MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Minggu, 11 Maret 2018 08:12
TEGAS ! Izin Habis, Dua Tongkang Batu Bara PT AKT Diamankan
Dinas ESDM Kalteng bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kalteng didampingi Pjs Bupati Batara H Sapto Nugroho MM turun mengecek tongkang batu bara PT AKT, Sabtu (10/3). (HERMAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, MUARA TEWEH- Dua buah tongkang mengangkut batu bara milik PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), ditahan di perairan sungai Barito wilayah Kabupaten Barito Utara (Batara), Jumat (9/3). Kapal TB Republik 031 menarik tongkang BG Tuhup 019 serta TB Republik 032 menarik tongkang BG Tuhup 003.

Penahanan kedua tongkang tersebut karena Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT AKT, tidak berlaku lagi atau telah habis sejak November 2017 lalu. Dari penahanan tongkang tersebut, pihak Dinas ESDM Kalteng bersama Dinas Perhubungan Kalteng, Satpol PP Kalteng bersama Pemkab Batara melakukan pemeriksaan dua tongkang yang mengangkut batu bara milik PT AKT, Sabtu (10/3).

Pjs Bupati Batara sekaligus Kepala Dinas ESDM Kalteng Ermal Subhan menjelaskan, perusahaan tersebut telah melanggar aturan. PKP2B sudah berakhir sejak 19 Oktober 2017 lalu, sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 3714.K/30/MEM/2017 tentang pengakhiran PKP2B PT AKT dengan pemerintah Indonesia.

Selanjutnya di tindak lanjuti lagi dengan surat Keputusan Menteri ESDM RI Nomor  715.K/30/MEM/2017 tentang pengamanan sarana dan prasarana PT AKT . “Berdasarkan rekomendasi dari Gubernur dan Kadis ESDM Kalteng kami turun untuk mengamankan sarana dan prasarana yakni pemberhentian dua unit tongkang pengangkut batu bara tersebut," ujar Ermal kepada wartawan di Muara Teweh, Sabtu (10/3).

Ditegaskan Ermal, berdasarkan hal itu PT AKT tidak boleh lagi berproduksi karena dasar perusahaan yakni PKP2B telah berakhir. Namun, di lapangan, masih ditemukan tongkang mengangkut batu bara.“Kami telah melakukan peninjauan ke lokasi, memang tidak ada aktivitas pertambangan, namun setelah dicek ke perairan terdapat tiga buah tongkang yang akan dimilirkan, sedangkan satu tongkang lainnya masih mengisi dan langsung dihentikan aktivitas pemuatan batu bara ke dalam tongkang tersebut, sementara dua tongkang lain didapati di sungai dan sedang dimilirkan dan juga diberhentikan,” paparnya.

Dari dua buah tongkang yang bermuatan tersebut, diperkirakan batu bara yang diangkut sekitar 8.700 metrik ton. “Dua buah tongkang beserta kapal tersebut kami amankan terlebih dahulu, hingga persyaratan dipenuhi oleh pihak perusahaan sesuai aturan yang berlaku. Karena dasar pengakhiran tersebut membuat perusahaan tidak boleh lagi berproduksi,” ucapnya.

Dikatakannya pula, untuk sanksi terhadap perusahaan tersebut nantinya akan diambil dari pihak pemerintah pusat.

“Untuk sanksi terhadap perusahaan tersebut pasti ada, namun bukan dari kami. Kami hanya melaporkan hasil pemeriksaan dan menindak lanjutinya saja untuk diteruskan ke Kementerian ESDM,” pungkasnya. (her/abe/CTK)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 11:05

Seni dan Budaya Kalteng ke Pentas Internasional

PALANGKA RAYA-Malay Heritage Centre merupakan salah satu lembaga budaya Melayu. Setiap tahun, menyelenggarakan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:51
Melihat Geliat Peternakan Sapi di Kobar

Dulu Inseminasi, Kini Pakai Transfer Embrio

Peternakan merupakan salah satu program unggulan atau prioritas pemerintahan Bupati Hj Nurhidayah dan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:57
Cegah Terorisme, Polres Katingan Sosialisasi Sampai ke Nelayan

Jangan Mudah Terpengaruh Paham Radikalisme

Untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme di Kabupaten Katingan, jajaran Satpolair Polres Katingan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:54

Dua Perwira Polres Kotim Diganti

SAMPIT- Dua perwira Polres Kotim bergeser. Pergantian itu ditandai dengan serah terima jabatan yang…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:52

Piton 5 Meter “Serang” Rumah Warga

PANGKALAN BUN – Kediaman Gusti Basri di RT 17, Jalan Pagunegara, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:49

Polres Lamandau Terus Menyelidiki Kasus SHU Koperasi Berkah Kujan

NANGA BULIK -  Hingga Jumat (5/10), Polres Lamandau terus menyelidiki kasus pembagian sisa hasil…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:48

Harga Turun, Petani Kelapa Banyak Gulung Tikar

KUALA PEMBUANG– Harga kelapa di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan turun.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:20

Salat Ghaib untuk Korban Gempa dan Tsunami

PALANGKA RAYA- Anggota Polda Kalteng menggelar salat ghaib yang ditujukan kepada seluruh korban gempa…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:49
Cara Polres Katingan Mengantisipasi Tindak Kriminal di Wilayahnya

Polisi dan Juga Satpam Harus Aktif Patroli

Untuk mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Katingan, polres setempat menerapkan…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:45

Ancam Lapor ke Polda Kalteng

NANGA BULIK – Sejak dilaporkan pada 12 September 2018, kasus dugaan penyimpangan dana sisa hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .