MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang
Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai
Lokasi pertanian padi di P4S Karya Baru, Desa Kubu ketika masa panen, sekarang masyarakat setempat kesulitan mengelola lahannya. //DOK/ KALTENG POS

PROKAL.CO, Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama ini petani rata-rata membuka lahan untuk bercocok tanam adalah dengan dibakar. Praktis, ketika muncul larangan, petani akhirnya kelimpungan.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SEJAK membuka lahan pertanian dengan pola bakar dilarang pemerintah, ratusan hektare (Ha) lahan pertanian warga Desa Sebuai Barat, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terbengkalai. Terbengkalainya lahan akibat warga tak mampu mengolah lahan dengan cara manual, yakni dengan pola tebas dan simpuk, selain membutuhkan biaya besar, pengolahan lahan tanpa bakar juga membutuhkan waktu lama.

Akibat larangan ini, warga desa Sebuai banyak yang meninggalkan desanya untuk mencari penghidupan di luar, dengan menjadi buruh sawit dan pekerjaan lainnya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.Kepala Desa Sebuai Barat, Kecamatan Kumai, Rusli saat dihubungi Kalteng Pos mengatakan bahwa pada bulan Februari ini seharusnya sudah memasuki masa tanam, namun hingga saat ini warga belum bisa mengerjakan lahannya sementara mereka harus menanam padi.

Kebijakan larangan buka lahan tanpa bakar merupakan kebijakan tanpa solusi, sehingga dampaknya kepada masyarakat. Saat ini lahan di wilayahnya sejak dua tahun ini terbengkalai dan kembali menjadi hutan kembali akibat menaati peraturan pemerintah."Kami berusaha menaati peraturan pemerintah yang diterbitkan tapi karena tidak ada solusi maka para petani yang dirugikan, harusnya karena imbasnya luar biasa kepada petani bantuan berupa beras untuk warga karena kehilangan mata pencaharian harus ada, nah karena bantuan tidak ada maka petani mengeluh semuanya," ujarnya, Rabu (14/2).

Selaku kepala desa menyikapi kesulitan warganya ia akhirnya melakukan koordinasi dengan Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah untuk meminta solusi agar persoalan tersebut tidak menjadi dilematis. Hasil dari koordinasi yang dilaksanakan bupati meminta agar masyarakat agar tetap membuka lahan dengan pola tanpa bakar, dengan membuka secara bertahap.

Rusli juga menyampaikan hasil koordinasi yang dilaksanakan, pemerintah daerah melalui dinas terkait pada Minggu lalu tepatnya Jumat (9/2) telah meminjamkan traktor mini untuk membuka lahan. Namun ia pesimis karena lahan di Desa Sebuai Barat masih merupakan lahan yang belum jadi sehingga banyak akar - akar kayu besar yang masih terdapat di lokasi.

"Kami sudah dipinjamkan satu ekskavator mini tapi engga tahu nanti mampu apa engga," ujarnya pesimis.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini lahan pertanian masyarakat Desa Sebuai Barat yang terbengkalai totalnya mencapai 1.135  hektar yang terdiri dari lahan satu seluas 735 hektar dan di lahan dua ada 400 hektar dengan produksi beras per hektarnya mencapai 2 ton gabah.

Menurutnya, kalau nantinya di musim tanam ini ternyata menggunakan traktor mini tidak efektif maka ia khawatir hanya segelintir warga yang mau bercocok tanam, sehingga hamparan tanaman padi yang tidak seberapa itu hanya jadi makanan hama baik tikus maupun burung berbeda kalau ribuan hektar lahan itu tergarap seluruhnya maka akan meminimalisir serangan hama.

Saat ini bajak tangan yang dimiliki oleh desa Sebuai Barat berjumlah 15 unit dan 1 unit ekskavator mini milik pemerintah. Namun, alat mekanis pertanian tersebut juga tidak bisa digunakan karena lahannya masih penuh dengan akar-akar kayu."Harusnya pemerintah yang turun tangan untuk mengolahkan lahan walau kami tahu biayanya tidak sedikit, kalau petani yang disuruh untuk bekerja dengan manual dan tidak dibakar engga mampu," keluhnya.

Saat ini dengan harga kebutuhan sembako terutama beras yang begitu mahal, masyarakat Desa Sebuai Barat yang berjumlah 170 KK bersepakat untuk kembali menggarap lahannya, semangat tersebut harus menjadi perhatian pemerintah untuk mencarikan solusi terhadap hal ini. (ala/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:49
Ketika Warung Goyang Seberang Vihara Ditutup Paksa

Kini, Pengguna Jalan Tak Lagi Curi-curi Pandang

Keluhan masyarakat akhirnya dijawab Satpol PP Palangka Raya. Warung goyang yang ada di pinggiran Jalan…

Jumat, 30 Maret 2018 10:19

Pak Bo, Penjaga Pintu Rahim Masupa Ria

Tenaga kesehatan di Desa Masupa Ria sangat terbatas. Tidak ada bidan maupun perawat, apalagi dokter.…

Kamis, 29 Maret 2018 09:51
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (3/habis)

Janji Manis Pemda Sedikit Mengurangi Tangis

Tradisi, potensi dan cita-cita sampai mati di desa menjadi roda kehidupan yang pasti. Pilihannya, bertahan…

Rabu, 28 Maret 2018 09:30
Masupa Ria, “Lumbung” Emas yang Terlupakan (2)

Kasek Hanya Setahun Sekali ke Sekolah

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masupa Ria dihuni 17 murid. Ada tiga guru berstatus honorer. Bagi mereka,…

Selasa, 27 Maret 2018 09:48
Masupa Ria, Lumbung Emas yang Terlupakan (1)

Jangankan Bantuan, Wajah Bupati pun Tak Tahu

Era 80-an, Desa Masupa Ria menjadi magnet kuat bagi mereka yang berburu bongkahan emas. Kejayaan itu…

Selasa, 20 Maret 2018 09:55
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (10/Habis)

Doa Orang Percaya Pindahkan Gunung

Perjalanan atau ziarah rohani Yerusalem-Mesir 11 Hari bersama Rich Tour ditutup dengan tiga hari di…

Rabu, 14 Maret 2018 07:43
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (4)

Sulitnya Masuk ke Negeri Perjanjian

Oh.. Yerusalem, Kota Mulia, hatiku rindu ke sana… Itulah sepenggal lagu yang menggambarkan keinginan…

Selasa, 13 Maret 2018 10:05
Ziarah Rohani ke Yerusalem-Mesir 11 Hari Bersama Rich Tour (3)

Terbuka, Yordania Penerima Banyak Pengungsi

Dari perjalanan yang panjang, akhirnya kami mendarat mulus di Bandara Amman, Ibu Kota Negara Yordania.…

Senin, 12 Maret 2018 09:46

Atraksi Microlight Trike, Aeromodeling,Pesawat Pixwing dan Drone Hibur Masyarakat

Menyambut bulan Dirgantara HUT ke-72 TNI Angakatan Udara (AU), jajaran TNI AU Satuan Pangkalan Udara…

Kamis, 08 Maret 2018 10:12
Bincang-bincang Bersama Petinggi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng

Perekonomian Kurang Bergairah dan Eksklusif

Perekonomian di Bumi Tambun Bungai ternyata masih bagus di angka. Kenyataannya, pun belum merata. Pertumbuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .