MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 06 Maret 2018 09:53
Ketika Bupati Lamandau Ir Marukan Membuka Usaha Pengolahan Pupuk (1)
Solusi Agar Petani Tidak Tergantung dengan Pupuk Kimia
Bupati Lamandau Marukan menunjukan proses pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik, Senin (5/3). (GALIH/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Tidak terasa, kepemimpinan Bupati Lamandau Ir Marukan akan berakhir, selama dua periode memimpin di Bumi Bahaum Bakuba banyak kemajuan dan terobosan yang dilakukannya untuk masyarakat. Kini Marukan mulai mempersiapkan usaha yang akan dilakoni menjelang masa pensiunnya.

 

GAZALI S.IP, Nanga Bulik

 

MEMBAYANGKAN kotoran sapi pasti akan terasa menjijikan, namun siapa sangka kotoran sapi ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak. Hal itulah yang dikenalkan Bupati Lamandau Ir Marukan MAP kepada awak media, Senin (5/3) di kandang sapi miliknya di Desa Kujan Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

Berawal dari wawancara di ruang kerjanya terkait kebutuhan pupuk di Kabupaten Lamandau, ternyata Ir Marukan untuk melihat pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik. Dari Kantor Bupati Lamandau di Kota Nanga Bulik dilanjutkan dengan perjalanan menuju kandang sapi sekitar 30 menit.

Saat tiba, disambut Bupati Lamandau yang sudah terlebih dahulu berada di kandang yang memiliki luas sekitar satu hektare tersebut. Lokasi kandang yang berada di pinggir jalan menghubungkan Kecamatan Bulik dengan Kecamatan Bulik Timur ini. Kemudian diajak untuk menuju satu bangunan di mana terlihat ada pekerja yang sedang mengangkut kotoran sapi dan bahan lainnya. “Inilah proses dari pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik. Di mana prosesnya pencampuran antara kotoran sapi, abu organik, resolit, kapur dan bahan permentasi,” ungkap Marukan dengan menunjukan bahan-bahannya.  

Awal menjalankan hal ini, lanjut Marukan dilakukan untuk carikan solusi, agar petani tidak tergantung dengan pupuk kimia, karena pupuk kimia ada keterbatasan. Di mana dalam jangka panjang tanah menjadi mengeras atau tidak subur. “Nah dengan pupuk organik, justru akan perbaiki tekstur tanah. Apalagi yang tanah berbatu dan pasir,” tegas Marukan. (*bersambung/ala)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .