MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun
Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer
Puluhan kendaraan roda empat terjebak antrean panjang, akibat jalan rusak di ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam Km 30, tepatnya di tikungan sebelum Jembatan Masyurian, Kecamatan Kolam, Kobar, beberapa hari lalu. (KOKO SULISTYO / KALTENG POS)

PROKAL.CO, Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih mematikannya untuk menghemat bahan bakar. Hampir 4 jam menunggu. Bahkan, di antaranya ada lebih dari 5 jam.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

HUJAN deras mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akhir-akhir ini, membuat jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) semakin sulit dilalui kendaraan roda empat. Titik terparah ada di Km 30, sebelum jembatan pile slab Masyurian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kobar.

Seperti yang terjadi Kamis (29/3). Puluhan kendaraan baik dari dan akan menuju Kota Pangkalan Bun, terjebak di jalan rusak tersebut. Ban mobil mereka amblas dan menyebabkan puluhan kendaraan terjebak antrean panjang.

Puluhan kendaraan itu terpaksa menunggu berjam-jam. Bahkan ada yang hinga 5 sampai 6 jam, belum juga bisa melanjutkan perjalanan. Padahal, dengan waktu selama itu, jika diambil rata-rata kecepatan 70-80 km/jam saja, semestinya kendaraan-kendaraan itu telah mampu menempuh jarak paling sedikit 250 hingga 300 kilometer.

Warga mengeluhkan kondisi jalan Kolam yang tak kunjung membaik. Padahal, anggaran yang dikucurkan untuk jalan lintas kabupaten dan provinsi itu, baik dari APBD Kobar dan APBD Provinsi Kalteng, sudah tidak terhitung jumlahnya. Bukan hanya materi yang begitu besar sudah dihabiskan, tetapi kualitas jalan yang buruk mengakibatkan banyak korban kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut.

Muhammad Mirza, warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kobar yang terjebak kemacetan itu, kepada Kalteng Pos mengungkapkan, bahwa antrean panjang ini sudah terjadi sejak pagi hari. Antrean disebabkan jalan di tikungan sebelum jembatan pile slab (fly over) rusak, yang mengakibatkan kendaraan banyak yang mengalami amblas roda.

Padahal jalan yang rusak itu tak begitu panjang. Hanya sekitar 10 meter. Tetapi karena berlumpur dan dalam, mengakibatkan banyak kendaraan yang terjebak.

“Tidak panjang rusaknya, hanya sekitar 10 meter saja. Tetapi berlumpur dan dalam, jadi sulit dilalui. Sehingga ketika ada mobil amblas, kendaraan di belakangnya terpaksa mengantre," ungkapnya.

Mirza, yang berprofesi sebagai sopir travel mengungkapkan, akibat antrean panjang ini, pihaknya merasa dirugikan dari segi waktu dan biaya. Menurutnya, akibat jalan licin waktu tempuh menjadi molor, karena saat berpapasan dengan kendaraan lain, salah satu mobil harus berhenti, lantaran kesulitan mengendalikan laju mobil.

Hal senada juga disampaikan Agung, warga  Kecamatan Kolam. Ia mengungkapkan, beberapa kali ia terjatuh dari kendaraan roda dua, akibat jalan licin usai diguyur hujan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat cuaca panas, yang mana jalan masih terbilang lumayan nyaman dilewati.“Tapi secara keseluruhan jalan ini sudah mengalami kemajuan dibanding sebelumnya," pungkasnya. (*/ce)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .