MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 30 Maret 2018 10:29
WASPADA....! Sarden Bercacing Beredar di Kalteng
Petugas tim gabungan memeriksa makarel yang ada di salah satu swalayan di Sampit, Kamis (29/3). (BAHTIAR/KALENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Bagi penggemar makanan kaleng, mulai sekarang tampaknya harus lebih berhati-hati. Pasalnya, dari hasil penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, ditemukan sejumlah kemasan ikan sarden maupun makarel kaleng mengandung parasit cacing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM RI, ada 27 ikan kaleng jenis makarel baik produk lokal maupun luar negeri mengandung parasit. Dari penelusuran Kalteng Pos, ikan kaleng berparasit cacing dirilis BPOM RI tersebut, ternyata beredar di Kalteng. Makanan kaleng berparasit tersebut masih dijual bebas oleh pedagang kecil, pasar tradisional dan pasar modern di Palangka Raya dan Sampit.

Dari informasi dihimpun, bahaya mengonsumsi parasit cacing ini, dapat menyebabkan infeksi pada saluran usus, yang bisa menyebabkan perut nyeri, mual dan muntah.

Bagi anak-anak yang mengonsumsi ikan kaleng mengandung parasit cacing ini, dapat diamati dari kondisi tubuhnya. Bagian perut terlihat buncit, sedangkan bagian tubuh lain terlihat kurus. Jenis ikan kaleng yang mengandung parasit cacing ini adalah makarel atau mackerel.

Dilansir dari https://kbbi.kemdikbud.go.id, sarden (sardencis) berarti ikan laut dari suku haring yang biasanya dikalengkan. Sedangkan makerel, berarti ikan yang bentuknya panjang dan langsing, punggung kehitam-hitaman dan perutnya bersinar keperak-perakan, mengandung banyak zat lemak, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Atlantik Utara. Tenggiri besar (Scomberomorus Scombrus).

Menanggapi hasil temuan BPOM RI, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya merespons dan menerjunkan tim ke lapangan, khususnya ke toko-toko besar di Palangka Raya dan Sampit.

“Tim sudah turun ke lapangan,” ujar Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati, Kamis (29/3).

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menarik produk makanan kaleng yang berbahaya tersebut bila ditemukan. Bahkan, BPOM Palangka Raya juga mengawasi pendistribusian makanan kaleng berbahaya itu, agar tidak beredar luas di masyarakat.

“Kami akan pantau distributor makanan kaleng tersebut. Bila ditemukan, akan kami lakukan upaya pencegahan agar tidak dijual,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, saat timnya turun ke Sampit, ditemukan juga produk ikan kalengan tersebut beredar di pasaran.

“Untuk ketiga produk impor itu, sampai saat ini tidak ditemukan. Nah ini yang ditemukan produk lokal yang di luar dari tiga produk impor tersebut. Jadi dari pihak industri dijelaskan kepada BPOM, untuk memberhentikan dan menarik seluruh produk yang sudah diedar di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, sarden maupun makerel kalengan disita dari pasaran untuk dimusnahkan.

Selain itu, ia menegaskan, masyarakat harus pintar memilih makanan kemasan khususnya kaleng. Seandainya kaleng ada lubang atau mungkin mengembung, tidak usah dibeli. Karena ia meyakini hal itu menjadi tempat masuk parasit.

“Kalau produk kemasan mengandung cacing, otomatis untuk dikonsumsikan sudah tidak layak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Kotim Bambang Supiansyah yang juga bergabung dalam tim menuturkan, pihaknya sudah memeriksa sekitar 20 tempat swalayan. “Swalayan yang kami datangi ada sekitar 20, termasuk Indomaret kami kunjungi. Tadi kami turun lapangan dan kami dibagi dalam tiga tim. Pertama kami menemukan produk lokal naraya sembilan kaleng. Sudah dibuat berita acaranya dan dikemas. Selanjutnya akan dikirim ke distributornya,” ujarnya sembari mengungkapkan, pihaknya menemukan puluhan makerel. (hni/ais/ce/abe)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 09:50

JEDERRRR..!! Asik Berteduh saat Mancing, Tiga Orang Tewas

KUALA PEMBUANG- Hujan yang terjadi beberapa hari ini diwilayah Kuala…

Minggu, 20 Januari 2019 09:48

Wanita Terberat di Kalteng Sudah Bisa Telentang

Titi Wati (37) perempuan yang memiliki berat badan 220 kg…

Minggu, 20 Januari 2019 09:45

Titi Wati Obesitas Bukan karena Kebanyakan Minum Es, Tapi Karena...

 Kasus obesitas yang dialami Titi Wati, 37, wanita tergemuk di…

Kamis, 17 Januari 2019 11:24

7 Februari 2019, Bandara Baru se-Indonesia Diresmikan di Bandara Tjilik Riwut

TERMINAL baru Bandara Tjilik Riwut (PKY) segera diresmikan. Menariknya, Sekda…

Kamis, 17 Januari 2019 11:22

MANTULL...!!! Obat Tradisional Kalteng Berlabel BPOM

PALANGKA RAYA-Kabar gembira kembali diterima masyarakat yang mengelola sumber daya…

Kamis, 17 Januari 2019 11:21

Karena Hal Memalukan Ini, PNS Pensiun tanpa Pensiunan

PALANGKA RAYA-Sejumlah oknum aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kasus…

Kamis, 17 Januari 2019 11:19

Pemberhentian Sekda Palangkaraya Menunggu Ini

MENYUSUL kebijakan pemerintah pusat dan instruksi memberhentikan sekda Kota Palangka…

Kamis, 17 Januari 2019 11:17

Gara-Gara Ini, Anggota Satpol PP Nyaris Digebuki warga

PALANGKA RAYA-Anggota Satpol PP Kota Palangka Raya nyaris adu jotos…

Kamis, 10 Januari 2019 10:40
Skandal Pernikahan Anggota DPRD Kalteng

Nikah dengan Suami Orang, Istri Sudah Lapor ke Polisi

PALANGKA RAYA-Kabar kurang sedap berembus terkait Anggota Dewan Perwakilan Rakyat…

Kamis, 10 Januari 2019 10:35

Partai Bilang, Mustahil Kampanye Gratis

PALANGKA RAYA- Waktu kampanye masih panjang. KPU Kalteng sudah memfasilitasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*