MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Senin, 05 Maret 2018 11:30
Pintu Rumah Serta Kaca Dihancurkan, Sandung Dirusak

Sekurity Mengejar Pencuri Sawit, Membantah Merusak Sandung Maupun Sapundu

Sandung maupun sapundu warga di wilayah PT Mustika Sembuluh, Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur diduga rusak saat sekuriti mengejar pencuri sawit, Minggu (4/3).(AIS/KALTENG POS)

PROKAL.CO, POLEMIK kembali terjadi di Perusahaan Besar Swasta (PBS) Wilmar Grup. Akhir 2017 lalu, polemik dugaan penembakan terjadi di PT Bumi Sawit Kencana (BSK) yang juga Wilmar Grup. Minggu (4/3), kabar kurang bagus kembali menerpa mereka. Dugaan perusakan situs adat (sandung) terjadi di PT Mustika Sembuluh, Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur menjadi perhatian masyarakat, Minggu (4/3). Pasalnya, kejadian tersebut kembali mencuat dari Wilmar Grup.

Informasi dihimpun Kalteng Pos menyebutkan, dugaan perusakan sandung itu bermula saat anggota petugas keamanan perusahaan PT Mustika Sembuluh, mengejar seseorang yang diduga mencuri buah sawit. Sekuriti perusahaan bersama sekitar 30 orang melihat seseorang yang diduga pencuri buah sawit, lari ke sebuah rumah dan sekitar sandung.

Sekitar 30 anggota keamanan dengan lima mobil ke lokasi yang diduga pencuri sawit bersembunyi. Tanpa basa-basi, mereka turun dan menendang pintu rumah serta kaca dihancurkan. Seorang ibu rumah tangga di dalamnya, sontak saja berteriak histeris. Keluar dan pingsan. Mereka lalu mendatangi tumpukan-tumpukan sawit sekitar lima kintal tak jauh dari rumah korban. Namun, saat menuju tumpukan buah sawit itu, ada sandung orang tua pemilik rumah yang dirusak.

Parahnya, agar mobil mereka bisa lewat, sandung digoyang dan hendak dicabut. Mereka gagal. Sandung memiliki tiang kayu ulin besar dan ditanam cukup dalam, tidak bisa mereka cabut. Bukung (nama situs adat tersebut) dipukul-pukul karena mobil mereka tidak bisa lewat. Hingga akhirnya, sekuriti mundur dan pulang setelah mendapat perintah balik kanan.“Langkah yang dilakukan masyarakat adat Dayak, terhadap korban masyarakat adat yang ada di Desa Pondok Damar, sudah meyerahkan sepenuhnya kepada dewan masyarakat adat Dayak melakukan tindakan penyelesaian menurut hukum adat,” ucap Ketua Harian DAD Kotim Untung TR, Minggu (4/3).

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, salah satu pihak dari Wilmar Grup mengatakan, petugas keamanan pihaknya tidak merusak sandung tersebut. “Kalau konfirmasinya dari keterangan kami tidak ada melakukan yang itu (dugaan perusakan sandung, red). Waktu itu melakukan pengejaran terhadap pelaku pencuri. Kalau ditanya kepada tim sekuriti, mereka tidak mengakui, sapundu atau pun situs adat tidak ada. Karena waktu itu tim sekuriti melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian, terus mobil tim sekuriti malah dirusak, dipecahkan oleh warga yang ada di situ. Keterangan yang saya peroleh dari sekuriti seperti itu. Mereka melakukan pengejaran terhadap pencuri sawit,” ucap salah satu pihak perusahaan yang enggan menyebutkan namanya, lantaran bukan tugas pokok dan fungsinya memberikan keterangan.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi Siregar melalui Kasatreskrim Polres Kotim AKP Samsul Bahri menegaskan, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut. mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sekuriti perusahaan di Mapolres Kotim.“Kami dari Polres Kotim menerima laporan lagi, sedang ditangani dan sudah ke tempat kejadian perkara. Sudah memeriksa pelapor, ini lagi diperiksa yang sekuritinya. Kejadiannya tanggal 3 Februari,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sekuriti itu, lanjut dia, kejadian berawal saat sekuriti mengejar terduga pencuri sawit yang lari ke sekitar lokasi kejadian. Sekuriti juga membantah merusak sandung maupun sapundu tersebut. (ais/ce/abe)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:23

Mabuk Dulu, Lalu Hajar Bini Sampai Bonyok

SAMPIT – Seorang suami berinisial DP tampak pasrah setelah menjalani pemeriksaan…

Kamis, 14 Maret 2019 15:04

Ibu Salat, Anak Lenyap, Hanya Ditemukan Baju dan Sandal di Lanting

SAMPIT - Warga Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin…

Kamis, 14 Maret 2019 11:25

Terobos Lampu Merah, Berakhir di Ruang Kamboja

PALANGKA RAYA-Yogi akhirnya mengembuskan napas terakhir di ruang UGD RSUD…

Minggu, 10 Maret 2019 12:52

Orang Utan Tua Masuk ke Pemukiman Warga

MUARA TEWEH- Warga dibuat geger oleh kehadiran seekor orang utan (Pongo…

Minggu, 10 Maret 2019 12:48

Kejar-Kejaran, Maling Ponsel Ini Nyaris Mati

Aksi kejar-mengejar terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 10,5 sekitar…

Rabu, 06 Maret 2019 10:55

Soal CPNS Kapuas Murni Kesalahan Data dari Kabupaten, Ini yang Dilakukan...

Polemik dugaan manipulasi data CPNS Kabupaten Kapuas masih terus berlanjut.…

Kamis, 28 Februari 2019 10:37

Oknum Karyawan J&T Express Terlibat Pencurian

SAMPIT-Usai sudah aksi tiga orang pelaku HN, RI dan IW.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:38

Asmara Pukul Istri dan Aniaya Mertua hingga Pingsan

SAMPIT - Entah apa yang ada dalam benak Bayu Asmara.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:36
Menelusuri Jejak Banteng Spesies Baru di Hutan Lamandau

Populasinya Terus Berkurang, Fisiknya Lebih Kecil dari Banteng Jawa

Spesies baru banteng kalimantan terdeteksi menjadi penghuni kawasan hutan Belantikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:11

MENDESAK..!! Karena Sering Dihantam Banjir, Perlu Dibangun Ini

PALANGKA RAYA-Tiap musim hujan, banjir kerap melanda jalan di Bukit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*