MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)
Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung
Jalan masuk ke Gereja Sampah terlihat kotor. Sepanjang jalan juga sangat kumuh. Tapi di puncaknya ada sebuah gereja besar dan terjadi karena mukjizat. (FOTO RON/KAPOS)

PROKAL.CO, Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di wilayah negara Mesir. Trip ini melengkapi tapak tilas situs sejarah di Kitab Suci. Termasuk cerita-cerita kuno, situs hingga tradisi yang masih bertahan.

MELINTASI perbatasan negara Israel selalu terasa sulit dan menegangkan. Pagi hari berangkat dari Betlehem, Palestina, tujuan kami adalah menjelajahi jalanan panjang di sisi Laut Mati menuju Mesir. Kali ini, yang menjadi sulit karena mendadak terjadi banjir yang merintangi perjalanan kami di sekitar Gurun El Gedi.

Menunggu sekitar dua jam, kami akhirnya bisa melintas setelah sebuah alat berat didatangkan. Bebatuan yang terseret di aspal jalan disingkirkan. Baru kemudian kendaraan besar seperti bus dan truk bisa lewat melintasi banjir itu. “Jarang-jarang ada banjir seperti ini,” kata Archi Persita Wulan Ari, tour leader kami.

Meluncur ke perbatasan sudah hampir sore, setelah sempat makan siang di Kota Eilat, kota terakhir di wilayah Israel. Giliran berikutnya Imigrasi dan pemeriksaan barang. Repotnya bukan main. Kami pindah bus. Koper-koper sudah mulai “beranak-pinak” dan terisi penuh.

Puji Tuhan lancar, meski sangat melelahkan karena kami harus berjalan sekitar 300 meter. Kami dibantu para porter, serta Micko guide lokal dan asistennya Michael, serta Mohamad sang driver yang tinggi besar. Kami ke St Catreine di kaki Gunung Sinai. Di tempat ini Musa menerima dua loh batu berisi 10 Perintah Allah.

Perjalanan kami dikawal oleh seorang polisi. Kami harus berkelompok dengan rombongan lain untuk memudahkan pengawalan. Malam itu, rombongan kami memutuskan untuk tidak naik ke puncak gunung, karena pagi harinya akan melanjutkan perjalanan ke Kairo sekitar 8 jam.

Dalam perjalanan yang pemandangannya hanya bukit berbatu di sekeliling itu, sesekali terlihat kubu-kubu tentara setempat. Pada sisi lainnya adalah gurun pasir. Ada dua situs; Elim dan Mara. Elim adalah daerah yang subur. Terdapat banyak mata air dan pohon kurma berjumlah 70 batang.

Sedangkan Mara adalah mata air yang pahit. Namun menjadi manis oleh Musa. Kedua tempat ini dilintasi dan menjadi tempat perkemahan umat Israel dalam perjalanan mereka dari Mesir menuju Tanah Perjanjian. Di tempat ini, Romo Sumardi Petrus kembali memimpin Misa (perayaan Ekaristi), siang itu.

Ada hal yang lebih penting lagi di Mesir. Terdapat Gereja Gantung serta Gereja Abu Sirga (Mat 2: 13-15). Tempat yang digunakan Yusuf, Maria dan bayi Yesus bersembunyi, selama pelarian di Mesir dari kejaran Raja Herodes. Juga Ben Ezra Synagoge (Kel 2: 10), tempat di mana bayi Musa dihanyutkan di Sungai Nil.

“Sekitar empat tahun lebih keluarga kudus (Yusuf, Maria dan Yesus, red) berada di sekitar tempat ini. Mereka lari dari Betlehem, Israel. Makanya Mesir penting sebagai tujuan ziarah rohani. Belum lagi cerita-cerita dari Perjanjian Lama tentang Yusuf, hingga bangsa Israel pulang ke Tanah Perjanjian,” ujar Micko, guide kami.

Ada juga Gereja Sampah atau St Simon the Tanner. Gereja ini memiliki hubungan yang kuat dengan Gereja Gantung. Dari Gereja Gantung-lah warga Mesir menyaksikan mukjizat. Yakni, bukit yang berpindah tempat karena doa orang percaya.

“Ada seorang imam diuji oleh raja mesir, terkait perkataan itu. Sang imam berpuasa tiga hari dan bertemu dengan Bunda Maria. Sang imam diminta mencari seseorang bernama Simon. Bersama seorang tukang sepatu inilah mereka berdoa. Mukjizat pun terjadi. Gunung itu berpindah. Hingga kini ada gereja sampah di puncaknya,” kata Micko, guide lokal kami.

Ini menggenapi Firman Tuhan; Matius 17: 20.  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Gunung itu kini berada sekitar 3 km dari pusat Kota Cairo. Semua memang tempat orang membuang sampah. Pada akhirnya kemudian, hingga saat ini seluruh penduduk yang berjumlah sekitar 35 ribu jiwa, menjadikan sampah sebagai rezeki bagi mereka. Luar biasa kuasa Tuhan bagi negeri itu. (ron/ce/habis)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .