MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Sabtu, 10 Februari 2018 08:11
Melirik Bisnis Budi Daya Madu Kelulut di Kobar (2/Habis)
Satu Liter Bisa Mencapai Rp600 Ribu
M Sardi menunjukkan sarang madu kelulut miliknya. Meski baru berumur tiga hari, namun sudah berhasil memproduksi madu. //RUSLAN/ KALTENG POS

PROKAL.CO, Potensi usaha budi daya madu kelulut di Kabupaten Kotawaringin Barat, masih berpeluang besar untuk dikembangkan. Selain karena masih banyak lahan rimbun dikerumuni pepohonan yang menjadi sumber utama makanan ternak, bisnis ini masih jarang ditekuni masyarakat.

 RUSLAN, Pangkalan Bun

PELUANG bisnis budi daya madu kelulut cukup menjanjikan. Sekali panen madu kelulut bisa mencapai 250 ml per kotak (sarang). Harga per liternya Rp450-Rp600 ribu, tergantung jenis madu yang dihasilkan. Dengan demikian, tinggal mengalikan saja berapa jumlah sarang yang dimiliki. Seperti yang diceritakan Muhamad Sardi (48), bisnis madu kelulut tidak harus orang ahli dalam bidang tersebut. Yang diperlukan adalah ketelatenan karena budi daya madu kelulut sangat menguntungkan. Tiap satu liter madu kelulut dijual dengan harga mencapai Rp600 ribu, dan bisa dipanen setiap hari paling lambat satu bulan sekali, karena dalam rentang waktu itu madu yang dihasilkan sudah lebih baik.

"Biasanya untuk jenis kelulut beruang, dipanen paling lama satu bulan sekali, tiap panen dalam satu kotak (sarang) bisa menghasilkan 250 ml madu kelulut, tinggal kalikan saja berapa kotak (sarang) yang kita punya," ujar Sardi, saat disambangi di lokasi budi daya madu kelulut miliknya, Kawasan Bamban, Pangakalan Bun, Kamis (8/2).

Pelaku budi daya madu kelulut itu menjabarkan, seluruh bagian dari sarang madu kelulut bermanfaat, jika bisa dikembangkan secara maksimal. Namun sayangnya, di Kobar saat ini yang lebih dikenal oleh masyarakat hanya madunya saja. Padahal mulai dari sarang (propolis), dipercaya baik untuk menyembuhkan luka luar. Bagian bipolen baik untuk makanan anak dan dipercaya bisa meningkatkan kecerdasan. Sedangkan madunya, dipercaya memiliki banyak khasiat di dunia kesehatan. "Semuanya bermanfaat, sayangnya di Kobar hanya madunya yang diminati oleh konsumen. Banyak yang belum tahu manfaat lainnya, dari sarang dan lainnya," jelasnya.

Sardi menjelaskan, saat ini madu kelulut masih dijual untuk kebutuhan lokal di wilayah Kabupaten Kobar. Namun pemasaran terkendala pembeli. Karena ia belum memiliki pelanggan resmi yang bersedia membeli secara berkala madu hasil budi daya miliknya. "Ada penampung (pengepul), namun ambilan harganya jauh lebih murah dibanding kita jual sendiri," imbuhnya.

Madu kelulut dipercaya berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu penyembuhan berbagi penyakit seperti, melancarkan peredaran darah, mencegah stroke, memperkuat fungsi otak dan jantung, memperbaiki sel tubuh, mengendurkan bagian syaraf yang tegang, menghilangkan letih, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan kecerdasan bagi anak, mempercepat masa penyembuhan, membantu penyembuhan luka akibat diabetes dan banyak lagi manfaat lainnya.

"Khasiatnya sepuluh kali lipat dari madu yang lain. Bahkan, di luar negeri budi daya madu kelulut ini sudah digencarkan untuk produk kesehatan nasional," tukasnya.

Begitu pula dengan sarang koloni lebah, menurut Sardi, jika ingin memulai usaha budi daya madu kelulut, tidak harus dengan tempat yang luas dan sarang koloni yang banyak. Karena yang menentukan saat panen adalah jumlah madu yang didapat dari ketersediaan makan di sekitar lokasi budi daya."Tidak perlu banyak, sarang koloni milik saya yang ada saat ini hanya 30 kotak, dan semuanya sudah mulai terisi lebah sejak hari ketiga saya memulai usaha," kata Sardi.

Sardi menceritakan, di lokasi tempat budi daya miliknya, ketersedian sumber makanan bagi lebah sangat banyak. Sehinga dalam waktu tiga hari pasca dibuatkan kotak (sarang), madu kelulut sudah menempati sarang dan memproduksi madu. Hal itu menandakan ketergantungan persediaan makanan yang ada di sekitar tempat budi daya sangat menentukan.

Cepat atau tidak, panen tergantung koloni. Karena kalau banyak sarang tapi ketersediaan makanan di lokasi kurang, tentu tidak produktif dan lebah akan mencari tempat lain yang lebih banyak cadangan makanannya (madu). "Sebagai contoh, kemarin saya beli sarang koloni lebah milik teman. Sarang itu dijual pemiliknya karena sudah hampir tiga bulan tidak menghasilkan/produksi. Setelah saya bawa ke sini, baru tiga hari sudah mulai produksi madu," ujaranya.

Faktor musim juga menentukan lambat atau cepatnya panen madu. Karena pada musim yang curah hujannya sedikit, kelulut lebih banyak memproduksi madu yang menjadi sumber makanan utamanya.

Kendala lain yang dihadapi yakni sulitnya untuk mendapatkan koloni sarang lebah madu kelulut berupa kayu log yang didapat dari hutan, karena berbenturan dengan larangan menebang pohon yang dikeluarkan oleh pemerintah. "Seharusnya pemerintah bisa membedakan, menebang kayu dalam jumlah banyak dan dalam jumlah sedikit untuk kepentingan budi daya, asal sesuai dengan ketentuan dan jelas pemanfaatannya," imbuhnya.

Kriteria kayu yang digunakan untuk sarang koloni lebah adalah semua jenis, asakan memiliki lubang sebagai dasar tempat koloni lebah bersarang. " Di pasaran, kayu log sarang koloni lebah dijual seharga Rp250 ribu per balok dengan ukuran panjang sekitar 1 meter. Itu pun belum tentu ada barangnya," tegasnya.

Keberhasilan usaha budi daya Sardi, saat ini membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terkait bantuan modal untuk mengembangkan usaha, memasarkan produk, dan ketersediaan bahan kayu untuk pengembangan usaha budi daya. (ala/dar)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 06:49
Menengok Prosesi Sidang BP4R di Mapolda Kalteng

Berawal dari Joget, Tumbuh Benih-benih Cinta

Wajib hukumnya bagi anggota Polri yang ingin menikah. Harus melewati sidang Badan Pembantu Penasihat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:16
Melihat Eksotis Taman Hutan Raya Lapak Jarum yang Memesona

Tebing dan Gua Menambah Keindahan Flora dan Fauna

Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau menyimpan banyak pemandangan alam yang membelalakkan mata. Topografi…

Selasa, 20 Februari 2018 09:13
Menelusuri Bekas Kampung Etnis Tionghoa di Kobar (1)

Sudah Berdiri sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit

Bangunan tua bergaya China tradisional yang konon telah berdiri sejak ratusan tahun silam itu, merupakan…

Jumat, 16 Februari 2018 10:54
Fakta Persidangan Dugaan Pembakaran Tujuh Gedung SD

Modus Minta Sumbangan sambil Memetakan Sekolah

Sidang perkara dugaan pembakaran tujuh gedung SD di PN Jakarta Barat, terus berlanjut. Sidang sebelumnya,…

Kamis, 15 Februari 2018 09:36
Ketika Membuka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang

Ratusan Hektare Lokasi Pertanian Sebuai Barat Terbengkalai

Larangan membuka lahan dengan cara dibakar, ternyata berdampak cukup besar bagi masyarakat, karena selama…

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan…

Senin, 05 Februari 2018 12:52

Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik…

Minggu, 04 Februari 2018 08:12
Kisah Lima Hari Berburu Pemangsa Manusia

Tangkap Buaya dengan Umpan Itik dan Monyet

Perburuan buaya pemakan manusia di Desa Sebangau Jaya, Pulang Pisau, membuahkan hasil. Buaya yang diyakini…

Jumat, 02 Februari 2018 20:03

Ketika Makanan Berkurang, Beruang Masuk Permukiman

SEKILAS bentuknya lucu, karena ditutupi bulu hitam dengan corak keemasan. Tetapi untuk menangkapnya…

Selasa, 30 Januari 2018 08:33
Ketika Bripka Yulianto Menjadi Guru Sukarela

Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Sikap Disiplin Sejak Dini

Lengkap sudah keceriaan bocah-bocah TK Anggrek Tunas Baru, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai pagi itu, setelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .