MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 13 Maret 2018 09:29
Dituntut Berbeda, Empat ASN Menanti Vonis Hakim

PH Nilai Replik JPU Sangat Memaksakan

Rosihan Pribadi (depan) dan Lukmansyah usai mengikuti persidangan di PN Pangkalan Bun, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang lanjutan perkara dugaan penyerobotan lahan di Jalan Padat Karya Kelurahan Baru yang menjerat empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kotawaringin Barat (Kobar), akan memasuki babak akhir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menyampaikan tanggapan (Replik) atas pledoi yang disampaikan oleh penasehat hukum keempat terdakwa pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (12/3).

Kini, keempat ASN yang menjadi terdakwa yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Lukmansyah (LK) dan Rosihan Pribadi (RP) yang telah dituntut hukuman berbeda-beda tersebut, tinggal mendengarkan vonis hakim yang dijadwalkan akan dibaca pada persidangan , Senin (19/3) pekan depan. 

Dalam replik yang dibacakakan JPU Acep Subhan menyebutkan, perbuatan terdakwa yakni Mila Karmila memasukan lahan sebagai aset tidak bergerak Dinas Pertanian ada unsur kesengajaan. Apalagi menginput aset tersebut ke dalam aplikasi Simbada sebagai aset pembelian dengan nilai Rp 7 miliar.

“Padahal tidak pernah ada (pembelian dengan harga Rp7 miliar). Majelis hakim, berdasarkan pembelaan, maka kami berkeyakinan, perbuatan terdakwa jelas dalam tindak pidana, kami juga telah membuktikan rangkaian perbuatan yang dilakukan terdakwa,” ucap Acep Subhan saat membacakan replik di persidangan yang dipimpin Majelis Hakim AA Gde Agung Parnata.

Usai persidangan, Acep Subhan mengatakan, terkait dengan masalah aset yang dimasukan ke dalam aplikasi Simbada, hal tersebut bertentangan dengan ketentuan. “Semuanya sudah lengkap tadi di replik,” tegas Acep.

Di tempat yang sama, penasehat hukum empat terdakwa, Rahmadi G Lentam mengatakan, setelah putusan perkara ini, dia meminta agar diungkap sejelas-jelasnya.

“Dengan mendengarkan replik tadi, yang sama sekali tidak ada penyadaran dan kering, jujur saja saya katakan kering dan seolah-olah berpihak. Sangat-sangat tidak benar, makanya saya malas menanggapi,” ucap Rahmadi.

Rahmadi menilai, yang dibicarakan lebih banyak sengketa perdata. Dia menyebut, sudah dicatat dari dulu dan memang harus dicatat. “Sebab kalau tidak dicatat, maka ada undang-undang perbendaharaan negara, apabila orang yang menjalankan fungsinya menyimpan barang dan mengurus, apabila tidak  menjalankan tugas dengan undang-undang, mencatat dan menginventarisir. Apabila menimbulkan kerugian terhadap negara, maka itu dikatakan korupsi, makanya ini yang saya katakan sangat kering memaksakan,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, kasus dugaan penyerobotan lahan ini menjerat empat ASN Kobar yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK). MK dituntut hukuman penjara 1 tahun, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun. (ala/nto/CTK)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 11:05

Seni dan Budaya Kalteng ke Pentas Internasional

PALANGKA RAYA-Malay Heritage Centre merupakan salah satu lembaga budaya Melayu. Setiap tahun, menyelenggarakan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:57
Cegah Terorisme, Polres Katingan Sosialisasi Sampai ke Nelayan

Jangan Mudah Terpengaruh Paham Radikalisme

Untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme di Kabupaten Katingan, jajaran Satpolair Polres Katingan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:54

Dua Perwira Polres Kotim Diganti

SAMPIT- Dua perwira Polres Kotim bergeser. Pergantian itu ditandai dengan serah terima jabatan yang…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:49

Polres Lamandau Terus Menyelidiki Kasus SHU Koperasi Berkah Kujan

NANGA BULIK -  Hingga Jumat (5/10), Polres Lamandau terus menyelidiki kasus pembagian sisa hasil…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:48

Harga Turun, Petani Kelapa Banyak Gulung Tikar

KUALA PEMBUANG– Harga kelapa di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan turun.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:20

Salat Ghaib untuk Korban Gempa dan Tsunami

PALANGKA RAYA- Anggota Polda Kalteng menggelar salat ghaib yang ditujukan kepada seluruh korban gempa…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:49
Cara Polres Katingan Mengantisipasi Tindak Kriminal di Wilayahnya

Polisi dan Juga Satpam Harus Aktif Patroli

Untuk mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Katingan, polres setempat menerapkan…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:45

Ancam Lapor ke Polda Kalteng

NANGA BULIK – Sejak dilaporkan pada 12 September 2018, kasus dugaan penyimpangan dana sisa hasil…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:42

Pabrik Tahu-Tempe Berkobar

PANGKALAN BUN - Warga RT 10, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin…

Senin, 01 Oktober 2018 10:39

Ratusan Warga Binaa Jalani Tes Urine

PANGKALAN BUN–Satuan Tugas Kanwil Kemenkum HAM Kalteng bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .