MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 13 Maret 2018 09:29
Dituntut Berbeda, Empat ASN Menanti Vonis Hakim

PH Nilai Replik JPU Sangat Memaksakan

Rosihan Pribadi (depan) dan Lukmansyah usai mengikuti persidangan di PN Pangkalan Bun, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang lanjutan perkara dugaan penyerobotan lahan di Jalan Padat Karya Kelurahan Baru yang menjerat empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kotawaringin Barat (Kobar), akan memasuki babak akhir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menyampaikan tanggapan (Replik) atas pledoi yang disampaikan oleh penasehat hukum keempat terdakwa pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (12/3).

Kini, keempat ASN yang menjadi terdakwa yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Lukmansyah (LK) dan Rosihan Pribadi (RP) yang telah dituntut hukuman berbeda-beda tersebut, tinggal mendengarkan vonis hakim yang dijadwalkan akan dibaca pada persidangan , Senin (19/3) pekan depan. 

Dalam replik yang dibacakakan JPU Acep Subhan menyebutkan, perbuatan terdakwa yakni Mila Karmila memasukan lahan sebagai aset tidak bergerak Dinas Pertanian ada unsur kesengajaan. Apalagi menginput aset tersebut ke dalam aplikasi Simbada sebagai aset pembelian dengan nilai Rp 7 miliar.

“Padahal tidak pernah ada (pembelian dengan harga Rp7 miliar). Majelis hakim, berdasarkan pembelaan, maka kami berkeyakinan, perbuatan terdakwa jelas dalam tindak pidana, kami juga telah membuktikan rangkaian perbuatan yang dilakukan terdakwa,” ucap Acep Subhan saat membacakan replik di persidangan yang dipimpin Majelis Hakim AA Gde Agung Parnata.

Usai persidangan, Acep Subhan mengatakan, terkait dengan masalah aset yang dimasukan ke dalam aplikasi Simbada, hal tersebut bertentangan dengan ketentuan. “Semuanya sudah lengkap tadi di replik,” tegas Acep.

Di tempat yang sama, penasehat hukum empat terdakwa, Rahmadi G Lentam mengatakan, setelah putusan perkara ini, dia meminta agar diungkap sejelas-jelasnya.

“Dengan mendengarkan replik tadi, yang sama sekali tidak ada penyadaran dan kering, jujur saja saya katakan kering dan seolah-olah berpihak. Sangat-sangat tidak benar, makanya saya malas menanggapi,” ucap Rahmadi.

Rahmadi menilai, yang dibicarakan lebih banyak sengketa perdata. Dia menyebut, sudah dicatat dari dulu dan memang harus dicatat. “Sebab kalau tidak dicatat, maka ada undang-undang perbendaharaan negara, apabila orang yang menjalankan fungsinya menyimpan barang dan mengurus, apabila tidak  menjalankan tugas dengan undang-undang, mencatat dan menginventarisir. Apabila menimbulkan kerugian terhadap negara, maka itu dikatakan korupsi, makanya ini yang saya katakan sangat kering memaksakan,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, kasus dugaan penyerobotan lahan ini menjerat empat ASN Kobar yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK). MK dituntut hukuman penjara 1 tahun, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun. (ala/nto/CTK)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:49

KEREN…! Pegawai Lapas Kenakan Baju Adat Nusantara

TIDAK seperti upacara pada umumnya. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh melaksanakan…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:00

Truk Bermuatan Kernel Terguling, Ini Penyebabnya

SAMPIT-Truk bermuatan kernel mengalami insiden tak terduga ketika melintas di Jalan Tjilik Riwut Km…

Minggu, 12 Agustus 2018 13:27

INGAT YA…! TPA Bisa Tempat Rekreasi dan Lomba Lho, Ini Buktinya

KUALA KAPUAS- Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Permukiman…

Jumat, 10 Agustus 2018 12:30

Dihantam Tongkang Bermuatan Pasir, Kelotok dan Jamban Warga Hancur

SAMPIT – Warga Jalan Iskandar Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat…

Rabu, 25 Juli 2018 21:17

Wah! Ternyata di Kotim Belum Ada SOP Baku Penerbitan SKT

SAMPIT-Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur mengungkapkan, sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur…

Rabu, 25 Juli 2018 21:10

Wajib Konfirmasi Status Wajib Pajak

SAMPIT–Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sampit mewajibkan anggota masyarakat yang ingin memperoleh…

Rabu, 13 Juni 2018 23:04

Mudik, Penumpang Beralaskan Terpal

PALANGKA RAYA-Puncak arus mudik lebaran 2018 di Kalteng, dapat dirasakan di Palangka Raya, Sampit, dan…

Senin, 11 Juni 2018 19:11

Pemudik Melalui Pelabuhan Sampit Mulai Ramai

SAMPIT-Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah sudah mulai dekat, antusias para pemudik nampak mulain meningkat,…

Minggu, 03 Juni 2018 14:45

Kembalikan Pluralisme Sebagai Kekuatan Bangsa Indonesia

BUNTOK - Kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan salah satu pendorong besar dan diseganinya…

Senin, 14 Mei 2018 09:30

Ciptakan Suasana Aman dan Damai saat Pilkada

MURUNG RAYA-Dalam mendukung pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Murung Raya berjalan aman dan kondusif,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .