MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 06 Februari 2018 07:41
Kasus Mahar Politik Dihentikan

Alasan Panwaslu karena Kurangnya Satu Alat Bukti

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Cuitan mahar politik yang dibeberkan pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, John Krisli-Maryono (Joyo) ternyata tak berlanjut ke ranah hukum. Kasus yang sempat menyeret sejumlah pengurus partai politik (Parpol) seperti Gerindra dan PPP ini, tiba-tiba dihentikan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palangka Raya. Alasan penghentian proses kasus dugaan mahar politik di Pilwalko Palangka Raya 2018 ini, dikarenakan kurangnya alat bukti bagi Sentral Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Palangka Raya untuk diproses secara hukum.

Sekalipun sebelumnya, pascapendaftaran paslon ke KPU 10 Januari lalu, Joyo begitu getol membeberkan suap terkait dukungan parpol. Bahkan disebutkan bahwa untuk bisa mendapat dukungan parpol, harus mengeluarkan dana Rp750 juta per kursi anggota dewan. Namun setelah ditelusuri, ternyata cuitan Joyo itu tidak menemukan bukti yang cukup untuk dilanjutkan ke proses penyidikan secara hukum.

Ketua Panwaslu Kota Palangka Raya Endrawati mengatakan, sesuai hasil rapat Gakkumdu Palangka Raya di Kantor Panwaslu, Jalan Yos Sudarso III Nomor 74, Senin (5/2), diputuskan kasus mahar dihentikan penanganannya. Kata wanita berhijab ini, pihaknya sudah menelusuri secara maksimal ujaran adanya mahar politik, sebagaimana yang dikatakan Jhon Krisli-Maryono. Hanya saja, kurangnya satu alat bukti membuat kasus ini harus dihentikan tiga lembaga yang tergabung dalam Gakkumdu, yaitu Panwaslu, Polri dan Kejaksaan.

“Di Gakkumdu ada tiga koordinator yakni dari Polres Palangka Raya, Kejari Palangka Raya dan Panwaslu Palangka Raya. Hasil rapat pembahasan kedua tadi siang (kemarin, red), kasus ini dihentikan karena kurang satu alat bukti,” kata Endra kepada Kalteng Pos, Senin sore (5/2).

Menurut dia, usaha maksimal mulai dari penelusuran sejak 16 Januari lalu hingga masuk ke tahap I pada 30 Januari-4 Februari telah dilakukan Panwaslu. Hanya saja, undangan yang dilayangkan kepada Jhon Krisli-Maryono ternyata tidak berbalas kehadiran ketua DPRD Kotim dan mantan wakil wali Kota Palangka Raya tersebut. “Usaha maksimal untuk mengungkapkan ini sudah Panwas lakukan. Namun, dua kali dilayangkan undangan, Jhon Krisli tetap tidak hadir,” akuinya.

Hingga pihaknya memutuskan untuk datang ke Sampit, Kabupaten Kotim untuk menemui Jhon Krisli. Kata Endra, itu dilakukan untuk mengejar kurangnya satu alat bukti. Mengingat minimnya waktu untuk mengungkapkan kasus itu. “Namun, ketika kami ke Sampit, Jhon Krisli juga tidak hadir,” ujarnya seraya menyesalkan ketidakhadiran Jhon Krisli.

Menurutnya, para saksi seperti Ketua DPD Gerindra Kota Palangka Raya Ida Bagus Suprayatna, Ketua DPW PPP Kalteng Awaludin Noor, Ketua DPD Gerindra Kalteng Iwan Kurniawan, dan lainnya juga tidak hadir. Hanya 3 dari 10 saksi yakni Pramono, Yudi dan Ketua DPC PPP Kota Palangka Raya Abdul Hayie yang tetap hadir memenuhi undangan Panwaslu.

“Panwas sudah berupaya agar ini bisa memenuhi unsur tindak pidana pelanggaran pemilihan. Namun, saat rapat pembahasan kedua, pihak penyidik (kepolisian, red) menyatakan kurang satu alat bukti,” ungkapnya tanpa mau menyebut alat bukti yang kurang tersebut. Namun diduga alat bukti yang kurang itu berupa bukti transaksi uang dari Joyo ke pengurus parpol.

Kasus yang sempat meramaikan pilwalko ini, menurut Endra harus menjadi pelajaran politik berharga bagi semua pihak. Dia juga berharap agar proses pencalonan dan juga kampanye nanti berlangsung lancar dan dilakukan dengan cara yang santun.

Jhon Krisli yang coba dihubungi Kalteng Pos, tak membuahkan hasil. Termasuk saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA) tadi malam, tidak mendapat respons balik. Padahal sejak namanya tak masuk dalam pendaftaran peserta Pilwako di KPU Palangka Raya, Jhon begitu terbuka dengan media massa. Bahkan dia sendiri yang sempat menghubungi wartawan untuk membeberkan kasus mahar politik itu. (ami/ens/dar)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:01

Maling Kotak Amal Gentayangan

PALANGKA RAYA- Seorang pria terekam kamera CCTV Masjid Al-Husna Jalan Menteng dan Masjid Al Hikmah Tjilik…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:59

Isu Penculikan Anak Mencuat

KASONGAN– Isu penculikan anak kembali mencuat. Baik melalui media sosial maupun perbincangan ditengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:45

Burung Eksotis Kalimantan Diselundupkan, 40 Ekor Kembali Dilepasliarkan

PANGKALAN BUN-20 ekor burung murai batu dan 20 ekor cucak hijau, dilepasliarkan di hutan Desa Pasir…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:42

Proyek GOR Mandek, Masih Kurang Rp24 M

PALANGKA RAYA-Mimpi masyarakat Kalteng memiliki gelanggang olahraga (gor) indoor, belum sepenuhnya terwujud.…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:30

Bandar Narkoba Bersenjata Diringkus Polisi

PALANGKA RAYA- Peredaran gelar narkotika di wilayah Kalteng, seakan tidak ada habisnya. Padahal pihak…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:28

Pedagang Digebuki, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA- Siapa tahu beruntung. Begitulah yang ada di pikiran Mulyadi. Pedagang alas kaki atau…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:18

Menteri PPPA Minta Awasi Mafia Perdagangan Manusia

PALANGKA RAYA-Masih terjadinya kasus tindak pidana perdagangan manusia, menjadi bukti selama ini belum…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:15

Aset Dikonversi, Istri Yantenglie Serahkan Mobil Fortuner

PALANGKA RAYA-Perkara mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie terus dikembangkan. Sudah banyak aset…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:15

Dua Cakades Kalahkan Kotak Kosong

NANGA BULIK -  Sejarah kembali terulang pada pemilihan kepala desa (pilkades)  di Kabupaten…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:12

Mayat Bersimbah Darah di PT Uni Primacom

SAMPIT - Warga sekitar perumahan karyawan Divisi H PT Uni Primacom di Desa Barunang Miri, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .