MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 25 Februari 2018 08:52
Kisah Syahrani Pedagang Mainan Berkursi Roda (3/Habis)
Mendadak Viral di Medsos, Syahrani Banjir Bantuan
Salah seorang relawan menggendong Syahrani menuju kursi roda yang merupakan bantuan dari masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat, baru - baru ini. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Saat malam tiba, Syahrani hanya bisa merintih kesakitan. Terkadang sepanjang malam ia tak tertidur lantaran menahan sakit pada kedua kakinya. Sejatinya dia ingin berobat, tetapi selain faktor biaya, dia juga tak mau diribetkan dengan urusan administrasi.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KESEHARIAN Syahrani yang menjalani aktivitas berdagang mainan di atas kursi roda, banyak mendapat simpati dan pujian dari berbagai kalangan masyarakat. Berkat posting-an salah seorang warga di media sosial, ia mendapatkan bantuan baik sembako maupun kursi roda.

Syahrani tak menyangka ia mendadak menjadi perhatian warga Pangkalan Bun. Padahal aktivitas yang ia lakukan di atas kursi roda adalah merupakan wujud dari tanggung jawabnya kepada keluarga. Tanggung jawab itulah yang memaksa Syahrani untuk terus berjuang di tengah keterbatasan yang dialaminya."Kada (tidak) menyangka aku banyak masyarakat yang memperhatikan, padahal aku bujur - bujur (benar-benar) berusaha untuk menafkahi keluarga," ujar Syahrani.

Selain untuk mencukupi kebutuhan setiap harinya, Syahrani yang hanya tinggal berdua bersama istrinya yang sudah 25 tahun dinikahinya itu setiap bulannya harus membayar uang sewa barakan (kost), sehingga ia harus mengumpulkan sedikit - demi sedikit keuntungan dari berjualan mainan.

Ia mengaku selama 25 tahun pernikahannya ia belum di karunia anak, namun ia begitu menyayangi istrinya karena selama 25 tahun suka dan duka mereka lalui berdua tanpa pernah mengeluh kepada siapapun."Istri saya ini orang Jawa, pengorbanannya luar biasa kepada saya, ia selama ini tak pernah mengeluh walaupun hidup dalam kondisi sulit, apalagi istri saya ini mualaf yang masuk Islam saat menikah dengan saya," kenang Syahrani.

Syahrani hanya bisa berdoa, semoga penyakitnya cepat sembuh agar ia dapat beraktivitas dengan normal, paska ia lumpuh walaupun masih bisa bekerja menjajakan mainan tetapi intensitasnya berkurang, karena saat sakit sudah tak bisa ditahan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tak mendapatkan penghasilan.

Dia mengaku enggan untuk berobat. Selain keterbatasan biaya, ia juga malas mengurus administrasi yang dianggapnya berbelit – belit. Sehingga sejauh ini dia hanya mengonsumsi obat kampung untuk meredakan rasa sakit pada kakinya.

Sementara itu, pemilik akun Cipta Hendra yang memposting aktivitas Syahrani di jalan saat menjajakan mainan menceritakan setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Syahrani sudah ada di depan Puskesmas Arsel menjajakan mainannya, ia terenyuh saat melihat kursi roda yang dipakainya hanya terbuat dari papan bekas dan dengan roda sepeda.

Ia mengenal Syahrani sebagai penjual mainan keliling dari satu kampung ke kampung yang lain dengan menggunakan sepeda, saat ini karena lumpuh ia menggunakan kursi roda. "Sementara banyak orang yang masih kuat meminta-minta, tetapi Syahrani yang lumpuh masih mau bekerja. Ini luar biasa, apalagi usianya sudah tua. Makanya saya posting agar mendapat perhatian," ujar Hendra. (*/nto/dar)


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 11:01
Mengikuti Aqiqah dan Tasmiyah Putri Gubernur Kalteng

Diberi Nama Nayla, Doa Menjadi Anak Soleha

Setelah satu bulan terlahir ke dunia, putri kecil dari pasangan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:39
Menengok Tiga Pasutri yang Dikaruniai Anak pada Momen HUT ke-73 RI

Kelahiran Tak Terencana, Binggung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:44
Menumbuhkan Kembali Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Kibarkan Merah Putih di Sungai Seruyan

"Janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Demikian kutipan yang pernah dikatakan Bung Karno. Tentang…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:25
Melihat Suasana Sekolah Inklusi Pertama di Kalteng

Pelajaran Disesuaikan dengan Kemampuan

Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus, bukan sebuah pilihan. Bukan pula keinginan orang tua. Itu…

Selasa, 14 Agustus 2018 10:42

Panjang Ratusan Meter Menyeberangi Sungai

Pembentangan bendera merah putih di 13 kabupaten dan satu kota mengawali euforia penyambutan Hari Kemerdekaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .