MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 27 Februari 2018 09:45
Ada Unsur Kesengajaan, Empat ASN Dituntut Berbeda

PH Yakin Bebas, Ahli Waris Minta Hak Dikembalikan

Empat ASN Kobar saat mendengarkan pembacaan tuntutan di PN Pangkalan Bun. Keempatnya dituntut berbeda dari 1 hingga dua tahun. //HUSRIN A LATIF/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang kasus sengketa lahan antara Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) dengan ahli waris Brata Ruswanda, hampir memasuki babak akhir. Keempat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi terdakwa, dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun, Senin siang (26/2).  Keempat ASN yang terjerat kasus dugaan penyerobotan lahan tersebut yakni Mila Karmila (MK) Ahmad Yadi (AY), Rosihan Pribadi (RP) dan Lukmansyah (LK), sudah mendengarkan tuntutannya masing-masing. MK dituntut satu tahun kurungan, AY dan RP masing-masing 1,6 tahun dan LK dituntut 2 tahun, dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua AA Gde Agung Parnata.   

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kobar Acep Subhan menyebut, ada unsur kesengajaan dari terdakwa memasukkan aset tersebut sebagai aset daerah. “Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Mila Karmila satu tahun, terdakwa Ahmad Yadi dituntut 1,6 tahun,” ucap Acep saat membacakan dokumen tuntutan terhadap terdakwa satu Mila Karmila dan terdakwa dua Ahmad Yadi di PN Pangkalan Bun, kemarin.

Hadir dalam persidangan tersebut jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng Hepy Hutapea. Menurutnya, penuntutan tersebut sudah layak, karena sudah menemukan alat bukti seperti surat pinjam pakai, keterangan saksi serta ada gelar proses perkara. “Gelar perkara disaksikan pimpinan kita. Ini layak dilakukan penuntutan. Kemudian terkait tuntutan beda-beda, karena kita melihat dari pemeriksaan, berpengaruh dari peran masing-masing,” terangnya.

Tuntutan lebih tinggi untuk Lukmansyah, sebut Hepy, bisa diartikan Lukmansyah punya peran.  “Kami artikan dialah yang punya peran. Kalau kepala dinas rendah, karena tanggung jawab lebih besar. Mila rendah dan ringan karena dia di situ hanya menjalankan tugas,” tegasnya.

Menyikapi tuntutan tersebut, Penasihat Hukum (PH) empat terdakwa Rahmadi G Lentam menyebut, dari awal proses penyidikan perkara ini sampai pratuntutan, adalah proses paling buruk dalam sejarah penegakan hukum, karena berangkat dari penyidikan yang sama sekali tidak valid.  “Malah ancaman pidana 4 tahun, saya kira tuntutan 4 tahun. Cara jaksa penuntut umum merekonstruksi fakta persidangan tidak berdasarkan fakta persidangan. Ini sama sekali tidak benar. Saya yakin putusan PN akan membebaskan 4 ASN,” tegas Rahmadi.

Sementara, Kuncoro yang merupakan perwakilan keluarga ahli waris Brata Ruswanda mengharapkan, pada saat pembacaan putusan, majelis hakim bisa memutuskan yang seadil-adilnya.  “Majelis hakim yang merupakan wakil Tuhan untuk rakyat di dunia ini yang mencari keadilan, mohon mengambil keputusan seadil-adilnya, berdasarkan kebenaran dan fakta. Saya sebagai keluarga ahli waris menuntut hak dikembalikan,” pungkasnya. (ala/dar)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 12:38

Asmara Pukul Istri dan Aniaya Mertua hingga Pingsan

SAMPIT - Entah apa yang ada dalam benak Bayu Asmara.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:36
Menelusuri Jejak Banteng Spesies Baru di Hutan Lamandau

Populasinya Terus Berkurang, Fisiknya Lebih Kecil dari Banteng Jawa

Spesies baru banteng kalimantan terdeteksi menjadi penghuni kawasan hutan Belantikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:11

MENDESAK..!! Karena Sering Dihantam Banjir, Perlu Dibangun Ini

PALANGKA RAYA-Tiap musim hujan, banjir kerap melanda jalan di Bukit…

Kamis, 14 Februari 2019 12:04

PARAH EHH..!! Ketua Paguyugan Diduga Cabuli Bocah

KUALA KAPUAS-Aksi tak senonoh dilakukan H, yang tak lain merupakan…

Jumat, 01 Februari 2019 11:13

Korban Miras Oplosan Bertambah

KUALA KAPUAS-Miras oplosan menambah daftar korban. Epno, menyusul nama lainnya…

Jumat, 01 Februari 2019 11:06

SABAR AJA..!! PT BAK Cicil Tunggakan Gaji Karyawan

MUARA TEWEH-Polemik tunggakan gaji karyawan di PT Berjaya Agro Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:36

Duel Berdarah Buruh Sawit, Satu Luka Parah, Satu Masuk Penjara

PANGKALAN BUN – Duel berdarah buruh kelapa sawit terjadi antara…

Rabu, 02 Januari 2019 10:21

Tug Boat Tenggelam, Diduga Diterjang Gelombang Laut

SAMPIT – Cuaca yang kurang bersahabat di laut, sekitar perairan…

Kamis, 27 Desember 2018 13:24

720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*