MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 08 Februari 2018 11:11
DUKUNGAN INDEPENDEN TERBELAH

Panwaslu Tak Menemukan Pelanggaran saat Pleno PPK

ILUSTRASI

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Dukungan bakal pasangan calon (bapaslon) independen menjadi perhatian publik. Karena hampir dipastikan bapaslon yang maju melalui jalur perseorangan—selain Rusliansyah-Rogas yang sudah lolos, tidak memenuhi syarat (TMS). Sehingga mereka yang tak lolos verifikasi faktual (verfak) bakal mengalihkan dukungannya ke paslon lainnya yang telah memastikan ikut berkompetisi di Pilwako Palangka Raya 2018.

Pada Pilkada Kota Palangka Raya 2018, terdapat 5 bapaslon yang maju melalui jalur perseorangan. Yaitu Rusliansyah-Rogas yang sudah dinyatakan memenuhi syarat (MS) dukungan sejak sebelum pendaftaran 10 Januari lalu. Sementara, Nampung-Budi Santoso tidak mampu memenuhi jumlah syarat perbaikan dukungan. Setelah dilakukan penelitian administrasi oleh KPU, pasangan independen ini dinyatakan TMS.

Sementara, pleno PPK hasil verifikasi faktual yang selesai Selasa (6/2) lalu, Yuliustry-Fathul Munir yang harusnya memenuhi dukungan 8.441, ternyata hanya mampu mengumpulkan 5.120 dukungan. Sedangkan Dagut-Fitriadi yang seharusnya MS 7.837 dukungan, hanya dinyatakan 3.168 yang memenuhi syarat. Bapaslon Rizky Mahendra-Daryana yang harusnya memenuhi 7.045, hanya mampu mengumpulkan 4.008 dukungan. Sehingga semuanya masih kekurangan syarat dukungan.

Menurut Rizky Mahendra, pihaknya telah berkonsultasi dengan Panwaslu. Hasilnya, disarankan semua bapaslon untuk hadir di Pleno KPU Kota Palangka Raya, hari ini (8/2) sekitar pukul 13.30 WIB. “Untuk bisa mempertanyakan beberapa hal. Hampir semua bapaslon, itu perlu untuk diklarifikasikan,” ujarnya, Rabu (7/2).

Walaupun demikian, Rizky-Daryana menyatakan menerima hasil pleno PPK di 5 kecamatan. Menurut dia, dari hasil verfak awal 12-25 Desember 2017 lalu, pasangannya masih kekurangan 7.045 dukungan, sehingga memang masih kurang lantaran hasil verfak perbaikan hanya bisa mendapat 4.008 dukungan. Jumlah dukungan yang banyak itu, secara tidak langsung membuat posisinya memiliki nilai tawar. Terlebih lagi, arah dan dukungan bagi paslon lainnya yang sudah dipastikan akan berkancah di pilwako seperti Fairid Naparin-Umi Mastikah, Tuty Dau-Rahmadi, Aries M Narang-HAS Fawzy dan Rusliansyah-Rogas.

Tapi ketika ditanyakan apakah dia akan berlabuh ke salah satu paslon? Rizky masih mempertimbangkan hal itu. Katanya, dukungan Rizky-Daryana itu akan diumumkan di kemudian hari. “Secara resmi sikap kami bapaslon Rizky-Daryana, akan disampaikan ke publik setelah tanggal 12 Februari (penetapan paslon oleh KPU),” terangnya.

Rizky juga mengungkapkan persoalan tidak terpenuhinya dukungan. Kata dia, persoalan waktu yang menjadi alasannya. Lantaran, pihaknya hanya mendapat waktu kurang lebih 7 hari untuk menutupi kekurangan syarat dukungan perbaikan bagi calon independen. “Mengumpulkan 7.000 lebih (fotokopi KTP) dalam waktu 7 hari itu hampir mustahil. Apalagi, secara administrasi, lebih rumit dari aturan pilkada tahun 2013 lalu,” jelasnya.

Ditambahkannya, adanya ketentuan harus KTP elektronik (KTP-el) yang menurutnya memberatkan. Ia yakin, pendukungnya masih banyak yang belum memiliki dan mengurus KTP-el, lantaran antrean di Disdukcapil Kota Palangka Raya. Menurut dia, itu terjadi karena dampak kasus korupsi KTP-el di pusat. Terkait KTP, Rizky pun mempertanyakan kinerja Disdukcapil yang bergantung pada 2 unit komputer untuk perekaman KTP-el. “Kami sudah ikhlas dan plong, bahwa inilah hasil yang bisa dicapai. Bisa masuk 7 besar bapaslon saja sudah prestasi luar biasa,” ungkapnya.

Dirinya mengakui kalau ada kesalahan strategi sehingga belum bisa ikut berkancah sebagai paslon. Seharusnya pihaknya melakukan strategi yang diterapkan Rusliansyah-Rogas, sehingga bisa aman sebelum pendaftaran. Dia juga memberikan apresiasi bagi paslon independen ini. Namun, ketika ditanya akan mendukung Rusli, Rizky menyatakan tetap konsisten akan mengumumkannya setelah penetapan paslon nanti. “Tidak juga, hanya salut dan belajar banyak dengan strategi awal mereka. Kami belum tentukan sikap mau ke mana, belum putuskan mau mengalihkan dukungan ke paslon mana,” pungkasnya.

Terpisah, bapaslon Dagut-Fitriadi menyatakan kalau ikut walk out lantaran data Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak sama dengan yang dimiliki pihaknya. Dagut-Fitriadi yakin, kalau proses verfak masih ada nama Rusliansyah-Rogas dan juga Nampung-Budi yang sudah tidak dilakukan verfak lagi. “Dalam aturannya, verfak dilakukan dengan cara mendatangi rumah ke rumah, kenapa paslon yang mendatangkan?” ujarnya seraya menambahkan kalau Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan KPU terlalu ikut campur tangan masuk dalam tugas PPS.

Ketika dikonfirmasikan tentang kemungkinan arah dukungan, Dagut belum merespons. Demikian pula Nampung, saat Kalteng Pos mengkonfirmasikannya via telepon dan pesan singkat, hingga berita ini naik cetak, belum ada respons. Sementara Yuliustry, usai berkonsultasi dengan Panwas, juga tidak memberikan statement arah dan dukungannya ke depan. Sama halnya dengan hasil pleno PPK. “No comment dulu,” kata Yuliustry.

Lika-liku arah dan dukungan bapaslon indipenden ini menarik perhatian banyak pihak. Seperti yang diungkapkan Wakil Dekan FISIP UPR Jhon Retei Alfri Sandi, paslon independen yang tidak memenuhi syarat (TMS) mungkin saja memberikan dukungan bagi paslon lainnya.

“Permasalahannya, sejauh mana tingkat fanatisme pendukung terhadap paslon yang mengalihkan dukungan, serta perspektif masa pendukung terhadap calon yang dikehendaki menerima dukungan,” kata Jhon Retei, kemarin.

Praktisi politik dan pemerintahan ini menduga, dua bapaslon independen akan mengerucut ke paslon Aries-Fawzy, Tuty-Rahmadi dan Rusliansyah-Rogas serta bapaslon Fairid-Umi. Dari analisanya, Jhon menyebutkan, kemungkinan Dagut akan memberikan dukungan ke Aries-Fawzy. Lantaran, punya kedekatan kesukuan, apalagi Dagut merupakan seorang ASN di Pemprov Kalteng yang sangat aktif di masa kepemimpinan Gubernur Teras Narang dan Wagub Achmad Diran.

Sementara Yuliustry akan memberikan dukungan ke Tuty Dau, lantaran kedekatan di organisasi. Sedangkan Nampung, kemungkinan akan memberikan dukungan bagi Rusliansyah, karena berasal dari tenaga pendidik. Sementara Rusli merupakan Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya yang fokus di pendidikan. Namun tidak menutup kemungkinan, Nampung akan mengarahkan dukungannya ke lain pihak.

Sedangkan Rizky-Daryana bisa dipastikan akan memberikan dukungan ke Rusli atau Fairid. Karena terdapat aspek keyakinan dan juga organisasi keagamaan yang melekat. “Besar kemungkinan bisa jadi seperti itu,” pungkasnya.

Sementara, Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Palangka Raya Sastriadi mengatakan, hari ini (8/2) pihaknya akan menggelar pleno terbuka untuk tiga bakal calon yang maju melalui jalur perseorangan. Walaupun sudah ada hasil pleno di tingkat PPK. Pleno di KPU Kota, dengan tujuan untuk mengetahu bakal calon mana saja yang tidak memenuhi syarat dan memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi faktual. “Ya, kita akan laksanakan pleno terbuka. Dan untuk hasil tiga calon ini, kita lihat besok (hari ini, red),” kata Sastriadi kepada Kalteng Pos di kantor KPU setempat, kemarin.

Menurut Sastriadi, untuk rapat pleno terbuka hari ini, pihaknya tidak memiliki persiapan khusus. Karena berdasarkan pleno PPK itu yang akan diplenokan, dengan mengundang tiga bapaslon dari jalur independen. “Kita tidak bisa pastikan bakal pasangan calon ini ada yang TMS atau tidak, karena semuanya diputuskan besok,” ungkapnya.

Saat ditanyakan mengenai hasil rapat pleno PPK kemungkinan tiga bakal pasangan calon gagal maju dalam pemilihan wali kota dan wakil wali Kota Palangka Raya itu, berdasarkan jumlah tidak sampai 19.700 dukungan, Sastriadi tidak bisa menanggapi hal tersebut, karena harus menunggu pleno hari ini.  “Sekali lagi kalau untuk itu, kita tidak bisa menyatakan TMS atau MS untuk ketiga bakal calon itu, karena harus melalui pleno,” tegas Sastriadi.

Apabila ada keberatan yang diajukan bakal calon ke Panwaslu, Sastriadi mengatakan, KPU tentu akan melihat dan mempelajari dulu kalau ada rekomendasi berdasarkan aturan dan mekanisme yang jelas dan benar. “Pastinya kita akan lihat dulu seperti apa rekomedasi dari Panwaslu itu, sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada pastinya. Karena kalau ada rekomendasi yang diberikan, pastinya akan mengganggu tahapan pilkada,” beber Sastriadi.

Sementara, Komisioner KPU Kota Palangka Raya Harmain Ibrohim menambahkan, untuk pleno terbuka, KPU tetap mengundang para bapaslon. Kalau ada yang menolak hasil tersebut, pleno tetap dilanjutkan. “Dalam aturan rekapitulasi, apabila saksi pasangan bakal pasangan calon tidak hadir, maka rapat pleno bisa dilanjutkan, termasuk kita juga memperhatikan rekomendasi Panwas,” ungkap Harmain Ibrohim.

Sementara, Ketua Panwaslu Kota Palangka Raya Endrawati mengatakan, kalau dari hasil pleno PPK, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran. Namun, ada aksi walk out yang dilakukan oleh bapaslon perseorangan atau independen. Dikarenakan permintaan semua bapaslon tidak disetujui pimpinan sidang di PPK Jekan Raya, sehingga semua bapaslon datang ke Panwaslu untuk berkonsultasi.“Kami tidak menemukan adanya pelanggaran. Namun, silahkan kalau bapaslon perseorangan ingin mengajukan laporan ke Panwas,” ujarnya, kemarin.

Menurut Endra, pihaknya sudah menerima laporan secara lisan dari semua bapaslon yang mengajukan keberatan. Namun, belum secara tertulis. “Laporan itu bisa dilaporkan, maksimal 7 hari sejak diketahui dan ditemukan adanya pelanggaran,” ungkap wanita berhijab ini. (ami/ari/ens/dar)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 15:26

SELAMAT ! Ketua Harian DAD Kalteng Jadi Rektor UPR

PALANGKA RAYA- Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya yang dilaksanakan Senin (20/8) telah mendapatkan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:19

Pemuda Beristri Perkosa Siswi

KUALA PEMBUANG- Bahtera rumah tangga yang baru dijalani dua bulan ternyata tidak memuaskan nafsu Nestor…

Senin, 20 Agustus 2018 10:11

Efek Miras Oplosan, Tusuk Teman dengan Pisau Belati

PULANG PISAU-Duel berdarah terjadi di Jalan Habungen, tak jauh dari Desa Tangkahen, Kecamatan Banama…

Senin, 20 Agustus 2018 10:08

Parpol Tidak Bisa Tambah Bacaleg Baru

PALANGKA RAYA-Masyarakat terus diingatkan untuk mengamati bakal calon legislatif (bacaleg) sesuai daftar…

Senin, 20 Agustus 2018 09:57

Pemadaman Karhutla di Kota Terkendala Akses Jalan Masuk Lokasi

PALANGKA RAYA-Dugaan pembakaran hutan dan lahan alias karhutla, kembali muncul di sejumlah sudut Kota…

Senin, 20 Agustus 2018 09:53

Disambar Minibus, Pengendara Tewas, Motor Hancur Berkeping-keping

PALANGKA RAYA-Masih teringat kecelakaan mengerikan yang menewaskan dua orang di Jalan Tjilik Riwut Km…

Senin, 20 Agustus 2018 09:47

Hari Ini Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya

PALANGKA RAYA-Lama tak terdengar, akhirnya pemilihan rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:46

Teman Mengapung di Air, Dibangunkan Ternyata Sudah Tak Bernyawa

PALANGKA RAYA-Beny, ditemukan tewas mengapung di parit, tak jauh dari bahu Jalan Tjilik Riwut Km 22,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:41

Melanjutkan Perjuangan Pahlawan

PALANGKA RAYA-Upacara memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Lapangan Sanaman…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:44
Ketika HUT ke-11 DAD Kalteng Bersamaan dengan HUT ke-73 RI

Penggerak Keberlangsungan Bumi Tambun Bungai

Momentum Hari Kemerdekaan RI dan Hari Jadi DAD Kalteng, bersamaan. Diperingati sederhana. Penuh makna.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .