MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 24 Februari 2018 07:04
Pihak Sekolah Merasa Dilecehkan karena Kelasnya Dilempari Kotoran Manusia
Guru Mogok Mengajar dan Memasang Spanduk Unik
Nama SDN 2 Kubu, Kecamatan Kumai, Kobar mendadak tenar, karena di sekolah tersebut ditempel spanduk yang meminta orang tua mendidik anaknya. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu, silakan didik sendiri, buat kelas sendiri, buat aturan sendiri, buat sekolah sendiri, buat rapor dan ijazah sendiri.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun 

GURU SDN 2 Kubu, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat sepakat membuat spanduk berisi imbauan kepada orang tua dengan kalimat yang menggelitik. Tak disangka, spanduk itu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Spanduk dipasang tak sampai 10 menit di dinding SDN 2 Kubu, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat itu, bakal membuat orang yang membacanya tersenyum simpul. Walau hanya 10 menit dipasang, tapi sudah menjadi perbincangan hangat. Pemasangan spanduk itu sempat diabadikan seorang guru dan diunggah ke media sosial.

Info untuk siswa dan wali murid, orang yang anaknya tidak mau ditegur/dididik oleh guru SDN 2 Kubu, silakan didik sendiri, buat kelas sendiri, buat aturan sendiri, buat sekolah sendiri, buat rapor dan ijazah sendiri. Begitulah tulisan dalam spanduk. Bukan tanpa alasan sang guru membuat tulisan tersebut. Sebab mereka merasa dilecehkan dengan perilaku oknum tidak bertanggung jawab, yang melemparkan kotoran manusia ke dalam dua ruang kelas di sekolah mereka baru-baru ini.

Ulah oknum tersebut dianggap melukai perasaan para pahlawan tanpa tanda jasa itu. Hingga akhirnya aksi pelemparan kotoran manusia itu berbuntut mogoknya belasan guru SD itu mengajar sehari.Pemerintah Desa Kubu pada akhirnya harus turun tangan membujuk guru menjalankan kembali tugasnya mendidik murid. Kemudian mengajak seluruh orang tua murid bergotong royong membersihkan kotoran yang berhamburan di ruang kelas. “Sejujurnya kami kecewa dengan perilaku oknum tidak bertanggung jawab itu. Kesalahan kami apa hingga diperlakukan seperti ini. Kalaupun ada masalah, harus dibicarakan baik-baik,” kata Kepala Sekolah SDN 2 Kubu, Ahmad Isnaini saat ditemui Kalteng Pos di ruang guru, Jumat (23/2).

Diakui para guru, ide membuat tulisan tersebut berawal dari viralnya tulisan serupa di media sosial, sehingga mereka bersepakat membuat hal yang sama. Tidak ada maksud dan tujuan lain, sekadar memberikan pembelajaran untuk pelaku pelemparan kotoran manusia ke dalam kelas. Mereka mengakui, guru sangat tertekan dengan intervensi orang tua murid yang tidak terima kalau anaknya dinasihati atau dimarahi guru. Pernah suatu ketika, lanjut dia, seorang guru menasihati muridnya untuk tidak merokok. Namun, bukannya dituruti nasihat gurunya itu, justru murid tersebut melaporkan kepada orang tuanya, hingga sang guru dimaki-maki orang tua murid di rumahnya.

Guru mendidik murid dengan sikap tegas, karena menurut mereka kenakalan si peserta didik sudah terbilang parah. Di usianya yang masih belia sudah bisa merokok dan minum-minuman keras. Bahkan beberapa di antaranya juga kerap dijumpai melakukan balapan liar.“Sikap keras kami mendidik ditanggapi berbeda oleh orang tua murid. Sehingga salah satu motivasinya selain pelemparan kotoran, juga karena intervensi berlebihan dari orang tua,” imbuh Ibu Rossi.

Menurutnya, perubahan paradigma dan dinamika pendidikan di Indonesia, membuat guru-guru terutama yang berusia lanjut, belum bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman. Sehingga mereka terkadang merasa perlu ketegasan dalam mendidik anak-anak. Tetapi menurut para guru, hal itu dilakukan karena rasa cinta mereka kepada anak didik dan tidak ada motivasi yang lain. “Kami hanya berharap orang tua jangan melihat anak dari satu sisi saat dia di rumah saja. Tetapi saat di luar dan di lingkungan juga harus diperhatikan, sehingga orang tua mengetahui dan mengerti bagaimana perilaku anak sesungguhnya,” ucapnya. (*/ce)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .