MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng
Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif
Kepala BI Kalteng Wuryanto (kanan) bersama jajarannya, saat bincang-bincang dengan Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun didampingi sejumlah manajemen, di Gedung Biru Kalteng Pos, Rabu (7/3). (NIZAR/ KALTENG POS)

PROKAL.CO, Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan ekonomi di Kalteng eksklusif. Seharusnya inklusif atau dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

JAJARAN petinggi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng mengunjungi Gedung Biru Kalteng Pos, Rabu (7/3). Panjang lebar berbincang-bincang terkait ekonomi Kalteng, nasional sampai internasional.

“Kami ingin silaturahmi dengan jajaran manajemen Kalteng Pos. Selama ini hubungan dengan Kalteng Pos berjalan dengan baik. Tetapi tidak lengkap kalau tidak bertemu langsung,” urai Kepala BI Kalteng Wuryanto mengawali perbincangan.

Selama menjabat sebagai kepala BI Kalteng, dia mengaku menjadikan berita di koran sebagai salah satu menu sarapan.

Sebagai salah satu pembaca setia Kalteng Pos, Wuryanto memberikan berbagai masukan. Berawal dari kegelisahannya, karena beberapa pemberitaan terkait perekonomian harusnya bisa lebih menggigit lagi. Melalui pemberitaan, masyarakat dan pemerintah harus bisa terdorong meningkatkan perekonomian di daerahnya masing-masing.

Perekonomian Kalteng di atas angka 7 atau lebih bagus dari nasional. Namun perkembangan itu masih eksklusif atau hanya dinikmati pihak-pihak tertentu saja. Belum secara merata kepada masyarakat (inklusif).

“Kalteng memerlukan pembangunan yang inklusif atau dinikmati masyarakat secara keseluruhan. Bukan kelompok tertentu. Perlu dorongan dari media terutama Kalteng Pos. Misal ada cerita inspirasi keberhasilan suatu desa mengelola anggaran desa atau UMKM, sehingga bisa memicu bagi daerah lain,” ungkapnya.

Pertumbuhan perekonomian Kalteng mengarah inklusif, didukung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Oleh karena itu, BI tak segan-segan memberikan masukan berdasarkan analisa ekonomi, terkait program pemerintahan yang menyentuh masyarakat.

“Gubernur dari beberapa kali bertemu dan dalam pidatonya itu sangat bagus visinya. Namun kebijakan ini harus ada eksekusi yang bagus juga. Satu visi yang bagus tidak akan berjalan, tanpa program yang bagus dan real di lapangan. Luar biasa kalau program gubernur dibumikan, untuk menyasar masyarakat yang ada di Kalteng,” urainya.

Wuryanto juga mengungkapkan, pemerintah provinsi dan kabupaten harus bisa mencari alternatif perekonomian. Sektor pariwisata dan hilirisasi menjadi salah satu opsi yang bagus.

Ia mencontohkan, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kalteng bisa berkolaborasi menggelar event nasional di Kalteng. Event dimasukkan menjadi agenda rutin nasional. Tujuannya, mengundang turis datang dari provinsi maupun negara lain.

Kenapa perlu event nasional? Karena banyak tamu datang ke Palangka Raya sebagai ibu kota Kalteng, akan membelanjakan uangnya. Perlu hotel. Transportasi. Oleh-oleh buah karya UMKM. Suguhan seni dan budaya.

“Kalau event kurang mengundang turis dan hanya dinikmati orang lokal, perputaran uang kurang banyak. Berbeda kalau banyak tamu. Makanya BI dan BKD masih merancang event,” bebernya.

Selain itu, ia menyarankan agar program pemerintah sejalan dan sesuai analisa. Misalnya, One Village One Product (OVOP). Setiap desa punya produk unggulan masing-masing.

“Contoh, daerah A punya produksi padi atau buah, ke depan harus dikembangkan dan harus bisa memenuhi kebutuhan Kalteng. Selanjutnya memenuhi kebutuhan nasional dan seterusnya,” imbuhnya.

Sebelum berkunjung ke Gedung Biru Kalteng Pos, rombongan BI Kalteng jumpa pers bersama sejumlah awak media di Gallery Tjilik Riwut.

Di sana, ia sempat bercerita banyak tentang perekonomian di Bumi Tambun Bungai yang kurang bergairah. Meskipun sedang dilaksanakan pilkada serentak di 11 kabupaten kota se-Kalteng, namun masih belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kalteng selama 2 bulan terakhir. Bahkan, secara makro, perayaan hari besar keagamaan dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) sawit, masih jauh berdampak bagi perekonomian daripada Pilkada.

Dibandingkan dengan 4 provinsi lainnya se-Kalimantan yang lebih banyak modal masuk (net inflow), Kalteng malah masuk di kategori lebih banyak modal keluar (net outflow) daripada yang masuk.

Kalteng disebut unik. Kata dia, hal itu disebabkan di triwulan terakhir 2017 lalu, sekitar Rp4 triliun dikeluarkan BI karena permintaan masyarakat cukup besar. Mengingat Desember 2017 lalu ada kegiatan perayaan hari besar keagamaan, ditambah lagi dengan akhir tahun. Sementara, dari sisi pengeluaran, masyarakat lebih memilih menghabiskan uangnya di luar Kalteng.

“Masyarakat spending money (membelanjakan uang, red) tidak di Kalteng, melainkan dikirim ke Jawa,” ujarnya, kemarin.

Belum lagi, keberadaan PBS yang mendominasi di Kabupaten Kotim dan Kobar. Dua kabupaten yang tidak melaksanakan pilkada ini, sangat banyak permintaan uangnya. “Kotim dan Kobar, permintaan uangnya sangat tinggi. Ratusan miliar gaji. Sementara, spending money tidak di Kalteng. Artinya, beberapa daerah tertentu di daerah tersebut, kebanyakan masyarakat pendatang. Di PBS, uang beredarnya tidak di Kalteng. Tapi lari ke daerah lainnya,” jelas pria berkacamata ini.

Menurutnya, ini akibat minimnya tempat spending money di Kalteng. Bukan hanya untuk perbelanjaan, melainkan juga tempat hiburan dan wisata. “Ini yang belum terlalu banyak. Makanya, outflow lebih besar daripada inflow, ini tanda ekonomi Kalteng belum bergairah,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Direktur BI Kalteng Setian menambahkan, Januari outflow cukup rendah. Berbanding terbalik dengan inflow yang lebih tinggi. Sedangkan, Februari ada kenaikan arus balik keuangan yang telah banyak keluar di Desember 2017. Namun, kenaikan itu masih belum sebanyak outflow uang BI sebesar Rp4 triliun, yang keluar di perayaan hari besar serta akhir tahun lalu.

Perputaran uang di Kalteng tinggi. Februari lalu, tercatat arus perputaran mencapai angka Rp959,59 miliar atau ada kenaikan sebesar 16,21 persen. Namun, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) konsumsi masyarakat Kalteng turun dari angka 108,60 menjadi 101,17. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sesuai Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada Februari 2018 menurun dari 102,50 menjadi 91,50.

Menurutnya, itu diduga karena kebiasaan masyarakat di Kalteng untuk lebih banyak spending money di luar Kalteng. “Awal tahun memang ada dampak pilkada. Tapi tapi belum terlalu kuat dibandingkan Desember 2017,” pungkasnya. (uni/ami/ce/abe/CTK/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .