MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 06 Maret 2018 09:13
Rahmadi Optimistis Kliennya Bebas Murni
PH empat ASN Rahmadi G Lentam membacakan pledoi di ruang sidang PN Pangkalan Bun, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang sengketa lahan antara Pemkab Kobar melawan ahli waris Brata Ruswanda kembali dilanjutkan, Penasehat Hukum (PH) empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perkara ini membacakan pembelaan atau pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (5/3).  Sidang yang menjerat empat ASN Pemkab Kobar yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan lahan milik ahli waris Brata Ruswanda di Jalan Padat Karya, Pangkalan Bun ini memang menyedot perhatian, terbukti dalam sidang yang mengagendakan pembacaan pledoi dari keempat terdakwa tersebut dihadiri banyak pengunjung.

Tampak dari beberapa pegawai berpakaian dinas lengkap dan ada juga kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) hadiri menyaksikan persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim AA Gde Agung Parnata. PH empat ASN Rahmad G Lentam menyebut, pasal yang menjerat itu tidak ada yang terpenuhi, dan sebagai ketentuan acara hukum pidana, satu saja salah satu unsur pidana tidak terpenuhi, kata dia, maka terdakwa harus dibebaskan. Sedangkan pasal 385, karena itu di kesampingkan jaksa penuntut umum pembuktiannya.

“Lagi pula seandainya coba dipaksakan pun dalam tanda petik untuk dibuktikan, karena kita katakan itu tidak terbukti. Sesuai hukum acara, ketika semua dakwaan tidak terbukti, maka para terdakwa harus bebas dari segala dakwaan. Kalau pun ada indikasi tindak pidana, maka pelaku tindak pidana bukan para terdakwa, akan tetapi ada oknum tertentu yang melakukan kejahatan dalam tanda petik, mari kita tunggu babak selanjutnya,” terang Rahmadi usai meninggalkan ruang sidang, kemarin.

Dijelaskan Rahmadi, kalau memang betul secara nyata ASN yang bersangkutan menggelapkan barang milik Negara atau daerah, atau dalam perkara lain ASN yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi yang secara faktual bisa dibuktikan kerugian negaranya. “Nah yang sepanjang tidak, makanya ini yang kita minta perhatian dari pemerintah, karena nantinya efek dari ini, hampir pengurus barang di Kobar tidak sanggup. Karena siapa tahu suatu saat dijadikan tersangka dan terdakwa lagi. Walaupun melaksanakan tugas secara benar. Yang jelas, saya optimistis klien saya bebas murni,” tegasnya.

Sementara Kuncoro perwakilan keluarga ahli waris Brata Ruswanda percaya, setelah mengikuti jalannya persidangan, majelis hakim akan memutuskan kasus ini dengan seadil-adilnya. “Saya percaya, hakim akan memutuskan berdasarkan fakta kebenaran yang ada. Demi tegaknya keadilan,” ucapnya.

Menurut Kuncoro, berdasarkan keterangan beberapa saksi seperti dari mantan staf di bagian TU di BPN Provinsi, secara terang-terangan menyatakan SK tahun 1974 itu tidak pernah ada dan tidak pernah terdaftar atau teregister. “Bagaimana menguasai aset dengan surat yang tidak pernah ada. Pada tahun 2013, mengapa Aplikasi Simbada ditulis pembelian dengan nilai Rp 7 M sekian dan diakui berdasarkan SK gubernur tahun 1974. Sekian puluh tahun muncul pembelian dengan nilai Rp7 M sekian. Saya percaya fakta di persidangkan tidak bisa dipungkiri, itu kebenaran,” tegasnya.

Untuk diketahui kasus dugaan penyerobotan lahan ini menjerat empat ASN Kobar yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK). MK dituntut hukuman penjara 1 tahun, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun. (ala/dar)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:15

Gencar Patroli Mencegah Hoax

KUALA PEMBUANG-Kapolres Seruyan, AKBP Ramon Zamora Ginting akan melakukan tindakan tegas bagi siapa…

Rabu, 19 September 2018 12:12

Kampanye, Rawan Tindak Pidana

KASONGAN-Menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan  Legislatif (Pileg) mendatang, berbagai…

Selasa, 18 September 2018 10:05

Bapak Wajib Dampingi Perkara Anak

PANGKALAN BUN-Balai Pemasayarakat (Bapas) Kelas II Pangkalan Bun, memiliki peran yang sangat penting.…

Senin, 17 September 2018 10:06

Pembobol Toko Ponsel Terciduk

KUALA PEMBUANG-Akibat melakukan tindak pidana pencurian, seorang pemuda bernama Dedi Hendra Destafiyan…

Jumat, 14 September 2018 10:24

Remaja 18 Tahun Edarkan Sabu

SAMPIT-Seorang remaja berinisial, Mad harus berurusan dengan kepolisian. Remaja berusia 18 tahun itu…

Kamis, 13 September 2018 10:39

Tingkatkan Patroli, Sebar Polisi di Perkotaan Hingga Pedalaman

KUALA PEMBUANG- Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg),…

Kamis, 13 September 2018 10:35

Pengedar Lintas Kabupaten Terciduk

NANGA BULIK- Anang Ujung (49) mungkin tidak menyangka jika bisnis haramnya sudah masuk dalam target…

Jumat, 07 September 2018 09:34

Polisi Tidak akan Tebang Pilih Terhadap Pelaku Karhutla

KUALA PEMBUANG- Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting kembali mengingatkan masyarakat agar tidak…

Jumat, 07 September 2018 09:31

TEGAS ! Lapak yang Mengenai Drainase dan Bahu Jalan Ditertibkan

KASONGAN-Tindakan tegas diberikan Satpol PP Kabupaten Katingan, terhadap para pedagang di Pasar Kereng…

Rabu, 05 September 2018 10:01

Pemilik Alat Berat Dalam Pengusutan

KASONGAN-Penggerebekan lokasi tambang di Desa Talian Kereng, Kecamatan Katingan Hilir pada Sabtu (25/8)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .