MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 09 Februari 2018 09:53
KABAR GEMBIRA ! 2.860 Guru Honorer Siap-siap Jadi PNS

Kadisdik Kalteng, Slamet Winaryo: “Patut Diberikan Penghargaan karena Telah Berbakti"

ILUSTRASI

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Senyum semringah tak mampu disembunyikannya. Meskipun baru sebatas keinginan, namun kabar itu sangat membahagiakan. Apalagi Kalteng memang fokus terhadap pendidikan. Utamanya bagi nasib dan kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa. Kalteng menyusun langkah selanjutnya untuk merealisasikan wacana pemerintah pusat, agar seluruh guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kalteng, Kalteng Pos mengonfirmasikan wacana Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut kepada Pemprov Kalteng. Saat diwawancarai, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Slamet Winaryo tampak sangat antusias memberikan penjelasannya. Menurut Slamet, Gubernur Sugianto Sabran menyambut baik wacana pemerintah pusat tersebut. "Pak gubernur sangat apresiasi, guru-guru kami diperhatikan. Semangat para guru honorer," ucapnya sembari tersenyum, Kamis (8/2).

Suaranya yang memang agak serak itu terdengar lebih berat daripada biasa. Di balik kacamatanya itu, terlihat asa kalau pengangkatan para guru honorer itu merupakan secercah harapan bagi peningkatan pendidikan di provinsi ini. Mengingat diperlukan tenaga-tenaga berkompeten dan berkualitas untuk memajukan dunia pendidikan di Bumi Tambun Bungai. Dengan tetap memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik. "Kami sangat berharap jadi fakta. Kami yakin, guru honorer bisa menjadi penambah kekuatan bagi guru kita yang selama ini masih kurang," ungkapnya kepada Kalteng Pos, kemarin.

Diknas juga sudah melakukan uji kompetensi bagi 2.860 guru honorer di Kalteng. Slamet yakin, evaluasi menjadi tolok ukur kalau pendidikan di Kalteng akan semakin bermartabat, elok, religius, kuat, amanah dan harmonis (BERKAH) seperti visi misi pemimpin Kalteng saat ini.  "Ini suatu asa yang semoga bisa terwujud. 2.860 guru honorer, secara bertahap jadi guru negeri (nantinya)," harapnya.

Terlebih kalau dilihat dari berbagai aspirasi dari GTT. Rata-rata, banyak yang berharap bisa menjadi PNS. Selama ini, di Kalteng persoalan gaji guru memang menjadi konsen pemerintah provinsi. Dengan adanya kabar baik ini, Slamet menilai hal ini sebagai suatu bentuk apresiasi atas kinerja para guru. “Guru honorer Kalteng patut diberikan penghargaan, karena telah berbakti untuk pendidikan,” salutnya.

Semua itu memang masih wacana, serta ditentukan oleh pemerintah pusat. Namun Pemprov Kalteng sudah menyiapkan langkah-langkahnya ketika diminta untuk segera merealisasikan hal itu. Kata Slamet, mereka punya database seluruh guru honorer SMA/SMK/MA yang berada di bawah naungan Disdik Provinsi. Sehingga mudah untuk mengatur regulasinya nanti ketika diminta ikut berkonstribusi tentang pengangkatan status GTT menjadi PNS. “Guru honor yang sudah lama bekerja, mereka prioritas. Ada yang sudah 10, 7, dan 2 tahun. Datanya lengkap. Mudahan itu jadi pertimbangan mereka (pemerintah pusat, red),” ujarnya.

Di bawah naungan Pemprov Kalteng, setidaknya terdapat 5.000 lebih guru yang berstatus PNS. Dengan kemungkinan penambahan kuota PNS ini, Slamet juga memiliki visi ke depannya, GTT yang diangkat menjadi PNS bisa ditempatkan di sekolah-sekolah yang memang masih memerlukan tenaga pendidik. “Mengukurnya bukan dari jumlah sekolah. Melainkan rasio rombongan belajar (rombel). Ada sekolah yang rombelnya kecil, tapi ada yang besar. Dilihat dari rasio rombel sekolahnya. Nanti diatur dari sisi sebarannya. Sehingga kompetensinya jelas. Tidak ada lagi yang missmatch (maksudnya guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya) dan tidak perlu lagi ada reposisi,” terangnya.

Slamet juga yakin, bahwa kemungkinan diangkatnya status guru honorer itu tidak akan mempengaruhi APBD bagi dunia pendidikan. Ia yakin, meskipun diwacanakan 2018, pihaknya bisa menyesuaikan hal itu. Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla mengatakan kalau Presiden Jokowi sepakat akan mengangkat status guru honorer menjadi PNS yang dilakukan secara bertahap dan dimulai di tahun 2018.

Sementara itu, Kepala Badan kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng Nurul Edy mengatakan, saat ini jumlah PNS di lingkup Pemprov Kalteng sekitar 10.000 lebih dan 5.000 di antaranya merupakan tenaga pendidik atau guru. Sementara, jumlah guru kontrak/honorer berkisar 2.000 lebih.

“Kalau jumlah guru SMA/SMK yang tersebar di seluruh daerah dan yang PNS ada sekitar 5.000. Kalau Total PNS seluruhnya yang menjadi beban APBD sekitar 10.000 lebih,” kata Nurul Edy kepada Kalteng Pos di ruang kerjanya, Kamis (8/2).

Nurul juga menyambut baik rencana pemerintah membuka peluang bagi guru-guru kontrak menjadi PNS. Tentu hal tersebut sangat baik, karena Kalteng sedang kekurangan tenaga pendidik. Untuk mencukupi itu, pemprov melalui Dinas Pendidikan mengangkat 2.000 lebih guru kontrak tersebut.“Kalau itu betul, alhamdulillah. Kalteng memang kurang guru. Makanya guru kontrak saat ini mencapai 2.000 lebih. Mereka juga akan dievaluasi, seperti BKD melakukan evaluasi tenaga kontrak beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Namun BKD juga akan mengusulkan ke pemerintah pusat mengenai guru kontrak yang ada di provinsi ini. Tetapi mengenai berapa usulan yang diterima dan bagaimana mekanismenya nanti, semua ada di pemerintah pusat. Sebab tentu pemerintah pusat akan menghitung beban anggaran yang akan ditanggung pemerintah nantinya.“Memang rencana pemerintah untuk menerima tenaga pendidikan ini ada. Tentu diangkat menyesuaikan dengan kemampuan keuangan negara secara menyeluruh. Sebab pengangkatan guru kontrak menjadi PNS ini tidak hanya terjadi di Kalteng. Ada sekitar 34 provinsi, dan 500-an kabupaten kota se-Indonesia,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, gaji guru PNS sama dengan PNS bidang lain melalui dana alokasi umum yang ditransfer dari pusat. Selain itu, Nurul mengungkapkan, saat ini istilah tenaga honorer tidak ada lagi, yang ada ialah tenaga kontrak. “Istilah honorer itu istilah lama, sekarang itu kontrak. Jadi sebutannya guru kontrak,” katanya. (ami/uni/ens/dar)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:12

Ribuan Potong Kayu Log Dilarutkan ke Sungai, Dibawa ke Bansaw

KUALA KAPUAS-Aparat Polres Kapuas dipimpin Kasatreskrim AKP Iqbal Sangaji dibantu Resmob Polda Kalteng…

Rabu, 21 Februari 2018 09:02

SIAP SIAP..!! Kalteng Siaga Darurat Karhutla

PALANGKA RAYA-Aroma gambut menyengat menjadi pertanda hari sudah pagi. Apalagi, kepulan asap kembali…

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

Taufik Dipanggil untuk Klarifikasi

NANGA BULIK-Beredarnya kabar Calon Wakil Bupati (Cawabup) Lamandau Taufik Hidayat diduga melakukan fitnah…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Untuk Menuju Putri Indonesia Perlu Modal 3M

PUTRI Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah, Episcia Puspita Lautt, semakin percaya diri menatap serangkaian…

Kamis, 15 Februari 2018 08:38

PBB Nilai KPU Kapuas Tak Mengerti Aturan

PALANGKA RAYA-Putusan KPU Kapuas yang tidak meloloskan pasangan Muhammad Mawardi-Muhajirin, mengusik…

Senin, 12 Februari 2018 07:29

Jangan Malu Sekolah dan Menjadi Lulusan SMK

PANGAKALAN BUN-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Kalteng H Muhammad Rakhman, melakukan…

Minggu, 11 Februari 2018 07:03

Lagi Ketagihan, Rumah Sendiri Mau Dibakar

PALANGKARA RAYA-Seorang pria bernama Budi (40) warga Jalan Tambung Raya, Kelurahan Langkai, Kota Palangka…

Minggu, 11 Februari 2018 07:00

Ditetapkan Tersangka, Sekda Mundur atau Lengser

PALANGKA RAYA-Ditetapkannya Sekda Kota Palangka Raya sebagai tersangka dugaan pungutan liar alias pungli,…

Minggu, 11 Februari 2018 06:58
Boeing 737 JT 671 Sudah Berusia 8 Tahun

Onderdil Pesawat Lion Air Bermasalah

SEBANYAK 211 penumpang pesawat Lion Air sempat terkatung-katung empat jam lebih di Bandara Tjilik Riwut,…

Minggu, 11 Februari 2018 00:32
BREAKING NEWS

Ditinggal Beli Pisang Keju, Kundut Gantung Diri

PALANGKA RAYA-Warga Jalan Banteng Kota Palangka Raya mendadak geger. Hal tersebut menyusul ditemukannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .