MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Minggu, 25 Februari 2018 08:52
Kisah Syahrani Pedagang Mainan Berkursi Roda (3/Habis)
Mendadak Viral di Medsos, Syahrani Banjir Bantuan
Salah seorang relawan menggendong Syahrani menuju kursi roda yang merupakan bantuan dari masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat, baru - baru ini. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Saat malam tiba, Syahrani hanya bisa merintih kesakitan. Terkadang sepanjang malam ia tak tertidur lantaran menahan sakit pada kedua kakinya. Sejatinya dia ingin berobat, tetapi selain faktor biaya, dia juga tak mau diribetkan dengan urusan administrasi.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KESEHARIAN Syahrani yang menjalani aktivitas berdagang mainan di atas kursi roda, banyak mendapat simpati dan pujian dari berbagai kalangan masyarakat. Berkat posting-an salah seorang warga di media sosial, ia mendapatkan bantuan baik sembako maupun kursi roda.

Syahrani tak menyangka ia mendadak menjadi perhatian warga Pangkalan Bun. Padahal aktivitas yang ia lakukan di atas kursi roda adalah merupakan wujud dari tanggung jawabnya kepada keluarga. Tanggung jawab itulah yang memaksa Syahrani untuk terus berjuang di tengah keterbatasan yang dialaminya."Kada (tidak) menyangka aku banyak masyarakat yang memperhatikan, padahal aku bujur - bujur (benar-benar) berusaha untuk menafkahi keluarga," ujar Syahrani.

Selain untuk mencukupi kebutuhan setiap harinya, Syahrani yang hanya tinggal berdua bersama istrinya yang sudah 25 tahun dinikahinya itu setiap bulannya harus membayar uang sewa barakan (kost), sehingga ia harus mengumpulkan sedikit - demi sedikit keuntungan dari berjualan mainan.

Ia mengaku selama 25 tahun pernikahannya ia belum di karunia anak, namun ia begitu menyayangi istrinya karena selama 25 tahun suka dan duka mereka lalui berdua tanpa pernah mengeluh kepada siapapun."Istri saya ini orang Jawa, pengorbanannya luar biasa kepada saya, ia selama ini tak pernah mengeluh walaupun hidup dalam kondisi sulit, apalagi istri saya ini mualaf yang masuk Islam saat menikah dengan saya," kenang Syahrani.

Syahrani hanya bisa berdoa, semoga penyakitnya cepat sembuh agar ia dapat beraktivitas dengan normal, paska ia lumpuh walaupun masih bisa bekerja menjajakan mainan tetapi intensitasnya berkurang, karena saat sakit sudah tak bisa ditahan ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tak mendapatkan penghasilan.

Dia mengaku enggan untuk berobat. Selain keterbatasan biaya, ia juga malas mengurus administrasi yang dianggapnya berbelit – belit. Sehingga sejauh ini dia hanya mengonsumsi obat kampung untuk meredakan rasa sakit pada kakinya.

Sementara itu, pemilik akun Cipta Hendra yang memposting aktivitas Syahrani di jalan saat menjajakan mainan menceritakan setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Syahrani sudah ada di depan Puskesmas Arsel menjajakan mainannya, ia terenyuh saat melihat kursi roda yang dipakainya hanya terbuat dari papan bekas dan dengan roda sepeda.

Ia mengenal Syahrani sebagai penjual mainan keliling dari satu kampung ke kampung yang lain dengan menggunakan sepeda, saat ini karena lumpuh ia menggunakan kursi roda. "Sementara banyak orang yang masih kuat meminta-minta, tetapi Syahrani yang lumpuh masih mau bekerja. Ini luar biasa, apalagi usianya sudah tua. Makanya saya posting agar mendapat perhatian," ujar Hendra. (*/nto/dar)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .