MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Selasa, 06 Februari 2018 15:23
Seruyan (Masih) Tertinggal 
Oleh: Husrin A Latif

PROKAL.CO, SEBUAH video yang diupload oleh akun facebook Salidin Akhmad mendadak viral dua pekan terakhir. Video itu disertai caption ‘Beginilah Transportasi Sembako ke Kampung Halamanku Tumbang Manjul’. Saya pun jadi penasaran dan tertarik untuk melihat video tersebut, apalagi menyangkut kampung halaman sendiri hehehe. 

Melalui ponsel, saya pun langsung membuka video yang sudah beberapa kali dibagikan tersebut. Jreengg!! Ketika awal memutarnya, adegan menantang langsung diperlihatkan. Adegan itu memperlihatkan sebuah kelotok sedang berjibaku mengarungi salah satu riam atau jeram di Daerah Aliran Sungai (DAS) Seruyan. Perasaan degdegan pun langsung muncul. 

Sebagai orang Seruyan Hulu sendiri, saya ikut tegang menyaksikan video ini. Saking tegangnya, sampai-sampai video berdurasi 3,31 menit tersebut lebih dari lima kali saya putar. Padahal jalur yang dilintasi tersebut pernah saya lalui ketika pulang kampung. 

Bagaimana gak tegang. Awalnya saya berpikir sang motoris tidak mampu membawa kelotok mengarungi riam yang deras tersebut. Namun sang motoris terlihat cukup tenang mengendalikan kemudi kelotoknya dari belakang, sementara sang ‘kernet’ berdiri di bagian depan atau haluan berusaha mengarahkan kelotok agar tetap di jalurnya sehingga terhindar dari bongkahan batu. 

Mau lihat videonya? Cek aja langsung di akun facebook yang saya sebutkan tadi. Kalau gak bisa diputar, cek dulu kuotanya hehehehe... 

Kembali ke unggahan video tadi, jelas ini menjadi ‘tamparan’ keras bagi para pemangku kepentingan khususnya di Seruyan dan Bumi Tambun Bungai (sebutan Kalteng) secara umum. Video tersebut menjadi bukti bahwa Seruyan masih tertinggal dan belum menunjukkan kemajuan. Penggunaan transportasi sungai untuk mengangkut sembako, bahan bangunan hingga angkutan orang yang dilakukan sekarang, sama dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat Seruyan Hulu 10 pada 50 tahun lalu bahkan pada saat zaman penjajahan dulu. 

“Transportasi seperti ini bukan lagi zamannya. Tetapi apa boleh buat, keadaan yang memaksa harus.... begini,” tulis salah satu warga dengan akun bernama Anyau di kolom komentar video. 

Ungguhan video tersebut, sontak mendapat banyak komentar dari berbagai kalangan. Tak ketinggalan Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir hingga anggota DPR RI dari Partai NasDem H Hamdhani yang ikut menuangkan cuitannya di kolom komentar.  

 “Kita utamakan jalan darat. Nanti kami di DPR berkoordinasi dengan Pemda Seruyan membangun jalan dari Rantau Pulut ke Tumbang Manjul,” tulis Anggota DPR RI Hamdhani.  

“Betul saya sering ketemu Warga Tumbang Manjul kalau ke Pangkalan Bun lewat Nanga Bulik jauh sekali perjalannya. Kami akan berusaha berbuat sesuatu dan memang saat ini jalan sudah dalam pengerasan dengan tanah latred. Semoga dari anggaran yang ada bisa sampai ke Tumbang Manjul tempat keluarga ibu saya,” cuit wakil rakyat dengan akun bernama Hamdhani SIP MSos

Kemudian, Wakil Bupati Seruyan H Yulhaidir juga mengomentari video tersebut. “Itu menjadi tanggung jawab pemimpin Seruyan ke depan untuk menuntaskan infrastruktur jalan daro Rantau Pulut ke Tumbang  Manjul - Suling Tambun. Dengan sinerginya kami dengan pak gubernur dan pemerintah pusat, maka kami yakin bisa menuntaskan akses jalan tersebut. Karena kami sama-sama satu partai yaitu PDI PERJUANGAN. Dan pak gubernur sudah menyampaikan kepada saya, bahwa beliau akan membantu menyelesaikan infrastrutur jalan termasuk akses jalan tersebut di atas. Paling tidak bisa dilewati dengan baik,” tulisnya. 

Setelah membaca komentar dari masyarakat, wakil rakyat hingga wakil bupati tadi, saya melihat janji serupa juga pernah didengar dan disampaikan ke masyarakat Seruyan Hulu khususnya. Bahkan “janji manis” untuk memperbaiki infrastruktur jalan Rantau Pulut-Tumbang Manjul sering dilontarkan, tak hanya dari  anggota DPR RI dan wakil bupati saja. 

Tapi pada kenyataannya, hingga kini jalan masih seperti kubangan lumpur ketika musim hujan. Padahal Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di daerah Seruyan tak kalah banyak. Mulai dari perkebunan kelapa sawit, tambang batu galena hingga perusahaan kayu. Di sini, tinggal bagaimana peran para pemangku kepentingan. Apakah membiarkan investor menanamkan modalnya secara gratis di Bumi Tambun Bungai ini tanpa memikirkan lagi keiinginan masyarakatnya? 

Mungkin salah satu program yang dilakukan oleh Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kobar bisa dicontoh oleh Pemkab Seruyan. Program pembangunan infrastruktur melalui konsorsium perusahaan yang beroperasi di daerahnya bisa dilakukan. Pemkab Kobar saja bisa “deal” dengan empat perusahaan besar di daerahnya seperti (BJAP) Best Group, ASTRA, PT Korintiga Hutani dan PT Ensburi untuk membangun jalan bagi masyarakat. 

Keempat perusahaan tersebut membangun dan memperbaiki jalan sepanjang 71 km lebih di Kecamatan Arut Utara (Aruta), daerah yang berbatasan langsung dengan Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah. Maret tahun ini, pembangunan proyek konsorsium senilai Rp32 miliar tersebut diperkirakan bakal rampung 100 persen. 

Semoga, para pemangku kepentingan di Seruyan dan Kalteng pada umumnya, segera merealisasikan keiinginan masyarakat Seruyan Hulu, yang sedari dulu mengharapkan ada jalur transportasi darat yang memadai. Dengan harapan, Seruyan bisa keluar dari predikat sebagai satu-satunya kabupaten tertinggal di Kalteng. Semoga!! (c3/[email protected] / [email protected])

 


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:34

Bank Century Lagi Hidup Mati

Kasus Bank Century hidup lagi. Mati lagi. Di luar negeri. Lebih tepatnya akan hidup-mati terus. Yang…

Kamis, 13 September 2018 10:51

Idealisme New York Time Menunggu Tipping Point

The New York Times kebanjiran pertanyaan. Hanya dalam dua hari. Sudah 30.000 pembaca minta klarifikasi.…

Selasa, 04 September 2018 11:01

Tiap 10 Tahun di Lubang yang Sama

Mengapa setiap 10 tahun terjadi krisis ekonomi? Persis.  Setiap 10 tahun: 1988 (TMP), 1998 (Krismon),…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:23

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Multitafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno. Tafsir…

Rabu, 08 Agustus 2018 10:40

Imperialis Macan dan Jebakan Naga

Ia tidak mau tinggal di rumah dinas perdana menteri. Ia tidak mau pengawalan yang panjang: maksimum…

Selasa, 13 Maret 2018 10:25

Plasma, Nikmatnya setelah Meninggal

PROGRAM kemitraan perusahaan besar swasta (PBS) sawit melalui plasma masih menjadi polemik. Plasma yang…

Senin, 12 Februari 2018 02:00
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (3)

Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku

Minggu 11 feb 2017 Semua itu bermula di hari kedua saya berada di Madinah. Sehari sebelumnya kami tiba…

Senin, 12 Februari 2018 01:56
Lolos dari Lubang Aorta Dissection (2)

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

SAYA sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit…

Senin, 12 Februari 2018 01:51
Catatan Aortic Dissection (1)

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

SAYA jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga.…

Minggu, 11 Februari 2018 07:41

Ketika Sembako Mengalir Sampai Jauh

Kolom Happy Monday tanggal 6 Pebruari 2018 yang lalu sungguh menarik. Terutama jika kita juga ikut melihat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .