MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 13 Maret 2018 10:02
Rangkaian HUT KE-38, Kemala Bhayangkari Berikan Edukasi Lingkungan
Ajak Anak TK Lepasliarkan Penyu di TWA Tanjung Keluang
Ketua Bhayangkari Cabang Kobar Meghty Arie Sirait mengedukasi anak-anak TK Kemala Bhayangkari melepasliarkan tukik di TWA Tanjung Keluang, Sabtu (10/3)

PROKAL.CO, Populasi penyu dewasa ini sudah sangat mengkhawatirkan. Jumlah indukan penyu sisik hijau terus mengalami penurunan, bahkan kini hanya tersisa enam ekor. Hal itu menjadi perhatian Ketua Bhayangkari Cabang Kobar, Megthy Arie Sirait

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KETENANGAN suasana Taman Wisata Alam (TWA), Tanjung Keluang, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, pagi itu pecah oleh suara puluhan murid Taman Kanak - Kanak (TK) Kemala Bhayangkari, Pangkalan Bun. Keceriaan anak - anak itu terpancar dari wajah polos mereka ketika menginjakan kaki di hamparan pasir putih memanjang.

Yah, TWA Tanjung Keluang, dengan pasir putih dan riak ombaknya selalu menjadi magnet bagi siapa saja yang datang berkunjung untuk segera menjejakkan kakinya dan berbasah-basah ria. Tak hanya sajian panoramanya, di tempat itu juga terdapat semi penangkaran penyu jenis sisik hijau yang sudah langka.

Untuk lebih mendalami pengetahuan tentang penyu sisik hijau, Ketua Kemala Bhayangkari, Megthy Arie Sirait bersama pengurus Bhayangkari dan anak - anak TK Kemala Bhayangkari - 19, Pangkalan Bun menyambangi TWA Tanjung Keluang, sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (10/3).

Megthy Arie Sirait, berkeinginan memberikan edukasi lingkungan kepada anak-anak sejak dini dengan memperkenalkan dan melihat secara langsung penangkaran penyu dan proses pelepasliaran penyu sisik hijau ke alam ke laut. Kegiatan itu sekaligus rangkaian HUT ke - 38 Yayasan Kemala Bhayangkari. 

Tidak hanya itu, kecintaan terhadap lingkungan juga di tanamkan dengan mengajak anak-anak untuk membersihkan lingkungan pantai TWA Tanjung Keluang dengan memungut sampah.

Usai itu, puluhan anak TK Kemala Bhayangkari dengan didampingi pengurus yayasan juga diajak turut serta merasakan sensasi pelepasliaran anak penyu sisik hijau (Tukik) ke laut lepas.

Berada di garis lurus yang dibuat oleh pegawai resor TWA Tanjung Keluang sebagai wilayah steril pelepasan tukik, anak - anak antusias melihat momen sakral bagi tukik dimana saat itu untuk pertama kalinya tukik - tukik yang dilepaskan akan berjuang sendiri mempertahankan hidup, terutama dari predator seperti burung dan ikan di tengah lautan luas.

"Perairan Tanjung Keluang menjadi salah satu jalur migrasi dan tempat persinggahan penyu sisik sebelum berpetualang ke penjuru dunia," ungkap Ketua Bhayangkari Cabang Kobar, Megthy Arie Sirait.

Ia melanjutkan di kehangatan pasir, penyu betina menyimpan telurnya dan lahirlah anak penyu atau yang lebih dikenal dengan tukik seperti yang dilepasliarkan oleh anak - anak TK Kemala Bhayangkari - 19, Pangkalan Bun.

Ia berharap pelepasan tukik - tukik tersebut mampu bertahan di lautan lepas sehingga bisa berkembang biak dan terhindar dari kepunahan.

Usai pelepasan tukik - tukik, para murid TK Kemala Bhayangkari melanjutkan dengan kegiatan permainan edukasi seperti menggambar dan melukis di atas hamparan pasir putih. (*)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*