MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 06 Maret 2018 09:03
DAD Geram ! Pemprov dan Polda Diminta Menindak Wilmar Group
Gubernur Sugianto Sabran memberi keterangan pers terkait Wilmar Grup di Istana Isen Mulang, kemarin.(JAMIL/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng sangat geram dengan PT Mustika Sembuluh yang merupakan Wilmar Group. Aksi penyerangan oleh sekuriti perusahaan sawit itu, kata H Agustiar Sabran selaku ketua umum DAD Kalteng, bisa memicu kemarahan orang Dayak. Kenapa? Karena tindakan sekuriti perusahaan yang katanya mengejar pencuri buah sawit itu, justru melakukan perusakan rumah warga dan situs sejarah Dayak berupa sapundu dan bukung. Ini katanya tidak bisa ditolerir.

Menurut Agustiar, DAD sangat pro dengan investor yang menanamkan modalnya di provinsi ini. Tapi kalau akibatnya muncul arogansi perusahaan terhadap warga Dayak, Agustiar mengaku tidak bisa menerimanya. "DAD minta pak gubernur dan pak kapolda bersikap tegas dengan Wilmar ini," kata Agustiar yang saat itu didampingi sejumlah tokoh Dayak dan pengurus DAD seperti Lukas Tingkes, Napa J Awat, ketua internal DR Ellie Embang, Ketua DAD Kota Mambang Tubil, Damang Pahandut Marcos Tuwan, tokoh muda Kaharingan Parada, Wakil Ketua DR Syuriansyah Murhaini serta Waketum Korwil Sampit Wahyudie F Dirun.

Menurut Agustiar, DAD melihat kasus ini sangat serius dan akan mengawal masalahnya. Malah DAD meminta, agar semua aktivitas PT Mustika Sembuluh di Kotawaringin Timur itu, untuk sementara dihentikan, kapan perlu dibuat status quo. Kenapa DAD begitu geram? Karena menurut Agustiar, Wilmar Group ini salah satu perusahaan sawit yang selalu melakukan pelanggaran dan berbenturan dengan masyarakat. Karena itu, katanya, dengan perusahaan seperti ini langkah tegas harus ditegakkan.

Masih menurut Agustiar, karena DAD serius, pada Senin (5/3) kemarin, pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan dan berkoordinasi dengan DAD Kotim. “Kita ingin masalah ini cepat kelar dan harus ada sanksi terhadap mereka yang melakukan kesalahan. Kalau DAD, maka domain kami tentu menyangkut persoalan adat. Tapi kepada pihak kepolisian kami minta agar menegakkan hukum positif. Sedangkan bagi pemerintah daerah, agar mengevaluasi izin dan semua masalah administrasi Wilmar Group ini,” pintanya. (be/ce/ens/dar)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*