MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Sabtu, 10 Februari 2018 07:21
Bangunan Tiga SMK Mangkrak, Kondisinya Memprihatinkan
Kondisi bangunan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit Kabupaten Lamandau yang ditumbuhi tanaman liar dimana belum digunakan, Jumat (9/2). //GALIH/KALTENG POS

PROKAL.CO, align="left">NANGA BULIK-Harapan masyarakat Kabupaten Lamandau agar tiga SMK, yakni SMK Negeri 1 Batang Kawa, SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit dapat operasional, tidak terwujud. Ketiga sekolah yang digadang-gadang bakal menjadi sekolah unggulan tersebut menjadi "tumbal" alias korban kebijakan pemerintah yang menarik kewenangannnya ke pemerintah provinsi (pemprov). Bangunan ketiga SMK tersebut kini mangkrak, bahkan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit kondisinya memprihatinkan. Mantan Kasi SMK Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Lamandau Daniel membenarkan, tiga SMK tersebut tidak operasional lagi. Karena adanya peralihan kewenangan dari kabupaten kepada provinsi sejak Tahun 2016 lalu. “Kini tidak ada kegiatan, bahkan SMK Kehutanan dan Kelapa Sawit belum sama sekali dioperasionalkan. Meskipun keduanya terletak dalam satu bidang tanah,” ungkap Daniel, Jumat (9/2).

Daniel mengakui, rencana awal Bupati Lamandau Ir Marukan, keduanya djadikan sekolah unggulan apalagi potensi Kabupaten Lamandau kehutanan dan kelapa sawit, sehingga dibangun ada delapan ruangan untuk kedua sekolah tersebut. “Terdiri dari masing-masing dapatkan satu bangunan, yakni Ruangan Kegiatan Belajar (RKB), Laboratorium, Perpustakaan dan Kantor Guru. Sehingga totalnya ada delapan bangunan yang dibangun Tahun 2016,” jelasnya.

Setelah selesai dibangun, katanya ada kebijakan untuk SMA/SMK dialihkan kewenangan dari kabupaten/kota kepada provinsi. Akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Dikjar Lamandau sekitar bulan Oktober 2016 menyerahkan kepada provinsi. “Akhirnya bangunan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit tidak digunakan, sebab semua tanggungjawab provinsi,” ucapnya.

Kini kondisi bangunan yang dibangun melalui APBD Kabupaten Lamandau Tahun 2016 ini tidak layak digunakan. Bahkan rumput dan tanaman liar sudah mengelilingi bangunan yang letaknya jauh dari pemukiman warga.

Sementara, lanjut Daniel untuk SMK Negeri 1 Batang Kawa sempat operasional Tahun 2015 dengan jumlah siswa hanya tiga dan tenaga guru ada lima, namun hanya dua Aparatur Sipil Negara (ASN). Di sekolah tersebut ada tiga Ruangan Kegiatan Belajar (RKB) dan jurusan agribisnis, tanaman serta perkebunan. “Tapi sekitar pertengahan Tahun 2015 siswanya mundur, sehingga tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), akhirnya diambil keputusan guru-guru dikembalikan ke sekolah asalnya dahulu,” beber Daniel.

Dirinya mengakui, sebenarnya keberadaan SMK sangat bagus di Kabupaten Lamandau, bahkan ada lagi usulan dibangun di Benakitan Kecamatan Batang Kawa. Namun andaikan kabupaten yang mengelola bisa dipastikan ada siswanya, tapi kalau sudah kewenangan provinsi maka butuh persiapan lagi. “Karena provinsi harus menyiapkan tenaga gurunya dan lainnya, tentunya menyangkut anggaran. Jadi persiapan matang untuk membuka kembali tiga SMK tersebut,” tutupnya.

Dampak dari peralihan kewenangan SMA/SMK sederajat dari kabupaten/kota kepada provinsi terjadi di Kabupaten Lamandau. Akibatnya tiga SMK yang berada di Bumi Bahaum Bakuba tidak dapat beroperasi dari adanya kebijakan tersebut. “Di Kabupaten Lamandau ada tujuh SMK Negeri dan tiga tidak beroperasi, karena tidak ada tenaga pendidiknya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamandau, Meigo melalui Kasubag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan, Nanang .

Tiga SMK Negeri tersebut, kata Nanang yaitu SMKN 1 Batang Kawa lalu SMKN Kehutanan dan SMKN Kelapa Sawit. Tidak ada tenaga pendidik, sebab adanya perpindahan dan kewenangan diserahkan ke provinsi, sehingga belum sempat dioperasionalkan. (alh/ala)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 12:38

Asmara Pukul Istri dan Aniaya Mertua hingga Pingsan

SAMPIT - Entah apa yang ada dalam benak Bayu Asmara.…

Rabu, 20 Februari 2019 12:36
Menelusuri Jejak Banteng Spesies Baru di Hutan Lamandau

Populasinya Terus Berkurang, Fisiknya Lebih Kecil dari Banteng Jawa

Spesies baru banteng kalimantan terdeteksi menjadi penghuni kawasan hutan Belantikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:11

MENDESAK..!! Karena Sering Dihantam Banjir, Perlu Dibangun Ini

PALANGKA RAYA-Tiap musim hujan, banjir kerap melanda jalan di Bukit…

Kamis, 14 Februari 2019 12:04

PARAH EHH..!! Ketua Paguyugan Diduga Cabuli Bocah

KUALA KAPUAS-Aksi tak senonoh dilakukan H, yang tak lain merupakan…

Jumat, 01 Februari 2019 11:13

Korban Miras Oplosan Bertambah

KUALA KAPUAS-Miras oplosan menambah daftar korban. Epno, menyusul nama lainnya…

Jumat, 01 Februari 2019 11:06

SABAR AJA..!! PT BAK Cicil Tunggakan Gaji Karyawan

MUARA TEWEH-Polemik tunggakan gaji karyawan di PT Berjaya Agro Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:36

Duel Berdarah Buruh Sawit, Satu Luka Parah, Satu Masuk Penjara

PANGKALAN BUN – Duel berdarah buruh kelapa sawit terjadi antara…

Rabu, 02 Januari 2019 10:21

Tug Boat Tenggelam, Diduga Diterjang Gelombang Laut

SAMPIT – Cuaca yang kurang bersahabat di laut, sekitar perairan…

Kamis, 27 Desember 2018 13:24

720 Janda Baru di Kobar, Ini Sebab Dominannya...

PANGKALAN BUN - Angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:09

TERLALU..!! Gara-Gara Aki Dicuri, Ratusan PJU Mati

KUALA PEMBUANG-Matinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) diakibatkan hilangnya aki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*