MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)
Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit
Salah satu sudut kota tua kampung Pecinan di Kelurahan Raja Seberang. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan saksi sejarah perjalanan etnis Tionghoa di Kotawaringin Barat (Kobar). Saat ini pemukiman China itu memasuki masa kelabu akibat tak dipelihara.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SINAR redup lembayung berwarna keunguan menerpa tenangnya air di bantaran Sungai Arut sore itu. Sebagian cahaya menimpa di atas bangunan yang berjejer rapi, dengan ciri khasnya yang tiada dua di kampung tua Pecinan, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel).  Satu per satu bangunan yang hanya tersisa sejumlah ruas jari tangan dan kaki itu, berubah rupa mengiringi gaya arsitektur berbau modernitas. Bangunan sejuta cerita itu hanya tinggal menunggu waktu untuk dikenang generasi selanjutnya.

Material kayu ulin kualitas wahid yang menjadi bahan utama bangunan bergaya arsitektur Cina tradisional itu, tampak masih kokoh berdiri, meski usia uzur menggerogoti badan bangunan. Bangunan tua warga Pecinan yang hanya ada di bantaran Sungai Arut itu, menjadi saksi bisu pasang surutnya kehidupan kaum ekspatriat di Bumi Marunting Batu Aji.Konon, kota tua Pecinan di RT 01, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kobar itu merupakan satu-satunya kawasan permukiman etnis Tionghoa yang ada sejak zaman kerajaan dahulu.

Keberadaan kampung Pecinan di seberang Sungai Arut, sudah ada sejak tahun 905 Masehi pada zaman Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. Mereka ini etnis Tionghoa yang datang dari Hongkong dan China. Awalnya, kedatangan mereka bermaksud untuk berdagang dan menyebarkan agama Hindu Budha.“Atas persetujuan pada zaman kerajaan Pangeran Ratu Anum Kesuma Yudha, pada abad 905 dan Perdana Menteri dipimpin oleh Pangeran Jaksa Sukarma atau Gst. Sukarma dan Cakra Prabu Wijaya (Gst. Alamul iman), warga Tionghoa diizinkan untuk tinggal di Kutaringin, dengan menempati wilayah seberang Sungai Arut," tutur tokoh sejarawan Kotawaringin Barat, yang merupakan keturunan dari Perdana Menteri Pangeran Jaksa Sukarma, Gusti Muhammad Ali. (*/bersambung/ala)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .