MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)
Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian
Meski tingginya tidak lebih dari 600 Mdpi, puncak Gunung Tabor menjadi tempat sangat indah dan mennggoda siapa saja untuk mengabadikannyan dalam lensa kamera.(HERONIKA/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan setiap umat berkunjung ke Kota Yerusalem, tanah yang diperjanjikan Tuhan untuk umat Israel, dan ternyata memang tidak mudah.

HERONIKA, Palangka Raya

“MULAI dari sini sudah tidak boleh foto-foto lagi ya,” seru Archi, tour leader rombongan Ziarah Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour. Kami pun senyap. Terasa ada sedikit ketegangan. Karena sejak awal diinfokan bahwa memasuki perbatasan Yordania-Israel relatif sulit dan repot. Pemeriksaan jauh lebih ketat. Makin tegang, ketika Archi kembali berbicara melalui speaker bus.

“Siapkan paspor dan tunjukkan kepada petugas yang masuk,” katanya.

Satu petugas masuk dan melihat sekilas lalu kembali keluar. Sementara petugas di bawah memeriksa bagian bawah bus dan bagasinya.“Tunggu… kita masih menunggu perintah kepada sopir untuk menjalankan bus,” kata Archi lagi.

Sekitar lima menit kemudian bus kami diminta maju dan mengarah ke pemeriksaan semua barang bawaan dengan X-ray. Semua keluar, sebab setelah itu kami akan ganti bus.

Semua aman, kecuali sempat ribet saja. Karena kami harus bawa barang sendiri-sendiri. Apalagi sambil bantu-bantu beberapa oma dan opa, supaya pemeriksaan bisa lebih cepat. Semua barang dibawa karena akan pindah bus. Lanjut ke bagian Imigrasi. Kami pun berbaris dan diperiksa paspor, serta melewati screening mata.

Pada giliran berikutnya, lebih merepotkan lagi. Karena semua barang masuk melalui metal detector. Masing-masing membawa barangnya sendiri. Tidak boleh dibantu. Kami susun formasi supaya bisa saling bantu. Saya bagian paling belakangan, sembari mendorong barang milik salah satu oma-oma.

Semua lolos dengan lancar. Meski petugas sempat bertanya apakah saya perokok dan membawanya? Saya hanya bilang, No. Ternyata pada giliran berikutnya, ketegangan itu mencapai puncaknya. “Heronika?” Tanya petugas Imigrasi Israel berkulit putih dengan kepala pelontos sambil mengamati pasporku. Yes.. jawabku dengan mantap.

Saya langsung curiga. Pasti akan panjang pembicaraan dengan orang ini. Saya lalu menggunakan trik yang disarankan supaya seolah-olah tidak bisa berbahasa Inggris. Ketimbang ribet nanti. Makanya ketika petugas menanyakan berapa lama kunjungan ke Israel, saya pura-pura bingung dan menjawab No English.

Nah… rupanya trik itu malah jadi masalah. Saya mencoba melongo ketika ditanya. Padahal apa yang ditanya aku mengerti saja. Misalnya siapa nama lengkapmu? Adakah saudaramu dalam rombongan ini? Pertama kalikah Anda ke Israel? Berapa uang yang kamu bawa? Semua pertanyaan kujawab dengan pura-pura bingung.

Petugas ini benar-benar tidak percaya aku tidak bisa berbahasa Inggris, dan menjawab sejumlah pertanyaan itu sambil membolak-balik pasporku. Berapa barang bawaanmu dan di mana? Dia bertanya lagi. Tour leader kami berusaha membantu dan mendekati loket. Namun diusir beberapa kali.

Akhirnya petugas itu keluar dari loket dan melihat sendiri barang bawaanku, termasuk isi dompet. Wkwkwkwkw… Ini terjadi di depan Archi, tour leader kami. Dia bertanya lagi, apa pekerjaanmu? Aku berusaha memberi tahu ke Archi jangan saya disebut sebagai wartawan. Bisa tambah ribet lagi nanti.

Archi bilang bahwa aku bekerja di media massa. Seharusnya orang ini bisa bahasa Inggris, kata petugas tadi. Nah.. tambah repot kan? Beruntung Archi kemudian mengerti dan berusaha membantu, menjelaskan bahwa media massa itu adalah koran lokal dan jauh dari Jakarta, sehingga wajar tak mengerti bahasa Inggris. “Lihat tiket pulangnya,” lanjut petugas setelah cukup lama berdebat dengan Archi. Saya hanya pura-pura melongo. Archi kemudian mengeluarkan list tiket kepulangan rombongan kami. Plok… disentuhnya bahuku dengan pasporku seraya memberikannya kepadaku. Dia tidak marah, tapi tampak masih tidak percaya.

Huh… repot dan malu juga sih. Tapi tak apalah. Tobat aku gak mau lagi deh pura-pura. Karena pada dasarnya pembawaanku memang tidak terbiasa dengan berbohong. Ya sudah.. Yang penting sudah lolos. Puji Tuhan sudah menginjakkan kami di Tanah Perjanjian.  (Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, kini kudatang di sini…). (ce/bersambung)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan budaya dan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau cacat spiritual. Untuk…

Rabu, 10 Oktober 2018 13:07
Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng

Menikmati Atraksi di Kampung Pelangi

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Melihat Pengembangan Pariwisata di Kobar

Tugu Palagan Sambi, Obyek Wisata Bernilai Sejarah

Destinasi wisata di Bumi Marunting Batu Aji—sebutan Kotawaringin Barat (Kobar), tidaklah sedikit.…

Senin, 08 Oktober 2018 09:25
Bambang, pemuda yang meresahkan Warga Kuala Pembuang

Pria Ini Berdoa Minta Gempa dari Atas Jembatan

Cari perhatian. Biar tenar. Momen gempa dianggap sebagai candaan. Hal itulah yang dilakukan Bambang.…

Kamis, 04 Oktober 2018 09:46
Menengok Anak Penderita Gizi Buruk di RSUD dr Doris Sylvanus

Meski Kondisi Pas-pasan, Orang Tua Tak Pernah Berpaling Muka

Harapan Ade Putra untuk bertumbuh dan berkembang layaknya remaja pada umumnya, pupus. Sejak lima tahun…

Senin, 01 Oktober 2018 10:42
Sinergitas Polri dan Insan Pers Demi Menciptakan Pemilu yang Damai

Junjung Tinggi Independensi Pemberitaan

Pemilu 2019 begitu rentan terhadap gesekan antar simpatisan. Belum lagi jika persaingan politik yang…

Sabtu, 29 September 2018 11:07
Taman Baca Baraoi, Membuka Mata dan Melihat Dunia (3/selesai)

Pindah Rumah agar Lebih Dekat Sekolah

No pain no gain.Secara harfiah bisa diartikan, tanpa rasa sakit, tidak akan mendapatkan sesuatu. Demikianlah…

Selasa, 25 September 2018 10:08
Delapan Tahun Terhambatnya Pembangunan 454 Tower SUTT

Siap Eksekusi, PLN dan Kejaksaan Kerja Sama

Sejak 2011, pembangunan 454 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tak kunjung menghubungkan Sampit…

Senin, 24 September 2018 10:00
Dua Hari Operasi Gabungan Penegakan Hukum Bidang Kelautan

Tim Gabungan Aman Satu Kapal Luar Kalteng

Satu unit kapal nelayan yang berasal dari luar Kalteng terjaring dalam operasi gabungan di wilayah laut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .