MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)
Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari
Gaung penutupan dan pemulangan PSK semakin gencar, nampak salah satu lokasi prostitusi Simpang Kodok sepi. (KOKO SULISTYO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang menjadi tersendat. Ibarat buah Simalakama, dimakan mati ibu tak dimakan mati bapak, wisma yang rata - rata milik masyarakat lokal ini bakalan kehilangan mata pencaharian dan kehidupan diperkampungan bakal tak berjalan

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KEPUTUSAN pemulangan PSK di tiga lokasi prostitusi yang tersebar di tiga Desa, Dukuh Mola, Desa Pasir Panjang, Sungai Pakit, Desa Aminjaya, dan Simpang Kodok, di Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuat para muncikari dan pekerja sek komersil kelabakan.

Mereka bingung, galau, dan frustasi. Salah satunya adalah Mami Riska, (Samaran) pemilik wisma P. Bagaimana tidak bingung, hampir mayoritas PSK yang menjadi anak asuhnya masih terikat hutang dengan muncikarinya. Nilainya fantastis berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta. Mereka berhutang untuk berbagai kebutuhan dari gaya hidup, membeli lahan di kampung hingga untuk biaya operasi rahim.

"Ok lah, kalau untuk wisma bisa saya tempati untuk rumah tinggal, lantas bagaimana anak asuh saya yang punya hutang. Lalu bagaimana, apakah cukup waktu tersisa 1,5 bulan untuk mereka bayar hutang," ucapnya.

"Tidak mungkin mereka mampu dengan waktu tersisa, kalau sampai akhir 2019 nanti ditutup mereka mampu," lanjutnya.

Bukan hanya muncikari yang bingung, para PSK tak kalah panik, seperti Wulan, PSK asal Magelang ini mempunyai hutang sebanyak Rp35 juta, uang itu beberapa waktu lalu ia gunakan membeli tanah di kampung halamannya. Ia mengaku tidak tahu bagaimana ia akan membayar hutangnya sementara menjelang ditutup lokasi prostitusi Dukuh Mola sepi pengunjung.

Senada, Vee PSK asal Garut juga mempunyai hutang besar, lebih dari Rp20 juta hutangnya belum terbayar.

"Saya tak menolak dipulangkan, tapi kenapa harus bulan Mei ini, dari mana kami dapat uang membayar hutang, sementara dana Rp5.050.000 juta dari pemerintah tidak bakalan cukup untuk bayar hutang, apalagi buat modal usaha," ujarnya.

Hampir semua PSK di lokasi prostitusi itu mengaku kebingungan mencari cara membayar hutangnya, bahkan bukan hanya di lokasi Prostitusi Dukuh Mola, tetapi PSK Sungai Pakit dan Simpang Kodok juga resah dengan persoalan itu.

"Kami bingung, bahkan saat kami mau bicara pada rapat koordinasi dengan pemkab, kami tak punya kesempatan bicara," imbuh salah satu mami (Muncikari) Wisma Queen Bee. (*/bersambung/ala)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…

Rabu, 08 Agustus 2018 10:47
Susistiyono, Penginjil yang Buta setelah Kecelakaan

Kehilangan Pekerjaan dan Hidup Serba Keterbatasan

Susistiyono, seorang asisten pendeta harus kehilangan penglihatannya, usai kecelakaan tiga tahun silam.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .