MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 13 Maret 2018 09:29
Dituntut Berbeda, Empat ASN Menanti Vonis Hakim

PH Nilai Replik JPU Sangat Memaksakan

Rosihan Pribadi (depan) dan Lukmansyah usai mengikuti persidangan di PN Pangkalan Bun, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang lanjutan perkara dugaan penyerobotan lahan di Jalan Padat Karya Kelurahan Baru yang menjerat empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kotawaringin Barat (Kobar), akan memasuki babak akhir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menyampaikan tanggapan (Replik) atas pledoi yang disampaikan oleh penasehat hukum keempat terdakwa pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (12/3).

Kini, keempat ASN yang menjadi terdakwa yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Lukmansyah (LK) dan Rosihan Pribadi (RP) yang telah dituntut hukuman berbeda-beda tersebut, tinggal mendengarkan vonis hakim yang dijadwalkan akan dibaca pada persidangan , Senin (19/3) pekan depan. 

Dalam replik yang dibacakakan JPU Acep Subhan menyebutkan, perbuatan terdakwa yakni Mila Karmila memasukan lahan sebagai aset tidak bergerak Dinas Pertanian ada unsur kesengajaan. Apalagi menginput aset tersebut ke dalam aplikasi Simbada sebagai aset pembelian dengan nilai Rp 7 miliar.

“Padahal tidak pernah ada (pembelian dengan harga Rp7 miliar). Majelis hakim, berdasarkan pembelaan, maka kami berkeyakinan, perbuatan terdakwa jelas dalam tindak pidana, kami juga telah membuktikan rangkaian perbuatan yang dilakukan terdakwa,” ucap Acep Subhan saat membacakan replik di persidangan yang dipimpin Majelis Hakim AA Gde Agung Parnata.

Usai persidangan, Acep Subhan mengatakan, terkait dengan masalah aset yang dimasukan ke dalam aplikasi Simbada, hal tersebut bertentangan dengan ketentuan. “Semuanya sudah lengkap tadi di replik,” tegas Acep.

Di tempat yang sama, penasehat hukum empat terdakwa, Rahmadi G Lentam mengatakan, setelah putusan perkara ini, dia meminta agar diungkap sejelas-jelasnya.

“Dengan mendengarkan replik tadi, yang sama sekali tidak ada penyadaran dan kering, jujur saja saya katakan kering dan seolah-olah berpihak. Sangat-sangat tidak benar, makanya saya malas menanggapi,” ucap Rahmadi.

Rahmadi menilai, yang dibicarakan lebih banyak sengketa perdata. Dia menyebut, sudah dicatat dari dulu dan memang harus dicatat. “Sebab kalau tidak dicatat, maka ada undang-undang perbendaharaan negara, apabila orang yang menjalankan fungsinya menyimpan barang dan mengurus, apabila tidak  menjalankan tugas dengan undang-undang, mencatat dan menginventarisir. Apabila menimbulkan kerugian terhadap negara, maka itu dikatakan korupsi, makanya ini yang saya katakan sangat kering memaksakan,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, kasus dugaan penyerobotan lahan ini menjerat empat ASN Kobar yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK). MK dituntut hukuman penjara 1 tahun, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun. (ala/nto/CTK)


BACA JUGA

Kamis, 10 Januari 2019 10:36

Duel Berdarah Buruh Sawit, Satu Luka Parah, Satu Masuk Penjara

PANGKALAN BUN – Duel berdarah buruh kelapa sawit terjadi antara…

Rabu, 02 Januari 2019 10:21

Tug Boat Tenggelam, Diduga Diterjang Gelombang Laut

SAMPIT – Cuaca yang kurang bersahabat di laut, sekitar perairan…

Kamis, 27 Desember 2018 13:24

720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…

Jumat, 14 Desember 2018 13:59
Mengengok Aktivitas Basarnas Sampit Menjelang Natal dan Tahun Baru

Tingkatkan Pengawasan dengan Patroli Rutin

Selain melaksanakan tugas maupun penyelamatan terhadap peristiwa atau musibah yang…

Jumat, 14 Desember 2018 13:57

HEBAT NICH ! Pengemis Nginap di Hotel

PANGKALAN BUN-Pengemis dari luar daerah kembali masuk Pangkalan Bun. Di…

Selasa, 11 Desember 2018 13:13
Cara Kapolsek Parenggean Jaga Kondusifitas Jelang Natal dan Tahun Baru

Dorong Warga Tingkatkan Siskamling

Menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kondusif menjadi hal paling…

Selasa, 11 Desember 2018 13:04

Aruta Dikepung Banjir

PANGKALAN BUN–Banjir sedang melanda beberapa desa di Kecamatan Arut Utara…

Senin, 10 Desember 2018 11:35

Parenggean, Sasaran Satgas Saber Pungli

SAMPIT-Guna pencegahan terhadap praktik pungutan liar (pungli), satgas saber pungli…

Senin, 10 Desember 2018 11:18

Isi Buku Mutasi, Selalu Melaporkan Situasi Setiap Hari

TAMIANG LAYANG-Kabagops Polres Bartim AKP Asdini Pratam Putra SIK pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*