MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 24 Februari 2018 04:54
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (2)
Mantan Pelaut Handal, Pernah Menjelajah Hingga Malaysia
Kakek Syahrani sambil duduk di kursi rodanya tetap semangat bekerja di usia senjanya. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Sambil mengayuh kursi roda, kakek Syahrani menyusuri jalananan di Pangkalan Bun. Kaki yang sudah tidak berfungsi normal, memaksa tangan yang terbungkus kulit keriput tersebut tak henti-hentinya memutar roda kursinya untuk berkeliling jualan balon.  

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SEPEDA yang kerap Syahrani gunakan untuk berkeliling menjajakan mainan sudah berubah rupa menjadi kursi roda, hanya bagian ban dan as roda yang terbuat dari besi sementara lainnya terbuat dari kayu. Itulah satu - satunya alat sederhana untuk sarana ia bekerja menjajakan mainan.

Kondisi fisiknya sudah tidak seperti dulu, saat ia masih mampu menempuh perjalanan berpuluh kilometer dengan menggunakan sepeda. Tidak banyak yang tahu Syahrani kakek penjual mainan berkursi roda ini dimasa mudanya dikenal sebagai pelaut yang handal, pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera bahkan hingga ke Malaysia sudah pernah ia jelajahi, ia beserta Anak Buah Kapal (ABK) kerap lolos dari maut, saat badai dan gelombang besar menghantam kapalnya.

Sayang nasibnya tak seberuntung kawan - kawan seveterannya yang berhasil secara ekonomi, sejak pensiun menjadi pelaut ia tak mempunyai apa - apa untuk bekal di hari tuanya."Nasib saya yang engga beruntung, kawan - kawan saya rata - rata sukses tapi saya masih bersyukur karena di antara kawan sesama pelaut dulu banyak' yang terkapar di tempat tidur, Alhamdulillah walau diberi cobaan sakit lumpuh bagian atas saya masih bisa berfungsi dengan baik," ujar Syahrani sambil mengisap rokok kretek kesukaannya.

Kedua tangan keriput itulah yang saat ini digunakannya untuk mengayuh kursi rodanya menuju tempatnya mangkal berjualan di depan Puskesmas Arut Selatan, ia sebenarnya tahu kalau banyak pembeli yang menghampirinya hanya berlatarbelakang rasa iba, sebabnya saat pembeli datang kebanyakan mereka membeli satu balon dengan harga di luar kewajaran bahkan pernah ia menjual satu balon dengan harga Rp100 ribu, padahal harga balon jualannya tak sampai Rp10 ribu.  

Sebenarnya ia tak mau dikasihani karena hal itu justru membuatnya seperti pengemis, tapi ia juga tidak mau menyakiti perasaan orang yang sudah berbaik hati membeli dagangannya. "Saya tahu kalau sebenarnya mereka yang membeli balon hanya alasan saja, sebenarnya mereka tidak butuh balon, saya sebenarnya sedih tapi mau menolak saya tidak mau menyakiti hati mereka," ungkapnya. (ala/dar/bersambung)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .