MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 27 Februari 2018 09:45
Ada Unsur Kesengajaan, Empat ASN Dituntut Berbeda

PH Yakin Bebas, Ahli Waris Minta Hak Dikembalikan

Empat ASN Kobar saat mendengarkan pembacaan tuntutan di PN Pangkalan Bun. Keempatnya dituntut berbeda dari 1 hingga dua tahun. //HUSRIN A LATIF/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang kasus sengketa lahan antara Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) dengan ahli waris Brata Ruswanda, hampir memasuki babak akhir. Keempat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi terdakwa, dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin siang (26/2).  Keempat ASN yang terjerat kasus dugaan penyerobotan lahan tersebut yakni Mila Karmila (MK) Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK), sudah mendengarkan tuntutannya masing-masing. MK dituntut satu tahun kurungan, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun, dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua AA Gde Agung Parnata.   

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kobar Acep Subhan menyebut, ada unsur kesengajaan dari terdakwa memasukkan aset tersebut sebagai aset daerah. “Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Mila Karmila satu tahun, terdakwa Ahmad Yadi dituntut 1,6 tahun,” ucap Acep saat membacakan dokumen tuntutan terhadap terdakwa satu Mila Karmila dan terdakwa dua Ahmad Yadi di PN Pangkalan Bun, kemarin.

Hadir dalam persidangan tersebut jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng Hepy Hutapea. Menurutnya, penuntutan tersebut sudah layak, karena sudah menemukan alat bukti seperti surat pinjam pakai, keterangan saksi serta ada gelar proses perkara. “Gelar perkara disaksikan pimpinan kita. Ini layak dilakukan penuntutan. Kemudian terkait tuntutan beda-beda, karena kita melihat dari pemeriksaan, berpengaruh dari peran masing-masing,” terangnya.

Tuntutan lebih tinggi untuk Lukmansyah, sebut Hepy, bisa diartikan Lukmansyah punya peran.  “Kami artikan dialah yang punya peran. Kalau kepala dinas rendah, karena tanggung jawab lebih besar. Mila rendah dan ringan karena dia di situ hanya menjalankan tugas,” tegasnya.

Menyikapi tuntutan tersebut, Penasihat Hukum (PH) empat terdakwa Rahmadi G Lentam menyebut, dari awal proses penyidikan perkara ini sampai pratuntutan, adalah proses paling buruk dalam sejarah penegakan hukum, karena berangkat dari penyidikan yang sama sekali tidak valid.  “Malah ancaman pidana 4 tahun, saya kira tuntutan 4 tahun. Cara jaksa penuntut umum merekonstruksi fakta persidangan tidak berdasarkan fakta persidangan. Ini sama sekali tidak benar. Saya yakin putusan PN akan membebaskan 4 ASN,” tegas Rahmadi.

Sementara, Kuncoro yang merupakan perwakilan keluarga ahli waris Brata Ruswanda mengharapkan, pada saat pembacaan putusan, majelis hakim bisa memutuskan yang seadil-adilnya.  “Majelis hakim yang merupakan wakil Tuhan untuk rakyat di dunia ini yang mencari keadilan, mohon mengambil keputusan seadil-adilnya, berdasarkan kebenaran dan fakta. Saya sebagai keluarga ahli waris menuntut hak dikembalikan,” pungkasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:13
Cara Kapolsek Parenggean Jaga Kondusifitas Jelang Natal dan Tahun Baru

Dorong Warga Tingkatkan Siskamling

Menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kondusif menjadi hal paling…

Selasa, 11 Desember 2018 13:04

Aruta Dikepung Banjir

PANGKALAN BUN–Banjir sedang melanda beberapa desa di Kecamatan Arut Utara…

Senin, 10 Desember 2018 11:35

Parenggean, Sasaran Satgas Saber Pungli

SAMPIT-Guna pencegahan terhadap praktik pungutan liar (pungli), satgas saber pungli…

Senin, 10 Desember 2018 11:18

Isi Buku Mutasi, Selalu Melaporkan Situasi Setiap Hari

TAMIANG LAYANG-Kabagops Polres Bartim AKP Asdini Pratam Putra SIK pada…

Jumat, 07 Desember 2018 14:46

Warga Handil Sohor Tangkap Buaya Muara

SAMPIT - Seekor buaya muara berukuran sekitar 2,5 meter ditangkap…

Jumat, 07 Desember 2018 14:42

Curi Perak, Residivis Diamankan di Gudang

SAMPIT - Apes dialami M Saleh alias Saleh (35). Pria…

Jumat, 07 Desember 2018 14:40
Permintaan Wakapolda kepada Ditpolairud Polda Kalteng

Awasi Aktivitas di Laut dan Sungai, Cegah Penebangan Liar

Kekayaan alam yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup berilimpah.…

Jumat, 07 Desember 2018 14:35

Banjir Melanda Dua Kecamatan

PANGKALAN BUN – Hujan deras yang mengguyur Kotawaringin Barat (Kobar)…

Kamis, 06 Desember 2018 11:07

Naik Tanjakan, Truk Terbalik, Satu Tewas, 11 Orang Luka-Luka

SAMPIT - Kecelakaan tunggal terjadi pada areal perkebunan kelapa sawit…

Jumat, 30 November 2018 10:47

KOK BISA..!! Karena Lalai, Tahanan Kabur

PALANGKA RAYA-Tersebar unggahan akun facebook bernama Sugiatnur Sugi Badak, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .