MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)
Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit
Salah satu sudut kota tua kampung Pecinan di Kelurahan Raja Seberang. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan saksi sejarah perjalanan etnis Tionghoa di Kotawaringin Barat (Kobar). Saat ini pemukiman China itu memasuki masa kelabu akibat tak dipelihara.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SINAR redup lembayung berwarna keunguan menerpa tenangnya air di bantaran Sungai Arut sore itu. Sebagian cahaya menimpa di atas bangunan yang berjejer rapi, dengan ciri khasnya yang tiada dua di kampung tua Pecinan, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel).  Satu per satu bangunan yang hanya tersisa sejumlah ruas jari tangan dan kaki itu, berubah rupa mengiringi gaya arsitektur berbau modernitas. Bangunan sejuta cerita itu hanya tinggal menunggu waktu untuk dikenang generasi selanjutnya.

Material kayu ulin kualitas wahid yang menjadi bahan utama bangunan bergaya arsitektur Cina tradisional itu, tampak masih kokoh berdiri, meski usia uzur menggerogoti badan bangunan. Bangunan tua warga Pecinan yang hanya ada di bantaran Sungai Arut itu, menjadi saksi bisu pasang surutnya kehidupan kaum ekspatriat di Bumi Marunting Batu Aji.Konon, kota tua Pecinan di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kobar itu merupakan satu-satunya kawasan permukiman etnis Tionghoa yang ada sejak zaman kerajaan dahulu.

Keberadaan kampung Pecinan di seberang Sungai Arut, sudah ada sejak tahun 905 Masehi pada zaman Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Mereka ini etnis Tionghoa yang datang dari Hongkong dan China. Awalnya, kedatangan mereka bermaksud untuk berdagang dan menyebarkan agama Hindu Budha.“Atas persetujuan pada zaman kerajaan Pangeran Ratu Anum Kesuma Yudha, pada abad 905 dan Perdana Menteri dipimpin oleh Pangeran Jaksa Sukarma atau Gst. Sukarma dan Cakra Prabu Wijaya (Gst. Alamul iman), warga Tionghoa diizinkan untuk tinggal di Kutaringin, dengan menempati wilayah seberang Sungai Arut," tutur tokoh sejarawan Kotawaringin Barat, yang merupakan keturunan dari Perdana Menteri Pangeran Jaksa Sukarma, Gusti Muhammad Ali. (*/bersambung/ala)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:50
Arif Rahman, Mempekerjakan 13 Saudaranya Menjadi Badut

Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa…

Kamis, 13 September 2018 10:11
Cecep Juanda, Tuna Rungu yang Berjalan Kaki Keliling Indonesia

Mengampanyekan Kesehatan dan Persatuan

Kekurangan tak menjadi halangan. Meski dalam keterbatasan, mencoba meraih impian. Menjelajahi negara…

Selasa, 04 September 2018 11:24
Bripka Anastasia H Rompas Terima Penghargaan dari Kapolda

Polwan Kalteng Pertama yang Bertugas di Daerah Konflik

1 September 2019, merupakan HUT ke-70 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia. Di Kalteng, dirayakan…

Jumat, 31 Agustus 2018 10:29
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (2/selesai)

Apapun Terjadi, Harus Tetap Cantik

Panggung Sasono Langen Budoyo menjadi saksi. Peluh keringat terbayar, ketika riuh penonton terhibur…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:49
Abib Habibi Igal, Penata Tari Terbaik Parade Tari Nusantara 2018 (1)

Berawal dari Mimpi dan Motivasi, Kini Ciptakan 15 Karya Tari

Gelaran Parade Tari Nusantara (PTN) ke-37 tahun 2018, memberi kesan tersendiri bagi Abib Habibi Igal.…

Selasa, 28 Agustus 2018 09:38
Mengenal Adelia, Mahasiswi Pegiat Seni Lukis Mandala dan Body Painting

Bergelut Kuas sejak SD, Lukisan Terjual hingga Jutaan

Melukis di dinding, sudah biasa dilakukannya. Mulai dari menggambar bunga, tulisan, hingga mandala.…

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng

Minim Peminat, Andalkan Jejaring online

Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya.…

Kamis, 23 Agustus 2018 09:51
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (2/Selesai)

Seharga Rp5 Ribu Menjadi Rp200 Ribu

Setiap orang memiliki alasan tersendiri terhadap hobinya masing-masing. Termasuk seorang penghobi ikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:24
Mengenal Cupang Air Tawar dan Penggemarnya (1)

Terkadang Rewel dan Merepotkan

Mungil. Cantik. Dan indah. Itulah gambaran ikan cupang. Ikan air tawar dengan berbagai warna dan motif…

Senin, 20 Agustus 2018 09:43
Cara Wali Kota Palangka Raya Terpilih Serap Aspirasi Masyarakat

Kota Cantik “Banjir” Harapan

Banyak cara demi mendapat masukan dan saran untuk pembangunan. Seperti memanfaatkan media sosial. Itulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .