MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 24 Februari 2018 04:54
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (2)
Mantan Pelaut Handal, Pernah Menjelajah Hingga Malaysia
Kakek Syahrani sambil duduk di kursi rodanya tetap semangat bekerja di usia senjanya. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Sambil mengayuh kursi roda, kakek Syahrani menyusuri jalananan di Pangkalan Bun. Kaki yang sudah tidak berfungsi normal, memaksa tangan yang terbungkus kulit keriput tersebut tak henti-hentinya memutar roda kursinya untuk berkeliling jualan balon.  

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SEPEDA yang kerap Syahrani gunakan untuk berkeliling menjajakan mainan sudah berubah rupa menjadi kursi roda, hanya bagian ban dan as roda yang terbuat dari besi sementara lainnya terbuat dari kayu. Itulah satu - satunya alat sederhana untuk sarana ia bekerja menjajakan mainan.

Kondisi fisiknya sudah tidak seperti dulu, saat ia masih mampu menempuh perjalanan berpuluh kilometer dengan menggunakan sepeda. Tidak banyak yang tahu Syahrani kakek penjual mainan berkursi roda ini dimasa mudanya dikenal sebagai pelaut yang handal, pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera bahkan hingga ke Malaysia sudah pernah ia jelajahi, ia beserta Anak Buah Kapal (ABK) kerap lolos dari maut, saat badai dan gelombang besar menghantam kapalnya.

Sayang nasibnya tak seberuntung kawan - kawan seveterannya yang berhasil secara ekonomi, sejak pensiun menjadi pelaut ia tak mempunyai apa - apa untuk bekal di hari tuanya."Nasib saya yang engga beruntung, kawan - kawan saya rata - rata sukses tapi saya masih bersyukur karena di antara kawan sesama pelaut dulu banyak' yang terkapar di tempat tidur, Alhamdulillah walau diberi cobaan sakit lumpuh bagian atas saya masih bisa berfungsi dengan baik," ujar Syahrani sambil mengisap rokok kretek kesukaannya.

Kedua tangan keriput itulah yang saat ini digunakannya untuk mengayuh kursi rodanya menuju tempatnya mangkal berjualan di depan Puskesmas Arut Selatan, ia sebenarnya tahu kalau banyak pembeli yang menghampirinya hanya berlatarbelakang rasa iba, sebabnya saat pembeli datang kebanyakan mereka membeli satu balon dengan harga di luar kewajaran bahkan pernah ia menjual satu balon dengan harga Rp100 ribu, padahal harga balon jualannya tak sampai Rp10 ribu.  

Sebenarnya ia tak mau dikasihani karena hal itu justru membuatnya seperti pengemis, tapi ia juga tidak mau menyakiti perasaan orang yang sudah berbaik hati membeli dagangannya. "Saya tahu kalau sebenarnya mereka yang membeli balon hanya alasan saja, sebenarnya mereka tidak butuh balon, saya sebenarnya sedih tapi mau menolak saya tidak mau menyakiti hati mereka," ungkapnya. (ala/dar/bersambung)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting

Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan

Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:24
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (1)

Terkadang Rewel dan Merepotkan

Mungil. Cantik. Dan indah. Itulah gambaran ikan cupang. Ikan air tawar dengan berbagai warna dan motif…

Senin, 20 Agustus 2018 09:43
Cara Wali Kota Palangka Raya Terpilih Serap Aspirasi Masyarakat

Kota Cantik “Banjir” Harapan

Banyak cara demi mendapat masukan dan saran untuk pembangunan. Seperti memanfaatkan media sosial. Itulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .