MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 30 Maret 2018 10:29
WASPADA....! Sarden Bercacing Beredar di Kalteng
Petugas tim gabungan memeriksa makarel yang ada di salah satu swalayan di Sampit, Kamis (29/3). (BAHTIAR/KALENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Bagi penggemar makanan kaleng, mulai sekarang tampaknya harus lebih berhati-hati. Pasalnya, dari hasil penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, ditemukan sejumlah kemasan ikan sarden maupun makarel kaleng mengandung parasit cacing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM RI, ada 27 ikan kaleng jenis makarel baik produk lokal maupun luar negeri mengandung parasit. Dari penelusuran Kalteng Pos, ikan kaleng berparasit cacing dirilis BPOM RI tersebut, ternyata beredar di Kalteng. Makanan kaleng berparasit tersebut masih dijual bebas oleh pedagang kecil, pasar tradisional dan pasar modern di Palangka Raya dan Sampit.

Dari informasi dihimpun, bahaya mengonsumsi parasit cacing ini, dapat menyebabkan infeksi pada saluran usus, yang bisa menyebabkan perut nyeri, mual dan muntah.

Bagi anak-anak yang mengonsumsi ikan kaleng mengandung parasit cacing ini, dapat diamati dari kondisi tubuhnya. Bagian perut terlihat buncit, sedangkan bagian tubuh lain terlihat kurus. Jenis ikan kaleng yang mengandung parasit cacing ini adalah makarel atau mackerel.

Dilansir dari https://kbbi.kemdikbud.go.id, sarden (sardencis) berarti ikan laut dari suku haring yang biasanya dikalengkan. Sedangkan makerel, berarti ikan yang bentuknya panjang dan langsing, punggung kehitam-hitaman dan perutnya bersinar keperak-perakan, mengandung banyak zat lemak, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Atlantik Utara. Tenggiri besar (Scomberomorus Scombrus).

Menanggapi hasil temuan BPOM RI, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya merespons dan menerjunkan tim ke lapangan, khususnya ke toko-toko besar di Palangka Raya dan Sampit.

“Tim sudah turun ke lapangan,” ujar Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati, Kamis (29/3).

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menarik produk makanan kaleng yang berbahaya tersebut bila ditemukan. Bahkan, BPOM Palangka Raya juga mengawasi pendistribusian makanan kaleng berbahaya itu, agar tidak beredar luas di masyarakat.

“Kami akan pantau distributor makanan kaleng tersebut. Bila ditemukan, akan kami lakukan upaya pencegahan agar tidak dijual,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, saat timnya turun ke Sampit, ditemukan juga produk ikan kalengan tersebut beredar di pasaran.

“Untuk ketiga produk impor itu, sampai saat ini tidak ditemukan. Nah ini yang ditemukan produk lokal yang di luar dari tiga produk impor tersebut. Jadi dari pihak industri dijelaskan kepada BPOM, untuk memberhentikan dan menarik seluruh produk yang sudah diedar di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, sarden maupun makerel kalengan disita dari pasaran untuk dimusnahkan.

Selain itu, ia menegaskan, masyarakat harus pintar memilih makanan kemasan khususnya kaleng. Seandainya kaleng ada lubang atau mungkin mengembung, tidak usah dibeli. Karena ia meyakini hal itu menjadi tempat masuk parasit.

“Kalau produk kemasan mengandung cacing, otomatis untuk dikonsumsikan sudah tidak layak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Kotim Bambang Supiansyah yang juga bergabung dalam tim menuturkan, pihaknya sudah memeriksa sekitar 20 tempat swalayan. “Swalayan yang kami datangi ada sekitar 20, termasuk Indomaret kami kunjungi. Tadi kami turun lapangan dan kami dibagi dalam tiga tim. Pertama kami menemukan produk lokal naraya sembilan kaleng. Sudah dibuat berita acaranya dan dikemas. Selanjutnya akan dikirim ke distributornya,” ujarnya sembari mengungkapkan, pihaknya menemukan puluhan makerel. (hni/ais/ce/abe)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:04

Mantan Istri Yantenglie Diperiksa Tujuh Jam

WAKIL Ketua DPRD Katingan Endang Susilawatie dimintai keterangan terkait hilangnya kas daerah semasa…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:02

JANGAN MACAM-MACAM..!! ASN Tidak Netral Bisa Dipidana, Sanksi Penjara Dua Tahun

PALANGKA RAYA-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalteng Satriadi dengan tegas mengatakan, Aparatur…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:02

INGAT..!! Jangan Sampai Kehilangan Hak Pilih

PALANGKA RAYA-Daftar pemilih sudah seharusnya tanpa kesalahan. Sebab, siapa saja berhak memilih dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:01

Pencuri Uang Amal Masjid Ditangkap Polantas

PALANGKA RAYA- Terhenti sudah pelarian pencuri uang yang ada di kotak amal masjid, yang terjadi beberapa…

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45

Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan

PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:30

Bandar Narkoba Bersenjata Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA- Peredaran gelar narkotika di wilayah Kalteng, seakan tidak ada habisnya. Padahal pihak…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:18

Menteri PPPA Minta Awasi Mafia Perdagangan Manusia

PALANGKA RAYA-Masih terjadinya kasus tindak pidana perdagangan manusia, menjadi bukti selama ini belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .