MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 27 Februari 2018 07:41
Yang Tersisa dari Razia Penginapan dan Tempat Hiburan Malam
Jika Terbukti Masih Ada ABG, Izin Happy Puppy Bisa Dicabut
Polisi memeriksa identitas pengunjung Happy Puppy, belum lama ini. //AGUS PECE/KALTENG POS

PROKAL.CO, Tempat Hiburan Malam (THM) diperuntunkan bagi masyarakat yang ingin menghibur diri. Tapi akan jadi masalah jika THM dijadikan tempat esek-esek dan bisnis narkoba. Selain itu, THM juga lebih diperuntukkan bagi kaum dewasa. Sementara mereka yang belum cukup umur atau anak yang belum masuk kategori dewasa, tidak diperkenankan masuk ke THM. Apalagi di tengah malam hingga subuh.

------------------------------

THM yang seharusnya hanya untuk kaum dewasa itu, kini mulai tak berlaku lagi. Karena hampir semua kalangan, baik dewasa maupun yang di bawah umur alias di bawah usia 17 tahun, bisa menikmati tempat hiburan umum. Bahkan di Palangka Raya, sering ditemukan dalam THM, sejumlah remaja atau anak usia sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Seperti yang ditemukan di THM Happy Puppy. Saat polisi melakukan razia di tempat itu, ditemukan sejumlah anak baru gede (ABG). Jika hal itu terjadi berulang kali, sebaiknya izin tempat hiburannya ditinjau ulang, bahkan bisa saja dicabut.

Masih dibolehkannya anak di bawah umur masuk THM, membuat sejumlah pihak prihatin dan mendesak agar pemerintah mengevaluasi izin tempat hiburan malam di kota ini. “Nanti kami akan meminta bantuan pihak penegak peraturan daerah, jika memang terbukti ada tempat hiburan malam yang memperbolehkan anak di bawah umur untuk masuk, kami akan melakukan razia kembali. Apa itu memang berulang-ulang, satu dua atau tiga kali, DPMPTSP tidak segan-segan mencabut perizinan dari tempat hiburan malam itu,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palangka Raya, Renson, Senin (26/2).

Renson juga menjelaskan terkait perizinan di Happy Puppy dan Royal Global atau O2 di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Menurut Renson, di dua tempat ini ada dua perizinan yang ada di DPMPTSP. Di mana pengelola mengantongi izin karaoke yang dulunya diurus melalui Dinas Pariwisata.

Untuk Happy Puppy dan Royal Global sudah berlaku izin tempat penjualan minuman beralkohol yang sudah diperpanjang. Yaitu penjualan minuman beralkohol, baik Golongan A dengan kadar alkohol 1-5%, dan golongan B adalah 5-20% dan golongan C yaitu 20-45 %. Terkait izin minuman beralkohol ini, setiap tahun harus memperpanjang, dan beberapa waktu lalu sudah diperpanjang lagi.

Apabila, lanjut pria berkumis tersebut, dua tempat itu melanggar perizinan, sudah menjadi kewajiban dari DPMPTSP untuk melakukan pencabutan izin dari tempat hiburan tersebut.

Dijelaskan Renson, hal-hal yang sudah menjadi kewajiban serta larangan di tempat hiburan itu, yakni tidak boleh membawa senjata tajam dan juga obat-obatan terlarang. Hal ini dilarang pemerintah, agama maupun undang-undang. Selain itu, tidak memperkerjakan anak di bawah 17 tahun dan juga tidak boleh menghadirkan tamu-tamu yang di bawah 17 tahun.

Semua larangan itu sendiri mempunyai catatan masing-masing, karena ada juga tempat hiburan yang merupakan karaoke keluarga. Misalnya ada anak usia 12 tahun atau 15 tahun tapi bersama orang tuanya, itu yang tidak bisa dikatakan anak di bawah umur.

Tetapi jika pengunjung tersebut usianya di bawah 17 tahun dan tidak berada pada  jam selayaknya, seperti jam 22.00 WIB ke atas atau tengah malam serta sampai subuh, itu sudah tidak betul. Karena orang tua sendiri membawa anaknya untuk hiburan di bawah jam tersebut.

Jika tempat hiburan malam dilakukan razia oleh petugas sering menemukan anak di bawah umur dan berada di jam lebih dari yang ditentukan, serta ditemukan berulang kali, maka DPMPTSP bisa saja melakukan tindakan tegas berupa pencabutan izinnya. “Mudah-mudahan dari beberapa informasi itu tidak benar. Kalau memang benar, tidak segan-segan mencabut perizinan dari tempat hiburan malam tersebut,” tegasnya.

Karena namanya tempat hiburan malam, harus tertib menjaga keamanan serta ketertiban di malam hari, mematuhi larangan-larangan yang diberlakukan oleh pemerintah, jika tempat hiburan itu ingin tetap buka untuk masyarakat. Masih ditemukannya anak di bawah umur pada tengah malam dalam THM di Palangka Raya, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kota Palangka Raya. “Para pengelola THM sebaiknya memperhatikan waktu terutama kepada anak di bawah umur yang mengunjungi tempat hiburan di atas jam 10 malam,” kata anggota Komisi C DPRD Palangka Raya Bidang Kesejahteraan Rakyat, Junita Ginting kepada Kalteng Pos, Minggu (25/2).

Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait untuk mengecek izin operasi THM, baik izin pengelolaannya, izin penjualan minuman beralkohol serta terkait boleh tidaknya anak di bawah umur masuk THM hingga tengah malam. “Hal tersebut untuk menghindari terjadinya praktik-praktik terselubung (hal-hal negatif) yang terjadi dan melibatkan anak di bawah umur,” kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran ketentuan di THM, dapat mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi kepada para pengelolanya. Dijelaskan Junita, THM memang kerap kali digunakan untuk mendapatkan hiburan bersama keluarga saat liburan. Namun hal tersebut perlu diantisipasi, apakah benar merupakan keluarga yang mengunjungi tempat hiburan atau malah ada praktik terselubung yang harus segera ditertibkan.“Kalau seandainya yang datang merupakan satu keluarga yang mau mencari hiburan dengan bernyanyi, maka perlu dilakukan pengecekan yang pasti,” harapnya.

Sementara Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono mengungkapkan, sepanjang THM tersebut tidak menyalahi perizinan yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, maka bisa saja itu beroperasi. “Sepanjang THM tersebut memiliki izin lengkap dan masih berlaku, masih boleh beroperasi,” kata Mofit kepada Kalteng Pos, Senin (26/2).

Dijelaskan Mofit, apabila pihak Happy Puppy tidak melanggar aturan dalam perizinan yang dibuat, termasuk apa saja yang diperdagangkan dan yang tak boleh, mereka masih layak untuk menjalankan usahanya. “Artinya tidak ada pelanggaran di sana, maka tetap berjalan seperti biasa saja,” tegasnya.

Menurut Mofit, harusnya peran serta orang tua untuk mengawasi anak-anaknya pergi ke mana itu penting, dengan harus tahu arah dan tujuan sang anak keluar rumah. “Jangan hanya secara kualitatif saja mendengarkan omongan anak, namun perlu dicek di mana sang anak nongkrong,” ungkapnya.

Kepergian anak itu tetap dikontrol para orang tua. Jangan sampai anak pergi ke tempat-tempat yang dari usia belum dan tak layak untuk ke situ. “Itu yang kita inginkan para orang tua mengontrol anak-anaknya, dan ini berguna membantu para aparat meminimalisir anak-anak di bawah umur pergi ke tempat seperti THM,” katanya. (*ndo/ari/ce/nue)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .