MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 28 Februari 2018 07:11
Mengikuti Kriswatanto, Kakek Pengayuh Becak di Sampit (2/Habis)
Kangen Pulang Kampung Ingin Berziarah ke Makam Orangtua
Kriswatanto (57) menyantap makanan di sela-sela istirahat narik becak. (BAHTIAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Hampir lima tahun menjadi pengayuh becak dan tinggal di teras-teras toko, tidak melunturkan semangat Kriswatanto untuk berjuang mencari sesuap nasi bagi dirinya yang tujuh tahun terakhir menduda.

BAHTIAR EDY FAISAL, Sampit

HIDUP mejadi seorang perantauan, Kriswatanto tidak kenal lelah dalam mencari pundi-pundi rupiah. Dengan becak sewaan, dirinya berusaha mengumpulkan uang. Satu impian besar dari pria 57 tahun ini, yakni ingin pergi ke Jawa Timur (Jatim) untuk berziarah ke makan orang tuanya.

Dia selalu teringat pada perjuangan orang tuanya semasa hidup, yang berjuang memberi makan dan menyekolahkannya hingga lulus sekolah menengah atas (SMA), kemudian pernah mengikuti kursus keperawatan Sekolah Pengatur Rawat B (SPRB) pada tahun 1983 di luar Kalimantan.

“Saya menarik becak sudah lama mas. Kurang lebih lima tahun lamanya. Rasanya pengen pulang ke Jawa, tapi belum punya uang untuk ke sana. Hendak ziarah ke makam orang tua di sana, karena saya teringat masa-masa sulitnya orang tua membesarkan, menyekolahkan, hingga saya juga merasakan,” ungkapnya.Di lain tempat, Abdul (35) salah satu pedagang yang biasanya menjual nasi goreng tidak jauh dari tempat tidur Kriswatanto, mengatakan memang mengenal sedikit sosok Kriswatanto. Bahkan biasanya mereka memanggil namanya dengan sebutan pakde. Bahkan ia juga merasa kasihan, dia juga pernah memberi nasi goreng untuk pakde tersebut.

“Kuat pakde becak itu, gak punya tempat tinggal, kena angin, kehujanan, di situ terus, sudah tujuh tahun seperti itu (tidur di jalanan, red). Pindah-pindah juga tempatnya, kadang juga saya kasihan, saya beri makanan,” ungkap Abdul. (*/ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:09
Diah Isma Khairani Paparkan Penelitiannya di Depan Sri Mulyani

Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani…

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting

Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan

Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .