MANAGED BY:
SELASA
24 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 30 Maret 2018 10:29
WASPADA....! Sarden Bercacing Beredar di Kalteng
Petugas tim gabungan memeriksa makarel yang ada di salah satu swalayan di Sampit, Kamis (29/3). (BAHTIAR/KALENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Bagi penggemar makanan kaleng, mulai sekarang tampaknya harus lebih berhati-hati. Pasalnya, dari hasil penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, ditemukan sejumlah kemasan ikan sarden maupun makarel kaleng mengandung parasit cacing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM RI, ada 27 ikan kaleng jenis makarel baik produk lokal maupun luar negeri mengandung parasit. Dari penelusuran Kalteng Pos, ikan kaleng berparasit cacing dirilis BPOM RI tersebut, ternyata beredar di Kalteng. Makanan kaleng berparasit tersebut masih dijual bebas oleh pedagang kecil, pasar tradisional dan pasar modern di Palangka Raya dan Sampit.

Dari informasi dihimpun, bahaya mengonsumsi parasit cacing ini, dapat menyebabkan infeksi pada saluran usus, yang bisa menyebabkan perut nyeri, mual dan muntah.

Bagi anak-anak yang mengonsumsi ikan kaleng mengandung parasit cacing ini, dapat diamati dari kondisi tubuhnya. Bagian perut terlihat buncit, sedangkan bagian tubuh lain terlihat kurus. Jenis ikan kaleng yang mengandung parasit cacing ini adalah makarel atau mackerel.

Dilansir dari https://kbbi.kemdikbud.go.id, sarden (sardencis) berarti ikan laut dari suku haring yang biasanya dikalengkan. Sedangkan makerel, berarti ikan yang bentuknya panjang dan langsing, punggung kehitam-hitaman dan perutnya bersinar keperak-perakan, mengandung banyak zat lemak, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Atlantik Utara. Tenggiri besar (Scomberomorus Scombrus).

Menanggapi hasil temuan BPOM RI, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya merespons dan menerjunkan tim ke lapangan, khususnya ke toko-toko besar di Palangka Raya dan Sampit.

“Tim sudah turun ke lapangan,” ujar Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati, Kamis (29/3).

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menarik produk makanan kaleng yang berbahaya tersebut bila ditemukan. Bahkan, BPOM Palangka Raya juga mengawasi pendistribusian makanan kaleng berbahaya itu, agar tidak beredar luas di masyarakat.

“Kami akan pantau distributor makanan kaleng tersebut. Bila ditemukan, akan kami lakukan upaya pencegahan agar tidak dijual,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, saat timnya turun ke Sampit, ditemukan juga produk ikan kalengan tersebut beredar di pasaran.

“Untuk ketiga produk impor itu, sampai saat ini tidak ditemukan. Nah ini yang ditemukan produk lokal yang di luar dari tiga produk impor tersebut. Jadi dari pihak industri dijelaskan kepada BPOM, untuk memberhentikan dan menarik seluruh produk yang sudah diedar di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, sarden maupun makerel kalengan disita dari pasaran untuk dimusnahkan.

Selain itu, ia menegaskan, masyarakat harus pintar memilih makanan kemasan khususnya kaleng. Seandainya kaleng ada lubang atau mungkin mengembung, tidak usah dibeli. Karena ia meyakini hal itu menjadi tempat masuk parasit.

“Kalau produk kemasan mengandung cacing, otomatis untuk dikonsumsikan sudah tidak layak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Kotim Bambang Supiansyah yang juga bergabung dalam tim menuturkan, pihaknya sudah memeriksa sekitar 20 tempat swalayan. “Swalayan yang kami datangi ada sekitar 20, termasuk Indomaret kami kunjungi. Tadi kami turun lapangan dan kami dibagi dalam tiga tim. Pertama kami menemukan produk lokal naraya sembilan kaleng. Sudah dibuat berita acaranya dan dikemas. Selanjutnya akan dikirim ke distributornya,” ujarnya sembari mengungkapkan, pihaknya menemukan puluhan makerel. (hni/ais/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 03 Juli 2018 12:01

Uang Pemda yang Disimpan di BTN Raib, Mantan Bupati Katingan Tersangka

erjalanan hidup mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie menarik untuk diikuti. Pernah menghiasai media…

Minggu, 01 Juli 2018 12:42

Dua TPS Gelar Pemungutan Suara Ulang

PALANGKA RAYA - Sesuai rekomendasi Panwaslu, dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Palangka…

Sabtu, 30 Juni 2018 20:53

Proyek Miliaran Rupiah Mangkrak

Taman dan pusat kuliner Tunggal Sanggomang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mangkrak. Hingga kini…

Rabu, 13 Juni 2018 23:05

Sudah 17 Ribu Lebih Pemudik Lewat Kumai

Sementara itu, pada H-4, ribuan penumpang membanjiri kawasan Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten…

Senin, 11 Juni 2018 19:18

Berani Tempeleng Amien Rais, Sigit Mengaku Hanya Guyon

PALANGKA RAYA–Setelah komentarnya di media sosial facebook, Minggu (10/6) siang mendapat tanggapan…

Senin, 11 Juni 2018 18:37

Ancam Amien Rais, BMPAN Kalteng Laporkan Sigit ke Polisi

PALANGKA RAYA – Puluhan anggota Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BMPAN), Senin (11/6) siang…

Minggu, 03 Juni 2018 00:44

PARAH..!! Rusuh di PT IMK Sudah Dua Kali, Ini Kerugian yang Dihasilkan

PURUK CAHU-Bentrokan antara warga dan perusahaan serta aparat keamanan di PT Indo Muro Kencana (IMK)…

Minggu, 03 Juni 2018 00:12

Rusuh di PT IMK, Kabag Ops Polres Mura dan Tiga Balita Terluka

PURUK CAHU - Bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga di kawasan PT Indo Muro Kencana…

Sabtu, 02 Juni 2018 23:53

PT IMK Mencekam, Warga Vs Aparat Keamanan Bentrok

PURUK CAHU–Memanasnya suasana di antara warga dan PT Indo Muro Kencana (IMK), di Kabupaten Murung …

Sabtu, 12 Mei 2018 10:42

NU Batara Dukung Pilkada Damai

PALANGKA RAYA-Peredaran berita bohong atau hoax dan isu-isu berbau SARA, menjadi perhatian semua pihak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .