MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun
Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer
Puluhan kendaraan roda empat terjebak antrean panjang, akibat jalan rusak di ruas jalan Pangkalan Bun-Kolam Km 30, tepatnya di tikungan sebelum Jembatan Masyurian, Kecamatan Kolam, Kobar, beberapa hari lalu. (KOKO SULISTYO / KALTENG POS)

PROKAL.CO, Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih mematikannya untuk menghemat bahan bakar. Hampir 4 jam menunggu. Bahkan, di antaranya ada lebih dari 5 jam.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

HUJAN deras mengguyur wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akhir-akhir ini, membuat jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) semakin sulit dilalui kendaraan roda empat. Titik terparah ada di Km 30, sebelum jembatan pile slab Masyurian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kobar.

Seperti yang terjadi Kamis (29/3). Puluhan kendaraan baik dari dan akan menuju Kota Pangkalan Bun, terjebak di jalan rusak tersebut. Ban mobil mereka amblas dan menyebabkan puluhan kendaraan terjebak antrean panjang.

Puluhan kendaraan itu terpaksa menunggu berjam-jam. Bahkan ada yang hinga 5 sampai 6 jam, belum juga bisa melanjutkan perjalanan. Padahal, dengan waktu selama itu, jika diambil rata-rata kecepatan 70-80 km/jam saja, semestinya kendaraan-kendaraan itu telah mampu menempuh jarak paling sedikit 250 hingga 300 kilometer.

Warga mengeluhkan kondisi jalan Kolam yang tak kunjung membaik. Padahal, anggaran yang dikucurkan untuk jalan lintas kabupaten dan provinsi itu, baik dari APBD Kobar dan APBD Provinsi Kalteng, sudah tidak terhitung jumlahnya. Bukan hanya materi yang begitu besar sudah dihabiskan, tetapi kualitas jalan yang buruk mengakibatkan banyak korban kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut.

Muhammad Mirza, warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kobar yang terjebak kemacetan itu, kepada Kalteng Pos mengungkapkan, bahwa antrean panjang ini sudah terjadi sejak pagi hari. Antrean disebabkan jalan di tikungan sebelum jembatan pile slab (fly over) rusak, yang mengakibatkan kendaraan banyak yang mengalami amblas roda.

Padahal jalan yang rusak itu tak begitu panjang. Hanya sekitar 10 meter. Tetapi karena berlumpur dan dalam, mengakibatkan banyak kendaraan yang terjebak.

“Tidak panjang rusaknya, hanya sekitar 10 meter saja. Tetapi berlumpur dan dalam, jadi sulit dilalui. Sehingga ketika ada mobil amblas, kendaraan di belakangnya terpaksa mengantre," ungkapnya.

Mirza, yang berprofesi sebagai sopir travel mengungkapkan, akibat antrean panjang ini, pihaknya merasa dirugikan dari segi waktu dan biaya. Menurutnya, akibat jalan licin waktu tempuh menjadi molor, karena saat berpapasan dengan kendaraan lain, salah satu mobil harus berhenti, lantaran kesulitan mengendalikan laju mobil.

Hal senada juga disampaikan Agung, warga  Kecamatan Kolam. Ia mengungkapkan, beberapa kali ia terjatuh dari kendaraan roda dua, akibat jalan licin usai diguyur hujan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat cuaca panas, yang mana jalan masih terbilang lumayan nyaman dilewati.“Tapi secara keseluruhan jalan ini sudah mengalami kemajuan dibanding sebelumnya," pungkasnya. (*/ce)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .