MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)
Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung
Jalan masuk ke Gereja Sampah terlihat kotor. Sepanjang jalan juga sangat kumuh. Tapi di puncaknya ada sebuah gereja besar dan terjadi karena mukjizat. (FOTO RON/KAPOS)

PROKAL.CO, Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di wilayah negara Mesir. Trip ini melengkapi tapak tilas situs sejarah di Kitab Suci. Termasuk cerita-cerita kuno, situs hingga tradisi yang masih bertahan.

MELINTASI perbatasan negara Israel selalu terasa sulit dan menegangkan. Pagi hari berangkat dari Betlehem, Palestina, tujuan kami adalah menjelajahi jalanan panjang di sisi Laut Mati menuju Mesir. Kali ini, yang menjadi sulit karena mendadak terjadi banjir yang merintangi perjalanan kami di sekitar Gurun El Gedi.

Menunggu sekitar dua jam, kami akhirnya bisa melintas setelah sebuah alat berat didatangkan. Bebatuan yang terseret di aspal jalan disingkirkan. Baru kemudian kendaraan besar seperti bus dan truk bisa lewat melintasi banjir itu. “Jarang-jarang ada banjir seperti ini,” kata Archi Persita Wulan Ari, tour leader kami.

Meluncur ke perbatasan sudah hampir sore, setelah sempat makan siang di Kota Eilat, kota terakhir di wilayah Israel. Giliran berikutnya Imigrasi dan pemeriksaan barang. Repotnya bukan main. Kami pindah bus. Koper-koper sudah mulai “beranak-pinak” dan terisi penuh.

Puji Tuhan lancar, meski sangat melelahkan karena kami harus berjalan sekitar 300 meter. Kami dibantu para porter, serta Micko guide lokal dan asistennya Michael, serta Mohamad sang driver yang tinggi besar. Kami ke St Catreine di kaki Gunung Sinai. Di tempat ini Musa menerima dua loh batu berisi 10 Perintah Allah.

Perjalanan kami dikawal oleh seorang polisi. Kami harus berkelompok dengan rombongan lain untuk memudahkan pengawalan. Malam itu, rombongan kami memutuskan untuk tidak naik ke puncak gunung, karena pagi harinya akan melanjutkan perjalanan ke Kairo sekitar 8 jam.

Dalam perjalanan yang pemandangannya hanya bukit berbatu di sekeliling itu, sesekali terlihat kubu-kubu tentara setempat. Pada sisi lainnya adalah gurun pasir. Ada dua situs; Elim dan Mara. Elim adalah daerah yang subur. Terdapat banyak mata air dan pohon kurma berjumlah 70 batang.

Sedangkan Mara adalah mata air yang pahit. Namun menjadi manis oleh Musa. Kedua tempat ini dilintasi dan menjadi tempat perkemahan umat Israel dalam perjalanan mereka dari Mesir menuju Tanah Perjanjian. Di tempat ini, Romo Sumardi Petrus kembali memimpin Misa (perayaan Ekaristi), siang itu.

Ada hal yang lebih penting lagi di Mesir. Terdapat Gereja Gantung serta Gereja Abu Sirga (Mat 2: 13-15). Tempat yang digunakan Yusuf, Maria dan bayi Yesus bersembunyi, selama pelarian di Mesir dari kejaran Raja Herodes. Juga Ben Ezra Synagoge (Kel 2: 10), tempat di mana bayi Musa dihanyutkan di Sungai Nil.

“Sekitar empat tahun lebih keluarga kudus (Yusuf, Maria dan Yesus, red) berada di sekitar tempat ini. Mereka lari dari Betlehem, Israel. Makanya Mesir penting sebagai tujuan ziarah rohani. Belum lagi cerita-cerita dari Perjanjian Lama tentang Yusuf, hingga bangsa Israel pulang ke Tanah Perjanjian,” ujar Micko, guide kami.

Ada juga Gereja Sampah atau St Simon the Tanner. Gereja ini memiliki hubungan yang kuat dengan Gereja Gantung. Dari Gereja Gantung-lah warga Mesir menyaksikan mukjizat. Yakni, bukit yang berpindah tempat karena doa orang percaya.

“Ada seorang imam diuji oleh raja mesir, terkait perkataan itu. Sang imam berpuasa tiga hari dan bertemu dengan Bunda Maria. Sang imam diminta mencari seseorang bernama Simon. Bersama seorang tukang sepatu inilah mereka berdoa. Mukjizat pun terjadi. Gunung itu berpindah. Hingga kini ada gereja sampah di puncaknya,” kata Micko, guide lokal kami.

Ini menggenapi Firman Tuhan; Matius 17: 20.  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Gunung itu kini berada sekitar 3 km dari pusat Kota Cairo. Semua memang tempat orang membuang sampah. Pada akhirnya kemudian, hingga saat ini seluruh penduduk yang berjumlah sekitar 35 ribu jiwa, menjadikan sampah sebagai rezeki bagi mereka. Luar biasa kuasa Tuhan bagi negeri itu. (ron/ce/habis)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .