MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)
Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah
Seorang warga berjalan di salah satu sudut perkampungan tua Etnis Tionghoa di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, kemarin. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan di perkampungan tua etnis Tionghoa, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke kampung tua tersebut.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KAMPUNG tua etnis Tionghoa yang berdiri di bantaran Sungai Arut, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar) menyimpan eksotisme yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Sayangnya, selain minimnya pengetahuan masyarakat tentang sejarah kampung etnis Tionghoa, di perkampungan itu setiap harinya juga tampak sepi. Hal itu bukan lantaran kampung tua itu tak berpenghuni, tapi etnis keturunan Tionghoa di situ mayoritasnya mengikuti jejak leluhurnya sebagai pedagang. Sehingga saat pagi hari, kampung tersebut ditinggalkan berdagang, dan sore harinya mereka baru kembali ke rumah masing-masing.

Saat sore berbagai aktivitas mereka lakukan, baik hanya sekadar berbincang-bincang di halaman rumah yang tak seberapa luas, maupun yang berkutat dengan kegiatan rumah tangga. Ada pula yang membersihkan speedboat yang dijadikan sarana transportasi sehari-hari untuk beraktivitas. Beberapa kali Kalteng Pos menjumpai beberapa turis mancanegara berkunjung ke perkampungan etnis Tionghoa bersama pemandu wisata, yang justru bukan warga sekitar kawasan Pecinan. Ketertarikan mereka terhadap sejarah kampung tua yang begitu besar, sayangnya tak didukung oleh data sejarah berdirinya kota tua itu.“Sayang sekali kami tidak bisa menjelaskan secara gamblang bagaimana sejarahnya. Terpaksa kami hanya bisa menjelaskan kepada para turis yang datang sebatas apa yang kami tahu," ujar pemandu wisata asal Kecamatan Kumai, Diaz, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya sekali, Diaz sudah berkali-kali membawa para turis di sela-sela kunjungannya ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Bahkan para turis juga menyatakan ketertarikannya dengan wisata susur Sungai Arut.

Ia menyayangkan potensi wisata yang dapat dijadikan paket perjalanan itu, tak tersentuh oleh pemerintah. Selaku pegiat wisata, ia berharap agar beberapa bangunan yang tersisa, yang menyimpan historis perjalanan Etnis Tionghoa di Bumi Marunting Batu Aji, dapat terus dilestarikan. “Seperti bangunan sekolah. Saat ini sudah hampir ambruk, padahal itu sebuah mahakarya pada zamannya. Sangat disayangkan kalau semua bukti sejarah itu hilang tergerus zaman," pungkasnya. (*/ala/dar)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting

Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan

Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:24
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (1)

Terkadang Rewel dan Merepotkan

Mungil. Cantik. Dan indah. Itulah gambaran ikan cupang. Ikan air tawar dengan berbagai warna dan motif…

Senin, 20 Agustus 2018 09:43
Cara Wali Kota Palangka Raya Terpilih Serap Aspirasi Masyarakat

Kota Cantik “Banjir” Harapan

Banyak cara demi mendapat masukan dan saran untuk pembangunan. Seperti memanfaatkan media sosial. Itulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .