MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 27 Februari 2018 07:41
Yang Tersisa dari Razia Penginapan dan Tempat Hiburan Malam
Jika Terbukti Masih Ada ABG, Izin Happy Puppy Bisa Dicabut
Polisi memeriksa identitas pengunjung Happy Puppy, belum lama ini. //AGUS PECE/KALTENG POS

PROKAL.CO, Tempat Hiburan Malam (THM) diperuntunkan bagi masyarakat yang ingin menghibur diri. Tapi akan jadi masalah jika THM dijadikan tempat esek-esek dan bisnis narkoba. Selain itu, THM juga lebih diperuntukkan bagi kaum dewasa. Sementara mereka yang belum cukup umur atau anak yang belum masuk kategori dewasa, tidak diperkenankan masuk ke THM. Apalagi di tengah malam hingga subuh.

------------------------------

THM yang seharusnya hanya untuk kaum dewasa itu, kini mulai tak berlaku lagi. Karena hampir semua kalangan, baik dewasa maupun yang di bawah umur alias di bawah usia 17 tahun, bisa menikmati tempat hiburan umum. Bahkan di Palangka Raya, sering ditemukan dalam THM, sejumlah remaja atau anak usia sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Seperti yang ditemukan di THM Happy Puppy. Saat polisi melakukan razia di tempat itu, ditemukan sejumlah anak baru gede (ABG). Jika hal itu terjadi berulang kali, sebaiknya izin tempat hiburannya ditinjau ulang, bahkan bisa saja dicabut.

Masih dibolehkannya anak di bawah umur masuk THM, membuat sejumlah pihak prihatin dan mendesak agar pemerintah mengevaluasi izin tempat hiburan malam di kota ini. “Nanti kami akan meminta bantuan pihak penegak peraturan daerah, jika memang terbukti ada tempat hiburan malam yang memperbolehkan anak di bawah umur untuk masuk, kami akan melakukan razia kembali. Apa itu memang berulang-ulang, satu dua atau tiga kali, DPMPTSP tidak segan-segan mencabut perizinan dari tempat hiburan malam itu,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palangka Raya, Renson, Senin (26/2).

Renson juga menjelaskan terkait perizinan di Happy Puppy dan Royal Global atau O2 di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Menurut Renson, di dua tempat ini ada dua perizinan yang ada di DPMPTSP. Di mana pengelola mengantongi izin karaoke yang dulunya diurus melalui Dinas Pariwisata.

Untuk Happy Puppy dan Royal Global sudah berlaku izin tempat penjualan minuman beralkohol yang sudah diperpanjang. Yaitu penjualan minuman beralkohol, baik Golongan A dengan kadar alkohol 1-5%, dan golongan B adalah 5-20% dan golongan C yaitu 20-45 %. Terkait izin minuman beralkohol ini, setiap tahun harus memperpanjang, dan beberapa waktu lalu sudah diperpanjang lagi.

Apabila, lanjut pria berkumis tersebut, dua tempat itu melanggar perizinan, sudah menjadi kewajiban dari DPMPTSP untuk melakukan pencabutan izin dari tempat hiburan tersebut.

Dijelaskan Renson, hal-hal yang sudah menjadi kewajiban serta larangan di tempat hiburan itu, yakni tidak boleh membawa senjata tajam dan juga obat-obatan terlarang. Hal ini dilarang pemerintah, agama maupun undang-undang. Selain itu, tidak memperkerjakan anak di bawah 17 tahun dan juga tidak boleh menghadirkan tamu-tamu yang di bawah 17 tahun.

Semua larangan itu sendiri mempunyai catatan masing-masing, karena ada juga tempat hiburan yang merupakan karaoke keluarga. Misalnya ada anak usia 12 tahun atau 15 tahun tapi bersama orang tuanya, itu yang tidak bisa dikatakan anak di bawah umur.

Tetapi jika pengunjung tersebut usianya di bawah 17 tahun dan tidak berada pada  jam selayaknya, seperti jam 22.00 WIB ke atas atau tengah malam serta sampai subuh, itu sudah tidak betul. Karena orang tua sendiri membawa anaknya untuk hiburan di bawah jam tersebut.

Jika tempat hiburan malam dilakukan razia oleh petugas sering menemukan anak di bawah umur dan berada di jam lebih dari yang ditentukan, serta ditemukan berulang kali, maka DPMPTSP bisa saja melakukan tindakan tegas berupa pencabutan izinnya. “Mudah-mudahan dari beberapa informasi itu tidak benar. Kalau memang benar, tidak segan-segan mencabut perizinan dari tempat hiburan malam tersebut,” tegasnya.

Karena namanya tempat hiburan malam, harus tertib menjaga keamanan serta ketertiban di malam hari, mematuhi larangan-larangan yang diberlakukan oleh pemerintah, jika tempat hiburan itu ingin tetap buka untuk masyarakat. Masih ditemukannya anak di bawah umur pada tengah malam dalam THM di Palangka Raya, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kota Palangka Raya. “Para pengelola THM sebaiknya memperhatikan waktu terutama kepada anak di bawah umur yang mengunjungi tempat hiburan di atas jam 10 malam,” kata anggota Komisi C DPRD Palangka Raya Bidang Kesejahteraan Rakyat, Junita Ginting kepada Kalteng Pos, Minggu (25/2).

Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait untuk mengecek izin operasi THM, baik izin pengelolaannya, izin penjualan minuman beralkohol serta terkait boleh tidaknya anak di bawah umur masuk THM hingga tengah malam. “Hal tersebut untuk menghindari terjadinya praktik-praktik terselubung (hal-hal negatif) yang terjadi dan melibatkan anak di bawah umur,” kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran ketentuan di THM, dapat mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi kepada para pengelolanya. Dijelaskan Junita, THM memang kerap kali digunakan untuk mendapatkan hiburan bersama keluarga saat liburan. Namun hal tersebut perlu diantisipasi, apakah benar merupakan keluarga yang mengunjungi tempat hiburan atau malah ada praktik terselubung yang harus segera ditertibkan.“Kalau seandainya yang datang merupakan satu keluarga yang mau mencari hiburan dengan bernyanyi, maka perlu dilakukan pengecekan yang pasti,” harapnya.

Sementara Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono mengungkapkan, sepanjang THM tersebut tidak menyalahi perizinan yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, maka bisa saja itu beroperasi. “Sepanjang THM tersebut memiliki izin lengkap dan masih berlaku, masih boleh beroperasi,” kata Mofit kepada Kalteng Pos, Senin (26/2).

Dijelaskan Mofit, apabila pihak Happy Puppy tidak melanggar aturan dalam perizinan yang dibuat, termasuk apa saja yang diperdagangkan dan yang tak boleh, mereka masih layak untuk menjalankan usahanya. “Artinya tidak ada pelanggaran di sana, maka tetap berjalan seperti biasa saja,” tegasnya.

Menurut Mofit, harusnya peran serta orang tua untuk mengawasi anak-anaknya pergi ke mana itu penting, dengan harus tahu arah dan tujuan sang anak keluar rumah. “Jangan hanya secara kualitatif saja mendengarkan omongan anak, namun perlu dicek di mana sang anak nongkrong,” ungkapnya.

Kepergian anak itu tetap dikontrol para orang tua. Jangan sampai anak pergi ke tempat-tempat yang dari usia belum dan tak layak untuk ke situ. “Itu yang kita inginkan para orang tua mengontrol anak-anaknya, dan ini berguna membantu para aparat meminimalisir anak-anak di bawah umur pergi ke tempat seperti THM,” katanya. (*ndo/ari/ce/nue)


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .