MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 05 Februari 2018 09:40
Sebelum Laka Maut, di Bak Belakang Ngobrol tentang Kematian
Rombongan jemaah tablig akbar sempat beristirahat menghilangkan lelah sebelum Jembatan Sungai Setongah, Kecamatan Delang, sekitar 3 jam dari Lamandau. //FOTO : WARGA FOR KALTENG POS

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Peristiwa kecelakaan yang menimpa rombongan jemaah tablig akbar di Desa Pundu, Kecamatan Cempaka Hulu, Kotim masih menyisakan luka mendalam bagi Dedy Mulyadi. Dia merasa beruntung dari teman-temannya saat peristiwa memilukan itu terjadi. Pria 45 tahun itu hanya mengalami luka ringan. Goresan di tangan kanan ada dua buah, jari salah satunya patah.Saat wartawan Kalteng Pos menemuinya di RSUD dr Doris Sylvanus, mendapat sambutan hangat. Meski belum bisa beranjak dari ranjang perawatan, dia masih berkenan menceritakan kejadian yang menimpanya.

Ada 60 jemaah yang berangkat dari Pontianak Kamis malam. Ada pertemuan himpunan pendakwah se-Indonesia di Banjarmasin. Malam terakhir sebelum kecelakaan, rombongan sempat beristirahat beberapa kilometer dari lokasi kejadian.  “Kami beristirahat mulai dari magrib sampai subuh. Usai salat, meneruskan perjalanan. Tak sampai satu jam, terjadilah kecelakaan itu,” ucapnya terbaring lemah di ranjang perawatan Ruang Dahlia, kemarin.

Posisi dirinya kala itu duduk bersandar kaca menghadap belakang. Tertidur. Saat terbangun, kaget melihat posisi mobil sudah merangsek ke badan truk. Dalam kondisi setengah sadar, bapak dari lima anaknya itu merasakan ada dua orang, laki-laki dan perempuan menolongnya. “Ketika tabrakan itu saya terpental, sempat menengok ke sana kemari, nggak ada orang,”sebutnya.

Sebelum terjadinya kecelakaan, suasana dalam bak mobil tersebut seperti biasa, membahas masalah dakwah. Ada yang hanya diam, ada juga yang bersenda gurau. Tidak ada firasat sebelumnya. Hanya saja dia teringat, ketika salah satu temannya bicara tentang kematian. “Kalau meninggal meminta untuk di kubur di tempat, karena sunnahnya kalau orang yang bertujuan untuk berdakwah itu dikuburkan di tempat di mana dia meninggal,” bebernya.

Sementara, pantauan di lokasi kejadian, tumpukan semen dibiarkan begitu saja. Pakaian muslim, tas, sarung, sandal, hingga peci pun masih berserakan dan mengeluarkan aroma sisa kebakaran.Warga yang melintasi jalan tersebut berhati-hati, terutama dari arah Palangka Raya menuju Sampit dengan permukaan jalan sedikit menurun kecepatan pun dikurangi. Bahkan salah satu warga dari Kerengpangi menyempatkan diri untuk memarkir sepeda motor dan melihat tempat peristiwa itu terjadi. Bekas rem terlihat jelas sekitar enam meter, berbelok sebelah kiri dan keluar badan jalan.

Salah satu warga yang rumahnya sekitar lokasi kejadian, saat itu mendengar suara seperti ban pecah sekira pukul 05:30 WIB. Saat keluar rumah, terlihat asap di tempat kejadian.“Saya saat itu hanya mendengar seperti suara ban pecah saja. Saat keluar, melihat sudah ada asap di tempat kejadian," ucap Merisanti kepada Kalteng Pos, kemarin.

Kepala Desa Pundu, Sugianto menerangkan, bahwa ada salah satu keluarga komplain dan menelepon ke pihak rombongan, karena tidak diberitahu dan meminta untuk memakamkan keluarganya di kampung halaman. Namun sebelumnya memang sudah diberitahu oleh ustaz kepala rombongan, dan keluarga berusaha untuk mengikhlaskan kuluarganya dimakamkan di Desa Pundu.

Mukminin (40) yang menjadi salah satu korban kecelakaan maut tersebut dimakamkan di Desa Pundu. Sebelum keberangkatannya untuk menghadiri tablig akbar di Banjarmasin, ia sempat berpesan kepada istrinya, jika terjadi sesuatu padanya, ia meminta dimakamkan di mana tempat ia meninggal.

“Mukminim itu sebelum meninggal sempat berpesan pada istrinya, jika dalam perjalanan jihatnya meninggal, ia meminta kepada istrinya jangan repot-repot. Makamkan saja saya di tempat dia saya meninggal," kata Sugianto menirukan apa yang disampaikan kepala rombongan kepadanya.

Ia juga bercerita jika peristiwa tersebut sebelumnya juga pernah terjadi dua bulan yang lalu. Kecelakaan maut menewaskan seorang guru pengendara sepeda motor bertabrakan dengan sebuah truk hingga tewas di tempat. Menurutnya, kecelakaan terjadi pada orang-orang jauh yang sebelumnya tidak mengetahui kondisi jalan. Seperti halnya kecelakaan yang terjadi dari arah Sampit menuju Palangka Raya, di sebuah tikungan tersebut dekat dengan tikungan ke kanan, yang mana tikungan ke kanan seharusnya permukaan jalan.

Terpisah, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko melalui Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Waluyo mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tabrakan yang menewaskan 11 jemaah tabliq tersebut, meskipun kasus ini sudah menjadi perhatian Mabes Polri yang juga turut terjun ke lapangan. “Masih kami investigasi,” jawab Eko Waluyo ketika ditanya tentang hasil olah TKP yang dilakukan bersama Polres, Polda dan Mabes Polri.

Demikian pula dengan informasi adanya alat khusus yang diturunkan untuk mengetahui dengan jelas kejadian tersebut, pihaknya juga belum bisa mengungkapkannya. Termasuk perkembangan status sopir truk yang pasca kejadian diamankan di Polres Kotim. “Masih peneyelidikan, nanti akan kami sampaikan hasilnya," jawabnya. (*ais/*ndo/ami/ram/dar)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 11:05

Preman Pasar Ditembak

KASONGAN-Polres Katingan mengungkap kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya Rusmin. Pria 32 tahun…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:01

Karyawan Minimarket Jadi Korban Cabul

KUALA KAPUAS-Kisah pahit dialami perempuan berinisial DM. Remaja putri berusia 18 tahun itu, menjadi…

Selasa, 21 Agustus 2018 10:19

Palangka Raya Terancam Kabut Asap

KEBAKARAN lahan belum bisa dicegah oleh pihak terkait. Palangka Raya dikepung karhutla. Tiap hari sirene…

Senin, 20 Agustus 2018 15:26

SELAMAT ! Ketua Harian DAD Kalteng Jadi Rektor UPR

PALANGKA RAYA- Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya yang dilaksanakan Senin (20/8) telah mendapatkan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:19

Pemuda Beristri Perkosa Siswi

KUALA PEMBUANG- Bahtera rumah tangga yang baru dijalani dua bulan ternyata tidak memuaskan nafsu Nestor…

Senin, 20 Agustus 2018 10:11

Efek Miras Oplosan, Tusuk Teman dengan Pisau Belati

PULANG PISAU-Duel berdarah terjadi di Jalan Habungen, tak jauh dari Desa Tangkahen, Kecamatan Banama…

Senin, 20 Agustus 2018 10:08

Parpol Tidak Bisa Tambah Bacaleg Baru

PALANGKA RAYA-Masyarakat terus diingatkan untuk mengamati bakal calon legislatif (bacaleg) sesuai daftar…

Senin, 20 Agustus 2018 09:57

Pemadaman Karhutla di Kota Terkendala Akses Jalan Masuk Lokasi

PALANGKA RAYA-Dugaan pembakaran hutan dan lahan alias karhutla, kembali muncul di sejumlah sudut Kota…

Senin, 20 Agustus 2018 09:47

Hari Ini Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya

PALANGKA RAYA-Lama tak terdengar, akhirnya pemilihan rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:46

Teman Mengapung di Air, Dibangunkan Ternyata Sudah Tak Bernyawa

PALANGKA RAYA-Beny, ditemukan tewas mengapung di parit, tak jauh dari bahu Jalan Tjilik Riwut Km 22,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .