MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Senin, 05 Maret 2018 11:30
Pintu Rumah Serta Kaca Dihancurkan, Sandung Dirusak

Sekurity Mengejar Pencuri Sawit, Membantah Merusak Sandung Maupun Sapundu

Sandung maupun sapundu warga di wilayah PT Mustika Sembuluh, Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur diduga rusak saat sekuriti mengejar pencuri sawit, Minggu (4/3).(AIS/KALTENG POS)

PROKAL.CO, POLEMIK kembali terjadi di Perusahaan Besar Swasta (PBS) Wilmar Grup. Akhir 2017 lalu, polemik dugaan penembakan terjadi di PT Bumi Sawit Kencana (BSK) yang juga Wilmar Grup. Minggu (4/3), kabar kurang bagus kembali menerpa mereka. Dugaan perusakan situs adat (sandung) terjadi di PT Mustika Sembuluh, Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur menjadi perhatian masyarakat, Minggu (4/3). Pasalnya, kejadian tersebut kembali mencuat dari Wilmar Grup.

Informasi dihimpun Kalteng Pos menyebutkan, dugaan perusakan sandung itu bermula saat anggota petugas keamanan perusahaan PT Mustika Sembuluh, mengejar seseorang yang diduga mencuri buah sawit. Sekuriti perusahaan bersama sekitar 30 orang melihat seseorang yang diduga pencuri buah sawit, lari ke sebuah rumah dan sekitar sandung.

Sekitar 30 anggota keamanan dengan lima mobil ke lokasi yang diduga pencuri sawit bersembunyi. Tanpa basa-basi, mereka turun dan menendang pintu rumah serta kaca dihancurkan. Seorang ibu rumah tangga di dalamnya, sontak saja berteriak histeris. Keluar dan pingsan. Mereka lalu mendatangi tumpukan-tumpukan sawit sekitar lima kintal tak jauh dari rumah korban. Namun, saat menuju tumpukan buah sawit itu, ada sandung orang tua pemilik rumah yang dirusak.

Parahnya, agar mobil mereka bisa lewat, sandung digoyang dan hendak dicabut. Mereka gagal. Sandung memiliki tiang kayu ulin besar dan ditanam cukup dalam, tidak bisa mereka cabut. Bukung (nama situs adat tersebut) dipukul-pukul karena mobil mereka tidak bisa lewat. Hingga akhirnya, sekuriti mundur dan pulang setelah mendapat perintah balik kanan.“Langkah yang dilakukan masyarakat adat Dayak, terhadap korban masyarakat adat yang ada di Desa Pondok Damar, sudah meyerahkan sepenuhnya kepada dewan masyarakat adat Dayak melakukan tindakan penyelesaian menurut hukum adat,” ucap Ketua Harian DAD Kotim Untung TR, Minggu (4/3).

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, salah satu pihak dari Wilmar Grup mengatakan, petugas keamanan pihaknya tidak merusak sandung tersebut. “Kalau konfirmasinya dari keterangan kami tidak ada melakukan yang itu (dugaan perusakan sandung, red). Waktu itu melakukan pengejaran terhadap pelaku pencuri. Kalau ditanya kepada tim sekuriti, mereka tidak mengakui, sapundu atau pun situs adat tidak ada. Karena waktu itu tim sekuriti melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian, terus mobil tim sekuriti malah dirusak, dipecahkan oleh warga yang ada di situ. Keterangan yang saya peroleh dari sekuriti seperti itu. Mereka melakukan pengejaran terhadap pencuri sawit,” ucap salah satu pihak perusahaan yang enggan menyebutkan namanya, lantaran bukan tugas pokok dan fungsinya memberikan keterangan.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi Siregar melalui Kasatreskrim Polres Kotim AKP Samsul Bahri menegaskan, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut. mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sekuriti perusahaan di Mapolres Kotim.“Kami dari Polres Kotim menerima laporan lagi, sedang ditangani dan sudah ke tempat kejadian perkara. Sudah memeriksa pelapor, ini lagi diperiksa yang sekuritinya. Kejadiannya tanggal 3 Februari,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sekuriti itu, lanjut dia, kejadian berawal saat sekuriti mengejar terduga pencuri sawit yang lari ke sekitar lokasi kejadian. Sekuriti juga membantah merusak sandung maupun sapundu tersebut. (ais/ce/abe)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 11:05

Seni dan Budaya Kalteng ke Pentas Internasional

PALANGKA RAYA-Malay Heritage Centre merupakan salah satu lembaga budaya Melayu. Setiap tahun, menyelenggarakan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:51
Melihat Geliat Peternakan Sapi di Kobar

Dulu Inseminasi, Kini Pakai Transfer Embrio

Peternakan merupakan salah satu program unggulan atau prioritas pemerintahan Bupati Hj Nurhidayah dan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:57
Cegah Terorisme, Polres Katingan Sosialisasi Sampai ke Nelayan

Jangan Mudah Terpengaruh Paham Radikalisme

Untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme di Kabupaten Katingan, jajaran Satpolair Polres Katingan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:52

Piton 5 Meter “Serang” Rumah Warga

PANGKALAN BUN – Kediaman Gusti Basri di RT 17, Jalan Pagunegara, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:49

Polres Lamandau Terus Menyelidiki Kasus SHU Koperasi Berkah Kujan

NANGA BULIK -  Hingga Jumat (5/10), Polres Lamandau terus menyelidiki kasus pembagian sisa hasil…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:48

Harga Turun, Petani Kelapa Banyak Gulung Tikar

KUALA PEMBUANG– Harga kelapa di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan turun.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:20

Salat Ghaib untuk Korban Gempa dan Tsunami

PALANGKA RAYA- Anggota Polda Kalteng menggelar salat ghaib yang ditujukan kepada seluruh korban gempa…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:49
Cara Polres Katingan Mengantisipasi Tindak Kriminal di Wilayahnya

Polisi dan Juga Satpam Harus Aktif Patroli

Untuk mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Katingan, polres setempat menerapkan…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:45

Ancam Lapor ke Polda Kalteng

NANGA BULIK – Sejak dilaporkan pada 12 September 2018, kasus dugaan penyimpangan dana sisa hasil…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:42

Pabrik Tahu-Tempe Berkobar

PANGKALAN BUN - Warga RT 10, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .