MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 06 Maret 2018 09:13
Rahmadi Optimistis Kliennya Bebas Murni
PH empat ASN Rahmadi G Lentam membacakan pledoi di ruang sidang PN Pangkalan Bun, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang sengketa lahan antara Pemkab Kobar melawan ahli waris Brata Ruswanda kembali dilanjutkan, Penasehat Hukum (PH) empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perkara ini membacakan pembelaan atau pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (5/3).  Sidang yang menjerat empat ASN Pemkab Kobar yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan lahan milik ahli waris Brata Ruswanda di Jalan Padat Karya, Pangkalan Bun ini memang menyedot perhatian, terbukti dalam sidang yang mengagendakan pembacaan pledoi dari keempat terdakwa tersebut dihadiri banyak pengunjung.

Tampak dari beberapa pegawai berpakaian dinas lengkap dan ada juga kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) hadiri menyaksikan persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim AA Gde Agung Parnata. PH empat ASN Rahmad G Lentam menyebut, pasal yang menjerat itu tidak ada yang terpenuhi, dan sebagai ketentuan acara hukum pidana, satu saja salah satu unsur pidana tidak terpenuhi, kata dia, maka terdakwa harus dibebaskan. Sedangkan pasal 385, karena itu di kesampingkan jaksa penuntut umum pembuktiannya.

“Lagi pula seandainya coba dipaksakan pun dalam tanda petik untuk dibuktikan, karena kita katakan itu tidak terbukti. Sesuai hukum acara, ketika semua dakwaan tidak terbukti, maka para terdakwa harus bebas dari segala dakwaan. Kalau pun ada indikasi tindak pidana, maka pelaku tindak pidana bukan para terdakwa, akan tetapi ada oknum tertentu yang melakukan kejahatan dalam tanda petik, mari kita tunggu babak selanjutnya,” terang Rahmadi usai meninggalkan ruang sidang, kemarin.

Dijelaskan Rahmadi, kalau memang betul secara nyata ASN yang bersangkutan menggelapkan barang milik Negara atau daerah, atau dalam perkara lain ASN yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi yang secara faktual bisa dibuktikan kerugian negaranya. “Nah yang sepanjang tidak, makanya ini yang kita minta perhatian dari pemerintah, karena nantinya efek dari ini, hampir pengurus barang di Kobar tidak sanggup. Karena siapa tahu suatu saat dijadikan tersangka dan terdakwa lagi. Walaupun melaksanakan tugas secara benar. Yang jelas, saya optimistis klien saya bebas murni,” tegasnya.

Sementara Kuncoro perwakilan keluarga ahli waris Brata Ruswanda percaya, setelah mengikuti jalannya persidangan, majelis hakim akan memutuskan kasus ini dengan seadil-adilnya. “Saya percaya, hakim akan memutuskan berdasarkan fakta kebenaran yang ada. Demi tegaknya keadilan,” ucapnya.

Menurut Kuncoro, berdasarkan keterangan beberapa saksi seperti dari mantan staf di bagian TU di BPN Provinsi, secara terang-terangan menyatakan SK tahun 1974 itu tidak pernah ada dan tidak pernah terdaftar atau teregister. “Bagaimana menguasai aset dengan surat yang tidak pernah ada. Pada tahun 2013, mengapa Aplikasi Simbada ditulis pembelian dengan nilai Rp 7 M sekian dan diakui berdasarkan SK gubernur tahun 1974. Sekian puluh tahun muncul pembelian dengan nilai Rp7 M sekian. Saya percaya fakta di persidangkan tidak bisa dipungkiri, itu kebenaran,” tegasnya.

Untuk diketahui kasus dugaan penyerobotan lahan ini menjerat empat ASN Kobar yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK). MK dituntut hukuman penjara 1 tahun, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun. (ala/dar)


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 23:04

Mudik, Penumpang Beralaskan Terpal

PALANGKA RAYA-Puncak arus mudik lebaran 2018 di Kalteng, dapat dirasakan di Palangka Raya, Sampit, dan…

Senin, 11 Juni 2018 19:11

Pemudik Melalui Pelabuhan Sampit Mulai Ramai

SAMPIT-Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah sudah mulai dekat, antusias para pemudik nampak mulain meningkat,…

Minggu, 03 Juni 2018 14:45

Kembalikan Pluralisme Sebagai Kekuatan Bangsa Indonesia

BUNTOK - Kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan salah satu pendorong besar dan diseganinya…

Senin, 14 Mei 2018 09:30

Ciptakan Suasana Aman dan Damai saat Pilkada

MURUNG RAYA-Dalam mendukung pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Murung Raya berjalan aman dan kondusif,…

Rabu, 25 April 2018 06:27

Jaga Kesamaptaan Jasmani

BUNTOK-dimana pun bertugas, prajurit TNI dituntut memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Hal ini untuk…

Rabu, 25 April 2018 06:20

Kodim dan BPTP Percepat Gerakan Tanam Padi

PANGKALAN BUN- Salah satu kunci keberhasilan sistem dalam mencapai tugas pokok adalah sinergitas. Hal…

Rabu, 25 April 2018 06:15

Perkuat Sinergitas untuk Kejayaan Negeri

PALANGKA RAYA- Sinergi merupakan hal yang sangat mudah diucapkan, namun tapi terkadang sulit diterapkan.…

Rabu, 25 April 2018 06:10

BANJIR di Muara Teweh Mengkhawatirkan

MUARA TEWEH- Prajurit TNI dan Polri menunjukan jiwa kepedulian terhadap rakyat saat membantu proses…

Rabu, 25 April 2018 06:03

Fairid-Umi Adakan Pengobatan Gratis

PALANGKA RAYA- Aksi nyata untuk membantu masyarakat Kota Palangka Raya kembali dilakukan Fairid Naparin-Hj…

Rabu, 25 April 2018 05:57

Aries-Fawzi Siap Tangani ODGJ

PALANGKA RAYA-Salah satu program calon wali kota Aries Marcorius Narang dan calon wakil wali kota Habib…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .