MANAGED BY:
JUMAT
20 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 30 Maret 2018 10:29
WASPADA....! Sarden Bercacing Beredar di Kalteng
Petugas tim gabungan memeriksa makarel yang ada di salah satu swalayan di Sampit, Kamis (29/3). (BAHTIAR/KALENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Bagi penggemar makanan kaleng, mulai sekarang tampaknya harus lebih berhati-hati. Pasalnya, dari hasil penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, ditemukan sejumlah kemasan ikan sarden maupun makarel kaleng mengandung parasit cacing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM RI, ada 27 ikan kaleng jenis makarel baik produk lokal maupun luar negeri mengandung parasit. Dari penelusuran Kalteng Pos, ikan kaleng berparasit cacing dirilis BPOM RI tersebut, ternyata beredar di Kalteng. Makanan kaleng berparasit tersebut masih dijual bebas oleh pedagang kecil, pasar tradisional dan pasar modern di Palangka Raya dan Sampit.

Dari informasi dihimpun, bahaya mengonsumsi parasit cacing ini, dapat menyebabkan infeksi pada saluran usus, yang bisa menyebabkan perut nyeri, mual dan muntah.

Bagi anak-anak yang mengonsumsi ikan kaleng mengandung parasit cacing ini, dapat diamati dari kondisi tubuhnya. Bagian perut terlihat buncit, sedangkan bagian tubuh lain terlihat kurus. Jenis ikan kaleng yang mengandung parasit cacing ini adalah makarel atau mackerel.

Dilansir dari https://kbbi.kemdikbud.go.id, sarden (sardencis) berarti ikan laut dari suku haring yang biasanya dikalengkan. Sedangkan makerel, berarti ikan yang bentuknya panjang dan langsing, punggung kehitam-hitaman dan perutnya bersinar keperak-perakan, mengandung banyak zat lemak, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Atlantik Utara. Tenggiri besar (Scomberomorus Scombrus).

Menanggapi hasil temuan BPOM RI, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya merespons dan menerjunkan tim ke lapangan, khususnya ke toko-toko besar di Palangka Raya dan Sampit.

“Tim sudah turun ke lapangan,” ujar Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati, Kamis (29/3).

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menarik produk makanan kaleng yang berbahaya tersebut bila ditemukan. Bahkan, BPOM Palangka Raya juga mengawasi pendistribusian makanan kaleng berbahaya itu, agar tidak beredar luas di masyarakat.

“Kami akan pantau distributor makanan kaleng tersebut. Bila ditemukan, akan kami lakukan upaya pencegahan agar tidak dijual,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, saat timnya turun ke Sampit, ditemukan juga produk ikan kalengan tersebut beredar di pasaran.

“Untuk ketiga produk impor itu, sampai saat ini tidak ditemukan. Nah ini yang ditemukan produk lokal yang di luar dari tiga produk impor tersebut. Jadi dari pihak industri dijelaskan kepada BPOM, untuk memberhentikan dan menarik seluruh produk yang sudah diedar di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, sarden maupun makerel kalengan disita dari pasaran untuk dimusnahkan.

Selain itu, ia menegaskan, masyarakat harus pintar memilih makanan kemasan khususnya kaleng. Seandainya kaleng ada lubang atau mungkin mengembung, tidak usah dibeli. Karena ia meyakini hal itu menjadi tempat masuk parasit.

“Kalau produk kemasan mengandung cacing, otomatis untuk dikonsumsikan sudah tidak layak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Kotim Bambang Supiansyah yang juga bergabung dalam tim menuturkan, pihaknya sudah memeriksa sekitar 20 tempat swalayan. “Swalayan yang kami datangi ada sekitar 20, termasuk Indomaret kami kunjungi. Tadi kami turun lapangan dan kami dibagi dalam tiga tim. Pertama kami menemukan produk lokal naraya sembilan kaleng. Sudah dibuat berita acaranya dan dikemas. Selanjutnya akan dikirim ke distributornya,” ujarnya sembari mengungkapkan, pihaknya menemukan puluhan makerel. (hni/ais/ce/abe)


BACA JUGA

Selasa, 17 April 2018 10:10

WADOHH..!!! 242 Warga dan Kapolsek Keracunan

PULANG PISAU-Ratusan warga yang terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa harus dilarikan ke…

Selasa, 17 April 2018 10:05

Kanit Provos dan Bendahara Terjaring OTT

KUALA KAPUAS- Dua aparatur sipil negara (ASN) di Kapuas diamankan polisi, Senin sore (16/4). ASN yang…

Jumat, 06 April 2018 08:11

Pangdam Cek Pengerjaan Jalan Pararel Perbatasan Kalimantan

PALANGKA RAYA-Kalimantan merupakan beranda terdepan bangsa Indonesia yang mencerminkan keberadaan negara…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:05
Fenomena dan Fakta Jalan Rusak di Tengah Perkotaan

COBA LIHAT..!! Ini Namanya Dibuat Tidak Dirawat

RUSAKNYA jalanan di tengah perkotaan, mencoreng wajah cantik Kota Palangka Raya. Karena jalan hanya…

Sabtu, 31 Maret 2018 06:57

NAH LHO ! Izin Hotel Global Bisa Dicabut

PALANGKA RAYA–Kasus dugaan pencemaran lingkungan dari air limbah Royal Global Hotel di kawasan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:40

ADA APA INI..??? Warga Ancam Demo Hotel Global

PALANGKA RAYA-Persoalan air limbah Royal Global Hotel yang mencemari lingkungan warga Kompleks Tempat…

Minggu, 25 Maret 2018 08:32

Kaki Dirantai, Mulut Bungkam

ADA-ada saja cara penggiat komunitas di Palangka Raya menuangkan ide dan pesan-pesan moral kepada masyarakat.…

Jumat, 23 Maret 2018 10:23

Pilkada Serentak 2018 Prioritas Utama Polda Kalteng

PALANGKA RAYA-Tepat 22 Maret 1995, secara resmi Kepolisian Wilayah (Polwil) Kalteng berubah menjadi…

Selasa, 20 Maret 2018 10:32

WASSALAM..!! Tiga Penambang Liar Tewas

KASONGAN – Musibah menimpa para penambang liar kembali terjadi. Kali ini menimpa penambang liar…

Sabtu, 17 Maret 2018 10:14

Kejati Buru Dua Koruptor, Ini Kasusnya

PALANGKA RAYA-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng menetapkan dua orang terpidana kasus tindak pidana korupsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .