MANAGED BY:
MINGGU
29 MEI
HOME | UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL

NASIONAL

Jumat, 14 Maret 2014 18:08
Belum Ada Instansi Usulkan NIP CPNS

Dari Saringan Tenaga Honorer K-2

 
JAKARTA - Pengumuman kelulusan CPNS dari pelamar tenaga honorer kategori 2 (K-2) sudah berlangsung sebulan yang lalu. Tetapi sampai saat ini, belum ada satupun usulan pemberkasan nomor induk kepegawaian (NIP) yang masuk ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sebelumnya masa pengajuan usulan pemberkasan NIP bagi CPNS dari kelompok honorer K-2 dibuka hingga 31 Mei mendatang. Selanjutnya Kepala BKN Eko Sutrisno menuturkan, proses pengolahan berkas usulan itu berlangsung sekitar sebulan. "Jadi perkiraan kami NIP baru keluar Juni nanti," katanya.
Eko mengatakan usulan pemberkasan NIP ini tidak hanya terpusat di kantor BKN di Jakarta saja. Tetapi juga bisa dilakukan di kantor regional (kanreg) BKN yang ada di sejumlah daerah/regional. Seperti di Surabaya, Jogjakarta, Pekanbaru, dan Bandung.
Menurut Eko saat ini masing-masing instansi masih melakukan pemberksan usulan penetapan NIP untuk seluruh pegawainya yang lolos menjadi CPNS. Dia mengatakan jumlah CPNS dari tenaga honorer K-2 ini lebih banyak ketimbang dari saringan pelamar umum. Jadi dianggap wajar jika masih belum ada usulan pemberkasan NIP yang masuk.
BKN kembali meminta supaya seluruh pejabat pembina kepegawaian (PPK) meneliti dengan seksama usulan pemberkasan NIP untuk CPNS dari saringan tenaga honorer K-2. Jika di kemudian hari ditemukan kejanggalan isian data, maka PPK bisa dituntut pidana.
Pemberkasan NIP CPNS dari pelamar honorer K-2 ini memang disebut sarat masalah. Sebab banyak tenaga honorer K-2 siluman yang lolos menjadi CPNS. Misalnya ada tenaga honorer K-2 yang bekerja setelah 2005. Padahal aturannya adalah, tenaga honorer K-2 adalah pegawai yang sudah bekerja minimal satu tahun pada 2005 lalu. Karena belum ada berkas yang masuk, BKN belum bisa menemukan adanya kejanggalan berkas-berkas pengajuan NIP.
Semetnara itu Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally mengatakan pihaknya siap diaudit jika ada kecurigaan pada tenaganya. "Tidak ada itu. Sangat relatif kecil (pemalsuan dokumen). Kita klarifikasi langsung nanti kalau ada dugaan seperti itu," ujar Yusuf saat ditemui kemarin.
Meski diakuinya, banyak dokumen dari tenaga HK2 yang belum lengkap saat melakukan pendaftaran. Baginya, lama pengabdian jauh lebih penting ketimbang berkas yang belum lengkap. "Tentu saja penting (berkas kelengkapan). Namun lebih penting lagi kan pengabdian mereka. Mereka sudah lama itu. Biar sudah daftar dulu baru lengkapi," katanya.
Yusuf mengatakan, kemudahan ini harus ia lakukan mengingat jumlah tenaga H-K2 dengan masa pengabdian cukup lama masih sangat banyak di wilayahnya. Terlebih, kata dia, umur mereka yang sudah sangat tua.
Karenanya, pihak Pemerintah Papua secara khusus telah meminta pertimbangan umur dan lama pengabdian menjadi poin tersendiri untuk seleksi CPNS H-K2. "Janganlah disamakan dengan mereka-mereka yang baru lulus universitas. Kalai hanya mengandalkan itu, K2 di sini tidak akan pernah jadi PNS," tuturnya.
Seleksi tenaga H-K2 tahun 2013 lalu memang sedikit berbeda. Pemerintah memberikan sedikit kelonggaran bagi mereka yang telah mengabdi lama. Kondisi tersebut yang kemudian menjadi alasan mundurnya pengumuman hasil seleksi H-K2.
Tapi sayangnya, setelah diundur beberapa kali, hasil seleksi justru dinilai tidak sesuai. Banyak tenaga H-K2 dengan masa pengabdian 1-2 tahun berhasil lolos. Mereka diduga memalsukan dokumen lama pengabdian.
Pemerintah segera mengambil tindakan. Proses penyelidikan langsung dilakukan untuk mengungkap siapa saja yang melakukan pemalsuan. Akibatnya, pengumuman hasil seleksi CPNS H-K2 harus ditunda hingga selesai pemilu legeslatif usai. (wan/mia/jpnn)

BACA JUGA
Sabtu, 28 Mei 2016 13:46

CATAT INI ! Habis Dilantik, Kepala Daerah Bisa Mutasi Bawahannya

KEPALA daerah yang terpilih pada Pilkada akan mendapat kelonggaran. Melalui revisi UU Pilkada, nanti…

Sabtu, 28 Mei 2016 13:36

CATAT! PPATK Awasi Transaksi Tunai Kepala Daerah

PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus memelototi transaksi yang dilakukan kepala…

Jumat, 27 Mei 2016 17:00

SKK Migas Percepat Penemuan Cadangan Minyak

JAKARTA – Penemuan cadangan migas yang besar terakhir terjadi di Blok Mahakam pada 1974. Setelah…

Jumat, 27 Mei 2016 16:59

Pemerintah Ambil Alih Lahan dari 17 Perusahaan

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, sebanyak 17 perusahaan…

Jumat, 27 Mei 2016 16:49

Soal Kebiri Kimia, Ini Pendapat Kemenkes

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bila mereka siap menjadi eksekutor kebiri kimia…

Jumat, 27 Mei 2016 16:34

Pasal Makar untuk Gafatar

JAKARTA – Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri telah menetapkan pendiri Gerakan…

Kamis, 26 Mei 2016 17:03

Telkomsel Traktir Pelanggan

JAKARTA –  Merayakan kemeriahan hari ulang tahunnya yang ke 21 tahun, Telkomsel mempersembahkan…

Kamis, 26 Mei 2016 16:59

Chevrolet Trax Dikenalkan Konsumen

PALANGKA RAYA – PT Putera Auto Kencana Palangka Raya, Rabu (25/5) memperkenalkan produk varian…

Kamis, 26 Mei 2016 16:57

Kredit Rp 721 Triliun Ditelantarkan

JAKARTA – Kredit mubazir alias undisbursed loan perbankan sepanjang kuartal pertama 2016…

Rabu, 25 Mei 2016 17:10

Perangi Praktik Ijon dengan KUR Plus

JAKARTA – Sektor pertanian hanya berkontribusi sekitar 15 persen dari total produk domestik bruto…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia. All Right Reserved.