MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona
Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna
Sebuah banama (kapal) di lokasi awal Taman Hutan Raya Lapak Jaru, Kecamatan Kurun. Kabupaten Gunung Mas. //POPY /KALTENG POS

PROKAL.CO, Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi Kabupaten Gunung Mas terdiri dari perbukitan dan sungai. Hutan pun menyimpan flora dan fauna yang memesona.

POPY OKTOVERY, Kuala Kurun

ADALAH Lapak Jaru. Kata lapak berarti segi. Kata jaru berarti delapan. Jadi, lapak jaru merupakan bentangan hamparan atau punggung bukit berbentuk segi delapan. Lokasinya, merupakan pertemuan bagian hulu tujuh anak sungai. Masing-masing empat anak sungai; Sei Kurun, Sei Saluhan, Sei Jajuang, Sei Manyangan yang mengalir ke DAS Kahayan, serta tiga anak sungai lainnya yakni Sei Sirat, Sei Mahiyak, Sei Taran yang mengalir ke DAS Kapuas.

Salah satu referensi terbaik untuk wisata adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru Kuala Kurun, Gunung Mas (Gumas). Kawasan tersebut ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI) dengan nomor SK.240/MENLHK/PKTL.2/3/2016 tanggal 24 Maret 2016, sebagai satu-satunya tahura di Kalteng.

Hanya berjarak 12 kilometer dari pusat Kota Kuala Kurun, lokasinya menjadi strategis. Akses menuju pintu masuk utama Kawasan Tahura bisa ditempuh melalui jalan darat. Dicapai menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Akses jalan aspal mulus. Menuju objek wisata di kawasan itu, bisa menggunakan kendaraan roda dua atau pun dengan berjalan kaki. Akses jalan cor beton dan jalan setapak.

Berdasarkan data dari Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanahan (DKP) Kabupaten Gumas Rody Aristo Robinson, kawasan Tahura Lapak Jaru ini seluas kurang lebih 4.119 hektare. Memiliki hutan eksotis yang masih asri dengan keanekaragaman flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Secara administratif terletak di wilayah Kelurahan Kurun dan Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun. Memiliki topografi mulai dari datar, berbukit hingga curam. Sebagian wilayahnya berupa dinding batuan. Pada daerah aliran sungai terdapat beberapa air terjun. Kecil maupun besar. Beberapa gua pada tebing batuan melengkapi objek wisata yang memanjakan mata.

Potensi fauna menjadi idaman pengunjung, karena di sana ada kura-kura darat, kijang, babi hutan, rusa, burung enggang, orangutan, walet hutan, kelelawar, landak, elang hitam, ayam hutan, kancil, ular sawa, kobra hitam, ikan seluang, ikan baung, ikan hampala, ular dahan, trenggiling, bekantan, owa-owa, beruang madu, dan berbagai jenis satwa yang jarang ditemui di tempat lain.

Rody mengungkapkan, aneka ragam flora dengan jenis-jenis endemik Kalimantan seperti ulin, tengkawang, meranti, keruing, balau, pelepek, rengas, resak, bintangur, simpur, nyatoh, bangkirai, kapur, jelutung, medang, anggrek tanah, anggrek hutan, pasak bumi, sarang semut, kantong semar dan lainnya menghiasai kawasan tersebut.

Kabid Pengelolaan Tahura DKP Kabupaten Gumas Colombus menuturkan, ada beberapa potensi wisata alam yang ada di kawasan tersebut, antara air terjun Bawin Kameluh, Sahai Nunyang, Saluhan, Danum Bahandang, Gua Kelelawar, Lapak Jaru, pemandian Sungai Saluhan, serta bukit Lapak Jaru/bukit Sorga/bukit Doa.

Salah satu yang menarik saat datang pertama di Tahura Lapak Jaru, pengunjung disuguhi pemandangan sebuah kapal kandas layaknya sebuah cerita zaman dulu. Mirip sebuah kapal terdampar di sebuah pulau. Di lokasi ini ada beberapa sarana dan prasarana penunjang, seperti camping ground, panggung terbuka berbentuk banama (perahu khas Dayak, red), akses jalan dengan cor beton dan setapak, pos penjagaan, dam pengendali, aula, dan gazebo.

Rencananya, di tahun 2018 ini pemerintah kabupaten Gunung Mas akan membangun sarana dan prasarana, seperti jembatan menuju air terjun Bawin Kameloh, kolam renang, gazebo, empat buah rumah pohon, dan penataan Balai Kameloh. Selain itu, untuk terus menggali seluruh potensi yang ada, pihak pemerintah kabupaten melalui dinas kehutanan, juga akan melakukan pembagian blok di kawasan tersebut, baik itu blok perlindungan, pemanfaatan, pengelolaan, rehabilitasi, tradisional, religi, budaya, sejarah, dan blok khusus.

“Ke depan, Tahura Lapak Jaru ini bisa berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan, pelestarian keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, budaya, dan pariwisata,” kata Colombus, beberapa waktu lalu. (*/ce/abe/dar)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .