MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 22 Februari 2018 09:52
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (3/Habis)
Tak Diperhatikan, Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah
Seorang warga berjalan di salah satu sudut perkampungan tua Etnis Tionghoa di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, kemarin. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Keunikan bangunan tua yang berdiri sejak ratusan tahun silam, serta melihat keseharian warga keturunan di perkampungan tua etnis Tionghoa, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke kampung tua tersebut.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

KAMPUNG tua etnis Tionghoa yang berdiri di bantaran Sungai Arut, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar) menyimpan eksotisme yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Sayangnya, selain minimnya pengetahuan masyarakat tentang sejarah kampung etnis Tionghoa, di perkampungan itu setiap harinya juga tampak sepi. Hal itu bukan lantaran kampung tua itu tak berpenghuni, tapi etnis keturunan Tionghoa di situ mayoritasnya mengikuti jejak leluhurnya sebagai pedagang. Sehingga saat pagi hari, kampung tersebut ditinggalkan berdagang, dan sore harinya mereka baru kembali ke rumah masing-masing.

Saat sore berbagai aktivitas mereka lakukan, baik hanya sekadar berbincang-bincang di halaman rumah yang tak seberapa luas, maupun yang berkutat dengan kegiatan rumah tangga. Ada pula yang membersihkan speedboat yang dijadikan sarana transportasi sehari-hari untuk beraktivitas. Beberapa kali Kalteng Pos menjumpai beberapa turis mancanegara berkunjung ke perkampungan etnis Tionghoa bersama pemandu wisata, yang justru bukan warga sekitar kawasan Pecinan. Ketertarikan mereka terhadap sejarah kampung tua yang begitu besar, sayangnya tak didukung oleh data sejarah berdirinya kota tua itu.“Sayang sekali kami tidak bisa menjelaskan secara gamblang bagaimana sejarahnya. Terpaksa kami hanya bisa menjelaskan kepada para turis yang datang sebatas apa yang kami tahu," ujar pemandu wisata asal Kecamatan Kumai, Diaz, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya sekali, Diaz sudah berkali-kali membawa para turis di sela-sela kunjungannya ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Bahkan para turis juga menyatakan ketertarikannya dengan wisata susur Sungai Arut.

Ia menyayangkan potensi wisata yang dapat dijadikan paket perjalanan itu, tak tersentuh oleh pemerintah. Selaku pegiat wisata, ia berharap agar beberapa bangunan yang tersisa, yang menyimpan historis perjalanan Etnis Tionghoa di Bumi Marunting Batu Aji, dapat terus dilestarikan. “Seperti bangunan sekolah. Saat ini sudah hampir ambruk, padahal itu sebuah mahakarya pada zamannya. Sangat disayangkan kalau semua bukti sejarah itu hilang tergerus zaman," pungkasnya. (*/ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .