MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Sabtu, 10 Februari 2018 07:21
Bangunan Tiga SMK Mangkrak, Kondisinya Memprihatinkan
Kondisi bangunan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit Kabupaten Lamandau yang ditumbuhi tanaman liar dimana belum digunakan, Jumat (9/2). //GALIH/KALTENG POS

PROKAL.CO, align="left">NANGA BULIK-Harapan masyarakat Kabupaten Lamandau agar tiga SMK, yakni SMK Negeri 1 Batang Kawa, SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit dapat operasional, tidak terwujud. Ketiga sekolah yang digadang-gadang bakal menjadi sekolah unggulan tersebut menjadi "tumbal" alias korban kebijakan pemerintah yang menarik kewenangannnya ke pemerintah provinsi (pemprov). Bangunan ketiga SMK tersebut kini mangkrak, bahkan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit kondisinya memprihatinkan. Mantan Kasi SMK Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Lamandau Daniel membenarkan, tiga SMK tersebut tidak operasional lagi. Karena adanya peralihan kewenangan dari kabupaten kepada provinsi sejak Tahun 2016 lalu. “Kini tidak ada kegiatan, bahkan SMK Kehutanan dan Kelapa Sawit belum sama sekali dioperasionalkan. Meskipun keduanya terletak dalam satu bidang tanah,” ungkap Daniel, Jumat (9/2).

Daniel mengakui, rencana awal Bupati Lamandau Ir Marukan, keduanya djadikan sekolah unggulan apalagi potensi Kabupaten Lamandau kehutanan dan kelapa sawit, sehingga dibangun ada delapan ruangan untuk kedua sekolah tersebut. “Terdiri dari masing-masing dapatkan satu bangunan, yakni Ruangan Kegiatan Belajar (RKB), Laboratorium, Perpustakaan dan Kantor Guru. Sehingga totalnya ada delapan bangunan yang dibangun Tahun 2016,” jelasnya.

Setelah selesai dibangun, katanya ada kebijakan untuk SMA/SMK dialihkan kewenangan dari kabupaten/kota kepada provinsi. Akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Dikjar Lamandau sekitar bulan Oktober 2016 menyerahkan kepada provinsi. “Akhirnya bangunan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit tidak digunakan, sebab semua tanggungjawab provinsi,” ucapnya.

Kini kondisi bangunan yang dibangun melalui APBD Kabupaten Lamandau Tahun 2016 ini tidak layak digunakan. Bahkan rumput dan tanaman liar sudah mengelilingi bangunan yang letaknya jauh dari pemukiman warga.

Sementara, lanjut Daniel untuk SMK Negeri 1 Batang Kawa sempat operasional Tahun 2015 dengan jumlah siswa hanya tiga dan tenaga guru ada lima, namun hanya dua Aparatur Sipil Negara (ASN). Di sekolah tersebut ada tiga Ruangan Kegiatan Belajar (RKB) dan jurusan agribisnis, tanaman serta perkebunan. “Tapi sekitar pertengahan Tahun 2015 siswanya mundur, sehingga tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), akhirnya diambil keputusan guru-guru dikembalikan ke sekolah asalnya dahulu,” beber Daniel.

Dirinya mengakui, sebenarnya keberadaan SMK sangat bagus di Kabupaten Lamandau, bahkan ada lagi usulan dibangun di Benakitan Kecamatan Batang Kawa. Namun andaikan kabupaten yang mengelola bisa dipastikan ada siswanya, tapi kalau sudah kewenangan provinsi maka butuh persiapan lagi. “Karena provinsi harus menyiapkan tenaga gurunya dan lainnya, tentunya menyangkut anggaran. Jadi persiapan matang untuk membuka kembali tiga SMK tersebut,” tutupnya.

Dampak dari peralihan kewenangan SMA/SMK sederajat dari kabupaten/kota kepada provinsi terjadi di Kabupaten Lamandau. Akibatnya tiga SMK yang berada di Bumi Bahaum Bakuba tidak dapat beroperasi dari adanya kebijakan tersebut. “Di Kabupaten Lamandau ada tujuh SMK Negeri dan tiga tidak beroperasi, karena tidak ada tenaga pendidiknya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamandau, Meigo melalui Kasubag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan, Nanang .

Tiga SMK Negeri tersebut, kata Nanang yaitu SMKN 1 Batang Kawa lalu SMKN Kehutanan dan SMKN Kelapa Sawit. Tidak ada tenaga pendidik, sebab adanya perpindahan dan kewenangan diserahkan ke provinsi, sehingga belum sempat dioperasionalkan. (alh/ala)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 11:35

Pemkab Kobar Salurkan 52 Hewan Kurban

PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) membagikan sebanyak 52 sapi…

Senin, 20 Agustus 2018 10:27

Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

PANGKALAN BUN–Tim gabungan dari Kodim 1014/PBN, Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Tagana dan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:49

KEREN…! Pegawai Lapas Kenakan Baju Adat Nusantara

TIDAK seperti upacara pada umumnya. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh melaksanakan…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:00

Truk Bermuatan Kernel Terguling, Ini Penyebabnya

SAMPIT-Truk bermuatan kernel mengalami insiden tak terduga ketika melintas di Jalan Tjilik Riwut Km…

Minggu, 12 Agustus 2018 13:27

INGAT YA…! TPA Bisa Tempat Rekreasi dan Lomba Lho, Ini Buktinya

KUALA KAPUAS- Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Permukiman…

Jumat, 10 Agustus 2018 12:30

Dihantam Tongkang Bermuatan Pasir, Kelotok dan Jamban Warga Hancur

SAMPIT – Warga Jalan Iskandar Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat…

Rabu, 25 Juli 2018 21:17

Wah! Ternyata di Kotim Belum Ada SOP Baku Penerbitan SKT

SAMPIT-Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur mengungkapkan, sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur…

Rabu, 25 Juli 2018 21:10

Wajib Konfirmasi Status Wajib Pajak

SAMPIT–Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sampit mewajibkan anggota masyarakat yang ingin memperoleh…

Rabu, 13 Juni 2018 23:04

Mudik, Penumpang Beralaskan Terpal

PALANGKA RAYA-Puncak arus mudik lebaran 2018 di Kalteng, dapat dirasakan di Palangka Raya, Sampit, dan…

Senin, 11 Juni 2018 19:11

Pemudik Melalui Pelabuhan Sampit Mulai Ramai

SAMPIT-Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah sudah mulai dekat, antusias para pemudik nampak mulain meningkat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .