MANAGED BY:
JUMAT
20 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun
Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer
Puluhan kendaraan roda empat terjebak antrean panjang, akibat jalan rusak di ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam Km 30, tepatnya di tikungan sebelum Jembatan Masyurian, Kecamatan Kolam, Kobar, beberapa hari lalu. (KOKO SULISTYO / KALTENG POS)

PROKAL.CO, Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih mematikannya untuk menghemat bahan bakar. Hampir 4 jam menunggu. Bahkan, di antaranya ada lebih dari 5 jam.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

HUJAN deras mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akhir-akhir ini, membuat jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) semakin sulit dilalui kendaraan roda empat. Titik terparah ada di Km 30, sebelum jembatan pile slab Masyurian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kobar.

Seperti yang terjadi Kamis (29/3). Puluhan kendaraan baik dari dan akan menuju Kota Pangkalan Bun, terjebak di jalan rusak tersebut. Ban mobil mereka amblas dan menyebabkan puluhan kendaraan terjebak antrean panjang.

Puluhan kendaraan itu terpaksa menunggu berjam-jam. Bahkan ada yang hinga 5 sampai 6 jam, belum juga bisa melanjutkan perjalanan. Padahal, dengan waktu selama itu, jika diambil rata-rata kecepatan 70-80 km/jam saja, semestinya kendaraan-kendaraan itu telah mampu menempuh jarak paling sedikit 250 hingga 300 kilometer.

Warga mengeluhkan kondisi jalan Kolam yang tak kunjung membaik. Padahal, anggaran yang dikucurkan untuk jalan lintas kabupaten dan provinsi itu, baik dari APBD Kobar dan APBD Provinsi Kalteng, sudah tidak terhitung jumlahnya. Bukan hanya materi yang begitu besar sudah dihabiskan, tetapi kualitas jalan yang buruk mengakibatkan banyak korban kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut.

Muhammad Mirza, warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kobar yang terjebak kemacetan itu, kepada Kalteng Pos mengungkapkan, bahwa antrean panjang ini sudah terjadi sejak pagi hari. Antrean disebabkan jalan di tikungan sebelum jembatan pile slab (fly over) rusak, yang mengakibatkan kendaraan banyak yang mengalami amblas roda.

Padahal jalan yang rusak itu tak begitu panjang. Hanya sekitar 10 meter. Tetapi karena berlumpur dan dalam, mengakibatkan banyak kendaraan yang terjebak.

“Tidak panjang rusaknya, hanya sekitar 10 meter saja. Tetapi berlumpur dan dalam, jadi sulit dilalui. Sehingga ketika ada mobil amblas, kendaraan di belakangnya terpaksa mengantre," ungkapnya.

Mirza, yang berprofesi sebagai sopir travel mengungkapkan, akibat antrean panjang ini, pihaknya merasa dirugikan dari segi waktu dan biaya. Menurutnya, akibat jalan licin waktu tempuh menjadi molor, karena saat berpapasan dengan kendaraan lain, salah satu mobil harus berhenti, lantaran kesulitan mengendalikan laju mobil.

Hal senada juga disampaikan Agung, warga  Kecamatan Kolam. Ia mengungkapkan, beberapa kali ia terjatuh dari kendaraan roda dua, akibat jalan licin usai diguyur hujan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat cuaca panas, yang mana jalan masih terbilang lumayan nyaman dilewati.“Tapi secara keseluruhan jalan ini sudah mengalami kemajuan dibanding sebelumnya," pungkasnya. (*/ce)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…

Selasa, 06 Maret 2018 09:53
Ketika Bupati Lamandau Ir Marukan Membuka Usaha Pengolahan Pupuk (1)

Solusi Agar Petani Tidak Tergantung dengan Pupuk Kimia

Tidak terasa, kepemimpinan Bupati Lamandau Ir Marukan akan berakhir, selama dua periode memimpin di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .