MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram
Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban
Toni Ardiyanto (14) diduga mengalami gizi buruk. Hal itu mengakibatkan bobot tubuhnya tersisa 9 kilogram, ketika ditemui di kediamannya, kemarin. (KOKO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun, sang buah hati mereka itu tampak tidak ceria seperti remaja seusianya. Bocah malang itu diindikasikan punya tanda-tanda kelainan.

 KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SIANG itu, di sudut beranda sebuah rumah di Jalan Ahmad Yani, Semanggang, Desa Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), seorang ibu menggendong anak remajanya ke luar rumah. Toni Ardiyanto, remaja berusia 14 tahun itu digendongnya. Suyati menggendongnya seperti bayi. Toni tampak sangat kurus. Mengenakan popok dan berbaju kaos panjang, kepala Toni tersandar lemah di bahu sang bunda.

Ia seakan tak mempunyai tulang yang kuat, untuk menopang berat badannya sendiri.

Anak pertama dari tiga saudara itu, awalnya tumbuh normal seperti anak-anak pada umumnya. Seiring berjalannya waktu, terlihat gejala tidak beres pada kesehatan Toni kecil. Sementara, anak seusianya sudah mampu berjalan, berlari, serta berbicara dengan kawan-kawannya. Jangankan berjalan, berdiri pun seolah ia tidak ada kekuatan.

Kondisi itu berlangsung hingga usianya menginjak 13 tahun. Praktis, selama itu Toni hanya bisa berbaring di tempat tidur. Segala kebutuhannya, sang bunda yang melayaninya dengan setia.

“Sejak lahir, anak saya tidak bisa bicara dan berjalan,” ujar Suyati di kediamannya, Jumat (11/5).

Suyatno dan Suyati bukan tidak berupaya melakukan pengobatan. Berbagai pengobatan baik secara medis maupun pengobatan alternatif sudah dicoba. Tapi, tidak ada perubahan pada kondisi Toni. Bahkan pada 2017, Toni sempat dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Tidak kunjung sembuhnya Toni, memunculkan banyak spekulasi terhadap penyakit yang dideritanya, mulai dari indikasi dan dugaan gizi buruk hingga akibat terminumnya air ketuban saat persalinan.

Walau pertumbuhannya mengalami kelainan, kondisi tubuh Toni hingga berusia 13 tahun tidak seperti saat ini. Ia tetap gemuk. Namun, satu tahun terakhir, Toni sering sesak napas. Menurut Suyati, berdasar diagnosis dokter di RSSI, Toni menderita infeksi paru-paru, sehingga berat tubuhnya terus menyusut hingga 9 kilogram.

Hingga mempunyai anak ketiga, Suyati terus berupaya memberikan pengobatan kepada anaknya. Materi keluarganya pun tak mampu lagi mendukung pengobatan. Sementara, suaminya hanya menjadi sopir di salah satu Perusahaan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit. Bahkan, untuk membayar biaya rumah sakit, ia rela berutang sana-sini.

“Dari pihak pemerintah belum ada perhatian, baik dari Dinsos atau pun Dinas Kesehatan. Bahkan untuk mendapatkan BPJS, ia mendaftar dan memilih kelas III dengan iuran Rp25 ribu per bulan,” ungkapnya.

Sulitnya kehidupan ekonomi mereka berdampak pada anak-anaknya yang lain. Sementara ini, anak kedua mereka terpaksa dititipkan kepada keponakannya.

“Terpaksa saya titipkan. Anak saya yang kedua usianya 3 tahun, dan yang paling kecil usianya 20 bulan,” kata Suyati.

Saat dikonfirmasi, pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mengakui, bahwa pada 2017, Toni Ardiyanto pernah opname di Ruang Lanan. Saat itu, Toni didiagnosis menderita cerebral palsu atau keadaan di mana terjadi kerusakan otak yang kekal dan progresif, yang terjadi pada waktu masih muda (sejak lahir), sehingga merintangi perkembangan otak normal dengan gambaran klinis. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya kelainan dalam sikap dan pergerakan, disertai kelainan neurologis berupa kelumpuhan spastis. (*/ce)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .