MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)
Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum
Kakek Syahrani ketika berkeliling menjajakan balon mainan di seputaran Kota Pangkalan Bun, kemarin. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan kilometer  ia tempuh, menyusuri jalan perkotaan hingga ke kampung-kampung, untuk menghidupi keluarganya dari hasil berjualan mainan. Kalteng Pos sempat mengikuti Kakek Syahrani ini menjajakan barangnya. 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SEJAK beberapa bulan ini, aku (penulis) tak pernah lagi melihat sosok tua yang terseok-seok, mengayuh sepeda bermuatan penuh mainan di jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Biasanya, belum lagi matahari memancarkan sinar teriknya, ia sudah berada di perkampungan Raja Seberang, sekadar menawarkan mainan yang ia jual kepada anak-anak kampong, atau singgah sejenak di sekolah SD Negeri 1 Raja Seberang.

Suara balon mainan yang sering ia bunyikan saat lewat di depan rumah, juga tak pernah lagi terdengar. Kadang aku berpikir, apakah kakek itu sakit atau sedang pulang ke kampung halamannya, atau ia sudah berhenti berjualan. Berbagai pertanyaan di dalam kepala tak jua mendapat jawaban.  Hingga suatu hari tanpa sengaja, di padatnya arus lalu lintas sekitar kawasan Masjid Sirajul Muhtadin, ruas jalan protokol Pangeran Antasari, aku melihat kakek itu. Seakan tak percaya, kakek itu sedang berada di atas kursi roda dengan mainan yang diletakkan di belakang kursi rodanya.

Ia terus mengayuh kursi roda yang sepertinya dibuat asal-asalan itu. Hari itu aku tak sempat untuk berbalik arah karena mengejar keberangkatan ke Palangka Raya. Tapi setidaknya aku sudah mendapat jawaban kenapa kakek itu tak pernah berjualan ke Kampung Seberang lagi.

Sepulang dari kegiatan di Palangka Raya, Kamis (22/2) aku mencoba mencari tahu di mana kediaman kakek itu, yang belakangan aku ketahui namanya adalah Syahrani (70). Ia tinggal di sebuah barakan (kost) di sebuah gang kecil bernama Adungan 3, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kobar. Saat aku menemuinya, kakek Syahrani baru saja beristirahat di depan kamar baraknya. Ia baru saja pulang berdagang. Tanpa mengenakan baju, ia mengesot saat mengetahui kedatanganku.

Wajah ku tak asing bagi kakek tua itu. Karena saat ia berjualan ke seberang, kami kerap bertegur sapa atau sekadar mengobrol ringan. Saat bertemu itulah, aku baru tahu, kalau kakek Syahrani menderita kelumpuhan sejak 4 bulan ini.

Hebatnya, di pagi ia mengalami kelumpuhan, tak ada seorang pun yang tahu. Ia seorang diri di kamar barakannya itu. Istrinya yang berprofesi sebagai tukang pijat sedang ke Balikpapan. Ia sudah berusaha berteriak minta tolong, tapi tak ada yang mendengar. Jarak barakannya dengan rumah warga terbilang berjauhan sekitar 20 meter. Sementara kamar sebelah dalam keadaan kosong tak berpenghuni.

Dalam kondisi lumpuh, ia tak bisa bergerak bahkan sekadar menjangkau pintu yang hanya dua meter dari pembaringannya. Dalam sakitnya, ia bahkan sampai lima hari tak makan dan tak minum. Hingga akhirnya saudaranya menemukannya dalam kondisi lemas di kamar baraknya dengan bibir yang sudah pecah-pecah."Lima hari saya engga makan dan minum, saya engga tahu bagaimana nasib saya kalau saudara saya tidak datang," ujar Syahrani sambil menangis. (ala/dar/bersambung)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .