MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)
Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian
Meski tingginya tidak lebih dari 600 Mdpi, puncak Gunung Tabor menjadi tempat sangat indah dan mennggoda siapa saja untuk mengabadikannyan dalam lensa kamera.(HERONIKA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan setiap umat berkunjung ke Kota Yerusalem, tanah yang diperjanjikan Tuhan untuk umat Israel, dan ternyata memang tidak mudah.

HERONIKA, Palangka Raya

“MULAI dari sini sudah tidak boleh foto-foto lagi ya,” seru Archi, tour leader rombongan Ziarah Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour. Kami pun senyap. Terasa ada sedikit ketegangan. Karena sejak awal diinfokan bahwa memasuki perbatasan Yordania-Israel relatif sulit dan repot. Pemeriksaan jauh lebih ketat. Makin tegang, ketika Archi kembali berbicara melalui speaker bus.

“Siapkan paspor dan tunjukkan kepada petugas yang masuk,” katanya.

Satu petugas masuk dan melihat sekilas lalu kembali keluar. Sementara petugas di bawah memeriksa bagian bawah bus dan bagasinya.“Tunggu… kita masih menunggu perintah kepada sopir untuk menjalankan bus,” kata Archi lagi.

Sekitar lima menit kemudian bus kami diminta maju dan mengarah ke pemeriksaan semua barang bawaan dengan X-ray. Semua keluar, sebab setelah itu kami akan ganti bus.

Semua aman, kecuali sempat ribet saja. Karena kami harus bawa barang sendiri-sendiri. Apalagi sambil bantu-bantu beberapa oma dan opa, supaya pemeriksaan bisa lebih cepat. Semua barang dibawa karena akan pindah bus. Lanjut ke bagian Imigrasi. Kami pun berbaris dan diperiksa paspor, serta melewati screening mata.

Pada giliran berikutnya, lebih merepotkan lagi. Karena semua barang masuk melalui metal detector. Masing-masing membawa barangnya sendiri. Tidak boleh dibantu. Kami susun formasi supaya bisa saling bantu. Saya bagian paling belakangan, sembari mendorong barang milik salah satu oma-oma.

Semua lolos dengan lancar. Meski petugas sempat bertanya apakah saya perokok dan membawanya? Saya hanya bilang, No. Ternyata pada giliran berikutnya, ketegangan itu mencapai puncaknya. “Heronika?” Tanya petugas Imigrasi Israel berkulit putih dengan kepala pelontos sambil mengamati pasporku. Yes.. jawabku dengan mantap.

Saya langsung curiga. Pasti akan panjang pembicaraan dengan orang ini. Saya lalu menggunakan trik yang disarankan supaya seolah-olah tidak bisa berbahasa Inggris. Ketimbang ribet nanti. Makanya ketika petugas menanyakan berapa lama kunjungan ke Israel, saya pura-pura bingung dan menjawab No English.

Nah… rupanya trik itu malah jadi masalah. Saya mencoba melongo ketika ditanya. Padahal apa yang ditanya aku mengerti saja. Misalnya siapa nama lengkapmu? Adakah saudaramu dalam rombongan ini? Pertama kalikah Anda ke Israel? Berapa uang yang kamu bawa? Semua pertanyaan kujawab dengan pura-pura bingung.

Petugas ini benar-benar tidak percaya aku tidak bisa berbahasa Inggris, dan menjawab sejumlah pertanyaan itu sambil membolak-balik pasporku. Berapa barang bawaanmu dan di mana? Dia bertanya lagi. Tour leader kami berusaha membantu dan mendekati loket. Namun diusir beberapa kali.

Akhirnya petugas itu keluar dari loket dan melihat sendiri barang bawaanku, termasuk isi dompet. Wkwkwkwkw… Ini terjadi di depan Archi, tour leader kami. Dia bertanya lagi, apa pekerjaanmu? Aku berusaha memberi tahu ke Archi jangan saya disebut sebagai wartawan. Bisa tambah ribet lagi nanti.

Archi bilang bahwa aku bekerja di media massa. Seharusnya orang ini bisa bahasa Inggris, kata petugas tadi. Nah.. tambah repot kan? Beruntung Archi kemudian mengerti dan berusaha membantu, menjelaskan bahwa media massa itu adalah koran lokal dan jauh dari Jakarta, sehingga wajar tak mengerti bahasa Inggris. “Lihat tiket pulangnya,” lanjut petugas setelah cukup lama berdebat dengan Archi. Saya hanya pura-pura melongo. Archi kemudian mengeluarkan list tiket kepulangan rombongan kami. Plok… disentuhnya bahuku dengan pasporku seraya memberikannya kepadaku. Dia tidak marah, tapi tampak masih tidak percaya.

Huh… repot dan malu juga sih. Tapi tak apalah. Tobat aku gak mau lagi deh pura-pura. Karena pada dasarnya pembawaanku memang tidak terbiasa dengan berbohong. Ya sudah.. Yang penting sudah lolos. Puji Tuhan sudah menginjakkan kami di Tanah Perjanjian.  (Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, kini kudatang di sini…). (ce/bersambung)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*