MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram
Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban
Toni Ardiyanto (14) diduga mengalami gizi buruk. Hal itu mengakibatkan bobot tubuhnya tersisa 9 kilogram, ketika ditemui di kediamannya, kemarin. (KOKO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun, sang buah hati mereka itu tampak tidak ceria seperti remaja seusianya. Bocah malang itu diindikasikan punya tanda-tanda kelainan.

 KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SIANG itu, di sudut beranda sebuah rumah di Jalan Ahmad Yani, Semanggang, Desa Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), seorang ibu menggendong anak remajanya ke luar rumah. Toni Ardiyanto, remaja berusia 14 tahun itu digendongnya. Suyati menggendongnya seperti bayi. Toni tampak sangat kurus. Mengenakan popok dan berbaju kaos panjang, kepala Toni tersandar lemah di bahu sang bunda.

Ia seakan tak mempunyai tulang yang kuat, untuk menopang berat badannya sendiri.

Anak pertama dari tiga saudara itu, awalnya tumbuh normal seperti anak-anak pada umumnya. Seiring berjalannya waktu, terlihat gejala tidak beres pada kesehatan Toni kecil. Sementara, anak seusianya sudah mampu berjalan, berlari, serta berbicara dengan kawan-kawannya. Jangankan berjalan, berdiri pun seolah ia tidak ada kekuatan.

Kondisi itu berlangsung hingga usianya menginjak 13 tahun. Praktis, selama itu Toni hanya bisa berbaring di tempat tidur. Segala kebutuhannya, sang bunda yang melayaninya dengan setia.

“Sejak lahir, anak saya tidak bisa bicara dan berjalan,” ujar Suyati di kediamannya, Jumat (11/5).

Suyatno dan Suyati bukan tidak berupaya melakukan pengobatan. Berbagai pengobatan baik secara medis maupun pengobatan alternatif sudah dicoba. Tapi, tidak ada perubahan pada kondisi Toni. Bahkan pada 2017, Toni sempat dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Tidak kunjung sembuhnya Toni, memunculkan banyak spekulasi terhadap penyakit yang dideritanya, mulai dari indikasi dan dugaan gizi buruk hingga akibat terminumnya air ketuban saat persalinan.

Walau pertumbuhannya mengalami kelainan, kondisi tubuh Toni hingga berusia 13 tahun tidak seperti saat ini. Ia tetap gemuk. Namun, satu tahun terakhir, Toni sering sesak napas. Menurut Suyati, berdasar diagnosis dokter di RSSI, Toni menderita infeksi paru-paru, sehingga berat tubuhnya terus menyusut hingga 9 kilogram.

Hingga mempunyai anak ketiga, Suyati terus berupaya memberikan pengobatan kepada anaknya. Materi keluarganya pun tak mampu lagi mendukung pengobatan. Sementara, suaminya hanya menjadi sopir di salah satu Perusahaan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit. Bahkan, untuk membayar biaya rumah sakit, ia rela berutang sana-sini.

“Dari pihak pemerintah belum ada perhatian, baik dari Dinsos atau pun Dinas Kesehatan. Bahkan untuk mendapatkan BPJS, ia mendaftar dan memilih kelas III dengan iuran Rp25 ribu per bulan,” ungkapnya.

Sulitnya kehidupan ekonomi mereka berdampak pada anak-anaknya yang lain. Sementara ini, anak kedua mereka terpaksa dititipkan kepada keponakannya.

“Terpaksa saya titipkan. Anak saya yang kedua usianya 3 tahun, dan yang paling kecil usianya 20 bulan,” kata Suyati.

Saat dikonfirmasi, pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mengakui, bahwa pada 2017, Toni Ardiyanto pernah opname di Ruang Lanan. Saat itu, Toni didiagnosis menderita cerebral palsu atau keadaan di mana terjadi kerusakan otak yang kekal dan progresif, yang terjadi pada waktu masih muda (sejak lahir), sehingga merintangi perkembangan otak normal dengan gambaran klinis. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya kelainan dalam sikap dan pergerakan, disertai kelainan neurologis berupa kelumpuhan spastis. (*/ce)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .