MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 24 Februari 2018 07:04
Pihak Sekolah Merasa Dilecehkan karena Kelasnya Dilempari Kotoran Manusia
Guru Mogok Mengajar dan Memasang Spanduk Unik
Nama SDN 2 Kubu, Kecamatan Kumai, Kobar mendadak tenar, karena di sekolah tersebut ditempel spanduk yang meminta orang tua mendidik anaknya. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu, silakan didik sendiri, buat kelas sendiri, buat aturan sendiri, buat sekolah sendiri, buat rapor dan ijazah sendiri.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

GURU SDN 2 Kubu, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat sepakat membuat spanduk berisi imbauan kepada orang tua dengan kalimat yang menggelitik. Tak disangka, spanduk itu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Spanduk dipasang tak sampai 10 menit di dinding SDN 2 Kubu, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat itu, bakal membuat orang yang membacanya tersenyum simpul. Walau hanya 10 menit dipasang, tapi sudah menjadi perbincangan hangat. Pemasangan spanduk itu sempat diabadikan seorang guru dan diunggah ke media sosial.

Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu, silakan didik sendiri, buat kelas sendiri, buat aturan sendiri, buat sekolah sendiri, buat rapor dan ijazah sendiri. Begitulah tulisan dalam spanduk. Bukan tanpa alasan sang guru membuat tulisan tersebut. Sebab mereka merasa dilecehkan dengan perilaku oknum tidak bertanggung jawab, yang melemparkan kotoran manusia ke dalam dua ruang kelas di sekolah mereka baru-baru ini.

Ulah oknum tersebut dianggap melukai perasaan para pahlawan tanpa tanda jasa itu. Hingga akhirnya aksi pelemparan kotoran manusia itu berbuntut mogoknya belasan guru SD itu mengajar sehari.Pemerintah Desa Kubu pada akhirnya harus turun tangan membujuk guru menjalankan kembali tugasnya mendidik murid. Kemudian mengajak seluruh orang tua murid bergotong royong membersihkan kotoran yang berhamburan di ruang kelas. “Sejujurnya kami kecewa dengan perilaku oknum tidak bertanggung jawab itu. Kesalahan kami apa hingga diperlakukan seperti ini. Kalaupun ada masalah, harus dibicarakan baik-baik,” kata Kepala Sekolah SDN 2 Kubu, Ahmad Isnaini saat ditemui Kalteng Pos di ruang guru, Jumat (23/2).

Diakui para guru, ide membuat tulisan tersebut berawal dari viralnya tulisan serupa di media sosial, sehingga mereka bersepakat membuat hal yang sama. Tidak ada maksud dan tujuan lain, sekadar memberikan pembelajaran untuk pelaku pelemparan kotoran manusia ke dalam kelas. Mereka mengakui, guru sangat tertekan dengan intervensi orang tua murid yang tidak terima kalau anaknya dinasihati atau dimarahi guru. Pernah suatu ketika, lanjut dia, seorang guru menasihati muridnya untuk tidak merokok. Namun, bukannya dituruti nasihat gurunya itu, justru murid tersebut melaporkan kepada orang tuanya, hingga sang guru dimaki-maki orang tua murid di rumahnya.

Guru mendidik murid dengan sikap tegas, karena menurut mereka kenakalan si peserta didik sudah terbilang parah. Di usianya yang masih belia sudah bisa merokok dan minum-minuman keras. Bahkan beberapa di antaranya juga kerap dijumpai melakukan balapan liar.“Sikap keras kami mendidik ditanggapi berbeda oleh orang tua murid. Sehingga salah satu motivasinya selain pelemparan kotoran, juga karena intervensi berlebihan dari orang tua,” imbuh Ibu Rossi.

Menurutnya, perubahan paradigma dan dinamika pendidikan di Indonesia, membuat guru-guru terutama yang berusia lanjut, belum bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman. Sehingga mereka terkadang merasa perlu ketegasan dalam mendidik anak-anak. Tetapi menurut para guru, hal itu dilakukan karena rasa cinta mereka kepada anak didik dan tidak ada motivasi yang lain. “Kami hanya berharap orang tua jangan melihat anak dari satu sisi saat dia di rumah saja. Tetapi saat di luar dan di lingkungan juga harus diperhatikan, sehingga orang tua mengetahui dan mengerti bagaimana perilaku anak sesungguhnya,” ucapnya. (*/ce)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting

Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan

Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:24
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (1)

Terkadang Rewel dan Merepotkan

Mungil. Cantik. Dan indah. Itulah gambaran ikan cupang. Ikan air tawar dengan berbagai warna dan motif…

Senin, 20 Agustus 2018 09:43
Cara Wali Kota Palangka Raya Terpilih Serap Aspirasi Masyarakat

Kota Cantik “Banjir” Harapan

Banyak cara demi mendapat masukan dan saran untuk pembangunan. Seperti memanfaatkan media sosial. Itulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .