MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 27 Februari 2018 07:41
Yang Tersisa dari Razia Penginapan dan Tempat Hiburan Malam
Jika Terbukti Masih Ada ABG, Izin Happy Puppy Bisa Dicabut
Polisi memeriksa identitas pengunjung Happy Puppy, belum lama ini. //AGUS PECE/KALTENG POS

PROKAL.CO, Tempat Hiburan Malam (THM) diperuntunkan bagi masyarakat yang ingin menghibur diri. Tapi akan jadi masalah jika THM dijadikan tempat esek-esek dan bisnis narkoba. Selain itu, THM juga lebih diperuntukkan bagi kaum dewasa. Sementara mereka yang belum cukup umur atau anak yang belum masuk kategori dewasa, tidak diperkenankan masuk ke THM. Apalagi di tengah malam hingga subuh.

------------------------------

THM yang seharusnya hanya untuk kaum dewasa itu, kini mulai tak berlaku lagi. Karena hampir semua kalangan, baik dewasa maupun yang di bawah umur alias di bawah usia 17 tahun, bisa menikmati tempat hiburan umum. Bahkan di Palangka Raya, sering ditemukan dalam THM, sejumlah remaja atau anak usia sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Seperti yang ditemukan di THM Happy Puppy. Saat polisi melakukan razia di tempat itu, ditemukan sejumlah anak baru gede (ABG). Jika hal itu terjadi berulang kali, sebaiknya izin tempat hiburannya ditinjau ulang, bahkan bisa saja dicabut.

Masih dibolehkannya anak di bawah umur masuk THM, membuat sejumlah pihak prihatin dan mendesak agar pemerintah mengevaluasi izin tempat hiburan malam di kota ini. “Nanti kami akan meminta bantuan pihak penegak peraturan daerah, jika memang terbukti ada tempat hiburan malam yang memperbolehkan anak di bawah umur untuk masuk, kami akan melakukan razia kembali. Apa itu memang berulang-ulang, satu dua atau tiga kali, DPMPTSP tidak segan-segan mencabut perizinan dari tempat hiburan malam itu,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palangka Raya, Renson, Senin (26/2).

Renson juga menjelaskan terkait perizinan di Happy Puppy dan Royal Global atau O2 di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Menurut Renson, di dua tempat ini ada dua perizinan yang ada di DPMPTSP. Di mana pengelola mengantongi izin karaoke yang dulunya diurus melalui Dinas Pariwisata.

Untuk Happy Puppy dan Royal Global sudah berlaku izin tempat penjualan minuman beralkohol yang sudah diperpanjang. Yaitu penjualan minuman beralkohol, baik Golongan A dengan kadar alkohol 1-5%, dan golongan B adalah 5-20% dan golongan C yaitu 20-45 %. Terkait izin minuman beralkohol ini, setiap tahun harus memperpanjang, dan beberapa waktu lalu sudah diperpanjang lagi.

Apabila, lanjut pria berkumis tersebut, dua tempat itu melanggar perizinan, sudah menjadi kewajiban dari DPMPTSP untuk melakukan pencabutan izin dari tempat hiburan tersebut.

Dijelaskan Renson, hal-hal yang sudah menjadi kewajiban serta larangan di tempat hiburan itu, yakni tidak boleh membawa senjata tajam dan juga obat-obatan terlarang. Hal ini dilarang pemerintah, agama maupun undang-undang. Selain itu, tidak memperkerjakan anak di bawah 17 tahun dan juga tidak boleh menghadirkan tamu-tamu yang di bawah 17 tahun.

Semua larangan itu sendiri mempunyai catatan masing-masing, karena ada juga tempat hiburan yang merupakan karaoke keluarga. Misalnya ada anak usia 12 tahun atau 15 tahun tapi bersama orang tuanya, itu yang tidak bisa dikatakan anak di bawah umur.

Tetapi jika pengunjung tersebut usianya di bawah 17 tahun dan tidak berada pada  jam selayaknya, seperti jam 22.00 WIB ke atas atau tengah malam serta sampai subuh, itu sudah tidak betul. Karena orang tua sendiri membawa anaknya untuk hiburan di bawah jam tersebut.

Jika tempat hiburan malam dilakukan razia oleh petugas sering menemukan anak di bawah umur dan berada di jam lebih dari yang ditentukan, serta ditemukan berulang kali, maka DPMPTSP bisa saja melakukan tindakan tegas berupa pencabutan izinnya. “Mudah-mudahan dari beberapa informasi itu tidak benar. Kalau memang benar, tidak segan-segan mencabut perizinan dari tempat hiburan malam tersebut,” tegasnya.

Karena namanya tempat hiburan malam, harus tertib menjaga keamanan serta ketertiban di malam hari, mematuhi larangan-larangan yang diberlakukan oleh pemerintah, jika tempat hiburan itu ingin tetap buka untuk masyarakat. Masih ditemukannya anak di bawah umur pada tengah malam dalam THM di Palangka Raya, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kota Palangka Raya. “Para pengelola THM sebaiknya memperhatikan waktu terutama kepada anak di bawah umur yang mengunjungi tempat hiburan di atas jam 10 malam,” kata anggota Komisi C DPRD Palangka Raya Bidang Kesejahteraan Rakyat, Junita Ginting kepada Kalteng Pos, Minggu (25/2).

Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait untuk mengecek izin operasi THM, baik izin pengelolaannya, izin penjualan minuman beralkohol serta terkait boleh tidaknya anak di bawah umur masuk THM hingga tengah malam. “Hal tersebut untuk menghindari terjadinya praktik-praktik terselubung (hal-hal negatif) yang terjadi dan melibatkan anak di bawah umur,” kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran ketentuan di THM, dapat mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi kepada para pengelolanya. Dijelaskan Junita, THM memang kerap kali digunakan untuk mendapatkan hiburan bersama keluarga saat liburan. Namun hal tersebut perlu diantisipasi, apakah benar merupakan keluarga yang mengunjungi tempat hiburan atau malah ada praktik terselubung yang harus segera ditertibkan.“Kalau seandainya yang datang merupakan satu keluarga yang mau mencari hiburan dengan bernyanyi, maka perlu dilakukan pengecekan yang pasti,” harapnya.

Sementara Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono mengungkapkan, sepanjang THM tersebut tidak menyalahi perizinan yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, maka bisa saja itu beroperasi. “Sepanjang THM tersebut memiliki izin lengkap dan masih berlaku, masih boleh beroperasi,” kata Mofit kepada Kalteng Pos, Senin (26/2).

Dijelaskan Mofit, apabila pihak Happy Puppy tidak melanggar aturan dalam perizinan yang dibuat, termasuk apa saja yang diperdagangkan dan yang tak boleh, mereka masih layak untuk menjalankan usahanya. “Artinya tidak ada pelanggaran di sana, maka tetap berjalan seperti biasa saja,” tegasnya.

Menurut Mofit, harusnya peran serta orang tua untuk mengawasi anak-anaknya pergi ke mana itu penting, dengan harus tahu arah dan tujuan sang anak keluar rumah. “Jangan hanya secara kualitatif saja mendengarkan omongan anak, namun perlu dicek di mana sang anak nongkrong,” ungkapnya.

Kepergian anak itu tetap dikontrol para orang tua. Jangan sampai anak pergi ke tempat-tempat yang dari usia belum dan tak layak untuk ke situ. “Itu yang kita inginkan para orang tua mengontrol anak-anaknya, dan ini berguna membantu para aparat meminimalisir anak-anak di bawah umur pergi ke tempat seperti THM,” katanya. (*ndo/ari/ce/nue)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .