MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 11 Februari 2018 07:00
Ditetapkan Tersangka, Sekda Mundur atau Lengser
Rojikinnor

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Ditetapkannya Sekda Kota Palangka Raya sebagai tersangka dugaan pungutan liar alias pungli, menyebabkan munculnya dua pilihan yang sulit bagi Sekda; mundur atau lengser alias dicopot. Posisinya yang sangat sentral sebagai jenjang tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan birokrasi, Sekda diharapkan meletakkan jabatannya dan menyelesaikan persoalan hukum yang sedang membelitnya.

Wakil Dekan FISIP UPR Jhon Retei Alfri Sandi mengatakan, sesuai dengan amanat UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, pasal 88 ayat 1 poin c, maka sebaiknya sebelum diberhentikan Sekda mundur sebagai seorang kesatria.  "UU tersebut menyatakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberhentikan sementara apabila ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana," ungkapnya, kemarin.

Apabila nanti proses hukum telah selesai dan terbukti tidak bersalah, maka sudah menjadi kewenangan untuk dipulihkan statusnya dan bisa aktif kembali bekerja seperti biasa. "Kalau memang hukum selesai, dan terbukti tidak bersalah oleh pengadilan Pasal 88 ayat 2, yang bersangkutan (Sekda) dipulihkan statusnya dan aktif kembali," katanya kepada Kalteng Pos.

Menurutnya, pimpinan atau pun wali kota sebagai pembina pegawai seharusnya menonjobkan Rojikin agar bisa fokus dengan persoalan hukum."Mengikuti ketentuan itu, harusnya pejabat pembina pegawai menonjobkan sementara, agar bersangkutan lebih konsentrasi ke masalah hukum dan tidak mengganggu kinerja institusi yang dipimpinnya," harapnya.

Diungkapkannya, pemulihan status juga berada di tangan wali kota. Oleh sebab itu ia menyarankan agar bisa dicopot jabatan tersebut. "Pejabat pembina kepegawaian juga punya kewajiban memulihkan dan secara otomatis punya kewajiban mengembalikan ke posisi semula jika tidak bersalah," jelasnya.

Namun, imbuh John, bukan hal yang mudah memecat pejabat. Mengingat proses hukum pasti ditempuh dengan waktu yang lumayan lama. Sehingga, acapkali pembina pegawai akan mengangkat pejabat baru, yang dianggapnya sebagai langkah kurang bijak. “Sebelum keputusan hukum final seharusnya digunakan asas praduga tidak bersalah. Sehingga secara etis pun kita belum bisa meminta pertanggungjawabannya. Yang pasti akan mengganggu kinerja institusinya," tegasnya.

Terpisah, Anyualatha Haridison, dosen FISIP UPR juga mengutarakan hal yang senada. Dianggapnya sebagai langkah bijak, ketika Sekda bisa mengundurkan diri lantaran status ASN yang disandangnya. Demikian pula bagi pembina pegawai, bisa memberhentikan sementara jabatan Sekda Kota Palangka Raya. "Walaupun belum ada putusan secara moral dan etik harus memberanikan untuk mundur. Ada TAP MPR nomor VI/MPR/2001 dan TAP MPR nomor VIII/MPR/2001," ucapnya. (ami/abe/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45

Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan

PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:42

Proyek GOR Mandek, Masih Kurang Rp24 M

PALANGKA RAYA-Mimpi masyarakat Kalteng memiliki gelanggang olahraga (gor) indoor, belum sepenuhnya terwujud.…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:30

Bandar Narkoba Bersenjata Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA- Peredaran gelar narkotika di wilayah Kalteng, seakan tidak ada habisnya. Padahal pihak…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:18

Menteri PPPA Minta Awasi Mafia Perdagangan Manusia

PALANGKA RAYA-Masih terjadinya kasus tindak pidana perdagangan manusia, menjadi bukti selama ini belum…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:15

Dua Cakades Kalahkan Kotak Kosong

NANGA BULIK -  Sejarah kembali terulang pada pemilihan kepala desa (pilkades)  di Kabupaten…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:12

Mayat Bersimbah Darah di PT Uni Primacom

SAMPIT - Warga sekitar perumahan karyawan Divisi H PT Uni Primacom di Desa Barunang Miri, Kecamatan…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:08

Penjual Es Krim Meregang Nyawa

SAMPIT – Seorang penjual es krim, Siswanto meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan tunggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .