MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 13 Maret 2018 10:02
Rangkaian HUT KE-38, Kemala Bhayangkari Berikan Edukasi Lingkungan
Ajak Anak TK Lepasliarkan Penyu di TWA Tanjung Keluang
Ketua Bhayangkari Cabang Kobar Meghty Arie Sirait mengedukasi anak-anak TK Kemala Bhayangkari melepasliarkan tukik di TWA Tanjung Keluang, Sabtu (10/3)

PROKAL.CO, Populasi penyu dewasa ini sudah sangat mengkhawatirkan. Jumlah indukan penyu sisik hijau terus mengalami penurunan, bahkan kini hanya tersisa enam ekor. Hal itu menjadi perhatian Ketua Bhayangkari Cabang Kobar, Megthy Arie Sirait

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KETENANGAN suasana Taman Wisata Alam (TWA), Tanjung Keluang, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, pagi itu pecah oleh suara puluhan murid Taman Kanak - Kanak (TK) Kemala Bhayangkari, Pangkalan Bun. Keceriaan anak - anak itu terpancar dari wajah polos mereka ketika menginjakan kaki di hamparan pasir putih memanjang.

Yah, TWA Tanjung Keluang, dengan pasir putih dan riak ombaknya selalu menjadi magnet bagi siapa saja yang datang berkunjung untuk segera menjejakkan kakinya dan berbasah-basah ria. Tak hanya sajian panoramanya, di tempat itu juga terdapat semi penangkaran penyu jenis sisik hijau yang sudah langka.

Untuk lebih mendalami pengetahuan tentang penyu sisik hijau, Ketua Kemala Bhayangkari, Megthy Arie Sirait bersama pengurus Bhayangkari dan anak - anak TK Kemala Bhayangkari - 19, Pangkalan Bun menyambangi TWA Tanjung Keluang, sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (10/3).

Megthy Arie Sirait, berkeinginan memberikan edukasi lingkungan kepada anak-anak sejak dini dengan memperkenalkan dan melihat secara langsung penangkaran penyu dan proses pelepasliaran penyu sisik hijau ke alam ke laut. Kegiatan itu sekaligus rangkaian HUT ke - 38 Yayasan Kemala Bhayangkari. 

Tidak hanya itu, kecintaan terhadap lingkungan juga di tanamkan dengan mengajak anak-anak untuk membersihkan lingkungan pantai TWA Tanjung Keluang dengan memungut sampah.

Usai itu, puluhan anak TK Kemala Bhayangkari dengan didampingi pengurus yayasan juga diajak turut serta merasakan sensasi pelepasliaran anak penyu sisik hijau (Tukik) ke laut lepas.

Berada di garis lurus yang dibuat oleh pegawai resor TWA Tanjung Keluang sebagai wilayah steril pelepasan tukik, anak - anak antusias melihat momen sakral bagi tukik dimana saat itu untuk pertama kalinya tukik - tukik yang dilepaskan akan berjuang sendiri mempertahankan hidup, terutama dari predator seperti burung dan ikan di tengah lautan luas.

"Perairan Tanjung Keluang menjadi salah satu jalur migrasi dan tempat persinggahan penyu sisik sebelum berpetualang ke penjuru dunia," ungkap Ketua Bhayangkari Cabang Kobar, Megthy Arie Sirait.

Ia melanjutkan di kehangatan pasir, penyu betina menyimpan telurnya dan lahirlah anak penyu atau yang lebih dikenal dengan tukik seperti yang dilepasliarkan oleh anak - anak TK Kemala Bhayangkari - 19, Pangkalan Bun.

Ia berharap pelepasan tukik - tukik tersebut mampu bertahan di lautan lepas sehingga bisa berkembang biak dan terhindar dari kepunahan.

Usai pelepasan tukik - tukik, para murid TK Kemala Bhayangkari melanjutkan dengan kegiatan permainan edukasi seperti menggambar dan melukis di atas hamparan pasir putih. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…

Selasa, 06 Maret 2018 09:53
Ketika Bupati Lamandau Ir Marukan Membuka Usaha Pengolahan Pupuk (1)

Solusi Agar Petani Tidak Tergantung dengan Pupuk Kimia

Tidak terasa, kepemimpinan Bupati Lamandau Ir Marukan akan berakhir, selama dua periode memimpin di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .