MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)
Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari
Gaung penutupan dan pemulangan PSK semakin gencar, nampak salah satu lokasi prostitusi Simpang Kodok sepi. (KOKO SULISTYO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang menjadi tersendat. Ibarat buah Simalakama, dimakan mati ibu tak dimakan mati bapak, wisma yang rata - rata milik masyarakat lokal ini bakalan kehilangan mata pencaharian dan kehidupan diperkampungan bakal tak berjalan

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KEPUTUSAN pemulangan PSK di tiga lokasi prostitusi yang tersebar di tiga Desa, Dukuh Mola, Desa Pasir Panjang, Sungai Pakit, Desa Aminjaya, dan Simpang Kodok, di Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuat para muncikari dan pekerja sek komersil kelabakan.

Mereka bingung, galau, dan frustasi. Salah satunya adalah Mami Riska, (Samaran) pemilik wisma P. Bagaimana tidak bingung, hampir mayoritas PSK yang menjadi anak asuhnya masih terikat hutang dengan muncikarinya. Nilainya fantastis berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta. Mereka berhutang untuk berbagai kebutuhan dari gaya hidup, membeli lahan di kampung hingga untuk biaya operasi rahim.

"Ok lah, kalau untuk wisma bisa saya tempati untuk rumah tinggal, lantas bagaimana anak asuh saya yang punya hutang. Lalu bagaimana, apakah cukup waktu tersisa 1,5 bulan untuk mereka bayar hutang," ucapnya.

"Tidak mungkin mereka mampu dengan waktu tersisa, kalau sampai akhir 2019 nanti ditutup mereka mampu," lanjutnya.

Bukan hanya muncikari yang bingung, para PSK tak kalah panik, seperti Wulan, PSK asal Magelang ini mempunyai hutang sebanyak Rp35 juta, uang itu beberapa waktu lalu ia gunakan membeli tanah di kampung halamannya. Ia mengaku tidak tahu bagaimana ia akan membayar hutangnya sementara menjelang ditutup lokasi prostitusi Dukuh Mola sepi pengunjung.

Senada, Vee PSK asal Garut juga mempunyai hutang besar, lebih dari Rp20 juta hutangnya belum terbayar.

"Saya tak menolak dipulangkan, tapi kenapa harus bulan Mei ini, dari mana kami dapat uang membayar hutang, sementara dana Rp5.050.000 juta dari pemerintah tidak bakalan cukup untuk bayar hutang, apalagi buat modal usaha," ujarnya.

Hampir semua PSK di lokasi prostitusi itu mengaku kebingungan mencari cara membayar hutangnya, bahkan bukan hanya di lokasi Prostitusi Dukuh Mola, tetapi PSK Sungai Pakit dan Simpang Kodok juga resah dengan persoalan itu.

"Kami bingung, bahkan saat kami mau bicara pada rapat koordinasi dengan pemkab, kami tak punya kesempatan bicara," imbuh salah satu mami (Muncikari) Wisma Queen Bee. (*/bersambung/ala)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .