MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Sabtu, 10 Februari 2018 11:36
Pemko Palangka Raya
Produksi Ikan Berkurang
Penjualan ikan patin di Jalan Jawa, Pasar Besar Palangka Raya.// DENAR/KALTENG POS

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA - Ikan patin di pasaran beberapa waktu lalu cukup susah ditemukan. Rupanya ini karena produksi ikan tersebut berkurang dari biasanya. Padahal permintaan di pasaran cukup tinggi. Produksi tersebut berkurang, diketahui lantaran biaya pakan mahal.

“Ikan Patin jenis apa dulu yang langka di pasaran, apakah ikan patin keramba atau ikan patin sungai. Kalau keramba berpengaruh karena biaya pakan yang mahal namun dari segi harga cenderung murah,” ujar Kepala Dinas Perikanan Palangka Raya Helmi, Jumat (9/2).

Helmi menjelaskan, langkanya ikan patin di pasaran ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai konsumsi ikan untuk di Palangka Raya. Sebab masih banyak alternatif lain yang dpilih masyarakat untuk menggantikan ikan tersebut.

“Saya rasa ikan lain bisa dijadikan pengganti ikan patin ini, karena masih ada nila, lele dan lainnya yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan Helmi, pihaknya tetap melakukan pengembangan dan budidaya ikan-ikan yang familiar di masyarakat. Namun petani keramba ikan yang ada ini terkadang karena biaya yang cukup besar untuk pakan otomatis sulit untuk mendapatkan keuntungan yang sesuai.

“Ya itu tadi karena ada petani keramba ini yang agak sedikit enggan untuk jenis patin ini karena dirasakan untuk keuntungan kurang dari jenis ikan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Budidaya Perikanan Lensi Asi menjelaskan, berdasarkan untuk produksi ikan patin keramba tahun 2017 berjumlah 3.816.88 ton. Sedangkan, di kolam 3.225.93 ton. Dengan jumlah keseluruhan mencapai 7.044.11 ton.

“Itu yang ada di data statistik kami dan patin salah satu pengembangan budidaya untuk Palangka Raya selain dari ikan-ikan lainnya,” terangnya.

Terpisah, petani patin keramba yang ada di sekitar bantaran Sungai Kahayan, Rahman mengatakan, sebenarnya untuk patin ini pemeliharaannya tidaklah susah, namun dari segi pakan tentunya lebih banyak.

“Kalau dirasa besar biaya pakannya memang benar saja, sebab segi pendapatannya pun hanya untung Rp 1.000 sampai Rp 2.000 perkilonya, dan hampir mendekati modalnya saja. Kalau untuk keuntungan beda tipis saja dari biaya peliharanya,” jelasnya belum lama ini.

Dirinya mengakui, memang beberapa waktu lalu ada kekosongan ikan patin di pasaran, namun bukan berarti itu berpengaruh dan mempunyai dampak besar. Sebab pasokan dari luar Palangka Raya masih bisa didatangkan. “Itu karena ideal panennya rata-rata di atas satu kilo lebih per ekornya, kalau di panen belum sampai dengan berat itu maka kami rugi nantinya,” pungkas Rahman. (ari/ila/iha)


BACA JUGA

Kamis, 28 Maret 2019 10:14

WADUH..!! Kalteng Peringkat 4 Penderita Stunting se Indonesia

PALANGKARAYA- Saat ini Kalimantan Tengah (Kalteng) menduduki peringkat keempat terburuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:28

Kecam Peredaran Miras Oplosan

PALANGKA RAYA-Bisnis peracikan dan penjualan minuman keras ilegal dan oplosan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:25

GEGER..!! Misterius, Tiba-tiba Keluar Darah di Leher Wanita Ini

PALANGKA RAYA-Peristiwa tak terduga dialami oleh aparatur sipil negara bernama…

Rabu, 20 Maret 2019 11:20

Perusahaan Wajib Hargai Bukti Milik Masyarakat

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri…

Jumat, 15 Maret 2019 13:48

Kejaksaan Musnahkan Barbuk Puluhan Perkara

PALANGKARAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya memusnahkan barang bukti (barbuk)…

Minggu, 10 Maret 2019 12:56

Penduduk Bertambah, Tapi Bentang Alam Sebangau Wajib Dijaga

PALANGKARAYA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mendukung kegiatan perlindungan dan pelestarian…

Minggu, 10 Maret 2019 12:49

Soal Sampah, Tanggungjawab Pemda Dong..!!

PALANGKA RAYA – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka…

Minggu, 24 Februari 2019 12:23

Dua Kelompok Tawuran, Ditangkap Lalu Dijemur

 Bundaran Besar mendadak heboh dengan adanya anak Puntun dan Mendawai…

Kamis, 21 Februari 2019 09:58
Orangtua Tak Terima Anaknya Tak Lulus Tes CPNS

Kontroversi CPNS Kapuas Belum Diketahui BKN

PALANGKA RAYA-Hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten…

Kamis, 21 Februari 2019 09:56

Buruh Memilih, PBS Wajib Meliburkan atau Membuat Giliran

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berharap perusahaan besar swasta (PBS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*