MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 06 Maret 2018 09:13
Rahmadi Optimistis Kliennya Bebas Murni
PH empat ASN Rahmadi G Lentam membacakan pledoi di ruang sidang PN Pangkalan Bun, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang sengketa lahan antara Pemkab Kobar melawan ahli waris Brata Ruswanda kembali dilanjutkan, Penasehat Hukum (PH) empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perkara ini membacakan pembelaan atau pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin (5/3).  Sidang yang menjerat empat ASN Pemkab Kobar yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan lahan milik ahli waris Brata Ruswanda di Jalan Padat Karya, Pangkalan Bun ini memang menyedot perhatian, terbukti dalam sidang yang mengagendakan pembacaan pledoi dari keempat terdakwa tersebut dihadiri banyak pengunjung.

Tampak dari beberapa pegawai berpakaian dinas lengkap dan ada juga kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) hadiri menyaksikan persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim AA Gde Agung Parnata. PH empat ASN Rahmad G Lentam menyebut, pasal yang menjerat itu tidak ada yang terpenuhi, dan sebagai ketentuan acara hukum pidana, satu saja salah satu unsur pidana tidak terpenuhi, kata dia, maka terdakwa harus dibebaskan. Sedangkan pasal 385, karena itu di kesampingkan jaksa penuntut umum pembuktiannya.

“Lagi pula seandainya coba dipaksakan pun dalam tanda petik untuk dibuktikan, karena kita katakan itu tidak terbukti. Sesuai hukum acara, ketika semua dakwaan tidak terbukti, maka para terdakwa harus bebas dari segala dakwaan. Kalau pun ada indikasi tindak pidana, maka pelaku tindak pidana bukan para terdakwa, akan tetapi ada oknum tertentu yang melakukan kejahatan dalam tanda petik, mari kita tunggu babak selanjutnya,” terang Rahmadi usai meninggalkan ruang sidang, kemarin.

Dijelaskan Rahmadi, kalau memang betul secara nyata ASN yang bersangkutan menggelapkan barang milik Negara atau daerah, atau dalam perkara lain ASN yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi yang secara faktual bisa dibuktikan kerugian negaranya. “Nah yang sepanjang tidak, makanya ini yang kita minta perhatian dari pemerintah, karena nantinya efek dari ini, hampir pengurus barang di Kobar tidak sanggup. Karena siapa tahu suatu saat dijadikan tersangka dan terdakwa lagi. Walaupun melaksanakan tugas secara benar. Yang jelas, saya optimistis klien saya bebas murni,” tegasnya.

Sementara Kuncoro perwakilan keluarga ahli waris Brata Ruswanda percaya, setelah mengikuti jalannya persidangan, majelis hakim akan memutuskan kasus ini dengan seadil-adilnya. “Saya percaya, hakim akan memutuskan berdasarkan fakta kebenaran yang ada. Demi tegaknya keadilan,” ucapnya.

Menurut Kuncoro, berdasarkan keterangan beberapa saksi seperti dari mantan staf di bagian TU di BPN Provinsi, secara terang-terangan menyatakan SK tahun 1974 itu tidak pernah ada dan tidak pernah terdaftar atau teregister. “Bagaimana menguasai aset dengan surat yang tidak pernah ada. Pada tahun 2013, mengapa Aplikasi Simbada ditulis pembelian dengan nilai Rp 7 M sekian dan diakui berdasarkan SK gubernur tahun 1974. Sekian puluh tahun muncul pembelian dengan nilai Rp7 M sekian. Saya percaya fakta di persidangkan tidak bisa dipungkiri, itu kebenaran,” tegasnya.

Untuk diketahui kasus dugaan penyerobotan lahan ini menjerat empat ASN Kobar yakni Mila Karmila (MK), Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK). MK dituntut hukuman penjara 1 tahun, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun. (ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…

Jumat, 14 Desember 2018 13:59
Mengengok Aktivitas Basarnas Sampit Menjelang Natal dan Tahun Baru

Tingkatkan Pengawasan dengan Patroli Rutin

Selain melaksanakan tugas maupun penyelamatan terhadap peristiwa atau musibah yang…

Jumat, 14 Desember 2018 13:57

HEBAT NICH ! Pengemis Nginap di Hotel

PANGKALAN BUN-Pengemis dari luar daerah kembali masuk Pangkalan Bun. Di…

Selasa, 11 Desember 2018 13:13
Cara Kapolsek Parenggean Jaga Kondusifitas Jelang Natal dan Tahun Baru

Dorong Warga Tingkatkan Siskamling

Menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kondusif menjadi hal paling…

Selasa, 11 Desember 2018 13:04

Aruta Dikepung Banjir

PANGKALAN BUN–Banjir sedang melanda beberapa desa di Kecamatan Arut Utara…

Senin, 10 Desember 2018 11:35

Parenggean, Sasaran Satgas Saber Pungli

SAMPIT-Guna pencegahan terhadap praktik pungutan liar (pungli), satgas saber pungli…

Senin, 10 Desember 2018 11:18

Isi Buku Mutasi, Selalu Melaporkan Situasi Setiap Hari

TAMIANG LAYANG-Kabagops Polres Bartim AKP Asdini Pratam Putra SIK pada…

Jumat, 07 Desember 2018 14:46

Warga Handil Sohor Tangkap Buaya Muara

SAMPIT - Seekor buaya muara berukuran sekitar 2,5 meter ditangkap…

Jumat, 07 Desember 2018 14:42

Curi Perak, Residivis Diamankan di Gudang

SAMPIT - Apes dialami M Saleh alias Saleh (35). Pria…

Jumat, 07 Desember 2018 14:40
Permintaan Wakapolda kepada Ditpolairud Polda Kalteng

Awasi Aktivitas di Laut dan Sungai, Cegah Penebangan Liar

Kekayaan alam yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup berilimpah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .