MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun
Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer
Puluhan kendaraan roda empat terjebak antrean panjang, akibat jalan rusak di ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam Km 30, tepatnya di tikungan sebelum Jembatan Masyurian, Kecamatan Kolam, Kobar, beberapa hari lalu. (KOKO SULISTYO / KALTENG POS)

PROKAL.CO, Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih mematikannya untuk menghemat bahan bakar. Hampir 4 jam menunggu. Bahkan, di antaranya ada lebih dari 5 jam.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

HUJAN deras mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akhir-akhir ini, membuat jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) semakin sulit dilalui kendaraan roda empat. Titik terparah ada di Km 30, sebelum jembatan pile slab Masyurian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kobar.

Seperti yang terjadi Kamis (29/3). Puluhan kendaraan baik dari dan akan menuju Kota Pangkalan Bun, terjebak di jalan rusak tersebut. Ban mobil mereka amblas dan menyebabkan puluhan kendaraan terjebak antrean panjang.

Puluhan kendaraan itu terpaksa menunggu berjam-jam. Bahkan ada yang hinga 5 sampai 6 jam, belum juga bisa melanjutkan perjalanan. Padahal, dengan waktu selama itu, jika diambil rata-rata kecepatan 70-80 km/jam saja, semestinya kendaraan-kendaraan itu telah mampu menempuh jarak paling sedikit 250 hingga 300 kilometer.

Warga mengeluhkan kondisi jalan Kolam yang tak kunjung membaik. Padahal, anggaran yang dikucurkan untuk jalan lintas kabupaten dan provinsi itu, baik dari APBD Kobar dan APBD Provinsi Kalteng, sudah tidak terhitung jumlahnya. Bukan hanya materi yang begitu besar sudah dihabiskan, tetapi kualitas jalan yang buruk mengakibatkan banyak korban kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut.

Muhammad Mirza, warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kobar yang terjebak kemacetan itu, kepada Kalteng Pos mengungkapkan, bahwa antrean panjang ini sudah terjadi sejak pagi hari. Antrean disebabkan jalan di tikungan sebelum jembatan pile slab (fly over) rusak, yang mengakibatkan kendaraan banyak yang mengalami amblas roda.

Padahal jalan yang rusak itu tak begitu panjang. Hanya sekitar 10 meter. Tetapi karena berlumpur dan dalam, mengakibatkan banyak kendaraan yang terjebak.

“Tidak panjang rusaknya, hanya sekitar 10 meter saja. Tetapi berlumpur dan dalam, jadi sulit dilalui. Sehingga ketika ada mobil amblas, kendaraan di belakangnya terpaksa mengantre," ungkapnya.

Mirza, yang berprofesi sebagai sopir travel mengungkapkan, akibat antrean panjang ini, pihaknya merasa dirugikan dari segi waktu dan biaya. Menurutnya, akibat jalan licin waktu tempuh menjadi molor, karena saat berpapasan dengan kendaraan lain, salah satu mobil harus berhenti, lantaran kesulitan mengendalikan laju mobil.

Hal senada juga disampaikan Agung, warga  Kecamatan Kolam. Ia mengungkapkan, beberapa kali ia terjatuh dari kendaraan roda dua, akibat jalan licin usai diguyur hujan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat cuaca panas, yang mana jalan masih terbilang lumayan nyaman dilewati.“Tapi secara keseluruhan jalan ini sudah mengalami kemajuan dibanding sebelumnya," pungkasnya. (*/ce)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .