MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Minggu, 04 Februari 2018 12:32
Dokteroid Sudah Taraf Mengkhawatirkan
Ilustrasi: The Telegraph

PROKAL.CO, Fenomena dokteroid sudah pada taraf mengkhawatirkan. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) makin khawatir dengan ancaman dokteroid bagi kesehatan masyarakat.

Tahun lalu saja, ada beberapa kasus yang cukup besar. Misalnya saja pada Juni 2017, di Surabaya dilaporkan keberadaan dokter spesialis patologi anatomi palsu.

Dokteroid merupakan orang yang tidak memiliki ijasah serta kompetensi dokter namun memeberanikan diri untuk berpraktik seperti dokter.

Selain kasus di Surabaya, sebulan sebelumnya ada dokter kecantikan palsu yang praktik di toilet sebuah mal di Jakarta Pusat.

Ada juga Jeng Ana yang dikasuskan pada Juni lalu dikarenakan memberikan pendapat medis dan pemeriksaan medis.

”Jumlah dokteroid yang telah dihimpun dan dilakukan penindakan selama 2017 ada 15 kasus. PB IDI masih melihat kasus dokteroid sebagai fenomena gunung es,” ucap Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof dr Oetama Marsis SpOG, Kamis (1/2).

Marsis menambahkan jika katagori dokteroid dibagi menjadi beberapa kelompok. Pertama orang awam yang praktik, konsultasi dan seminar sebagai dokter.

Kedua adalah profesional lain yang melakukan tindakan kedokteran di luar kompetensi dan kewenangannya. Terakhir adalah dokter asing yang berpraktik ilegal dan memberikan konsultasi di Indonesia. ”Berdasarkan UU praktik kedokteran dan KUHP, tindakan tersebut dimasukkan dalam tindakan pidana umum,” ujarnya.

Sebagai awam sebenarnya untuk mendeteksi bahwa dokter termasuk dokteroid tidaklah mudah. Marsis menyarankan agar sebelum datang ke dokter, dapat dipastikan surat tanda registrasi (STR) dan surat ijin praktik (SIP) masih aktif.

Caranya adalah memanfaatkan website IDI dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Cukup dengan memasukkan nama si dokter, maka akan muncul apakah dia memiliki STR yang masih aktif. Jika tidak, dapat dipastikan termasuk dalam dokteroid.

Ditemui di tempat yang sama Sekretaris Jenderal PB IDI dr Adib Khumaidi SpOT mengatakan jika koordinasi dengan organisasi profesi seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) juga terus dilakukan.

Tujuannya agar petugas medis tidak saling tumpang tindih tugasnya. Adib tidak memungkiri bahwa ada juga petugas medis bukan dokter yang melakukan praktik seperti dokter. (lyn)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 08 Februari 2018 12:36

Tim Medis Hadapi Bencana Banjir

PALANGKA RAYA - Upaya penyelamatan korban terdampak banjir penting adanya dilakukan oleh tim medis…

Kamis, 08 Februari 2018 12:35

Pelajar MTs Annur Ikuti Seleksi MTQ Kecamatan

PALANGKA RAYA - Musabawah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Palangka Raya sebentar lagi digelar,…

Kamis, 08 Februari 2018 12:35

Berikan Pelatihan Pengembangan Sumber Pendapatan Alternatif

PALANGKA RAYA - Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia, Fakultas Pertanian Universitas…

Selasa, 06 Februari 2018 11:46

UM PalangkarayaTeken MoU dengan Kampus Korsel

PALANGKA RAYA - Kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri sudah dibangun Universitas Muhammadiyah…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

PTGMI Perbaharui Ilmu dan Pengembangan

PALANGKA RAYA - Guna meningkatkan terapis gigi dan mulut di era milenial, Perastuan Terapis Gigi dan…

Selasa, 06 Februari 2018 11:40

RSI PKU Muhammadiyah Gelar Gladi Lapang

PALANGKA RAYA - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, bersama Rumah Sakit…

Senin, 05 Februari 2018 12:45

PAN Batara Serahkan Verifikasi Faktual

MUARA TEWEH – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Barito Utara (Batara) menyerahkan…

Senin, 05 Februari 2018 12:42

Pentingnya Menyiapkan Generasi yang Kuat

PALANGKA RAYA – Menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat secara batin juga sehat fisiknya…

Senin, 05 Februari 2018 12:40

Siap Menangkan Yulhaidir- Iswanti

KUALA PEMBUANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Seruyan menggelar Rapat Kerja Cabang Khusus…

Jumat, 02 Februari 2018 11:41

Perayaan Natal Buli Lewu Warga Hurung Bunut

PALANGKA RAYA - Hari Natal memang ditetapkan 25 Desember setiap tahunnya. Namun perayaannya kerap kali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .