MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 25 Februari 2018 08:52
Kisah Syahrani Pedagang Mainan Berkursi Roda (3/Habis)
Mendadak Viral di Medsos, Syahrani Banjir Bantuan
Salah seorang relawan menggendong Syahrani menuju kursi roda yang merupakan bantuan dari masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat, baru - baru ini. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Saat malam tiba, Syahrani hanya bisa merintih kesakitan. Terkadang sepanjang malam ia tak tertidur lantaran menahan sakit pada kedua kakinya. Sejatinya dia ingin berobat, tetapi selain faktor biaya, dia juga tak mau diribetkan dengan urusan administrasi.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KESEHARIAN Syahrani yang menjalani aktivitas berdagang mainan di atas kursi roda, banyak mendapat simpati dan pujian dari berbagai kalangan masyarakat. Berkat posting-an salah seorang warga di media sosial, ia mendapatkan bantuan baik sembako maupun kursi roda.

Syahrani tak menyangka ia mendadak menjadi perhatian warga Pangkalan Bun. Padahal aktivitas yang ia lakukan di atas kursi roda adalah merupakan wujud dari tanggung jawabnya kepada keluarga. Tanggung jawab itulah yang memaksa Syahrani untuk terus berjuang di tengah keterbatasan yang dialaminya."Kada (tidak) menyangka aku banyak masyarakat yang memperhatikan, padahal aku bujur - bujur (benar-benar) berusaha untuk menafkahi keluarga," ujar Syahrani.

Selain untuk mencukupi kebutuhan setiap harinya, Syahrani yang hanya tinggal berdua bersama istrinya yang sudah 25 tahun dinikahinya itu setiap bulannya harus membayar uang sewa barakan (kost), sehingga ia harus mengumpulkan sedikit - demi sedikit keuntungan dari berjualan mainan.

Ia mengaku selama 25 tahun pernikahannya ia belum di karunia anak, namun ia begitu menyayangi istrinya karena selama 25 tahun suka dan duka mereka lalui berdua tanpa pernah mengeluh kepada siapapun."Istri saya ini orang Jawa, pengorbanannya luar biasa kepada saya, ia selama ini tak pernah mengeluh walaupun hidup dalam kondisi sulit, apalagi istri saya ini mualaf yang masuk Islam saat menikah dengan saya," kenang Syahrani.

Syahrani hanya bisa berdoa, semoga penyakitnya cepat sembuh agar ia dapat beraktivitas dengan normal, paska ia lumpuh walaupun masih bisa bekerja menjajakan mainan tetapi intensitasnya berkurang, karena saat sakit sudah tak bisa ditahan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tak mendapatkan penghasilan.

Dia mengaku enggan untuk berobat. Selain keterbatasan biaya, ia juga malas mengurus administrasi yang dianggapnya berbelit – belit. Sehingga sejauh ini dia hanya mengonsumsi obat kampung untuk meredakan rasa sakit pada kakinya.

Sementara itu, pemilik akun Cipta Hendra yang memposting aktivitas Syahrani di jalan saat menjajakan mainan menceritakan setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Syahrani sudah ada di depan Puskesmas Arsel menjajakan mainannya, ia terenyuh saat melihat kursi roda yang dipakainya hanya terbuat dari papan bekas dan dengan roda sepeda.

Ia mengenal Syahrani sebagai penjual mainan keliling dari satu kampung ke kampung yang lain dengan menggunakan sepeda, saat ini karena lumpuh ia menggunakan kursi roda. "Sementara banyak orang yang masih kuat meminta-minta, tetapi Syahrani yang lumpuh masih mau bekerja. Ini luar biasa, apalagi usianya sudah tua. Makanya saya posting agar mendapat perhatian," ujar Hendra. (*/nto/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:05
Toni Ardiyanto, Remaja 14 Tahun dengan Berat Badan 9 Kilogram

Diduga Gizi Buruk sampai Terminum Air Ketuban

Keluarga Suyatno (53) dan Suyati (36) dikaruniai anak pertama mereka bernama Toni Ardiyanto. Namun,…

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:10
Sengsaranya Melalui Kubangan Lumpur di Jalan Kolam-Pangkalan Bun

Melewati 10 Meter Serasa 300 Kilometer

Puluhan kendaraan roda empat tak bergeming dari tempatnya. Hanya mesinnya menyala. Ada juga memilih…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Minggu, 25 Maret 2018 07:32
Senja Kala Lokasi Prostitusi Dukuh Mola (2)

Ratusan PSK Tak Mampu Bayar Hutang ke Muncikari

Kebijakan penutupan lokasi prostitusi memukul perekonomian di kawasan itu, sehingga perputaran uang…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .