MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)
Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah
Seorang warga berjalan di salah satu sudut perkampungan tua Etnis Tionghoa di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, kemarin. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan di perkampungan tua etnis Tionghoa, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke kampung tua tersebut.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KAMPUNG tua etnis Tionghoa yang berdiri di bantaran Sungai Arut, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar) menyimpan eksotisme yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Sayangnya, selain minimnya pengetahuan masyarakat tentang sejarah kampung etnis Tionghoa, di perkampungan itu setiap harinya juga tampak sepi. Hal itu bukan lantaran kampung tua itu tak berpenghuni, tapi etnis keturunan Tionghoa di situ mayoritasnya mengikuti jejak leluhurnya sebagai pedagang. Sehingga saat pagi hari, kampung tersebut ditinggalkan berdagang, dan sore harinya mereka baru kembali ke rumah masing-masing.

Saat sore berbagai aktivitas mereka lakukan, baik hanya sekadar berbincang-bincang di halaman rumah yang tak seberapa luas, maupun yang berkutat dengan kegiatan rumah tangga. Ada pula yang membersihkan speedboat yang dijadikan sarana transportasi sehari-hari untuk beraktivitas. Beberapa kali Kalteng Pos menjumpai beberapa turis mancanegara berkunjung ke perkampungan etnis Tionghoa bersama pemandu wisata, yang justru bukan warga sekitar kawasan Pecinan. Ketertarikan mereka terhadap sejarah kampung tua yang begitu besar, sayangnya tak didukung oleh data sejarah berdirinya kota tua itu.“Sayang sekali kami tidak bisa menjelaskan secara gamblang bagaimana sejarahnya. Terpaksa kami hanya bisa menjelaskan kepada para turis yang datang sebatas apa yang kami tahu," ujar pemandu wisata asal Kecamatan Kumai, Diaz, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya sekali, Diaz sudah berkali-kali membawa para turis di sela-sela kunjungannya ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Bahkan para turis juga menyatakan ketertarikannya dengan wisata susur Sungai Arut.

Ia menyayangkan potensi wisata yang dapat dijadikan paket perjalanan itu, tak tersentuh oleh pemerintah. Selaku pegiat wisata, ia berharap agar beberapa bangunan yang tersisa, yang menyimpan historis perjalanan Etnis Tionghoa di Bumi Marunting Batu Aji, dapat terus dilestarikan. “Seperti bangunan sekolah. Saat ini sudah hampir ambruk, padahal itu sebuah mahakarya pada zamannya. Sangat disayangkan kalau semua bukti sejarah itu hilang tergerus zaman," pungkasnya. (*/ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Senin, 12 Maret 2018 09:46

Atraksi Microlight Trike, Aeromodeling,Pesawat Pixwing dan Drone Hibur Masyarakat

Menyambut bulan Dirgantara HUT ke-72 TNI Angakatan Udara (AU), jajaran TNI AU Satuan Pangkalan Udara…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .