MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng
Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif
Kepala BI Kalteng Wuryanto (kanan) bersama jajarannya, saat bincang-bincang dengan Direktur Kalteng Pos HM Wahyudie F Dirun didampingi sejumlah manajemen, di Gedung Biru Kalteng Pos, Rabu (7/3). (NIZAR/ KALTENG POS)

PROKAL.CO, Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan ekonomi di Kalteng eksklusif. Seharusnya inklusif atau dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

JAJARAN petinggi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng mengunjungi Gedung Biru Kalteng Pos, Rabu (7/3). Panjang lebar berbincang-bincang terkait ekonomi Kalteng, nasional sampai internasional.

“Kami ingin silaturahmi dengan jajaran manajemen Kalteng Pos. Selama ini hubungan dengan Kalteng Pos berjalan dengan baik. Tetapi tidak lengkap kalau tidak bertemu langsung,” urai Kepala BI Kalteng Wuryanto mengawali perbincangan.

Selama menjabat sebagai kepala BI Kalteng, dia mengaku menjadikan berita di koran sebagai salah satu menu sarapan.

Sebagai salah satu pembaca setia Kalteng Pos, Wuryanto memberikan berbagai masukan. Berawal dari kegelisahannya, karena beberapa pemberitaan terkait perekonomian harusnya bisa lebih menggigit lagi. Melalui pemberitaan, masyarakat dan pemerintah harus bisa terdorong meningkatkan perekonomian di daerahnya masing-masing.

Perekonomian Kalteng di atas angka 7 atau lebih bagus dari nasional. Namun perkembangan itu masih eksklusif atau hanya dinikmati pihak-pihak tertentu saja. Belum secara merata kepada masyarakat (inklusif).

“Kalteng memerlukan pembangunan yang inklusif atau dinikmati masyarakat secara keseluruhan. Bukan kelompok tertentu. Perlu dorongan dari media terutama Kalteng Pos. Misal ada cerita inspirasi keberhasilan suatu desa mengelola anggaran desa atau UMKM, sehingga bisa memicu bagi daerah lain,” ungkapnya.

Pertumbuhan perekonomian Kalteng mengarah inklusif, didukung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Oleh karena itu, BI tak segan-segan memberikan masukan berdasarkan analisa ekonomi, terkait program pemerintahan yang menyentuh masyarakat.

“Gubernur dari beberapa kali bertemu dan dalam pidatonya itu sangat bagus visinya. Namun kebijakan ini harus ada eksekusi yang bagus juga. Satu visi yang bagus tidak akan berjalan, tanpa program yang bagus dan real di lapangan. Luar biasa kalau program gubernur dibumikan, untuk menyasar masyarakat yang ada di Kalteng,” urainya.

Wuryanto juga mengungkapkan, pemerintah provinsi dan kabupaten harus bisa mencari alternatif perekonomian. Sektor pariwisata dan hilirisasi menjadi salah satu opsi yang bagus.

Ia mencontohkan, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kalteng bisa berkolaborasi menggelar event nasional di Kalteng. Event dimasukkan menjadi agenda rutin nasional. Tujuannya, mengundang turis datang dari provinsi maupun negara lain.

Kenapa perlu event nasional? Karena banyak tamu datang ke Palangka Raya sebagai ibu kota Kalteng, akan membelanjakan uangnya. Perlu hotel. Transportasi. Oleh-oleh buah karya UMKM. Suguhan seni dan budaya.

“Kalau event kurang mengundang turis dan hanya dinikmati orang lokal, perputaran uang kurang banyak. Berbeda kalau banyak tamu. Makanya BI dan BKD masih merancang event,” bebernya.

Selain itu, ia menyarankan agar program pemerintah sejalan dan sesuai analisa. Misalnya, One Village One Product (OVOP). Setiap desa punya produk unggulan masing-masing.

“Contoh, daerah A punya produksi padi atau buah, ke depan harus dikembangkan dan harus bisa memenuhi kebutuhan Kalteng. Selanjutnya memenuhi kebutuhan nasional dan seterusnya,” imbuhnya.

Sebelum berkunjung ke Gedung Biru Kalteng Pos, rombongan BI Kalteng jumpa pers bersama sejumlah awak media di Gallery Tjilik Riwut.

Di sana, ia sempat bercerita banyak tentang perekonomian di Bumi Tambun Bungai yang kurang bergairah. Meskipun sedang dilaksanakan pilkada serentak di 11 kabupaten kota se-Kalteng, namun masih belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kalteng selama 2 bulan terakhir. Bahkan, secara makro, perayaan hari besar keagamaan dan Perusahaan Besar Swasta (PBS) sawit, masih jauh berdampak bagi perekonomian daripada Pilkada.

Dibandingkan dengan 4 provinsi lainnya se-Kalimantan yang lebih banyak modal masuk (net inflow), Kalteng malah masuk di kategori lebih banyak modal keluar (net outflow) daripada yang masuk.

Kalteng disebut unik. Kata dia, hal itu disebabkan di triwulan terakhir 2017 lalu, sekitar Rp4 triliun dikeluarkan BI karena permintaan masyarakat cukup besar. Mengingat Desember 2017 lalu ada kegiatan perayaan hari besar keagamaan, ditambah lagi dengan akhir tahun. Sementara, dari sisi pengeluaran, masyarakat lebih memilih menghabiskan uangnya di luar Kalteng.

“Masyarakat spending money (membelanjakan uang, red) tidak di Kalteng, melainkan dikirim ke Jawa,” ujarnya, kemarin.

Belum lagi, keberadaan PBS yang mendominasi di Kabupaten Kotim dan Kobar. Dua kabupaten yang tidak melaksanakan pilkada ini, sangat banyak permintaan uangnya. “Kotim dan Kobar, permintaan uangnya sangat tinggi. Ratusan miliar gaji. Sementara, spending money tidak di Kalteng. Artinya, beberapa daerah tertentu di daerah tersebut, kebanyakan masyarakat pendatang. Di PBS, uang beredarnya tidak di Kalteng. Tapi lari ke daerah lainnya,” jelas pria berkacamata ini.

Menurutnya, ini akibat minimnya tempat spending money di Kalteng. Bukan hanya untuk perbelanjaan, melainkan juga tempat hiburan dan wisata. “Ini yang belum terlalu banyak. Makanya, outflow lebih besar daripada inflow, ini tanda ekonomi Kalteng belum bergairah,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Direktur BI Kalteng Setian menambahkan, Januari outflow cukup rendah. Berbanding terbalik dengan inflow yang lebih tinggi. Sedangkan, Februari ada kenaikan arus balik keuangan yang telah banyak keluar di Desember 2017. Namun, kenaikan itu masih belum sebanyak outflow uang BI sebesar Rp4 triliun, yang keluar di perayaan hari besar serta akhir tahun lalu.

Perputaran uang di Kalteng tinggi. Februari lalu, tercatat arus perputaran mencapai angka Rp959,59 miliar atau ada kenaikan sebesar 16,21 persen. Namun, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) konsumsi masyarakat Kalteng turun dari angka 108,60 menjadi 101,17. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sesuai Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada Februari 2018 menurun dari 102,50 menjadi 91,50.

Menurutnya, itu diduga karena kebiasaan masyarakat di Kalteng untuk lebih banyak spending money di luar Kalteng. “Awal tahun memang ada dampak pilkada. Tapi tapi belum terlalu kuat dibandingkan Desember 2017,” pungkasnya. (uni/ami/ce/abe/CTK/dar)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .