MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)
Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu
M Sardi menunjukkan sarang madu kelulut miliknya. Meski baru berumur tiga hari, namun sudah berhasil memproduksi madu. //RUSLAN/ KALTENG POS

PROKAL.CO, Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan. Selain karena masih banyak lahan rimbun dikerumuni pepohonan yang menjadi sumber utama makanan ternak, bisnis ini masih jarang ditekuni masyarakat.

 RUSLAN, Pangkalan Bun

PELUANG bisnis budi daya madu kelulut cukup menjanjikan. Sekali panen madu kelulut bisa mencapai 250 ml per kotak (sarang). Harga per liternya Rp450-Rp600 ribu, tergantung jenis madu yang dihasilkan. Dengan demikian, tinggal mengalikan saja berapa jumlah sarang yang dimiliki. Seperti yang diceritakan Muhamad Sardi (48), bisnis madu kelulut tidak harus orang ahli dalam bidang tersebut. Yang diperlukan adalah ketelatenan karena budi daya madu kelulut sangat menguntungkan. Tiap satu liter madu kelulut dijual dengan harga mencapai Rp600 ribu, dan bisa dipanen setiap hari paling lambat satu bulan sekali, karena dalam rentang waktu itu madu yang dihasilkan sudah lebih baik.

"Biasanya untuk jenis kelulut beruang, dipanen paling lama satu bulan sekali, tiap panen dalam satu kotak (sarang) bisa menghasilkan 250 ml madu kelulut, tinggal kalikan saja berapa kotak (sarang) yang kita punya," ujar Sardi, saat disambangi di lokasi budi daya madu kelulut miliknya, Kawasan Bamban, Pangakalan Bun, Kamis (8/2).

Pelaku budi daya madu kelulut itu menjabarkan, seluruh bagian dari sarang madu kelulut bermanfaat, jika bisa dikembangkan secara maksimal. Namun sayangnya, di Kobar saat ini yang lebih dikenal oleh masyarakat hanya madunya saja. Padahal mulai dari sarang (propolis), dipercaya baik untuk menyembuhkan luka luar. Bagian bipolen baik untuk makanan anak dan dipercaya bisa meningkatkan kecerdasan. Sedangkan madunya, dipercaya memiliki banyak khasiat di dunia kesehatan. "Semuanya bermanfaat, sayangnya di Kobar hanya madunya yang diminati oleh konsumen. Banyak yang belum tahu manfaat lainnya, dari sarang dan lainnya," jelasnya.

Sardi menjelaskan, saat ini madu kelulut masih dijual untuk kebutuhan lokal di wilayah Kabupaten Kobar. Namun pemasaran terkendala pembeli. Karena ia belum memiliki pelanggan resmi yang bersedia membeli secara berkala madu hasil budi daya miliknya. "Ada penampung (pengepul), namun ambilan harganya jauh lebih murah dibanding kita jual sendiri," imbuhnya.

Madu kelulut dipercaya berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu penyembuhan berbagi penyakit seperti, melancarkan peredaran darah, mencegah stroke, memperkuat fungsi otak dan jantung, memperbaiki sel tubuh, mengendurkan bagian syaraf yang tegang, menghilangkan letih, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan kecerdasan bagi anak, mempercepat masa penyembuhan, membantu penyembuhan luka akibat diabetes dan banyak lagi manfaat lainnya.

"Khasiatnya sepuluh kali lipat dari madu yang lain. Bahkan, di luar negeri budi daya madu kelulut ini sudah digencarkan untuk produk kesehatan nasional," tukasnya.

Begitu pula dengan sarang koloni lebah, menurut Sardi, jika ingin memulai usaha budi daya madu kelulut, tidak harus dengan tempat yang luas dan sarang koloni yang banyak. Karena yang menentukan saat panen adalah jumlah madu yang didapat dari ketersediaan makan di sekitar lokasi budi daya."Tidak perlu banyak, sarang koloni milik saya yang ada saat ini hanya 30 kotak, dan semuanya sudah mulai terisi lebah sejak hari ketiga saya memulai usaha," kata Sardi.

Sardi menceritakan, di lokasi tempat budi daya miliknya, ketersedian sumber makanan bagi lebah sangat banyak. Sehinga dalam waktu tiga hari pasca dibuatkan kotak (sarang), madu kelulut sudah menempati sarang dan memproduksi madu. Hal itu menandakan ketergantungan persediaan makanan yang ada di sekitar tempat budi daya sangat menentukan.

Cepat atau tidak, panen tergantung koloni. Karena kalau banyak sarang tapi ketersediaan makanan di lokasi kurang, tentu tidak produktif dan lebah akan mencari tempat lain yang lebih banyak cadangan makanannya (madu). "Sebagai contoh, kemarin saya beli sarang koloni lebah milik teman. Sarang itu dijual pemiliknya karena sudah hampir tiga bulan tidak menghasilkan/produksi. Setelah saya bawa ke sini, baru tiga hari sudah mulai produksi madu," ujaranya.

Faktor musim juga menentukan lambat atau cepatnya panen madu. Karena pada musim yang curah hujannya sedikit, kelulut lebih banyak memproduksi madu yang menjadi sumber makanan utamanya.

Kendala lain yang dihadapi yakni sulitnya untuk mendapatkan koloni sarang lebah madu kelulut berupa kayu log yang didapat dari hutan, karena berbenturan dengan larangan menebang pohon yang dikeluarkan oleh pemerintah. "Seharusnya pemerintah bisa membedakan, menebang kayu dalam jumlah banyak dan dalam jumlah sedikit untuk kepentingan budi daya, asal sesuai dengan ketentuan dan jelas pemanfaatannya," imbuhnya.

Kriteria kayu yang digunakan untuk sarang koloni lebah adalah semua jenis, asakan memiliki lubang sebagai dasar tempat koloni lebah bersarang. " Di pasaran, kayu log sarang koloni lebah dijual seharga Rp250 ribu per balok dengan ukuran panjang sekitar 1 meter. Itu pun belum tentu ada barangnya," tegasnya.

Keberhasilan usaha budi daya Sardi, saat ini membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terkait bantuan modal untuk mengembangkan usaha, memasarkan produk, dan ketersediaan bahan kayu untuk pengembangan usaha budi daya. (ala/dar)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .