12:05

Kemenag Terima 206 Formasi CPNS

PALANGKA RAYA-Setelah hampir lima tahun tak ada penerimaan CPNS, tahun ini Kantor Wilayah Kementerian…

Rabu, 19 September 2018 12:03

Sebar Hoax demi Izin Kuliah

PALANGKA RAYA-Seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) harus berhadapan dengan…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Belum Sempat Terima Kado, Kekasih Tewas

PALANGKA RAYA-Kondisi Rani sudah membaik. Sudah bisa diajak berbicara. Meski kesedihan masih dirasakannya.…

Selasa, 18 September 2018 10:02

Ternyata Ini Motif Pembakaran Rumah dan Toko Itu

SAMPIT-Terlambat bagi Alfianur (46) untuk menyesali perbuatan nekatnya membakar toko dan rumah Syahroni.…

Selasa, 18 September 2018 09:57

Polisi Gerebek Pabrik Miras di Kebun Sawit

NANGA BULIK-Polres Lamandau kembali berhasil mengungkap penjualan dan produksi minuman keras (miras)…

Senin, 17 September 2018 10:12

Polres Lamandau Sukses Gagalkan Pengiriman Sabu Senilai Rp400 Juta

Sabu seberat 169,412 atau senilai Rp400 juta lebih hampir saja beredar di Kotawaringin Barat. Polres…

Senin, 17 September 2018 10:01

Begal Modus Rebut Pacar

PALANGKA RAYA- Aksi kejahatan jalanan tak ada habisnya menghiasai Kota Cantik. Setelah pekan lalu menimpa…

Senin, 17 September 2018 09:46

Hadiah Jalan Sehat Terus Bartambah

NANGA BULIK-Hadiah Jalan Sehat Lamandau Sega, Lamandau Juara terus bertambah. Kali ini, giliran Bank…

Senin, 17 September 2018 09:42

Karhutla, 18 Rumah Transmigran Terbakar

KUALA KAPUAS-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari ini berdampak luas. Sebanyak 18 rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .