MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 05 Februari 2018 12:52
Melihat Sepak Terjang Anggota Brimob Polda Kalteng di Tanah Papua (1)

Hari Pertama Kunjungan, Disambut Tembakan

Berdiri- AKBP Ramon (dua dari kiri), Kombes Pol Benone J Louhenapessy, Kompol Awaludin Amin (tengah), AKP Richard (tiga dari kanan) bersama anggota mengabadikan momen di Tembagapura usai melakukan peninjauan, beberapa waktu lalu.// AGUS PRAMONO/KALTENG POS

PROKAL.CO, Sebanyak 100 anggota Satbrimob Polda Kalteng menjalani tugas di Areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Mereka menjadi bagian dari Satgas Terpadu yang memburu Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). Berikut ulasannya.

AGUS PRAMONO, Timika

PAGI yang indah. Penulis (wartawan Kalteng Pos) bersama rombongan Irwasda Polda Kalteng Kombes Pol Benone J Louhenapessy, Kaden B Satbrimob AKBP Ramon Z Ginting dan tiga anggotanya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di tanah Papua, Selasa (30/1).

Kedatangan orang nomor tiga di Polda Kalteng ini beserta rombongan, dalam rangak mengecek kondisi dan sepak terjang anggotanya menjalani tugas semenjak akhir Oktober 2017 lalu.

Pemandangan pegunungan Timika mengobati rasa lelah setelah menempuh penerbangan lebih 5.000 km. Pesawat yang membawa kami mendarat di Bandara Internasional Mozes Kilangin pukul 05.40 WIT, dua jam lebih cepat dari waktu Palangka Raya.

Sambutan dari Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan bersama anggota Satbrimob Polda Kalteng, membuat hangat suasana di tengah dinginnya suhu yang mencapai 17 derajat celcius.

Sebelum perjalanan dilanjutkan ke Tembagapura, rombongan beristirahat selama dua jam di pos polisi bandara. Sambil menunggu informasi terkait keamanan di sepanjang jalur yang akan dilewati.

Penulis sempat tidak diperbolehkan ikut bersama rombongan. Faktor keamanan menjadi alasan.

“Di atas (Tembagapura, red) masih belum aman. Mas ikut ajudan saya ke hotel," bisik Kapolres Mimika.

Rombongan Irwasda akhirnya berangkat dengan menumpangi mobil patroli Toyota Land Cruiser 70 dengan pengawalan anggota Satbrimob Polda Kalteng bersenjata lengkap. Saya pun diantar menuju hotel, juga dengan pengawalan.

Mobil belum tiba di hotel, keputusan berubah. Saya diperbolehkan ikut. Kembali ke bandara untuk berganti mobil. Saya pun diberi rompi antipeluru plus helm.

Rombongan pun berangkat dengan dua mobil Land Cruiser 70 yang berjalan beriringan melintasi jalan houling perusahaan yang masih berkontur tanah padat disertai batu kerikil tajam menghiasi permukaan.

Perjalanan menempuh jarak 44 mil (1 mil=1, 6 km). Dengan gagahnya mobil yang menggendong mesin 4.500 cc turbo diesel menaklukkan medan yang menanjak.

"Mobil dengan mesin 2.000- 3.000 cc nggak akan mampu," ucap pengemudi, Brigadir Korwa.

Mobil itu dilapisi kaca antipeluru di bagian depan. Tapi tidak untuk sisi samping dan belakang, yang hanya dilapisi papan anti peluru sejenis viber setebal 2 cm menutup kaca. Hanya menyisakan seperdelapan untuk cahaya masuk. Dinding kaca juga ada lubang sebesar lingkaran kaleng minuman bersoda di tiap sudutnya. Ada tujuh anggota brimob di dalam mobil yang saya tumpangi. Menenteng senjata laras panjang jenis AK01 dan Steyr.

 

Rombongan melintasi tiga check point atau sejenis pos pengecekan atau pemeriksaan. Yakni di mil 34, 42 dan 66. Beberapa orang berbadan tegap memeriksa setiap mobil melintas.

"Kendaraan umum nggak boleh melintasi jalur ini. Masyarakat pendulang emas tradisional saja harus berjalan kaki puluhan mil untuk menuju sungai limbah Freeport," sahut anggota Brimob Kalteng menjelaskan kepada saya bergantian.

Saat akan memasuki mil 60, gerah di badan menerpa. Terasa sesak memakai rompi antipeluru dan helm yang diwajibkan terus melekat. Untuk diketahui, rompi yang saya kenakan merupakan rompi tingkat keamanan level 1, yang tidak bisa ditembus peluru. Memiliki bobot 8 kg. Untuk helm bobotnya tak lebih dari 1 kg.  Belum lagi hawa panas mesin mobil sudah terasa sampai kaki yang terbalut kaos kaki dan sepatu. Saya pun sempat merengek untuk melepasnya, tapi tidak diizinkan.

“Itu (rompi, red) untuk safety (keselamatan, red). Kita sudah memasuki daerah rawan, pernah terjadi penghadangan dan berakhir baku tembak,” kata Brigadir Bennie Putra sambil menepuk lutut saya untuk tetap bersabar.

Beberapa saat kemudian, anggota menggeserkan pucuk senjatanya ke lubang sebesar lingkaran kaleng minuman bersoda tadi. Mengambil posisi siap tembak jika ada gangguan. Saya pun dibuat deg-degan. Memilih membungkukkan badan. Sesekali menghela napas panjang.

Suara komunikasi melalui Radio Handy Talky (HT) terdengar bersahutan. Memastikan jalur yang akan dilintasi Mandau 3 ( sebutan Irwasda) aman.

Pukul 08.01 WIT, rombongan akhirnya singgah di pos Satgas Terpadu di Banti Gate mil 67 atau satu mil dari Tembagapura. Situasi aman seperti yang diharapkan.

Didampingi Kaposko Kompol Awaludin Amin, Irwasda melihat langsung lokasi anggotanya menjalankan tugas. Di pos itu, juga ada tim khusus dari Brimob Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Terpadu.

Irwasda sempat menaiki tangga menara bangunan. Melihat aktivitas dari anggota yang siaga, Bripda Jalu, Bripda M Fahlevi, Bripda M Yusuf. Tak lupa memeriksa kondisi senjata jenis Sig Sauer yang dipegang mereka. Senjata itu diletakkan di atas bantalan meja besi mengarah ke ujung perkampungan Banti, Kimbeli, Utikini yang berjarak sekitar 800 meter.

Terlihat bendera merah putih berkibar di depan bangunan gereja. Dari pos itu, tidak bisa melihat lokasi perkampungan yang sempat dikuasai oleh KKSB pertengahan November lalu. Posisinya tertutup oleh bukit.

“Beberapa waktu lalu, kita ada kontak (baku tembak, red), karena mereka (KKSB, red) sengaja mengganti bendera merah putih dengan bendera bintang kejora,” kata Awaludin.

Irwasda bersama rombongan juga mendatangi dua titik lokasi di mil 70 yang dijadikan anggotanya siaga atau melakukan pemantauan terhadap pergerakan musuh. Sebelum akhirnya mendatangi markas Satbrimob di mil 72.

Hari pertama menginjakkan kaki di ketinggian 3.000 meter, meletus tembakan di mil 60-61. Entah itu kejadian kebetulan atau sebagai ucapan selamat datang dari KKSB kepada Irwasda dan Kaden B Satbrimob Polda Kalteng. Tapi tidak sampai terjadi kontak senjata.

“Tim hanya dengar suara tembakan, tapi tidak mengarah ke anggota yang jaga. Kami asumsikan KKSB sengaja membuang tembakan untuk memancing balasan tembakan dari kami. Dengan begitu, mereka bisa membaca posisi kami yang siaga di dalam hutan. Hal seperti ini (suara tembakan, red) lazim dilakukan olehh KKSB,” ungkap Komandan Kompi (Danki) AKP Richard. (c3/bersambung)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)

Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah

Sukerta, dalam bahasa Jawa adalah orang yang dianggap memiliki aib atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*