MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 05 Februari 2018 09:40
Sebelum Laka Maut, di Bak Belakang Ngobrol tentang Kematian
Rombongan jemaah tablig akbar sempat beristirahat menghilangkan lelah sebelum Jembatan Sungai Setongah, Kecamatan Delang, sekitar 3 jam dari Lamandau. //FOTO : WARGA FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Peristiwa kecelakaan yang menimpa rombongan jemaah tablig akbar di Desa Pundu, Kecamatan Cempaka Hulu, Kotim masih menyisakan luka mendalam bagi Dedy Mulyadi. Dia merasa beruntung dari teman-temannya saat peristiwa memilukan itu terjadi. Pria 45 tahun itu hanya mengalami luka ringan. Goresan di tangan kanan ada dua buah, jari salah satunya patah.Saat wartawan Kalteng Pos menemuinya di RSUD dr Doris Sylvanus, mendapat sambutan hangat. Meski belum bisa beranjak dari ranjang perawatan, dia masih berkenan menceritakan kejadian yang menimpanya.

Ada 60 jemaah yang berangkat dari Pontianak Kamis malam. Ada pertemuan himpunan pendakwah se-Indonesia di Banjarmasin. Malam terakhir sebelum kecelakaan, rombongan sempat beristirahat beberapa kilometer dari lokasi kejadian.  “Kami beristirahat mulai dari magrib sampai subuh. Usai salat, meneruskan perjalanan. Tak sampai satu jam, terjadilah kecelakaan itu,” ucapnya terbaring lemah di ranjang perawatan Ruang Dahlia, kemarin.

Posisi dirinya kala itu duduk bersandar kaca menghadap belakang. Tertidur. Saat terbangun, kaget melihat posisi mobil sudah merangsek ke badan truk. Dalam kondisi setengah sadar, bapak dari lima anaknya itu merasakan ada dua orang, laki-laki dan perempuan menolongnya. “Ketika tabrakan itu saya terpental, sempat menengok ke sana kemari, nggak ada orang,”sebutnya.

Sebelum terjadinya kecelakaan, suasana dalam bak mobil tersebut seperti biasa, membahas masalah dakwah. Ada yang hanya diam, ada juga yang bersenda gurau. Tidak ada firasat sebelumnya. Hanya saja dia teringat, ketika salah satu temannya bicara tentang kematian. “Kalau meninggal meminta untuk di kubur di tempat, karena sunnahnya kalau orang yang bertujuan untuk berdakwah itu dikuburkan di tempat di mana dia meninggal,” bebernya.

Sementara, pantauan di lokasi kejadian, tumpukan semen dibiarkan begitu saja. Pakaian muslim, tas, sarung, sandal, hingga peci pun masih berserakan dan mengeluarkan aroma sisa kebakaran.Warga yang melintasi jalan tersebut berhati-hati, terutama dari arah Palangka Raya menuju Sampit dengan permukaan jalan sedikit menurun kecepatan pun dikurangi. Bahkan salah satu warga dari Kerengpangi menyempatkan diri untuk memarkir sepeda motor dan melihat tempat peristiwa itu terjadi. Bekas rem terlihat jelas sekitar enam meter, berbelok sebelah kiri dan keluar badan jalan.

Salah satu warga yang rumahnya sekitar lokasi kejadian, saat itu mendengar suara seperti ban pecah sekira pukul 05:30 WIB. Saat keluar rumah, terlihat asap di tempat kejadian.“Saya saat itu hanya mendengar seperti suara ban pecah saja. Saat keluar, melihat sudah ada asap di tempat kejadian," ucap Merisanti kepada Kalteng Pos, kemarin.

Kepala Desa Pundu, Sugianto menerangkan, bahwa ada salah satu keluarga komplain dan menelepon ke pihak rombongan, karena tidak diberitahu dan meminta untuk memakamkan keluarganya di kampung halaman. Namun sebelumnya memang sudah diberitahu oleh ustaz kepala rombongan, dan keluarga berusaha untuk mengikhlaskan kuluarganya dimakamkan di Desa Pundu.

Mukminin (40) yang menjadi salah satu korban kecelakaan maut tersebut dimakamkan di Desa Pundu. Sebelum keberangkatannya untuk menghadiri tablig akbar di Banjarmasin, ia sempat berpesan kepada istrinya, jika terjadi sesuatu padanya, ia meminta dimakamkan di mana tempat ia meninggal.

“Mukminim itu sebelum meninggal sempat berpesan pada istrinya, jika dalam perjalanan jihatnya meninggal, ia meminta kepada istrinya jangan repot-repot. Makamkan saja saya di tempat dia saya meninggal," kata Sugianto menirukan apa yang disampaikan kepala rombongan kepadanya.

Ia juga bercerita jika peristiwa tersebut sebelumnya juga pernah terjadi dua bulan yang lalu. Kecelakaan maut menewaskan seorang guru pengendara sepeda motor bertabrakan dengan sebuah truk hingga tewas di tempat. Menurutnya, kecelakaan terjadi pada orang-orang jauh yang sebelumnya tidak mengetahui kondisi jalan. Seperti halnya kecelakaan yang terjadi dari arah Sampit menuju Palangka Raya, di sebuah tikungan tersebut dekat dengan tikungan ke kanan, yang mana tikungan ke kanan seharusnya permukaan jalan.

Terpisah, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko melalui Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Waluyo mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tabrakan yang menewaskan 11 jemaah tabliq tersebut, meskipun kasus ini sudah menjadi perhatian Mabes Polri yang juga turut terjun ke lapangan. “Masih kami investigasi,” jawab Eko Waluyo ketika ditanya tentang hasil olah TKP yang dilakukan bersama Polres, Polda dan Mabes Polri.

Demikian pula dengan informasi adanya alat khusus yang diturunkan untuk mengetahui dengan jelas kejadian tersebut, pihaknya juga belum bisa mengungkapkannya. Termasuk perkembangan status sopir truk yang pasca kejadian diamankan di Polres Kotim. “Masih peneyelidikan, nanti akan kami sampaikan hasilnya," jawabnya. (*ais/*ndo/ami/ram/dar)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:12

Ribuan Potong Kayu Log Dilarutkan ke Sungai, Dibawa ke Bansaw

KUALA KAPUAS-Aparat Polres Kapuas dipimpin Kasatreskrim AKP Iqbal Sangaji dibantu Resmob Polda Kalteng…

Rabu, 21 Februari 2018 09:02

SIAP SIAP..!! Kalteng Siaga Darurat Karhutla

PALANGKA RAYA-Aroma gambut menyengat menjadi pertanda hari sudah pagi. Apalagi, kepulan asap kembali…

Minggu, 18 Februari 2018 09:01

Taufik Dipanggil untuk Klarifikasi

NANGA BULIK-Beredarnya kabar Calon Wakil Bupati (Cawabup) Lamandau Taufik Hidayat diduga melakukan fitnah…

Minggu, 18 Februari 2018 08:53

Untuk Menuju Putri Indonesia Perlu Modal 3M

PUTRI Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah, Episcia Puspita Lautt, semakin percaya diri menatap serangkaian…

Kamis, 15 Februari 2018 08:38

PBB Nilai KPU Kapuas Tak Mengerti Aturan

PALANGKA RAYA-Putusan KPU Kapuas yang tidak meloloskan pasangan Muhammad Mawardi-Muhajirin, mengusik…

Senin, 12 Februari 2018 07:29

Jangan Malu Sekolah dan Menjadi Lulusan SMK

PANGAKALAN BUN-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Kalteng H Muhammad Rakhman, melakukan…

Minggu, 11 Februari 2018 07:03

Lagi Ketagihan, Rumah Sendiri Mau Dibakar

PALANGKARA RAYA-Seorang pria bernama Budi (40) warga Jalan Tambung Raya, Kelurahan Langkai, Kota Palangka…

Minggu, 11 Februari 2018 07:00

Ditetapkan Tersangka, Sekda Mundur atau Lengser

PALANGKA RAYA-Ditetapkannya Sekda Kota Palangka Raya sebagai tersangka dugaan pungutan liar alias pungli,…

Minggu, 11 Februari 2018 06:58
Boeing 737 JT 671 Sudah Berusia 8 Tahun

Onderdil Pesawat Lion Air Bermasalah

SEBANYAK 211 penumpang pesawat Lion Air sempat terkatung-katung empat jam lebih di Bandara Tjilik Riwut,…

Minggu, 11 Februari 2018 00:32
BREAKING NEWS

Ditinggal Beli Pisang Keju, Kundut Gantung Diri

PALANGKA RAYA-Warga Jalan Banteng Kota Palangka Raya mendadak geger. Hal tersebut menyusul ditemukannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .