MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 27 Februari 2018 09:45
Ada Unsur Kesengajaan, Empat ASN Dituntut Berbeda

PH Yakin Bebas, Ahli Waris Minta Hak Dikembalikan

Empat ASN Kobar saat mendengarkan pembacaan tuntutan di PN Pangkalan Bun. Keempatnya dituntut berbeda dari 1 hingga dua tahun. //HUSRIN A LATIF/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang kasus sengketa lahan antara Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) dengan ahli waris Brata Ruswanda, hampir memasuki babak akhir. Keempat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi terdakwa, dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin siang (26/2).  Keempat ASN yang terjerat kasus dugaan penyerobotan lahan tersebut yakni Mila Karmila (MK) Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK), sudah mendengarkan tuntutannya masing-masing. MK dituntut satu tahun kurungan, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun, dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua AA Gde Agung Parnata.   

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kobar Acep Subhan menyebut, ada unsur kesengajaan dari terdakwa memasukkan aset tersebut sebagai aset daerah. “Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Mila Karmila satu tahun, terdakwa Ahmad Yadi dituntut 1,6 tahun,” ucap Acep saat membacakan dokumen tuntutan terhadap terdakwa satu Mila Karmila dan terdakwa dua Ahmad Yadi di PN Pangkalan Bun, kemarin.

Hadir dalam persidangan tersebut jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng Hepy Hutapea. Menurutnya, penuntutan tersebut sudah layak, karena sudah menemukan alat bukti seperti surat pinjam pakai, keterangan saksi serta ada gelar proses perkara. “Gelar perkara disaksikan pimpinan kita. Ini layak dilakukan penuntutan. Kemudian terkait tuntutan beda-beda, karena kita melihat dari pemeriksaan, berpengaruh dari peran masing-masing,” terangnya.

Tuntutan lebih tinggi untuk Lukmansyah, sebut Hepy, bisa diartikan Lukmansyah punya peran.  “Kami artikan dialah yang punya peran. Kalau kepala dinas rendah, karena tanggung jawab lebih besar. Mila rendah dan ringan karena dia di situ hanya menjalankan tugas,” tegasnya.

Menyikapi tuntutan tersebut, Penasihat Hukum (PH) empat terdakwa Rahmadi G Lentam menyebut, dari awal proses penyidikan perkara ini sampai pratuntutan, adalah proses paling buruk dalam sejarah penegakan hukum, karena berangkat dari penyidikan yang sama sekali tidak valid.  “Malah ancaman pidana 4 tahun, saya kira tuntutan 4 tahun. Cara jaksa penuntut umum merekonstruksi fakta persidangan tidak berdasarkan fakta persidangan. Ini sama sekali tidak benar. Saya yakin putusan PN akan membebaskan 4 ASN,” tegas Rahmadi.

Sementara, Kuncoro yang merupakan perwakilan keluarga ahli waris Brata Ruswanda mengharapkan, pada saat pembacaan putusan, majelis hakim bisa memutuskan yang seadil-adilnya.  “Majelis hakim yang merupakan wakil Tuhan untuk rakyat di dunia ini yang mencari keadilan, mohon mengambil keputusan seadil-adilnya, berdasarkan kebenaran dan fakta. Saya sebagai keluarga ahli waris menuntut hak dikembalikan,” pungkasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 11:05

Seni dan Budaya Kalteng ke Pentas Internasional

PALANGKA RAYA-Malay Heritage Centre merupakan salah satu lembaga budaya Melayu. Setiap tahun, menyelenggarakan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:51
Melihat Geliat Peternakan Sapi di Kobar

Dulu Inseminasi, Kini Pakai Transfer Embrio

Peternakan merupakan salah satu program unggulan atau prioritas pemerintahan Bupati Hj Nurhidayah dan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:57
Cegah Terorisme, Polres Katingan Sosialisasi Sampai ke Nelayan

Jangan Mudah Terpengaruh Paham Radikalisme

Untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme di Kabupaten Katingan, jajaran Satpolair Polres Katingan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:54

Dua Perwira Polres Kotim Diganti

SAMPIT- Dua perwira Polres Kotim bergeser. Pergantian itu ditandai dengan serah terima jabatan yang…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:52

Piton 5 Meter “Serang” Rumah Warga

PANGKALAN BUN – Kediaman Gusti Basri di RT 17, Jalan Pagunegara, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:49

Polres Lamandau Terus Menyelidiki Kasus SHU Koperasi Berkah Kujan

NANGA BULIK -  Hingga Jumat (5/10), Polres Lamandau terus menyelidiki kasus pembagian sisa hasil…

Sabtu, 06 Oktober 2018 13:48

Harga Turun, Petani Kelapa Banyak Gulung Tikar

KUALA PEMBUANG– Harga kelapa di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan turun.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:20

Salat Ghaib untuk Korban Gempa dan Tsunami

PALANGKA RAYA- Anggota Polda Kalteng menggelar salat ghaib yang ditujukan kepada seluruh korban gempa…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:49
Cara Polres Katingan Mengantisipasi Tindak Kriminal di Wilayahnya

Polisi dan Juga Satpam Harus Aktif Patroli

Untuk mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Katingan, polres setempat menerapkan…

Selasa, 02 Oktober 2018 11:45

Ancam Lapor ke Polda Kalteng

NANGA BULIK – Sejak dilaporkan pada 12 September 2018, kasus dugaan penyimpangan dana sisa hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .