MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)
Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian
Meski tingginya tidak lebih dari 600 Mdpi, puncak Gunung Tabor menjadi tempat sangat indah dan mennggoda siapa saja untuk mengabadikannyan dalam lensa kamera.(HERONIKA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan setiap umat berkunjung ke Kota Yerusalem, tanah yang diperjanjikan Tuhan untuk umat Israel, dan ternyata memang tidak mudah.

HERONIKA, Palangka Raya

“MULAI dari sini sudah tidak boleh foto-foto lagi ya,” seru Archi, tour leader rombongan Ziarah Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour. Kami pun senyap. Terasa ada sedikit ketegangan. Karena sejak awal diinfokan bahwa memasuki perbatasan Yordania-Israel relatif sulit dan repot. Pemeriksaan jauh lebih ketat. Makin tegang, ketika Archi kembali berbicara melalui speaker bus.

“Siapkan paspor dan tunjukkan kepada petugas yang masuk,” katanya.

Satu petugas masuk dan melihat sekilas lalu kembali keluar. Sementara petugas di bawah memeriksa bagian bawah bus dan bagasinya.“Tunggu… kita masih menunggu perintah kepada sopir untuk menjalankan bus,” kata Archi lagi.

Sekitar lima menit kemudian bus kami diminta maju dan mengarah ke pemeriksaan semua barang bawaan dengan X-ray. Semua keluar, sebab setelah itu kami akan ganti bus.

Semua aman, kecuali sempat ribet saja. Karena kami harus bawa barang sendiri-sendiri. Apalagi sambil bantu-bantu beberapa oma dan opa, supaya pemeriksaan bisa lebih cepat. Semua barang dibawa karena akan pindah bus. Lanjut ke bagian Imigrasi. Kami pun berbaris dan diperiksa paspor, serta melewati screening mata.

Pada giliran berikutnya, lebih merepotkan lagi. Karena semua barang masuk melalui metal detector. Masing-masing membawa barangnya sendiri. Tidak boleh dibantu. Kami susun formasi supaya bisa saling bantu. Saya bagian paling belakangan, sembari mendorong barang milik salah satu oma-oma.

Semua lolos dengan lancar. Meski petugas sempat bertanya apakah saya perokok dan membawanya? Saya hanya bilang, No. Ternyata pada giliran berikutnya, ketegangan itu mencapai puncaknya. “Heronika?” Tanya petugas Imigrasi Israel berkulit putih dengan kepala pelontos sambil mengamati pasporku. Yes.. jawabku dengan mantap.

Saya langsung curiga. Pasti akan panjang pembicaraan dengan orang ini. Saya lalu menggunakan trik yang disarankan supaya seolah-olah tidak bisa berbahasa Inggris. Ketimbang ribet nanti. Makanya ketika petugas menanyakan berapa lama kunjungan ke Israel, saya pura-pura bingung dan menjawab No English.

Nah… rupanya trik itu malah jadi masalah. Saya mencoba melongo ketika ditanya. Padahal apa yang ditanya aku mengerti saja. Misalnya siapa nama lengkapmu? Adakah saudaramu dalam rombongan ini? Pertama kalikah Anda ke Israel? Berapa uang yang kamu bawa? Semua pertanyaan kujawab dengan pura-pura bingung.

Petugas ini benar-benar tidak percaya aku tidak bisa berbahasa Inggris, dan menjawab sejumlah pertanyaan itu sambil membolak-balik pasporku. Berapa barang bawaanmu dan di mana? Dia bertanya lagi. Tour leader kami berusaha membantu dan mendekati loket. Namun diusir beberapa kali.

Akhirnya petugas itu keluar dari loket dan melihat sendiri barang bawaanku, termasuk isi dompet. Wkwkwkwkw… Ini terjadi di depan Archi, tour leader kami. Dia bertanya lagi, apa pekerjaanmu? Aku berusaha memberi tahu ke Archi jangan saya disebut sebagai wartawan. Bisa tambah ribet lagi nanti.

Archi bilang bahwa aku bekerja di media massa. Seharusnya orang ini bisa bahasa Inggris, kata petugas tadi. Nah.. tambah repot kan? Beruntung Archi kemudian mengerti dan berusaha membantu, menjelaskan bahwa media massa itu adalah koran lokal dan jauh dari Jakarta, sehingga wajar tak mengerti bahasa Inggris. “Lihat tiket pulangnya,” lanjut petugas setelah cukup lama berdebat dengan Archi. Saya hanya pura-pura melongo. Archi kemudian mengeluarkan list tiket kepulangan rombongan kami. Plok… disentuhnya bahuku dengan pasporku seraya memberikannya kepadaku. Dia tidak marah, tapi tampak masih tidak percaya.

Huh… repot dan malu juga sih. Tapi tak apalah. Tobat aku gak mau lagi deh pura-pura. Karena pada dasarnya pembawaanku memang tidak terbiasa dengan berbohong. Ya sudah.. Yang penting sudah lolos. Puji Tuhan sudah menginjakkan kami di Tanah Perjanjian.  (Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, kini kudatang di sini…). (ce/bersambung)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional

Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng

Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal…

Minggu, 12 Agustus 2018 11:57
Menengok Usaha Budi Daya Lebah Madu di Palangka Raya

Jual Pikap Demi 10 Kotak Sarang Mellifera

Petani lebah madu asal Kalampangan ini bernama Yoanes Budiyana. Madu produksinya punya label yang sudah…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:26
Memanfaatkan Bekas Peralatan Elektronik Menjadi Barang Unik

Kreativitas dan Karya dari Balik Penjara

Hidup di balik jeruji besi sudah pasti terisolasi. Terkurung dan terbatas dengan dunia luar. Namun,…

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan

Meregang Nyawa di Tengah Sungai

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:02
Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Perkebunan Sawit

PT KLM Terancam Tahanan, Denda, dan Izin Dicabut

Kebakaran seluas 511 hektare lahan perkebunan sawit, menjadi petaka bagi PT KLM. Perusahaan beroperasi…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36
Zein Alitamara Mufthihati, Gadis Kalteng Pencinta Seni Poster

Lima Master Piece Dipamerkan di Rusia

Masih ingat dengan Zein Alitamara Mufthihati? Ya. Wanita kelahiran 2 Desember 1991 itu, tak berhenti…

Rabu, 25 Juli 2018 20:47
Mengenal Menu 10+1 ala Juru Masak RSUD dr Dorius Sylvanus

Dukung Kesembuhan Pasien Melalui Makanan

Keberadaan juru masak di sebuah rumah sakit, ternyata memiliki peran penting untuk kesembuhan pasien.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .