MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Selasa, 13 Februari 2018 09:26
Ditemukan Surat Pinjam Pakai di BPN

Sidang Sengketa Lahan Pemkab vs Ahli Waris Brata Ruswanda

Suasana sidang yang menjerat 4 ASN Pemkab Kobar di PN Pangkalan Bun, kemarin (12/2). //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

PROKAL.CO, PANGKALAN BUN-Sidang lanjutan kasus sengketa lahan di Jalan Padat Karya, Gang Rambutan, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, antara pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melawan ahli waris Brata Ruswanda, yang menjerat empat Aparatur Sipil Negara (ASN), Rosihan Pribadi, Ahmad Yadi, Lukmansyah dan Mila Karmila, digelar  di Pengadilan Negeri (PN), Senin (12/2).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) yakni mantan Kasubag TU, BPN Kobar, Kasmoto dan Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Kobar, Dodi Prasteyadi, terungkap bahwa BPN pada 21 Pebruari 2017 telah menemukan surat permohonan hak pakai atas tanah negara yang diperuntukan sebagai proyek balai benih pertanian dan permohonan tersebut ditujukan kepada Gubernur Kalteng dan Bupati Kobar pada tahun 1974 yang ditandatangani pemohon Brata Ruswanda selaku Kepala Dinas Pertanian Kobar saat itu.

Surat permohonan pinjam pakai lahan tersebut ditunjukan oleh Rahmadi kepada majelis hakim dan disaksikan oleh JPU dari Kejaksaan Negeri. Jaksa Penuntut Umun (JPU) dari Kejari Kobar Wida Sinulingga menanyakan beberapa hal kepada mantan Kasubag TU, BPN Kobar Kasmoto yang saat ini bertugas di BPN Kotim terkait perihal proses penemuan surat permohonan pinjam pakai atas lahan di Jalan Padat Karya oleh BPN.

Menurut Kasmoto selaku Kasubag TU pada saat itu ia diperintahkan oleh Kepala Kantor BPN Kobar Arya Ismana untuk membuat berita acara penemuan surat tersebut. "Setelah surat itu ditemukan saya diperintahkan oleh pak Arya Ismana untuk membuatkan berita acaranya," ujar Kasmoto.

Sementara itu, usai sidang, Kasi Penanganan Masalah dan Pengendalian Tanah, BPN Kobar, Dodi Prasetyadi mengungkapkan bahwa yang mengajukan surat permohonan pinjam pakai tanah untuk proyek pertanian adalah Brata Ruswanda selaku Kepala Dinas Pertanian pada tahun 1974. Surat tersebut adalah bentuknya formulir permohonan untuk sertifikasi hak pakai.

Saat ditanyakan Kalteng Pos, kalau permohonan yang diajukan dan ditandatangani Brata Ruswanda selaku Kepala Dinas Pertanian artinya bahwa lahan tersebut untuk kepentingan dinas dalam hal ini peruntukannya sebagai balai benih pertanian, Dodi membenarkannya. "Iya betul mas, untuk kepentingan dinas karena permohonan selaku kepala dinas pertanian," tegasnya.

Sementara itu, Penasihat Hukum 4 ASN, Rahmadi G Lentam, kepada awak media menegaskan bahwa surat-surat yang ditunjukkan kepada majelis hakim tersebut merupakan surat permohonan Brata Ruswanda, untuk meminta penetapan status hak pakai atas tanah pada tahun 1974 yang sekarang menjadi persoalan.

Ia juga menegaskan bahwa di dalam surat permohonan tersebut ada tanda tangan cap basah di atas lambang Garuda yang ditujukan kepada Gubernur Kalteng dan Bupati Kotawaringin Barat yang diperuntukan bagi proyek Balai Benih Pertanian termasuk tanah kantor yang saat ini menjadi kantor Dinas Pertanian."Permohonan itu satu kesatuan dengan surat Almarhum Brata Ruswanda nomor 160 dengan 161,dan itu lengkap dengan risalah dan betul - betul ada aslinya," ungkapnya.

Ia kembali menjelaskan bahwa surat tersebut ditemukan BPN Kotawaringin Barat, pada tanggal 21 Februari 2017, dijelaskan bahwa dulunya BPN merupakan subdit Agraria bagian dari Direktorat Agraria Kalteng, kemudian setelah menjadi badan sendiri menjadi Kantor Pertanahan dan semua arsip dan berkas ada di BPN. Dengan ditemukannya bukti tersebut, menurut dia ada sesuatu yang lain sehingga bukti ini menguatkan bahwa tanah di Jalan Padat Karya merupakan aset daerah Kobar.

"Makanya dari awal persidangan saya tidak mengungkapkan hal-hal yang akan menjerat pihak tertentu, kalau saya ingin ada yang bisa saya jerat tapi sudahlah tapi yang jelas kalau kasus ini sesuai harapan dan kasus ini bebas murni dan saya yakin bebas murni maka saya tidak akan membuat tidak bisa tidur nyenyak penyidik dan jaksa peneliti yang mengkriminalisasi perkara ini," tegasnya. (*tyo/ala/dar)


BACA JUGA

Rabu, 07 November 2018 09:50

Polisi Terus Buru Pelaku Penusukan

KUALA PEMBUANG - Hingga Selasa (6/11), pelaku penusukan terhadap Suladi…

Rabu, 07 November 2018 09:48

Banyak Ditemukan Pelanggar Melawan Arus

SAMPIT - Operasi Zebra Telabang 2018 yang digelar Polres Kotim…

Rabu, 07 November 2018 09:34

Rem Blong, Escudo Seruduk Traffic Light

SAMPIT - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Achmad Yani, tepatnya…

Selasa, 06 November 2018 15:14

Kepala Dinas Meninggal Ketika Rapat BBM

SAMPIT-Berita duka dating dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kepala Dinas…

Senin, 05 November 2018 09:25

PATUT DICONTOH ! Uang Urunan Anggota Komunitas untuk Membantu Korban Kebakaran

BUNTOK- Hingga Sabtu (4/8) kemarin, bantuan bagi korban kebakaran Panti…

Kamis, 01 November 2018 10:19

24 Ditilang, Didominasi Anak di Bawah Umur

KUALA PEMBUANG - Hari pertama razia yang dikakukan Satuan Lalu…

Kamis, 01 November 2018 10:10

Kecelakaan Selalu Merenggut Korban Jiwa

PURUK CAHU-Masih cukup tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan, memaksa aparat…

Selasa, 30 Oktober 2018 10:58

Kebanyakan Anak-anak, Bupati Minta Bantuan Dinkes Kalteng

Sudah 25 orang yang terdeteksi menderita Demam Bersarah Dengue (DBD).…

Selasa, 30 Oktober 2018 10:55

Dua Korban Tenggelam Berhasil Ditemukan

NANGA BULIK - Upaya tim gabungan yang terdiri dari Badan…

Kamis, 11 Oktober 2018 11:05

Seni dan Budaya Kalteng ke Pentas Internasional

PALANGKA RAYA-Malay Heritage Centre merupakan salah satu lembaga budaya Melayu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .