MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)
Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian
Meski tingginya tidak lebih dari 600 Mdpi, puncak Gunung Tabor menjadi tempat sangat indah dan mennggoda siapa saja untuk mengabadikannyan dalam lensa kamera.(HERONIKA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan setiap umat berkunjung ke Kota Yerusalem, tanah yang diperjanjikan Tuhan untuk umat Israel, dan ternyata memang tidak mudah.

HERONIKA, Palangka Raya

“MULAI dari sini sudah tidak boleh foto-foto lagi ya,” seru Archi, tour leader rombongan Ziarah Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour. Kami pun senyap. Terasa ada sedikit ketegangan. Karena sejak awal diinfokan bahwa memasuki perbatasan Yordania-Israel relatif sulit dan repot. Pemeriksaan jauh lebih ketat. Makin tegang, ketika Archi kembali berbicara melalui speaker bus.

“Siapkan paspor dan tunjukkan kepada petugas yang masuk,” katanya.

Satu petugas masuk dan melihat sekilas lalu kembali keluar. Sementara petugas di bawah memeriksa bagian bawah bus dan bagasinya.“Tunggu… kita masih menunggu perintah kepada sopir untuk menjalankan bus,” kata Archi lagi.

Sekitar lima menit kemudian bus kami diminta maju dan mengarah ke pemeriksaan semua barang bawaan dengan X-ray. Semua keluar, sebab setelah itu kami akan ganti bus.

Semua aman, kecuali sempat ribet saja. Karena kami harus bawa barang sendiri-sendiri. Apalagi sambil bantu-bantu beberapa oma dan opa, supaya pemeriksaan bisa lebih cepat. Semua barang dibawa karena akan pindah bus. Lanjut ke bagian Imigrasi. Kami pun berbaris dan diperiksa paspor, serta melewati screening mata.

Pada giliran berikutnya, lebih merepotkan lagi. Karena semua barang masuk melalui metal detector. Masing-masing membawa barangnya sendiri. Tidak boleh dibantu. Kami susun formasi supaya bisa saling bantu. Saya bagian paling belakangan, sembari mendorong barang milik salah satu oma-oma.

Semua lolos dengan lancar. Meski petugas sempat bertanya apakah saya perokok dan membawanya? Saya hanya bilang, No. Ternyata pada giliran berikutnya, ketegangan itu mencapai puncaknya. “Heronika?” Tanya petugas Imigrasi Israel berkulit putih dengan kepala pelontos sambil mengamati pasporku. Yes.. jawabku dengan mantap.

Saya langsung curiga. Pasti akan panjang pembicaraan dengan orang ini. Saya lalu menggunakan trik yang disarankan supaya seolah-olah tidak bisa berbahasa Inggris. Ketimbang ribet nanti. Makanya ketika petugas menanyakan berapa lama kunjungan ke Israel, saya pura-pura bingung dan menjawab No English.

Nah… rupanya trik itu malah jadi masalah. Saya mencoba melongo ketika ditanya. Padahal apa yang ditanya aku mengerti saja. Misalnya siapa nama lengkapmu? Adakah saudaramu dalam rombongan ini? Pertama kalikah Anda ke Israel? Berapa uang yang kamu bawa? Semua pertanyaan kujawab dengan pura-pura bingung.

Petugas ini benar-benar tidak percaya aku tidak bisa berbahasa Inggris, dan menjawab sejumlah pertanyaan itu sambil membolak-balik pasporku. Berapa barang bawaanmu dan di mana? Dia bertanya lagi. Tour leader kami berusaha membantu dan mendekati loket. Namun diusir beberapa kali.

Akhirnya petugas itu keluar dari loket dan melihat sendiri barang bawaanku, termasuk isi dompet. Wkwkwkwkw… Ini terjadi di depan Archi, tour leader kami. Dia bertanya lagi, apa pekerjaanmu? Aku berusaha memberi tahu ke Archi jangan saya disebut sebagai wartawan. Bisa tambah ribet lagi nanti.

Archi bilang bahwa aku bekerja di media massa. Seharusnya orang ini bisa bahasa Inggris, kata petugas tadi. Nah.. tambah repot kan? Beruntung Archi kemudian mengerti dan berusaha membantu, menjelaskan bahwa media massa itu adalah koran lokal dan jauh dari Jakarta, sehingga wajar tak mengerti bahasa Inggris. “Lihat tiket pulangnya,” lanjut petugas setelah cukup lama berdebat dengan Archi. Saya hanya pura-pura melongo. Archi kemudian mengeluarkan list tiket kepulangan rombongan kami. Plok… disentuhnya bahuku dengan pasporku seraya memberikannya kepadaku. Dia tidak marah, tapi tampak masih tidak percaya.

Huh… repot dan malu juga sih. Tapi tak apalah. Tobat aku gak mau lagi deh pura-pura. Karena pada dasarnya pembawaanku memang tidak terbiasa dengan berbohong. Ya sudah.. Yang penting sudah lolos. Puji Tuhan sudah menginjakkan kami di Tanah Perjanjian.  (Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, kini kudatang di sini…). (ce/bersambung)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .