MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang
Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai
Lokasi pertanian padi di P4S Karya Baru, Desa Kubu ketika masa panen, sekarang masyarakat setempat kesulitan mengelola lahannya. //DOK/ KALTENG POS

PROKAL.CO, Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama ini petani rata-rata membuka lahan untuk bercocok tanam adalah dengan dibakar. Praktis, ketika muncul larangan, petani akhirnya kelimpungan.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SEJAK membuka lahan pertanian dengan pola bakar dilarang pemerintah, ratusan hektare (Ha) lahan pertanian warga Desa Sebuai Barat, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terbengkalai. Terbengkalainya lahan akibat warga tak mampu mengolah lahan dengan cara manual, yakni dengan pola tebas dan simpuk, selain membutuhkan biaya besar, pengolahan lahan tanpa bakar juga membutuhkan waktu lama.

Akibat larangan ini, warga desa Sebuai banyak yang meninggalkan desanya untuk mencari penghidupan di luar, dengan menjadi buruh sawit dan pekerjaan lainnya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.Kepala Desa Sebuai Barat, Kecamatan Kumai, Rusli saat dihubungi Kalteng Pos mengatakan bahwa pada bulan Februari ini seharusnya sudah memasuki masa tanam, namun hingga saat ini warga belum bisa mengerjakan lahannya sementara mereka harus menanam padi.

Kebijakan larangan buka lahan tanpa bakar merupakan kebijakan tanpa solusi, sehingga dampaknya kepada masyarakat. Saat ini lahan di wilayahnya sejak dua tahun ini terbengkalai dan kembali menjadi hutan kembali akibat menaati peraturan pemerintah."Kami berusaha menaati peraturan pemerintah yang diterbitkan tapi karena tidak ada solusi maka para petani yang dirugikan, harusnya karena imbasnya luar biasa kepada petani bantuan berupa beras untuk warga karena kehilangan mata pencaharian harus ada, nah karena bantuan tidak ada maka petani mengeluh semuanya," ujarnya, Rabu (14/2).

Selaku kepala desa menyikapi kesulitan warganya ia akhirnya melakukan koordinasi dengan Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah untuk meminta solusi agar persoalan tersebut tidak menjadi dilematis. Hasil dari koordinasi yang dilaksanakan bupati meminta agar masyarakat agar tetap membuka lahan dengan pola tanpa bakar, dengan membuka secara bertahap.

Rusli juga menyampaikan hasil koordinasi yang dilaksanakan, pemerintah daerah melalui dinas terkait pada Minggu lalu tepatnya Jumat (9/2) telah meminjamkan traktor mini untuk membuka lahan. Namun ia pesimis karena lahan di Desa Sebuai Barat masih merupakan lahan yang belum jadi sehingga banyak akar - akar kayu besar yang masih terdapat di lokasi.

"Kami sudah dipinjamkan satu ekskavator mini tapi engga tahu nanti mampu apa engga," ujarnya pesimis.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini lahan pertanian masyarakat Desa Sebuai Barat yang terbengkalai totalnya mencapai 1.135  hektar yang terdiri dari lahan satu seluas 735 hektar dan di lahan dua ada 400 hektar dengan produksi beras per hektarnya mencapai 2 ton gabah.

Menurutnya, kalau nantinya di musim tanam ini ternyata menggunakan traktor mini tidak efektif maka ia khawatir hanya segelintir warga yang mau bercocok tanam, sehingga hamparan tanaman padi yang tidak seberapa itu hanya jadi makanan hama baik tikus maupun burung berbeda kalau ribuan hektar lahan itu tergarap seluruhnya maka akan meminimalisir serangan hama.

Saat ini bajak tangan yang dimiliki oleh desa Sebuai Barat berjumlah 15 unit dan 1 unit ekskavator mini milik pemerintah. Namun, alat mekanis pertanian tersebut juga tidak bisa digunakan karena lahannya masih penuh dengan akar-akar kayu."Harusnya pemerintah yang turun tangan untuk mengolahkan lahan walau kami tahu biayanya tidak sedikit, kalau petani yang disuruh untuk bekerja dengan manual dan tidak dibakar engga mampu," keluhnya.

Saat ini dengan harga kebutuhan sembako terutama beras yang begitu mahal, masyarakat Desa Sebuai Barat yang berjumlah 170 KK bersepakat untuk kembali menggarap lahannya, semangat tersebut harus menjadi perhatian pemerintah untuk mencarikan solusi terhadap hal ini. (ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)

Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu

Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan.…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…

Jumat, 02 Februari 2018 20:03

Ketika Makanan Berkurang, Beruang Masuk Permukiman

SEKILAS bentuknya lucu, karena ditutupi bulu hitam dengan corak keemasan. Tetapi untuk menangkapnya…

Selasa, 30 Januari 2018 08:33
Ketika Bripka Yulianto Menjadi Guru Sukarela

Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Sikap Disiplin Sejak Dini

Lengkap sudah keceriaan bocah-bocah TK Anggrek Tunas Baru, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai pagi itu, setelah…

Selasa, 23 Januari 2018 10:59
Ketika RSUD Sultan Imanuddin Terima Rujukan Pasien Gizi Buruk

Beri Susu Setiap 3 Jam, Obati Infeksi dan Peningkatan Berat Badan

Selama Januari 2018, RSUD Sultan Imanuddin (SI) Pangkalan Bun Menerima dua pasien rujukan dari RS Lamandau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .