MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 23 Februari 2018 09:48
Kisah Kakek Syahrani, Pedagang Mainan Berkursi Roda (1)
Sempat Lima Hari Tidak Makan dan Minum
Kakek Syahrani ketika berkeliling menjajakan balon mainan di seputaran Kota Pangkalan Bun, kemarin. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Sebelum lumpuh, Syahrani berkeliling dengan sepeda tuanya menawarkan dagangan ke kampung-kampung. Puluhan kilometer  ia tempuh, menyusuri jalan perkotaan hingga ke kampung-kampung, untuk menghidupi keluarganya dari hasil berjualan mainan. Kalteng Pos sempat mengikuti Kakek Syahrani ini menjajakan barangnya. 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SEJAK beberapa bulan ini, aku (penulis) tak pernah lagi melihat sosok tua yang terseok-seok, mengayuh sepeda bermuatan penuh mainan di jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Biasanya, belum lagi matahari memancarkan sinar teriknya, ia sudah berada di perkampungan Raja Seberang, sekadar menawarkan mainan yang ia jual kepada anak-anak kampong, atau singgah sejenak di sekolah SD Negeri 1 Raja Seberang.

Suara balon mainan yang sering ia bunyikan saat lewat di depan rumah, juga tak pernah lagi terdengar. Kadang aku berpikir, apakah kakek itu sakit atau sedang pulang ke kampung halamannya, atau ia sudah berhenti berjualan. Berbagai pertanyaan di dalam kepala tak jua mendapat jawaban.  Hingga suatu hari tanpa sengaja, di padatnya arus lalu lintas sekitar kawasan Masjid Sirajul Muhtadin, ruas jalan protokol Pangeran Antasari, aku melihat kakek itu. Seakan tak percaya, kakek itu sedang berada di atas kursi roda dengan mainan yang diletakkan di belakang kursi rodanya.

Ia terus mengayuh kursi roda yang sepertinya dibuat asal-asalan itu. Hari itu aku tak sempat untuk berbalik arah karena mengejar keberangkatan ke Palangka Raya. Tapi setidaknya aku sudah mendapat jawaban kenapa kakek itu tak pernah berjualan ke Kampung Seberang lagi.

Sepulang dari kegiatan di Palangka Raya, Kamis (22/2) aku mencoba mencari tahu di mana kediaman kakek itu, yang belakangan aku ketahui namanya adalah Syahrani (70). Ia tinggal di sebuah barakan (kost) di sebuah gang kecil bernama Adungan 3, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kobar. Saat aku menemuinya, kakek Syahrani baru saja beristirahat di depan kamar baraknya. Ia baru saja pulang berdagang. Tanpa mengenakan baju, ia mengesot saat mengetahui kedatanganku.

Wajah ku tak asing bagi kakek tua itu. Karena saat ia berjualan ke seberang, kami kerap bertegur sapa atau sekadar mengobrol ringan. Saat bertemu itulah, aku baru tahu, kalau kakek Syahrani menderita kelumpuhan sejak 4 bulan ini.

Hebatnya, di pagi ia mengalami kelumpuhan, tak ada seorang pun yang tahu. Ia seorang diri di kamar barakannya itu. Istrinya yang berprofesi sebagai tukang pijat sedang ke Balikpapan. Ia sudah berusaha berteriak minta tolong, tapi tak ada yang mendengar. Jarak barakannya dengan rumah warga terbilang berjauhan sekitar 20 meter. Sementara kamar sebelah dalam keadaan kosong tak berpenghuni.

Dalam kondisi lumpuh, ia tak bisa bergerak bahkan sekadar menjangkau pintu yang hanya dua meter dari pembaringannya. Dalam sakitnya, ia bahkan sampai lima hari tak makan dan tak minum. Hingga akhirnya saudaranya menemukannya dalam kondisi lemas di kamar baraknya dengan bibir yang sudah pecah-pecah."Lima hari saya engga makan dan minum, saya engga tahu bagaimana nasib saya kalau saudara saya tidak datang," ujar Syahrani sambil menangis. (ala/dar/bersambung)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Senin, 12 Maret 2018 09:46

Atraksi Microlight Trike, Aeromodeling,Pesawat Pixwing dan Drone Hibur Masyarakat

Menyambut bulan Dirgantara HUT ke-72 TNI Angakatan Udara (AU), jajaran TNI AU Satuan Pangkalan Udara…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .